
Saat Elen masih sibuk dengan pikiranya,tiba-tiba Elen mendengar suara pintu di buka,Elen mendengar suara lelaki dan perempuan,mendengar suara tersebut,Elen pura-pura kembali pingsan.
"Apa dia belum sadar?" tanya orang yang suaranya sangat Elen kenal. yang"Belum Bos!"
"Ambil air dan siram dia!"
Baik Bos."
Suara wanita yang mereka panggil dengan sebutan Bos itu adalah Tania,Elen berpikir kenapa Tania masih berusaha
menyakitinya,bukankah ia sudah bercerai dengan Samuel?.Meski cemas,Elen tetap berusaha untuk tenang demi memikirkan langkah apa yang harus ia lakukan selanjutnya demi bisa terlepas dari tempat yang sangat mengerikan itu.
"Byurrr"
"Uhuk...uhuk" Elen terbatuk karna banyaknya air yang ia telan
"Hehh...akhirnya kau sadar juga." kata Tania.
"uhuk..uhuk...kau?"
"Ya,aku Tania!...istri Samuel,dan kau harus tahu itu!" kata Tania mencibir.
"Aku tahu kalau kau istrinya Samuel,tapi kenapa Tania?...apa salah ku?"
"Kau masih bertanya apa salah mu?...salah mu sangat banyak, dengan beraninya kau masuk dalam kehidupan Samuel dan merampas semuanya dari ku."
"Aku tidak merampas apapun dari mu Tania,aku menikah dengan Samuel karna aku tahu kalau kau sudah mati." ucap Elen dengan emosi.
"plakk" sebuah tamparan mendarat dengan sempurna di wajah mulus milik Elen.
"Aku tidak menyangka,ibu dari sorang anak yang sangat saya banggakan adalah seorang wanita yang sangat kejam." kata Elen.
"plakk...sebaiknya kau jangan banyak bicara bangsat!!"
"Samuel akan sangat membenci mu,jika ia tahu kalau bahwa kau lebih jahat dari yang sebelumnya."
"Sudah ku bilang diam!!...aku jahat seperti ini karna kau!!"
"Aku sudah bercerai dengan Samuel,aku mengalah demi kau Tania,meski aku sangat mencintainya saat itu,aku tidak ingin egois,aku memikirkan masa depan Arthur putra mu agar kembali bersatu dengan keluarga yang lengkap."
__ADS_1
"tapi semuanya sudah hancur karna kau!...kau merampas cinta Samuel dan cinta putra ku,hingga rasa cinta mereka hanya tertuju pada mu."
"Apa aku salah jika memberikan cinta ku pada mereka?,aku mencintai putra mu Arthur,aku memberikan kasih sayang yang tidak pernah kau berikan padanya."kata Elen.
"Itulah letak kesalahan mu,kau tidak perlu memberikan cinta pada putra ku,karna aku akan memberikan semua padanya."
"Kasih sayang seperti apa yang kau maksud?...kasih sayang yang mengutamakan dirinya sendiri?...kalau aku jadi kau,aku akan mementingkan kebahagiaan anak ku dari pada kebahagiaan ku sendiri."
"Diam!!" gertak Tania sembari menjambak rambut Elen.
"Auww!!...lepaskan Tania!!" kata Elen sembari meringis kesakitan karna kuatnya Tania menjambak rambut Elen.
"Kau akan mati di tempat ini,tidak ada yang tahu kalau kau ada di tempat ini...haha...haha."
"Kau salah Tania,ada Ares yang akan mencari keberadaan ku." kata Elen.
"haha...haha...pria itu tidak akan mencari mu,karna Ares sudah memiliki wanita yang bahkan jauh lebih cantik dari mu,memangnya kau siapa?,kau hanya wanita miskin yang tidak tahu diri!!"
"Awalnya aku ingin membujuk mu agar mau kembali pada Samuel,karna itu syarat dari Samuel agar ia mau memaafkan dan menerima ku kembali...tapi setelah ku pikir-pikir,sebaiknya aku melenyapkan mu saja,karna tidak akan ada yang tahu kalau aku yang sudah membunuh mu,termasuk Samuel....dengan lenyapnya kau dari muka bumi ini,maka tidak akan ada lagi yang akan menjadi penghalang bagi ku untuk kembali pada Samuel dan juga putra ku." kata Tania.
"Kau salah Tania,seandainya aku mati saat ini juga,Samuel tidak akan kembali pada mu jika kau tidak mau berubah...kau belum terlambat Tania,semuanya masih bisa di perbaiki asal kau benar-benar mau berubah."
"Kau jangan terpengaruh dengan wanita licik ini Tania,dia sudah menghancurkan hidup mu,lenyapkan dia,dan setelah itu tidak akan ada lagi yang akan menghalangi tujuan mu." kata Mami Liza yan tiba-tiba saja muncul.
