
Di kediaman Tuan Salim
Angela mendandani dirinya secantik mungkin,siang ini ia berencana akan pergi ke kantor Samuel untuk mendapat kan hati pria itu.Angel tidak akan pernah menyerah sebelum apa yang ia ingin kan tercapai.
"mau kemana kamu sayang?"
"aku mau pergi menemui Samuel mi!"
"kamu yakin sayang?"
"iya mi,emangnya kenapa?"
"mami ragu kalau Samuel mau menemui mu sayang!"kata mami Liza.
"mami kok bisa bilang begitu sih?bukanya malah mendukung!"kata Angel.
"bukan begitu Angel,apa tidak sebaiknya kita susun rencana agar kamu bisa mendapatkanya?"
"maksud mami?"Angel memicingkan matanya tanda tak mengerti.
"Angela...Angela,kamu ini terlalu bodoh!,harusnya,sebelum melakukan sesuatu,kamu harus pikirkan dulu apa yang harus kamu perbuat!"
"trus,aku harus bagaimana mi?"
"mami ada ide!"
"apa mi?"
"Sabtu ini adalah hari ulang tahun pernikahan papi dan mami,mami akan mengundang Samuel untuk datang!"
"apa mami yakin kalau kak Samuel akan datang?"
"mami akan meminta papi mu untuk mengundangnya,karna Samuel sangat menghormati papi mu!"
"lalu,apa rencana mami?"
"mami akan memberi obat perangsang di dalam minuman Samuel,mami akan memberi dosis lebih"
"lalu?"tanya Angel.
"saat obatnya sudah bereaksi,mami akan berusaha untuk mencari cara agar bisa membawa Samuel kekamar mu!"
"lalu?"
"selebihnya,mami serahkan sama kamu!,ingat,jangan sia-siakan kesempatan Angel!"
"bukan kah dulu kaka mu Tania mengalami hal yang sama?jika kau berhasil,maka Samuel akan menjadi milik mu seutuhnya!"
"mami memang paling terbaik!"kata Angel.
Arsen yang sedari tadi menguping pembicaraan ibu dan adik tirinya itu,tersenyum licik serta bergumam dalam hati.
"aku akan merusak rencana kalian berdua,dasar perempuan licik!,aku akan membuat mu hancur,sama seperti kau sudah menghancurkan ibu ku!.Tunggu saja Liza,permainan ini baru saja di mulai!"
*****
"Jeane,ku perhatikan,sudah berapa hari kau tidak bekerja,apa kau sudah berhenti?"
"Iya Lun,aku sudah berhenti!"
"hah?kok bisa?"
__ADS_1
"apa yang gak bisa?"
"maksud ku,kok kamu bisa berhenti?
"bosan dengan gaji kecil!"jawab Jeane.
"daripada nganggur gak dapat gaji?"
"aku tidak nganggur Lun!"
"lalu,sekarang kau kerja dimana?"
"ada deh,nanti juga kamu tahu sendiri,bos ku yang sekarang seorang sultan Lun!"
"benarkah?"
"iya,buktinya,aku dihadiahi pajerro,padahal cuma melakukan pakerjaan kecil!"ucap Jeane keceplosan.
"apa??jadi bos yang kau bilang sultan itu adalah Ellio?"
"ahh,ehh,bu-bukan Luna,a-aku salah omong!"jawab Jeane gugup.
"yaa,ketauan deh!,matilah aku sekarang!"ucap Jeane dalam hati.
Luna merasa tidak puas dengan jawaban Jeane,Luna sangat tahu bahwa sahabatnya itu sedang berbohong.Luna meraih ponselnya dan melakukan panggilan pada kekasihnya Ellio.
"awas Jeane,kalau kau bohong,aku akan tarik kembali pajerro itu!"ucap Luna pada Jeane sambil menunggu panggilanya diangkat oleh Ellio.
"ja-jangan dong Lun!"ucap Jeane dengan wajah memelas.
"halo sayang,apa kau sudah merindukan ku?"kata Ellio sambil menggoda kekasihnya itu.
"katakan Ellio,pekerjaan apa yang sudah kau berikan pada Jeane?"
"Jeane...Jeane,bagaimana kau bisa menjadi pengawal anak-anak ku kelak,jika keluguan mu belum saja hilang?"ucap Ellio dalam hati.
"kau tau apa maksud ku Ellio!"
"tunggu aku disitu,aku akan menjelaskanya pada mu!"ucap Ellio dan langsung memutus panggilanya.Selama Ellio belum datang,Jeane hanya duduk sambil menundukan kepalanya.
"yaaa,pajerro ku!,Lun jangan disita ya pajerronya!"ucap Jeane dalam hati.
Beberapa menit kemudian,Ellio sudah muncul di hadapan Luna.Luna berdiri sambil bersedekap.
