Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Anggrek hitam


__ADS_3

"Hem...Chatalea...nama yang cantik." gumam Richard pelan.


"Anggrek hitam dalam bahasa Colombia!" kata Alviano atau yang biasa di panggil Vian oleh Richard dan Greg.


"Ya,wanita itu cantik bagai bunga anggrek.!" jawab Richard.


"Bagaimana jika kita bertaruh untuk mendapatkannya?.... siapa menang,dia harus bersedia memberikan apapun yang benjadi taruhannya,setuju?"tanya Alviano dengan senyum mengembang,ia merasa kalau dia akan menang.


"Kau sudah gila Vian,dia bukan barang taruhan!" ucap Richard dengan ketus.


"Hei sobat...santai saja, anggaplah ini hanya sebuah hiburan untuk kita."


"Bagaimana jika diantara kita benar-benar jatuh cinta padanya,atau sebaliknya?" tanya Greg antusias.


"Tinggal kau nikahi saja,beres!" jawab Vian asal.


"Lalu bagaimana dengan ku?" tanya Greg.


"Kau ceraikan istri tukang selingkuh mu itu,dan nikahi si anggrek hitam."


"Baiklah, aku setuju,bagaimana menurut mu Rich?" tanya Vian pada sahabatnya itu yang terlihat sedang berpikir.


"Baiklah,aku setuju!" jawab Richard.


Sambil menikmati makanan dan minuman yang sudah tersedia,Vian mengawali pembicaraan di sela-sela makan siang ketiga sahabat itu.


"Rich,aku dengar baru-baru ini kau sedang patah hati karena anak buah mu si Mitha yang cantik itu,apa benar begitu?" tanya Vian pada Richard.


"Uhuk!" Richard tersedak akibat mendengar pertanyaan dari Vian sahabatnya itu.


Richard menatap tajam pada Greg,ia sangat kesal pada sahabatnya itu karena Richard tahu pasti bahwa Greg lah yang telah memberitahukan Vian.


"Kau pasti tahu dari Greg bukan?... sepertinya mulut mu itu perlu di lakban Greg!" ucap Richard dengan ketus.


"Tidak ada rahasia di antara kita bukan?" tanya Greg pada Richard.


"Kau benar Greg,dari dulu tidak ada rahasia di antara kita."


"Ais,sudahlah,habiskan makanan kalian karena aku masih harus ke rumah sakit."


"Siapa yang sakit Rich?" tanya Vian.


"Adik ipar ku istrinya Ares,dia akan keluar hari ini,karena tiga hari yang lalu dia melakukan Caesar di rumah sakit." jawab Richard.


"Ah..ya,adik ipar mu yang super cantik itu?" tanya Vian.


"Ya,kau benar,dia memang cantik."jawab Richard.

__ADS_1


"Sepertinya kau juga menyukainya!"


"Awalnya iya,tapi sekarang rasa itu sudah ku buang jauh ke dasar laut.!"


"Memang begitu seharusnya,kau tidak boleh macam-macam sama adik ipar mu!" kata Vian.


"Tanpa kau beritahu pun aku tidak akan melakukan hal bejat pada adik ipar ku sendiri."


"Aku hanya mengingatkan mu saja sobat,jadi santai saja."


"Lama-kelamaan kau ini semakin menjengkelkan sekali Vian,jangan sampai kau sudah terkena virus dari pria yang satu ini!" tunjuk Richard pada Greg yang sedang menikmati minuman nya.


"Aku?" tanya Greg sembari menunjuk pada dirinya sendiri.


"Ya!... siapa lagi kalau bukan kau!... kau adalah orang yang paling menjengkelkan di dunia ini." kata Richard malas tahu.


Di tuding sebagai teman yang paling menjengkelkan membuat Greg juga merasa sangat kesal pada sahabatnya yang terkenal paling arogan itu.


"Meski aku sangat menjengkelkan,tapi aku lah orang yang selalu ada di saat suka maupun duka mu."


Richard tak menyangkal apa yang telah dikatakan oleh Greg,memang benar hanya Greg lah yang selalu ada di saat Richard mengalami suka maupun duka,itupun selain keluarga Richard tentunya.


"Ya...ya...aku tidak menyangkal, meskipun kau sangat menjengkelkan,tapi kau adalah teman terbaik ku."


"Sudahlah, sebaiknya kita bersenang-senang saja." ucap Vian pada kedua sahabatnya itu.


"Aku masih ingin memberi dia kesempatan demi Brayen anak ku,tapi jika dia tidak berubah juga,aku terpaksa harus menceraikannya." ucap Greg dengan wajah yang terlihat sangat bersedih.


Karena sejujurnya Greg masih sangat mencintai Jeniffer ibu dari anaknya itu,tapi Greg masih berusaha bertahan demi buah hatinya Brayen.


