
Jack yang melihat perubahan mood tuanya itu segera berinisiatif mengambil alih pembicaraan dengan Mr.Smith klien Samuel yang saat ini makan siang bersama Samuel dan Jack.
Jack sangat paham dengan kebiasaan Samuel,jika mood lelaki bernetra biru safir itu lagi tidak baik,akan sangat merugikan Jack.Pasalnya Jack akan selalu kena marah meski ia tidak melakukan kesalahan.
"Jack,kenapa kau ceroboh?atau Jack,kenapa kau lama sekali?kerja mu sangat lamban Jack!"
Kalimat-kalimat itu sudah biasa di dengar oleh Jack.Tapi jika mood tuanya itu lagi baik,maka rejeki Jack akan mengalir sama seperti air.Contoh kemarin saat pulang dari piknic,Samuel memberikan bonus berupa arloji mahal bermerek Rolex sambil berkata
"Jack,arloji mu sudah tidak baik lagi,kamu pakai yang ini,dan oh ya,mulai depan ini gaji mu akan naik"
Dan benar saja dugaan Jack,baru saja asisten Samuel itu memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi,Samuel sudah mulai mengomeli Jack setelah Mr.Smith kembali ke kantornya.
"Jack,kau bodoh sekali mencari tempat,tempat ini tidak baik,kau memang tidak berguna Jack! aku akan memotong gaji mu bulan ini."
"apa?"
"ya,aku akan memotong gaji mu,karna kau sangat tidak berguna!"
"tapi tu..."
Samuel tidak peduli dengan Jack yang belum menyelesaikan kalimatnya.Pria tampan itu bergegas keluar dengan aura dinginya.Saat Samuel melewati meja tempat Elen makan siang,Samuel sengaja menendang salah satu kursi yang ada dimeja kosong dekat Elen berada.
Kaki Samuel serasa remuk akibat tendanganya tadi,Samuel berjalan sedikit pincang,sambil menahan rasa sakit di kakinya.Saat Samuel menendang kaki kursi,Samuel sempat menoleh kearah Elen,netra biru safirnya itu bertemu dengan netra bening nan teduh milik janda cantik itu.
"kak Sam!"
Jack mengikuti langkah panjang Samuel,ia melirik sekilas pada Elen,dan pemuda itu menyunggingkan senyum muram pada Elen.Dalam hati,Jack sangat menyesali mengapa harus bertemu dengan Elen saat wanita itu makan siang bersama dengan beberapa pria tampan.Yang berakibat buruk pada mood tuanya itu.
"kau mengenalnya nona Elen?"
Tanya Bayu asisten Ares.Bayu sangat yakin kalau Elen sangat mengenal Samuel,tapi ada hubungan apa antara Samuel dan Elen?dilihat dari cara Samuel memandang Elen,meski aura cemburu akut yang menghiasi wajah pria tampan itu,namun Bayu bisa melihat didalam netra biru safir itu tersimpan rasa cinta yang sulit diartikan.
Bukan hanya Bayu yang menyadarinya,namun Ares dan Richart juga menyadarinya.Ares sangat mengenal Samuel,mereka sudah berteman sejak lama.Mereka sering bekerja sama untuk beberapa proyek yang bergerak dalam bidang real estate.Ares sangat paham dengan watak Samuel,ia tahu betul kalau Samuel tadi ssngat cemburu.
"Elen"
"ya pak Bayu?"
"apa kau tidak mendengar pertanyaan ku?
"ya,saya mengenal kak Samuel pak!"
"saya mengenal kak Sam dari Oma Osi"
Ucap Elen pada Bayu,"ada apa dengan kak Sam?sepertinya dia sangat marah!"Elen mendesah dalam hati.
"tapi maaf nona Elen,ada hubungan apa kamu dengan Samuel?"tanya Bayu kembali.
"kami tidak ada hubungan apa-apa pak,hanya sebatas teman"
"emm,menarik sekali,aku mau lihat Sam,sejauh mana kau mampu merebut wanita mungil ini dari ku?"ucap Ares beralibi.
Diluar restauran,Samuel terus meninju pohon cery yang ada dihalaman depan restaurant Litani itu.Samuel tidak berhenti meninju pohon yang tidak bersalah itu sampai sekretarisnya Jack menghentikanya.Samuel mengepal kuat tanganya dan meniju kembali pohon itu.Samuel tidak peduli dengan rasa sakit ditanganya,padahal tangan kekar itu sudah mengeluarkan darah segar.
__ADS_1
"hentikan tuan Sam"
"apa peduli mu Jack?,urus saja dirimu sendiri!"
"tapi tu..."
Belum sempat Jack menyelesaikan ucapanya,Samuel sudah melayangkan bogem mentahnya ke wajah tampan Jack.
