
"Kau sudah siap Elen?"tanya Siska.
"Sudah Sis,apa kita jalan sekarang?"tanya Elen.
"Iya Elen,soalnya orang yang mesan sudah nelfon terus dari tadi."
"Baiklah Sis,aku ambil payung dulu,takut kita kehujanan,soalnya langit sangat mendung."kata Elen.
Elen dan Siska berjalan dengan tergesa-gesa,mengingat langit sangat mendung menandakan akan segera turun hujan.Jarak dari desa tempat mereka tinggal dengan desa tetangga yang akan mereka tuju kurang lebih 3 km jauhnya.Namun saat mereka berdua sudah di tengah jalan,tiba-tiba saja hujan turun sangat deras dan di sertai angin yang sangat deras sekali.
"Kita berhenti dulu Elen!"kata Siska.
"Mau berhenti di mana Sis?...di sini tidak ada pondok."jawab Elen.
"Kita berhenti di bawah pohon yang besar itu."kata Siska sembari menunjuk ke arah sebuah pohon yang sangat besar.
"Baik."jawab Elen.
Kedua wanita itu berhenti untuk bernaung,namun karna payung yang mereka bawa hanya satu,akibatnya tubuh Elen dan Siska tetap basah karna hujan dan angin yang sangat kencang.
"Sebaiknya kita pulang saja Sis...sepertinya hujan kali ini akan lama."kata Elen.
"Tapi kan sudah dekat Elen,lagi pula orang yang memesanya sudah menelefon ku sedari tadi,agar mengantarkan pesananya...Maafkan aku Elen,aku harus mengantarkan pesanan ini,karna aku sangat membutuhkan uangnya."kata Siska memelas.
"Baiklah,kalau begitu sebaiknya kita lanjutkan perjalanan kita,karna kemungkinan hujanya akan sampai malam."
"Baik."jawab Siska.
^^^Elen dan Siska meneruskan perjalanan mereka walau saat ini tubuh kedua wanita itu sudah sangat basah karena terkena air hujan.Saat mereka berjalan melewati sebuah kawasan yang sedang mengadakan proyek pembuatan Embung di desa tetangga itu,Elen dan Siska di ganggu oleh beberapa pria pekerja proyek tersebut yang sedang berteduh di sebuah pondok yang telah di sediakan bagi para pekerja.Jumlah para pekerja tersebut berjumlah empat belas orang banyaknya.^^^
"Hai cantik,mau kemana hujan-hujan begini?"tanya seorang dari antara pekerja tersebut.
Elen dan Siska merasa ketakutan,bagaimana tidak,di tempat sepi seperti ini yang jarang di lalui kendaraan,bersama belasan pria yang menatap mereka dengan tatapan rakus.
"Hei cantik,jangan buru-buru,kita bersenang-senang dulu."kata yang lain.
"Ma-maaf,soalnya kami seedang di tunggu."jawab Elen.
"Jangan sok jual mahal Nona,kami akan memberikan apapun yang kalian mau,asal kalian berdua bersedia menghangatkan kami."
"Ja-jangan ganggu kami,karna kami keluarganya Pak kepala desa."kata Siska berbohong,berharap para pekerja itu takut.e
"Tidak apa-apa cantik,kami akan bertanggung jawab pada kepala desa."
"Lepaskan!!"kata Elen sembari menendang pria yang mencoba memeluknya.
Elen memiliki beberapa tehnik dalam mempertahankan diri dari serangan musuh,namun karna banyaknya lawan membuat Elen yang bertubuh mungil tak mampu untuk melawan mereka semua.
"Tolong lepaskan kami Om,kami mohon."
__ADS_1
"Kami akan melepaskan kalian setelah kalian berdua memuaskan kami dulu."
Beberapa orang menarik paksa tangan Siska dan menyeret Siska untuk di bawa kedalam pondok,dan sisa yang lainya membawa Elen kedalam pondok yang lain,Elen menangis dengan sangat,sembari berdoa agar ada pertolongan yang entah akan datang dari mana.**** mustahil akan ada pertolongan,namun Elen tetap yakin bahwa akan ada pahlawan di tengah hujan dan angin yang sangat deras ini.
Namun dari arah yang tidak di sangka-sangka,tiba-tiba ada suara yang sangat Elen kenal,menggertak para pekerja proyek tersebut.
"Hei bangsat!!...lepaskan dia."kata Mitha dengan gagahnya.
"Siapa kau?...sepertinya kau ingin di gilir juga rupanya?"
"hahaha...baguslah,semakin banyak yang di gilir akan semakin seru,iya kan?"tanya salah satu pekerja tersebut.
"Langkahi dulu mayat ku,aku akan membuat kalian semua jadi bangkai busuk agar anjing-anjing puas memakan bangkai kalian."
"Hahah...mau cari mati kau rupanya?...seret dia!"
Beberapa orang maju untuk menyeret Mitha,namun dengan sengitnya Mitha membuat mereka tak berdaya,melihat beberapa teman mereka sudah pingsan,beberapa orang lagi maju untuk menyerang Mitha,namun mereka juga mengalami hal yang sama.
Beberapa orang yang tersisapun merasa geram kala melihat teman mereka tumbang karna satu perempuan.
"Bangsat!!...aku akan nenghabisi mu!"kata pria yang menjadi pimpinan para pekerja proyek tersebut.
Di tengah hujan yang semakin deras,seolah-olah sedang bersorak ria atas kegigihan Mitha untuk mebuat lawan tak berdaya,Gerakan Mitha sangat cepat dan ringan,entah apa dan siapa yang sudah melatihnya sedemikian hebat,ini kali kedua Elen menyaksikan wanita cantik itu menumbangkan lawanya.Namun kali ini berbeda,satu wanita berbanding belasan pria.Kali pertama Elen melihat Mitha membuat seorang Samuel terkapar tak berdaya.