"Kau harus punya komitmen Greg,sampai kapan kau selalu di anggap lemah oleh Jeniffer?... ceraikan dia secepatnya,dan carilah penggantinya yang lebih baik lagi,agar Brayen bisa memiliki ibu yang bisa menyayangi nya dengan tulus." nasihat Vian pada Greg.


"Kau pikir segampang itu mencari wanita yang benar-benar tulus mencintai aku dan anak ku?"


"Why not?... kau saja yang terlalu setia pada nya,padahal kau tidak pernah di anggap ada selama ini." kata Richard.


"Ya,kau benar Rich, sebenarnya aku bertahan demi anak ku saja." kata Greg terlihat semakin sedih.


"Sudahlah Greg,banyak wanita di luar sana yang bersedia menjadi ibu sambung untuk Brayen dan untuk anak-anak mu yang lain nantinya." ucap Richard menguatkan hati sahabatnya itu.


Di tengah pembicaraan ketiga sahabat itu, tiba-tiba terdengar suara dering ponsel milik Greg,pria tampan itupun merogoh ponselnya dari saku celananya lalu kemudian menjawab panggilan tersebut.


"Ya Leon,ada apa kau menelepon ku?" tanya Greg dengan ketus pada adik kandungnya itu.


"Hei...kenapa kau sangat ketus sekali?" terdengar suara kesal Leon dari speaker yang ada di ponsel milik Greg.


"Katakan saja apa kepentingan mu Leon?"

__ADS_1


"Aku hanya ingin mengatakan kalau istri mu membuat onar lagi saat ini,anak buah mu menelepon ku tadi." jawab Leon dari seberang.


"Persetan dengannya,bila perlu masukkan dia di penjara,agar dia mendekam di penjara sampai selamanya." ucap Greg dengan murka.


Bagaimana tidak,wanita yang sangat ia sayangi itu tidak pernah mau berubah sedikitpun, tampaknya Greg kali ini tidak main-main dengan perkataannya.


"Hai kak Greg,kakak tidak boleh begitu,biar bagaimanapun dia adalah istri mu,ibu dari anak mu,bukan nya aku ingin ikut campur urusan rumah tangga kalian,meski kakak marah,tapi aku harus mengatakan ini,tapi apa kakak pernah berpikir kalau selama ini kakak Greg sudah menjadi suami yang baik selama ini?... pikirkan itu kak Greg!" ucap Mitha dari dengan tegas.


Greg tidak menyangkal perkataan adik iparnya itu,memang benar adanya kalau dirinya belum bisa menjadi suami yang baik selama ini.


Mendengar suara Mitha berbicara pada Greg,ada kerinduan pada wanita cantik itu di hati Richard,biar bagaimanapun,Richard belum sepenuhnya bisa melupakan wanita cantik nan tegas itu selama ini.


"Tolong urus dia,karena aku sedang di Indonesia,aku akan segera kembali ke sana."


"Kau ada di Indonesia kak Greg?" tanya Mitha.


"Ya Mitha,aku sedang di Indonesia bersama Richard dan Vian." jawab Greg.


"Apa kau juga sedang bersama Tuan Richard?"


"Ya."


"Apa aku boleh bicara dengannya?...sebentar saja." ucap Mitha memelas.


Greg menyerahkan ponselnya pada sahabatnya Richard.


"Ya,ada yang perlu kau bicarakan?" tanya Richard dengan datar.


"Tuan Rich,apa anda masih marah pada ku?"


"Sudahlah Mitha,tidak perlu basa-basi, sekarang katakan,apa yang ingin kau bicarakan!"


Meski Richard sangat senang mendengar suara wanita yang sangat ia cintai itu,namun ia harus bisa bersikap biasa saja,karena Mitha kini sudah menjadi milik orang lain.


"Tak banyak yang ingin ku bicarakan,aku hanya ingin agar tuan menyampaikan salam ku pada Elen dan tuan ares.katakan pada Elen kalau aku sangat merindukannya."


"Dia sedang di rumah sakit,sudah tiga hari di rumah sakit,karena Elen melakukan operasi untuk kelahiran anaknya."


"Benarkah,ya Tuhan,syukurlah kalau begitu." ucap syukur Mitha.


"Aku akan mengantarkan mu melihat sahabat mu itu honey,kau tenang saja,aku akan melakukan yang terbaik untuk mu." terdengar Leon berbicara pada Mitha dengan lembut.sepertinya ia sengaja menguatkan suaranya agar Richard bisa mendengar.


Karena merasa jengah mendengar suara dari lelaki yang sudah merebut Mitha darinya, akhirnya Richard menyerahkan kembali ponsel itu pada sahabatnya Greg.


"Leon,seperti yang ku katakan tadi,tolong kalian urus istri ku,aku akan segera kembali ke sana." ucap Greg pada adik kandung dan adik iparnya itu.


"Baiklah,kau jangan khawatir kak,istri dan anak mu pasti akan baik-baik saja." ucap Mitha sembari mengakhiri telepon nya.

__ADS_1


__ADS_2