
Saat menjelang makan malam,Tania dan Samuel berjalan bersama menuju meja makan,dan di sana sudah terlihat Oma dan juga Arthur yang sedang menunggu mereka untuk makan malam.
"selamat malam putra tampan ku!"kata Tania sembari mencium wajah Arthur.
Arthur hanya mematung tanpa merespon sapaan dari ibunya.Arthur mengambil piringnya sendiri lalu menyendok makanan ke dalam piringnya sendiri.Arthur memakan makananya dengan lahap tanpa mempedulikan tatapan-tatapan dari Oma Samuel dan juga Tania yang memandanginya sedari tadi.
Tania merasa sangat kecewa atas penolakan putra kandungnya yang tak menganggapnya ibu sama sekali.Samuel yang memperhatikan wajah kecewa dari istrinya langsung menggenggam tangan Tania sembari berkata.
"Sayang!...aku harap kau sabar menghadapinya,dia masih butuh waktu untuk lebih mengenal mu."kata Samuel berbisik di telinga Tania istrinya.
Samuel sendiri merasa heran dengan Arthur,mengapa Arthur tidak merespon perlakuan lembut ibu kandungnya sendiri padanya.Sedangkan dengan Elen,putranya itu langsung akrab dengan istri mungilnya itu,padahal Elen bukanlah ibu kandungnya.
"Arthur!...bagaimana kalau besok dady dan Momy mengajak mu jalan-jalan?"tanya Samuel berusaha mendekatkan putranya itu dengan ibu kandungnya.
"no,Dady!"kata Arthur datar.
"heii!...apa sekarang putra Dady sekarang berubah jadi pembangkang?"
"Dady!...aku ingin Momy Elen!"jawab Arthur kasar.
"Arthur!...siapa yang mengajari mu untuk tidak sopan?...ayolah nak!...Momy Tania hanya ingin lebih dekat dengan mu.*
"Sam!...jangan memaksakanya!"kata Oma sedikit kesal.
"tapi Oma?"
"sudahlah Sam!...benar kata mu,mungkin Arthur masih butuh waktu untuk menerima ku."kata Tania sedih.
"maafkan aku sayang!"kata Samuel merasa bersalah pada istrinya.
"tidak masalah Sam!"
Meskipun mendapat penolakan dari putra kandungnya,namun Tania berusaha untuk sabar.Tania meyakinkan dirinya agar tidak putus asa untuk mendapatkan hati putranya itu,dalam hati Tania bertekat untuk lebih berusaha lagi untuk mendekatkan diri dengan putra kandungnya itu.
****
Malam ini Elen dan Milka serta Dian sudah mulai tinggal di kontrakan yang sudah Milka bersihkan sebelumya.Karna Elen belum sembuh betul,akhirnya Elen hanya bisa tidur-tiduran saja.
"kak Mil!...maaf aku sudah sangat merepotkan kalian."kata Elen.
"apa-apaan kau bicara seperi itu?...kau ini adik kandung ku Elen!...sudah menjadi tanggung jawab ku untuk melindungi mu!"
"tapi aku merasa bersalah kak!"
"kau merasa bersalah karna apa dek?...kalau bukan aku,siapa lagi yang akan bertanggung jawab atas diri mu?"
"terimakasih kak!"
"kau tidak perlu berterimakasih dek!...kau hanya perlu tetap hidup agar kakak tidak hidup sebatang kara."kata Milka.
Mendengar perkataan kakaknya Milka,mampu membuat Elen merasa bersalah karna tekatnya mempertahan kan bayi dalam kandunganya agar tetap hidup.
"kak Mil,hidup dan mati seseorang itu ada di tangan Tuhan,aku percaya kak!...kalau Tuhan akan melindungi ku dan juga anak ku!"kata Elen berusaha menghibur kakak kandungnya itu.
"dek!...doa kakak juga seperti itu,tapi jika seandainya Tuhan berkehendak lain,kakak pasti hidup sebatang kara."
"aku akan bertahan hidup untuk kakak!"kata Elen.
Saat mereka sedang berbicara,tiba-tiba saja ponsel Milka bergetar,Milka meraih ponselnya yang berada di atas meja.Begitu Milka mengetahui siapa yang meneleponya,Milka langsung meletakan ponselnya kembali ke atas meja.Ponsel Milka terus berdering seakan-akan menjerit untuk di jawab.
__ADS_1
"dari siapa kak Mil?"tanya Dian.
"dari orang yang tidak penting!"jawab Milka asal.
"pasti penting kak!...dia sudah menelepon berkali-kali,sebaiknya kakak angkat saja,siapa tahu penting!"kata Elen.
"kakak malas menjawabnya,dia dan bosnya itu sama saja!"kata Milka.
"oh,yang nelfon kak Jack rupanya?"kata Dian.
"siapa lagi Dian,kalau bukan dia?"
"angkat saja kak!...siapa tahu penting."kata Elen.
Karna di paksa oleh Elen dan juga Dian,terpaksa Milka mengangkat telefonya.