"Jangan dengarkan ibu mu Tania,aku tahu kalau kau orang yang baik,hidup mu tidak akan seperti ini kalau bukan karna dia.Apa kata Arthur jika ia tahu kalau ibunya adalah seorang pembunuh?"
"Plakk" satu tamparan mendarat di pipi mulus Elen dari Mami Liza.
"Kau tahu Elen,sebelum kau mati,aku akan menyuruh semua laki-laki yang ada di sini untuk menikmati tubuh mu rame- rame sampai mereka puas." kata tante Liza.
Kata-kata Mami Liza membuat Elen merasa sangat ngeri,bagaimana tidak,jumlah pria yang ada di tempat itu saat ini berjumlah 8 orang,jika Elen harus mati karna di bunuh,tentu Elen pasrah,tapi ia tidak mau jika sebelum ia mati,ia harus di gilir dulu oleh kedelapan pria tersebut.Elen memutar otaknya agar bisa selamat dari para pria tersebut yang menatapnya dengan tatapan penuh n*f*u.
"Tania,pikirkan kata-kata ku,masih ada harapan untuk mu agar bisa kembali pada Samuel,kalian belum bercerai,kau hanya perlu memperbaikinya."kata Elen berusaha untuk mempengaruhi Tania.
Tania menatap nanar wajah Elen,dalam hati Tania mengagumi sosok wanita mungil mantan istri dari Suaminya itu,sebenarnya Tania tak tega untuk menyakiti siapapun,namun karna selama ini Tania selalu di bawah pengaruh ibu kandungnya yang tidak berperi kemanusiaan itu.
"Sekarang kalian bisa sepuasnya menikmati tubuhnya,dan ingat,sebelum ia mati kalian harus benar-benar menghilangkan jejak sebersih mungkin." perintah Mami Liza untuk kedelapan pria tersebut.
"Baik bos,tapi,bagaimana dengan bonus kami?" tanya pria yang berwajah sangar dan bertubuh besar.
__ADS_1
"Ini bonus kalian,jika kalian melakukan kesalahan,maka aku tidak akan segan-segan untuk menghabisi kalian,kalian paham?" kata Mami Liza sembari menyodorkan anflop berwarna coklat.
"Seret dia!!"
"Tidak!!...lepaskan aku!!" teriak Elen sambil merontah.
"jangan jual mahal sayang,aku tahu kau sangat menginginkanya." kata pria berwajah sangar tersebut.
"hentikan!!" kata Tania yang tidak tega melihat Elen di perlakukan demikian.
"Lepaskan dia!!" kata Tania pada pria sangar itu.
"Apa-apaan kau Tania?...jangan bilang kau berubah pikiran karna omong kosong wanita licik ini."kata Mami Liza sambil menunjuk Elen.
"Mi,aku tidak ingin Samuel semakin membenci ku karna menyakiti Elen.Elen benar,semuanya belum terlambat,aku hanya perlu memperbaiki hubungan kami." kata Tania.
"cuihh...kau tidak akan mendapatkan apapun kalau kau tidak melenyapkan wanita ini."
"Aku tidak peduli Mi,meskipun Samuel tidak menginginkan aku lagi,tapi setidaknya Samuel dan Arthur tidak membenci ku." kata Tania.
"Aku bangga pada mu Tania,kembalilah menjadi Tania yang dulu,Tania yang baik hati dan juga tidak serakah,itulah alasan mengapa Samuel tidak pernah berhenti mencintai mu." kata Elen dengan lembut,sejujurnya Elen sangat empati pada Tania,Elen bisa melihat kalau Tania sebenarnya memiliki hati yang sangat baik,namun karna pengaruh wanita iblis yang sayangnya adalah ibu kandungnya sendiri,membuat Tania berubah menjadi wanita serakah dan dan juga jahat.
"Kalian tunggu apalagi?,cepat lakukan perintah ku."
"Aku bilang jangan,lepaskan dia." perintah Tania.
"Jangan dengarkan dia,karna aku yang membayar kalian,jadi lakukan perintah ku."
Tanpa di perintah untuk yang kedua kali,para pria bayaran Mami Liza itupun membawa Elen untuk di gilir.
"Taniaaa...tolong aku Tania,aku mohon." ucap Elen memohon,Tak terbayang oleh Elen bagaimana nasibnya jika kedelapan pria suruhan Mami Liza menyetubuhi dirinya rame-rame.
Melihat keadaan Elen yang berteriak meminta tolong padanya,sontak membuat Tania sangat geram pada ibu kandungnya itu.
"Dorrr"
Mendengar suara tembakan yang sangat memekikan telinga,membuat Elen dan kedelapan pria suruhan mami Liza menoleh ke arah suara tembakan.
"Ta-Tania?" kata Elen dengan suara bergetar.
__ADS_1