Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Menemui Arthur


__ADS_3

"Hai Jack!" Ares pada Jack sembari menepuk pundak Jack.


Belum sempat Jack menjawab sapaan Ares,Elen sudah terlebih dahulu memanggil nama Ares setengah berteriak.


"Ares?...sedang apa kau di sini?" tanya Elen.


"Aku?...ehh,ahh ya,tadi aku tidak sengaja melihat mu disini,maka itu aku putuskan untuk mendatangi mu.Omong-omong apa kalian berdua saja?" tanya Ares.


"Tidak Ares,aku dan Kak Mitha serta Siska mengunjungi kakak ku,dan karena kebetulan kakak ku ingin keluar berbelanja,akhirnya aku dan Kak Mitha dan juga Siska menerima ajakan mereka."


"Oww!!"...omong-omong, saat ini mereka ada dimana?"


"Oh,mereka sedang berbelanja,tadi aku tak sengaja bertemu kak Jack di sini,karna kak Jack juga ingin membeli sesuatu di tempat ini,bukan begitu kak Jack?"


"Ya,Elen benar tuan Ares,karna kebetulan juga ada hal penting yang ingin kusampaikan padanya."


"oya?...hal apa yang akan kau beritahukan padanya?" tanya Ares ingin mengetahui kejujuran mereka.


"Begini tuan Ares,saya ingin meminta Elen untuk membantu kami menghadapi Arthur,karna sudah satu minggu ini Arthur samasekali tidak mau bicara sekalipun pada tuan Sam."


"Kenapa bisa begitu?" selidik Ares.


"Arthur marah dan kecewa karna tuan Sam lebih memilih berpisah dengan Elen,sebenarnya Arthur sudah melakukan hal seperti ini sejak Elen dan tuan Sam berpisah,tapi Arthur lebih parah sejak pertemuan kita di restauran seminggu yang lalu."Kata Jack jujur.


"Apa kau bersedia untuk membantu Honey?" tanya Ares pada Elen.


"Ya,Ares, aku harus membantu Arthur,aku sangat menyayangi anak itu." kata Elen.


"Jadi kapan rencana mu akan bertemu denganya?" tanya Ares.


"Kalau bisa sih besok pagi."


"Baiklah,kalau begitu aku akan mengantarkan mu besok."


"Tidak usah Ares,aku bisa sendiri, bukankah besok kau harus bekerja?"


"Perusahaan itu milik ku sendiri,jadi tidak ada yang akan menegur atau memarahi ku."


"Terserah kau sajalah!"


"Kalau begitu saya permisi dulu tuan Ares,Elen, sampai ketemu besok." kata Jack berpamitan.


"Apa kau yakin akan kesana?"


"Sebenarnya aku masih ragu Ares,kalau aku kesana sudah pasti aku akan bertemu dengan Sam."


"Jadi,kau tidak akan pergi kesana?"


"Aku harus pergi Ares,tujuan ku bukan untuk Samuel,namun untuk Arthur."


"Selain ibu ku,kau wanita yang terbaik yang pernah ku kenal."


"Mulai lagi nih gombalnya."


"Aku tidak menggombal honey,aku serius."


"Lebih baik kita mencari kakak ku dan yang lainya,mereka pasti kebingungan mencari ku." kata Elen mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Baiklah, mari kita mencari mereka." kata Ares sembari menggenggam tangan Elen.


Hati Elen terasa hangat kala Ares meraih tangan mungil miliknya, Elen mengalihkan pandanganya pada pria yang sibuk mengalihkan pandanganya ke penjuru ruangan untuk mencari keberadaan kakak dari wanita pujaan hatinya itu.Sembari berjalan Elen sesekali menatap wajah tampan milik Ares,di lihat dari sisi manapun Ares sangat tampan dan menawan.Saat Elen masih terbuai dengan pesona Ares,tiba-tiba saja Ares balas menatap Elen.


"Kenapa kau menatap ku terus?...apa kau sudah terpesona dengan ketampanan ku hem?"


"A-apa?...a-aku tidak menatap mu Ares." kata Elen sembari menahan malu karna tertangkap basah memandangi Ares.


"Kenapa kau sangat menggemaskan sekali?...sihir apa yang sudah kau pakai?" tanya Ares berusaha menggoda wanita kesayanganya itu.


"A-apa?...sihir?...maksud mu?" tanya Elen terlihat bingung."


"Itu kan!...kau sangat menggemaskan sekali,apa aku boleh memakan mu saat ini?"


"Ma-maksud mu?" tanya Elen semakin bingung.


"oh God...wanita ini memang benar-benar sangat polos." kata Ares dalam hati.Karna tidak tahan melihat wajah Elen yang sangat menggemaskan,akhirnya Ares meraih tangan Elen dan menggigit jari tangan wanita cantik itu dengan pelan.


"Auww...Aresss!!!" teriak Elen pelan.


"Pilih mana, aku gigit jari mu atau aku gigit bibir mu yang sangat menggemaskan itu."


"Iiiihhhh Ares,kau ini benar-benar." kata Elen sedikit kesal.


"hahaha...baiklah,baiklah,sebaiknya kita mencari para bidadari milik mu." kata Ares tetlihat puas mengerjai wanita kesayanganya itu.


*****


Pagi ini di Mansion Samuel,Pria tampan pemilik netra biru safir itu terlihat sudah sangat rapih dan terlihat sangat tampan.Pagi ini Samuel berusaha berpenampilan sebaik mungkin,karna ia tahu pagi ini Elen akan datang ke mansion miliknya demi membantu Arthur untuk mau di ajak bicara.Samuel berencana untuk membuat Elen agar kembali terpesona padanya.