"halo Jack!"ucap Milka dengan ketus.
"hei!...kenapa kau sangat kasar?...apa kau masih marah pada ku?"
"kalau iya,memangnya kenapa?"
"jangan marah-marah,nanti kau cepat tua Milka!"
"mau tua kah!...mau muda kah!...apa urusanya dengan mu?"
"ayolah Mil!...jangan marah terus!...nanti aku bisa gila!"kata Jack.
"biarkan saja kau gila!...sekalipun kau gila,aku tidak peduli sama sekali!"
"hei!..kenapa kau sangat jutek sekali?...ayolah Mil!...aku ingin bertemu dengan mu,karna ada yang ingin ku bicarakan!"kata Jack.
"Mil!...tidak baik jika aku mengatakanya lewat telefon!"
"memangnya apa yang ingin kau katakan?"
"ayolah Milka!...aku hanya ingin bicara dengan mu sebentar saja!"ucap Jack memohon.
"aku tidak bisa Jack!...aku masih harus mengurus adik ku,soalnya dia baru keluar dari rumah sakit."kata Milka keceplosan.
"adik mu?...maksud mu Elen?"
"ahh eeh...bu-bukan Elen,tapi Dian!"ucap Milka menyadari kesalahanya.
"Dian kenapa lagi Mil?...apa dia sakit lagi?
"i-iya Jack!"kata Milka tergagap.
"kirim kan aku alamat mu Mil!..aku akan ke tempat mu sekarang."
"ti-tidak usah Jack!"
"tapi Mil!...bagaimana kalau Dian pingsan lagi?...kau akan kewalahan untuk mengurusnya."
"dia sudah sehat Jack!...aku masih bisa mengurusnya,kau tenang saja."
"ayolah Mil!...ada sesuatu yang ingin ku sampaikan pada mu."
"katakan saja,aku mendengarnya Jack!"
__ADS_1
"baiklah!..ehem!...Mil!"
Belum sempat Jack mengutarakan niatnya,Ares tiba-tiba saja datang memanggil Milka untuk memberikan makanan yang ia beli untuk makan malam mereka.
"kak Mil!...sebaiknya kalian makan dulu."kata Ares.
Milka menjauhkan ponselnya agar tidak bisa di dengar oleh Jack,dan Milka memberi isyarat pada Ares agar mengecilkan suaranya.
"sssstttt!...kecilkan suara mu!"kata Milka pada Ares.
Ares menyipitkan matanya kala mendengar bisikan Milka.Namun setelah Milka berbicara dan menyebut nama Jack,barulah Ares mengerti apa maksud kakak dari wanita kesayanganya itu.
"Jack!...sudah dulu ya!...aku ada perlu,lain kali baru kita bicarakan lagi."
"tunggu Mika!"kata Jack,namun sudah di putus oleh Milka.
"Jack mau apa kak Mil!"tanya Ares pada Milka.
"entahlah Ares,katanya ia mau menyampaikan sesuatu."kata Milka.
"kak Mil,jangan sampai Jack tau,kalau aku ada di sini!"kata Elen.
"baik dek!"
****
Samuel merasa kepalanya sangat sakit,ia memijit-mijit kepalanya agar meringankan kepalanya yang terasa berat.Sejak ia berangkat dari mansionya,ia sudah merasa kepalanya berdenyut.Samuel segera menyuruh Jack untuk menyelesaikan pekerjaanya.
"Jack!..kau urus miting untuk siang ini,kepala ku sangat sakit,aku akan istirahat sebentar"kata Samuel.
"baik tuan!"
"Jack!"
"ya,tuan?"
"apa Ares sudah kembali dari London?"
"dari London?...maksud anda tuan?"tanya Jack bingung,pasalnya semalam ia masih melihat Ares keluar dari restauran membawa beberapa kantong yang terlihat berisikan makanan.
"iya Jack!...Ares dengan tidak tahu malunya membawa istri ku ke London!"
"maaf,tuan!...setahu saya,tuan Ares sedang ada di Indonesia."kata Jack.
"kau tahu darimana Jack?"
"karna semalam,saya masih melihatnya keluar dari restauran,sepertinya tuan Ares sedang membeli makanan."
"kau yakin Jack?"
"ya,saya sangat yakin tuan!"
Samuel menyeringai tipis,sekarang ia tahu,kalau tante Melani sengaja berbohong untuk menyembunyikan istrinya.Seketika sakit kepala yang sempat menyerangnya hilang begitu saja,kala mengetahui Ares sementara masih berada di Indonesia,itu berarti istri kecilnya yang cantik itu juga masih ada di sini.
"Jack!...kau urus miting hari ini,aku akan mencari istri ku,aku percaya sepenuhnya pada mu Jack!"
"baik tuan!"
Samuel meraih jasnya yang ia sandarkan di sandaran kursi kebesaranya,lalu memakainya dan segera berlalu dari ruanganya meninggalkan Jack yang mematung melihat kepergian tuanya.
__ADS_1