"sudah kukatakan urus dirimu sendiri!"
Jack tidak terima kalau Samuel memukulnya,karna ia merasa tak bersalah.Jackpun sudah tidak peduli lagi,ia juga melayangkan tinjunya pada atasanya yang sudah seperti anak kecil itu.
"buggh"
"buggh"
Jack melayangkan tinjunya tepat kearah rahang pria bernetra biru safir itu.Duel antara asisten dan bosnya itu menjadi tontonan bagi beberapa orang yang baru masuk dan keluar dari restaurant itu.
Wajah Samuel dan Jack sudah sangat babak belur,Jack memukul bosnya itu hanya ingin memberinya pelajaran.Terserah setelah ini posisinya digantikan oleh orang lainpun dia sudah tidak peduli,sifat kekanak-kanakan tuanya itu sudah membuatnya sangat pusing.
Elen dan Ares serta Richart juga Bayu terbelalak menyaksikan duel antara bos dan asistenya itu.Elen segera berlari untuk melerai kedua laki-laki yang sedang adu kekuatan.
"hentikan kak!"
Teriak Elen histeris,ia sudah tidak sanggup melihat wajah kedua laki-laki itu yang sudah babak belur.Melihat dari keduanya tidak ada yang mengalah,Elen berinisiatif untuk memeluk Samuel.Karna dengan cara inilah agar pria tampan itu mau berhenti.
"berhenti kak Sam"
"kak Jack,aku mohon berhenti!"
"kak,ku mohon berhenti"
Ucap Elen sambil membenamkan wajahnya didada bidang Samuel,tangan mungil Elen melingkar di pinggang lelaki yang sedang ia peluk itu.
"Elen"
Elen mendongakkan kepalanya dan menatap netra biru safir milik pria tampan yang ada di depanya.Elen melihat darah segar di sudut bibir Samuel,entah kenapa?,Elen tidak tega melihat laki-laki tampan yang ada di depanya itu terluka.
Dada Ares terasa panas melihat wanita kecilnya itu berada dalam pelukan orang lain,Ares sangat cemburu melihat Elen perhatian pada Samuel.Ares sengaja memanggil Elen untuk menghentikan pelukan Samuel dan Elen.
"Elen"
Elen mengalihkan pandanganya pada orang yang memanggilnya.
"sudah waktunya kita kembali"
"baik pak!"ucap Elen.
"kak Jack dan kak Sam jangan berkelahi lagi"pinta Elen dengan memohon.
Samuel menggenggam tangan Elen,ia tak mau kucing kecilnya itu pergi dengan Ares.Elen menggelengkan kepala pertanda Samuel harus melepaskan tanganya.
******
__ADS_1
"Sudah dua hari aku tidak melihat Luna,kemana dia Eric?"
"saya kurang tau bos,saya sudah tanya pada temanya namun tak satupun yang tahu"
"apa kau sudah cek dirumahnya?"
"belum bos"
"kau berikan aku alamatnya,aku yang akan pergi langsung melihatnya disana"
"saya sudah mendapatkan alamatnya bos"
Eric menyodorkan secarik kertas yang berisi alamat Luna.Pria blasteran prancis-manado itu bergegas untuk mencari alamat Luna.Setelah sampai di alamat yang ada dikertas,Ellio mengetuk pintu rumah itu.
"tok..tok...tok"
"selamat siang"sapa Ellio
"selamat siang"ucap Jeane
"apa ini benar rumah Luna?emm,maksud saya Aluna Agatha Muddha?"
"anda siapa?"
"Saya Ellio,Ellio pedro Hawkins!"
"ow"jawab Jeane sambil menggeleng.
"maaf,Lunanya ada?"
"lho?anda tidak tahu?kalau Luna sudah mengajukan surat pengunduran diri?"
"maksud anda?"
"iya,kemarin sebelum berangkat Luna cerita kalau dia sudah ajukan surat pengunduran diri."
Ellio mengambil ponselnya dan menelefon Eric asistenya.Ellio bertanya soal surat pengunduran Luna,namun Eric tidak tahu perihal surat pengunduran diri dari Luna.
"emm?
"Jeane,nama saya Jeane"
jawab Jeane cepat,kala melihat Ellio ragu untuk memanggil namanya.
"Jeane,apa kau tahu Luna kemana?"
"kemarin dia bilang mau pulang ke lampung."
"Apa kau tau alamatnya Jeane?"
"Maaf,aku tidak tau,tapi aku akan coba cari alamatnya."
"baiklah Jeane,kalau kau sudah dapat alamatnya hubungi aku.Ini kartu nama ku"
__ADS_1
Ucap Ellio sambil memberikan kartu namanya,setelah itu Ellio pamit pada Jeane,pria itu melangkah dengan lesu karna tidak berhasil menemukan Luna.