"Apa kau yakin kalau dia akan datang Jack?" tanya Samuel pada Jack.


"Baiklah."


Beberapa menit kemudian terlihat Elen muncul bersama Ares,entah kenapa hati Samuel mendadak panas dan sangat geram melihat wanita kesayanganya itu muncul bersama Ares sahabatnya.


"Hai Sam!" sapa Ares.


Samuel tidak menjawab sedikit pun atau sekedar tersenyum pada Ares,malah Samuel berusaha menahan agar Elen tidak mendengar gemeratak giginya yang sedang terbakar api cemburu.


"Hai kak Sam,apa kabar mu?" sapa Elen terlihat sangat canggung.


"Kabar ku baik Sweety." jawab Samuel sembari memberikan senyum terbaiknya.


"Cuih..dasar pria labil munafik!" Ares berkata dalam hati.


Elen merasa risih kala Samuel menyebutnya dengan kata"Sweety",entah kenapa panggilan yang dulu terdengar sangat manis ia dengar,sekarang justru terdengar sangat memuakkan.


"Aku ingin bertemu Arthur." kata Elen tanpa basa basi lagi.


"Baiklah,aku akan mengantarkan mu ke kamarnya."


"Baiklah kak...oya Ares,pergilah ke kantor mu,setelah aku bertemu Arthur,aku akan pulang sendiri." kata Elen.


"Aku akan menunggu mu honey."


"Aku masih agak lama di sini,tidak mungkin juga kan kalau kau akan menunggu ku."

__ADS_1


"Biarkan aku tetap menunggu mu honey."


"Apa kau akan menunggu ku sampai sore?"


"Apa?...sampai sore?...sampai selama itu?" tanya Ares.


"Iya,apa kau keberatan?" tanya Elen.


"Aku tidak keberatan,baiklah,sebaiknya aku harus pergi ke kantor ku,telepon aku jika kau sudah selesai,aku akan menjemput mu." kata Ares berat hati.Bagaimana tidak,Ares bisa bayangkan kalau Samuel akan selalu berdekatan dengan wanita mungil kesayanganya itu.


"Kau memang benar-benar membuat ku muak Samuel,tapi kali ini aku tidak akan diam saja,karna orang seperti mu tidak pantas untuk memilikinya." kata Ares dalam hati.


"Baik Ares."kata Elen.


Setelah kepergian Ares dari mansion milik Samuel, pria tampan pemilik netra biru safir itu pun mengajak Elen untuk bertemu Arthur di dalam kamarnya.


Saat Elen melewati kamar yang dulu pernah ia tempati,Elen berdiri sejenak sembari terpejam,ia teringat semua kenangan saat bersama pria tampan yang saat ini berada di depan matanya itu,tak terasa kristal beningpun tak dapat ia bendung dari pelupuk mata.Aroma tubuh Samuel yang dulu pernah menjadi aroma faforitnya,kini semua hanya tinggal kenangan.


"Kenapa berhenti?...hei...apa kau menangis?" tanya Samuel sedikit cemas kala melihat mantan istri cantiknya itu menangis.


"Aku tidak menangis,ayo kita bertemu Arthur." kata Elen sembari menghapus air matanya.


Samuel tahu apa yang membuat Elen menangis,pasti Elen menangis karna mengingat semua kenang-kenanganya bersama Samuel saat di mansion ini.Entah kenapa hati Samuel terasa sangat sakit jika mengingat semuanya.Samuel benar-benar sangat menyesali kebodohanya,jika saja ia tidak tertipu oleh Tania,tentu saja saat ini ia dan Elen serta Arthur akan hidup bahagia.


Setelah sampai di pintu ruangan milik Arthur,Elen meminta Samuel untuk tidak ikut masuk ke dalam kamar milik Arthur.


"Sebaiknya kau tidak usah ikut masuk kak Sam."kata Elen.


"Memangnya kenapa Elen?"


"Bukankah Arthur lagi tidak ingin bicara pada mu?"


"O iya,maafkan aku Sweety,baiklah,aku akan menunggu di bawah." kata Samuel sedikit kecewa.Niat hati ingin berdekatan dengan wanita kesayanganya itu,malah gagal karena wanita itu harus menghadapi putranya.


Dengan berat hati Samuel pun kembali menemui Jack di lantai bawah.


"Jack,apa berkas yang ku minta sudah kau siapkan?"


"Sudah tuan."jawab Jack.


"Menurut mu,apa Elen akan mau menerimanya?"


"Kita harus mencobanya tuan."


Samuel ingin menyerahkan sepenuhnya pabrik kopi yang sempat tertunda karna perceraianya dengan Elen,Samuel berencana untuk memberikanya pada Elen,anggaplah harta gono gini saat ia dan Elen dapatkan sewaktu belum bercerai.Karna setelah mereka bercerai,Samuel tidak memberikan sepeserpun pada wanita mungil kesayanganya itu,karna saat itu Samuel sedang marah besar pada Elen.


Setelah kurang lebih tiga jam menunggu,akhirnya Elen turun menemui Samuel yang sedang menunggu di lantai bawah.


"Bagaimana keadaanya?" tanya Samuel.


"Dia baik-baik saja kak,biarkan ia tidur dulu."


"Apa kau akan segera pulang?"


"Belum,karna Arthur meminta ku untuk tidak pergi dulu."


"syukurlah."

__ADS_1


"Maksud mu?"


"Ehh,ahh,maksud ku,syukurlah dia sudah bisa tidur." kata Samuel.


__ADS_2