"Sudah ku katakan bukan,aku akan membuat kalian menjadi santapan anjing-anjing liar."kata Mitha sembari meraih pistol yang ia selipkan di pinggangnya.
"Aku tidak akan memaafkan siapa pun yang sudah berani kurang ajar pada tuan ku."kata Mitha sembari mengacungkan pistolnya ke kepala pemimpin para pekerja tersebut.
"Ma-maksud mu apa Nona?"
"Kalian sudah lancang,mengganggu bahkan ingin menodai calon istri tuan ku,kalian lihat wanita mungil itu?...dia adalah calon istri tuan Ares Clark.Dan kalian tahu siapa dia?...tuan Clark adalah orang terkaya di Asia."kata Mitha.Hehe...berlebihan ya halu authornya?.
"Kami mohon maaf kan kami,kami tidak akan mengulanginya."
"Aku tidak berhak memberi maaf,yang berhak adalah tuan ku."kata Mitha.
"A-apa?"tanya mereka terbelalak,para pekerja itu sangat ketakutan,bagaimana nasib mereka nantinya?,satu wanita saja sudah membuat mereka tak berdaya,apa lagi orang terkaya di Asia itu mengarahkan anak buahnya yang lain untuk membunuh mereka.
"Kami mohon Nona,kami punya istri dan anak,bagaimana nasib mereka nanti."
"Bagaimana nasib mereka kata mu?...sekarang aku bertanya,bagaimana nasib calon istri tuan ku jika seandainya aku tidak datang hah?....jawab!!"gertak Mitha.
Di sela-sela pembicaraan mereka,tiba-tiba dua mobil muncul dan keluarlah beberapa orang berbadan kekar.Dan kebetulan hujan sudah mulai reda,Elen berlari kepelukan Mitha.
"Kak Mitha!"kata Elen sembari menangis.
"Kau mundurlah dulu Elen,aku akan menghadapi orang-orang ini dulu."bisik Mitha di telinga Elen.
"Baik kak."
__ADS_1
"Ada apa ini?"tanya pria berbadan tegap tersebut.
Melihat bos mereka datang,pemimpin para pekerja. proyek tersebut dengan bangganya berdiri,karna merasa akan ada yang melindungi.
"Anak buah mu ingin melecehkan calon istri Tuan ku,jadi aku memberikan mereka sedikit pelajaran."kata Mitha tanpa rasa gentar.
"Kau?...sendiri?"tanya pria itu ragu.Bagaimana mungkin seorang wanita mampu menumbangkan 14 pria seorang diri.
"Menurut mu?"tanya Mitha balik.
"Bagaimana mereka akan bekerja,kalau kau membuat mereka sampai sebabak belur ini?"
"Itu belum seberapa,jika saja tuan ku tahu apa yang di kakukan anak buah mu pada wanita kesayanganya,maka dunia anak buah mu dan dunia mu akan kiamat."kata Mitha.
"Hahaha....benarkah?...kalau begitu telefon dia sekarang,aku ingin melihat,sehebat apa dia?"
"Hohoho...kau punya nyali rupanya?...tapi baiklah,aku akan memberitahukanya dulu."kata Mitha sembari melakukan panggilan pada Ares.
"Hallo Mitha!...bagaimana?...apa kau sudah bertemu dengan jantung hati ku?"tanya Ares.
"Sudah tuan,hanya saja!"kata Mitha sengaja menggantung kalimatnya.
"Hanya saja apa Mitha?"
"Hanya saja,ada orang yang berusaha ingin melecehkanya!"
"Jangan membuat ku mati saat ini juga Mitha!...katakan apa yang sebenarnya terjadi?"
"Aku serius tuan,ada 14 orang pria yang ingin melecehkanya,tapi tenang saja tuan,aku sudah memberi mereka pelajaran,aku hanya menunggu perintah selanjutnya dari anda."
"Tunggulah di situ Mitha,aku akan kesana saat ini juga,dan ingat!...tolong jaga jantung hati ku."
"baik tuan"kata Mitha mengakhiri panggilanya.
"Kau lihat?...tuan ku tidak akan memberi ampun bagi siapapun yang menyakiti wanita kesayanganya."
"Siapa sebenarnya tuan mu?"tanya orang tersebut penasaran.
"Ares Edward Clark,orang terkaya di benua Asia,aku rasa kau kenal dengan kakaknya,Richart cokrates Clark si Mafia kejam di Eropa."jelas Mitha.
"Apa?...tuan Richart?...astaga!!...apa yang sudah kalian lakukan?...aku tidak akan bisa menyelamatkan kalian,kenapa kalian sangat bodoh hah?"gertak pria kekar itu pada para pekerja.
Pria kekar itu sangat mengenal Richart,semua para Mafia sangat segan padanya.
"Ma-maafkan kami tuan,kami tidak tahu kalau wanita itu calon istri tuan Clark."
"Meskipun dia bukan calon istri tuan Clark,kalian tetap tidak pantas berbuat begitu!...kalian ini ada istri,ada ibu dan mungkin saja memiliki anak perempuan,bagaimana jika anak perempuan kalian di lecehkan oleh orang lain?"kata Mitha geram.
Tiba-tiba ponsel Mitha bergetar pertanda ada telefon masuk.Saat Mitha melihat siapa yang menelefonya,Mitha pun langsung mengangkatnya.
__ADS_1