"sayang!"ucap Ellio sembari mengecup kening kekasihnya itu.Sesaat Ellio mengalihkan pandanganya ke arah Jeane.Ellio merasa lucu melihat tingkah sahabat kekasihnya itu,bagaimana tidak?posisi Jeane saat ini sedang duduk tertunduk sambil menaruh kedua tanganya yang di apit oleh kedua pahanya.
"katakan Ellio,pekerjaan apa yang sudah kau berikan pada Jeane?"
Ellio menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"sayang,aku akan menjelaskanya!"
Luna terdiam.
"Jeane,apa kau bisa meninggalkan kami sebentar?"
"ba-baik pak Ellio!"
Jeane segera bergegas keluar,sambil berdoa dalam hati,berharap agar pajerronya tidak disita oleh calon nyonya Hawkins itu.
"jelaskan Ellio!"
__ADS_1
"sayang,aku berniat untuk menjadikan Jeane sebagai pengawal mu dan anak-anak kita kelak,maka itu aku membayar seseorang untuk melatih Jeane dalam semua hal,agar Jeane layak untuk jadi pengawal mu dan anak-anak kita.kau tau kan?kalau aku ini pengusaha sukses?jadi terlalu banyak orang di luar sana yang tidak menyukai kesuksesan ku.Maka itu,aku merekomendasikan Jeane sebagai pengawal pribadi mu,karna aku melihat,kalau Jeane sangat menyayangi mu!kau mengerti kan sayang?"
"iya,aku mengerti El!,tapi Jeane sangat lugu!"
"untuk saat ini sayang,aku yakin suatu saat Jeane akan terlatih untuk menjadi wanita tegas dan berani!"
"baiklah,terserah kamu saja,karna kamu yang lebih berkuasa!"
"jangan begitu sayang!"
Ellio berusaha meyakinkan Luna,agar mau menjadikan Jeane sebagai pengawal pribadinya.Sebenarnya Luna tidak tega menjadikan sahabatnya itu sebagai pengawal,namun ia juga merasa senang karna tidak perlu berpisah dengan sahabatnya yang baik itu setelah dia dan Ellio menikah nanti.
"baiklah,lagian aku tidak mau,jika kita sudah menikah nanti,harus hidup terpisah dengan Jeane.Biar bagaimanapun dia adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki."ucap Luna.
Bagi Luna,Jeane adalah sahabat terbaik yang pernah ia miliki.Perkenalanya dengan Jeane di awali dari saat sebuah kecelakan yang dialami sahabat karib Jeane.Pada saat sahabat Jeane mengalami kecelakaan,saat itu Luna juga berada di tempat kejadian.Luna segera meminta tolong agar orang-orang yang juga ada di tempat itu segera membantunya.
Saat Luna membawa sahabat Jeane kerumah sakit,saat itulah pertemuan mereka di mulai.Saat Itu Jeane bertanya pada Luna,tentang bagaimana Luna sampai ada di tempat kecelakaan yang sudah menimpah sahabatnya.Luna pun bercerita kalau ia sedang mencari kos.
Jeane dengan senang hati menawari Luna untuk tinggal bersamanya di rumah miliknya yang tak seberapa.Rumah yang Jeane miliki adalah warisan dari neneknya.Jeane seoarang yatim piatu,neneknya adalah pensiunan guru.Sejak neneknya meninggal beberapa tahun yang lalu,Jeane hidup sebatang kara.Dengan bermodalkan ijasah SMA,Jeane melamar di sebuah Cafe tempat Jeane bekerja sebelumnya.
"nah,begitu baru benar sayang!"kata Ellio sambil mencubit hidung mancung Luna.
"sayang,apa kau sudah memasak?aku sudah sangat lapar?"
"hah?,bukanya di mansion mu banyak maid yang bisa memasak untuk mu?"
"iya sayang,tapi masakan mereka tak seenak masakan mu!"
"dih,mulai deh gombalnya!"
"aku serius sayang,masakan mu lebih enak dan lebih nikmat dari semua masakan restoran yang ada di kota ini!"
"gombal mu itu tinggi sekali El"
"apa salah jika aku menggombali calon istri ku sendiri?"
"sudah...sudah...sudah,tunggulah sebentar,aku akan memasak untuk kita.
Setelah Luna masuk ke dalam dapur,Ellio segera mengirim pesan chat pada Jeane.
"pulanglah Jeane!karna calon nyonya mu sudah tidak marah lagi!"
"benarkah pak?"
"iya,dan kau tahu Jeane?Luna sedang memasak untuk kita!"
"benarkah?,lalu,bagaimana dengan pajerronya pak?apa Luna akan menyitanya?"
"haha...haha,itu hanya gertakanya saja,calon istri ku itu sangat menyayangi mu!"
"jadi,pajerronya tidak jadi di sita kan pak?"
"iya,itu milik mu Jeane,untuk sekarang dan selamanya,pajerro itu akan selalu jadi milik mu!"
"syukurlah,terimakasih pak Ellio!"
"sama-sama Jeane."
Dalam hati Jeane bersyukur,punya calon bos dan nyonya bos yang sangat baik hati padanya.
"
__ADS_1