
Di rumah Jeane
Pagi ini saat Luna hendak berangkat bekerja,ia di kejutkan dengan kedatangan dua orang bertubuh tinggi dan kekar.Yang lebih membuatnya lebih terkejut lagi adalah kala melihat sebuah mobil pajerro baru terparkir di halaman rumah Jeane yang sedikit sempit.Luna sangat penasaran dengan kedua lelaki tersebut.
"selamat pagi Nona!"
"selamat pagi juga pak!"
"apa benar ini rumah nona Irene Jenane?"
"iya,betul pak,bapak ini dari mana?"
"kami dari PT.ARTHA datang untuk mengantar mobil pajerro yang sudah di pesan Oleh nona Jeane!"ucap salah satu dari kedua petugas yang juga merasa kaget karna yang memesan mobil itu adalah orang biasa.
Awalnya saat di tugaskan mengantar mobil tersebut,mereka berpikir kalau orang yang memesan mobil tersebut adalah orang dari kalangan berada, pasalnya mobil jenis pajero adalah jenis mobil mewah,dan hanya orang-orang tertentu saja yang mampu memiliki mobil tersebut.Tapi ternyata dugaan mereka salah,yang memesan mobil tersebut hanya orang dari kalangan biasa.
"apa??"ucap Luna kaget.
"pasti bapak salah alamat!"
"kami tidak salah nona,karna alamat yang yang kami miliki sudah benar!"
"Ada apa Lun?"tanya Jeane yang tiba-tiba saja keluar.
"Ini Jane,bapak-bapak ini datang antar mobil pajerro,katanya kamu yang pesan!"
"hah??"a-apa?"
"apa benar Jeane?"
"apa anda yang bernama Jeane?
"i-iya,pak!"
"berarti benar,bahwa anda sudah memesan mobil ini?"
Dengan berat hati Jeane mengakui bahwa ia yang sudah memesan pajerro yang sudah terparkir di halaman rumahnya yang kecil.Dan setelah menanda tangani bukti terima,akhirnya petugas dari PT.ARTHA itu pun kembali pulang.
"Jeane??"
Alis Luna mengkerut,hatinya penuh tanda tanya bagaimana mungkin seorang Jeane yang hanya bekerja di sebuah cafe mampu untuk membeli satu unit pajerro?sekali pun Jeane mendapat undian hal itu tidak akan mungkin sekali.
"Jeane,kau??"
"he..he..Anu Lun!"
"apa??"
"i-itu!"
"itu apa Jeane?"
"Lun,maaf ya!"
"untuk?"
"sebenarnya mobil itu hadiah dari pak Ellio!"
"hah?"jawab Luna kaget.
"iya Lun!"
"hadiah untuk apa?"tanya Luna.
__ADS_1
Akhirnya Jeane menceritakan semuanya pada Luna perihal mobil pajerro tersebut.
"astaga Jeane!,demi pajerro kau jual sahabat mu sendiri?"
"Luna,maaf,sebenarnya saya melakukan ini juga demi kamu,kalau kamu tidak suka,aku akan mengembali kan pajerro itu!"
Luna menarik nafas panjang,dalam hati ia sangat menyesali perbuatan sahabatnya itu.
"Jeane,kamu harus kembalikan pajerro itu,kalau kamu memang benar-benar menganggap ku sahabat mu!"
"ok Lun,aku akan mengembalikan pajerro itu,asalkan kau mau memaaf kan ku"
Setelah Luna benar-benar pergi hendak kembali bekerja,Jeane langsung menghubungi Ellio dan mengabarinya lewat pesan whatsApp.
"pak Ellio,maaf ya pak,saya kembali kan pajerro yang sudah bapak kirim?"
"lho,memangnya kenapa?"
"Luna tidak mau pak!"
"Saya kasih pajerro itu buat kamu,bukan buat Luna!"
"iya sih pak,tapi Luna marah,karna saya sudah kerja sama dengan pak Ellio,apalagi kemarin saya pura-pura pingsan lagi!"
"sudah,kamu tidak usah kembalikan pajerronya,soal Luna,itu urusan saya!"
"beneran pak?"
"iya Jeane"
"makasih ya pak Ellio,moga-moga bapak cepat dapat jodoh!"
"Mmm,amin"
"tok..tok...tok."
"ya,masuk!"
Ellio tersenyum kala melihat siapa yang masuk ke ruanganya.Ia tersenyum kala mendapati sekretarisnya itu datang meski dengan wajah yang masam.
"kemarin aku hanya memberi mu waktu satu jam,kenapa kau masih saja melanggar?"
"apa maksud bapak dengan menghadiahi Jeane mobil pajerro?"
"lho?memangnya salah?"
"ya,anda salah besar!"
"salah saya letaknya di mana?,wajar kalau aku memberinya hadiah,karna Jeane sahabat mu yang baik hati itu sudah banyak membantu ku!"
"tapi kan??"
"kenapa?jangan bilang kalau hadiahnya terlalu mewah?,uang ku tidak akan habis hanya karna sebuah pajerro!"
"bukan itu!"
"lalu?"
Luna yang sudah kehabisan kata-kata hanya diam tak bergeming.Memang benar yang di katakan oleh Ellio,lelaki itu berhak untuk memberikan hadiah pada siapa,berapa dan di mana?.Hanya Luna sangat bingung mau di apakan pajerro itu?sedangkan Jeane tidak tahu menyetir.
"hanya?"Luna ragu untuk mengatakanya.
"hanya apa?"
__ADS_1
"hanya saja,Jeane tidak tahu nyetir mobil!"
"puff"
Ellio merasa geli dengan jawaban yang diberikan oleh Luna.Ellio merasa kalau jawaban yang Luna berikan adalah jawaban pengalihan dari ketidak mampuan wanita itu untuk. menjawabnya.
"Luna...Luna,kan ada kamu!" kata Ellio bangkit dari kursi kebesaranya menuju ke arah sekretarisnya yang sedikit lugu itu.
"sa-saya juga tidak bisa menyetir pak!"
"kalau kau mau,aku sendiri yang akan mengajari mu!"
Ucap Ellio berbisik di teling Luna.Luna tiba-tiba saja mendapat serangan akibat bisikan yang begitu dekat di telinganya.Bagaimana tidak?sensasi geli yang menimbulkan getaran aneh dalam jiwa wanita berlesung pipi itu.Apalagi lelaki tampan yang berbisik di telinganya adalah lelaki yang sangat ia cintai.
"pak Ellio?"
"Mm?"
Luna memejamkan matanya kala merasakan getaran-getaran aneh di tubuhnya,ia menghidu aroma tubuh Ellio,bagi Luna aroma tubuh Ellio sangat memabukkan.Begitu pun dengan Ellio,Lelaki bernetra coklat itu sangat menyukai wangi tubuh Luna,Ellio merasa wangi tubuh Luna sangatlah natural.
Ellio membalikan tubuh Luna agar berhadapan denganya,ia menatap lekat-lekat wajah sekretarisnya itu,saat ia menatap mata Luna yang indah,Ellio bisa melihat tersimpan rasa cinta yang begitu besar,dalam hati Ellio menyesali karna sudah mengabaikan cinta yang begitu besar untuknya selama ini.
Entah sudah berapa lama kedua insan itu bersitatap?.Luna sangat menginginkan momen-momen seperti ini,yang sudah sangat lama ia nantikan.Saat kedua insan itu masih bersitatap,tiba-tiba saja pintu ruangan Ellio terbuka yang disusul oleh kemunculan asisten Ellio.Sontak membuat Ellio dan Luna berhamburan kesembarang arah.Luna merasa sangat malu karna sudah ketahuan berdekakatan dengan Ellio oleh asisten ceonya itu.
Lain Luna lain pula Ellio,ceo tampan itu merasa sangat geram pada asistenya itu karna sudah berani masuk ke ruanganya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"saya permisi kembali keruangan saya pak!"
Jawab Luna yang masih dengan wajah memerah bagai tomat.Setelah Luna keluar dari ruangan Ellio,lelaki itu langsung mengomeli Eric saistenya yang tidak punya sopan santun itu.
"Eric,sudah berapa kali ku katakan,ketuk dulu sebelum masuk!!"
"ma-maaf bos!"
"maaf..maaf,aku sudah bosan dengan kata maaf mu!"
"maaf kan saya bos,lain kali saya akan mengetuk dulu sebelum masuk!"
"kali ini aku masih mau memafkan mu,tapi lain kali tidak ada ampun bagi mu,aku akan mengirim mu ke kalimantan,dan akan mengganti posisi mu dengan orang lain!"
"baik bos!"
Jawab Erik,mana mau dia di kirim kekalimantan,masuk ke pedalaman untuk proyek batu bara yang ada disana.Selang beberapa lama Ellio kembali memberi pesan pada Jeane sahabat Luna itu.
"Jeane,soal Luna sudah aman!"
"benar kah pak?"
"ya"
"oh my God,makasih banyak ya pak!"
"iya Jeane,omong-omong kapan kamu ada waktu?"
"waktu utuk apa pak?"
"waktu utuk belajar nyetir?,aku akan mengirim kan orang untuk membantu mu berlatih nyetir!"
"oh benarkah?,pak! kau sangat baik sekali!"
"terimakasih Jeane,aku hanya minta jaga Luna untuk ku!"
"baik pak,siap melaksanakan tugas!"
__ADS_1
"bagus!"