Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Kedatangan kak Milka


__ADS_3

Pagi ini Elen bangun masih subuh,ia bangun dengan semangat 45.Pasalnya hari ini adalah hari ia mulai bekerja.Elen sudah rapih ketika matahari mulai menyingsing.Pagi ini sangat cerah secerah hati wanita cantik itu.


Elen bergegas untuk bergabung bersama para maid yang menyibuk kan diri bekerja,ia menyiap kan sarapan nasi goreng andalanya yang sangat disukai oleh tante Oliv dan Ellio.Ya,makanan yang kelihatan sederhana,namun nikmat untuk di santap.


"Mbak Elen,enak ya,hari ini sudah mulai kerja!"


"iya mbak!"ucap Elen singkat.


"Ntar kalau sudah gajian jangan lupa untuk traktir kita ya mbak!" ucap maid yang satunya lagi.


Elen tersenyum kala mendengar gurauan para maid yang sudah ramai di lantai bawah mansion itu.


"iya,lagian tanpa di mintapun Elen pasti traktir semua kok,tapi tunggu Elen gajian dulu ya!"


Para maid tertawa bahagia sekali,tak satu pun dari mereka yang tidak menyukai Elen.Semenjak kehadiran Elen di mansion mewah itu,suasana rame setiap pagi seperti ini sudah biasa terjadi sejak kehadiran Elen di mansion itu.


Di saat Elen dan para maid sedang bercakap-cakap,Sely tiba-tiba saja muncul.Wanita licik itu dengan santainya memarahi Elen dan para maid.


"Heh,kalian disini itu di bayar,jadi kalau kerja harus serius,bukanya bercerita kayak gini!"geratak Sely pada para maid,ia berlagak seolah-olah ia adalah seorang nyonya di mansion ini.


"kamu lagi!"sambil menunjuk ke arah Elen.


"kamu itu disini numpang gratis,jadi harus tau diri dong!."


Elen terperangah mendengar ucapan Sely,namun Elen tidak menjawab sedikit pun.Karna ia tahu bahwa wanita yang ada di depanya saat ini adalah calon nyonya Hawkins,yang artinya ia memiliki hak untuk bicara.Terlebih saat ini wanita itu sedang mengandung penerus Hawkins.Dan akhirnya,Elen hanya dapat meminta maaf pada Sely.


Ellio yang sedari tadi memperhatikan kelakuan Sely pada Elen dan para maid merasa tidak suka dengan kelakuanya itu,sebenarnya kemarin Ellio tidak setuju untuk Sely menginap di mansionya itu.Tapi karna drama yang Sely buat tadi malam,dengan pura-pura lemas dan hampir pingsan,terpaksa tante Oliv memintanya untuk menginap.


"Apa-apaan kamu Sel!"ucap Ellio pada Sely dengan geram,apa lagi kala melihat wanita pujaanya itu dibentak oleh perempuan ular itu.


"Ellio,kamu sayang?" jawab Sely yang belum habis rasa terkejutnya akibat suara Ellio yang menggelegar.


"Kamu tidak punya hak untuk memarahi siapapun di rumah ini?dan kamu pikir kamu siapa hah?"


"Aku calon istri mu Ellio,ibu dari anak mu yang sedang ada dalam kandungan ku!"

__ADS_1


"Tapi bukan berarti kamu bisa berbuat sesuka hati kan?"ucap Ellio ketus."Dan kamu harus tau batasan mu!"Sely merasa tertohok dengan ucapan Ellio yang terasa pedis untuk di dengar.


"Maksud kamu apa Ellio? dengan mengatakan bahwa Sely tidak memiliki hak apapun disini?"


Ucap tante Oliv pada Ellio yang tiba-tiba saja datang."kamu salah jika berpikir demikian,Sely punya hak untuk melakukan apa saja dirumah ini.Karna dia adalah ibu dari anak mu nanti,toh kalian kan akan segera menikah?wajar saja kalau Sely merasa berhak!" ucap tante Oliv dengan berat hati.


Sebenarnya tante Oliv juga tidak suka jika Elen dibentak oleh Sely,karna tante Oliv sangat menyangi Elen.Tapi Tante Oliv melakukan ini demi Ellio,agar anak semata wayangnya itu berubah dan mulai menata hidup untuk berumah tangga.


Sely semakin besar kepala saat melihat tante Oliv lebih mendukung dirinya dari pada anak kandungnya sendiri.


Jangan ditanya bagaimana ekspresi wajah Ellio saat ini.Wajahnya bagai kepiting rebus akibat menahan rasa marah,tapi dia tidak bisa berkata apa-apa lagi,karna dia tidak ingin melihat wanita yang sangat dia cintai itu bersedih akibat dari kelakuanya yang selalu membangkang.


"Hari ini aku sudah mulai bekerja tante"


"syukurlah kalau begitu Elen" jawab tante Oliv singkat.


"o,ya tante,sekalian Elen minta ijin untuk tinggal sendiri,karna kemarin Elen sudah dapat kontrakan, dan hari ini aku akan mulai tinggal di kontrakan.Soalnya kemarin aku sudah membayarnya untuk 4 bulan."


"Tante sih,terserah dari kamu saja Elen!,tapi kalau kamu butuh apa-apa beritahu sama tante ya!"


Hari ini Elen sudah mulai bekerja,setelah mendapat arahan dan menanda tangani kontrak.Saat ia duduk dan sibuk berkutat dengan leptop yang ada di depanya,Seorang wanita yang bertubuh ramping tersenyum menuju ke arah meja tempat Elen duduk.


"hai,karyawan baru ya?,kenalkan nama ku Arumi Ayu Lestari,panggil saja Ayu!" ucap Ayu sembari mengulurkan tanganya untuk berkenalan.


"iya mbak,saya karyawan baru disini,nama saya Elenora Estefania Edo,panggil saja Elen"


Jawab Elen berseri pasalnya ia mendapat teman baru hari ini,ramah pula orangnya.Ayu memiliki tubuh tinggi dan ramping,wajahnya yang oval sepadan dengan rambut sebahu yang terlihat hitam mengkilat.


"Makan yuk!"ajak Ayu pada Elen.


"Tapi kerjaan ku belum selesai mbak"jawab Elen."Ya elah Elen,sampai malam pun kerjaan mu tidak bakalan selesai!"


"tapi mbak?"


"ini sudah jam satu Elen,emang kamu tidak lapar ya? entar kamu sakit lho,kalau kamu sakit bagaimana? tidak mungkin juga kan kalau kamu sakit tetap kerja? dan kalau tidak kerja,ya di pecat deh!" ucap Ayu menakut-nakuti.

__ADS_1


Elen merasa perkataan Ayu ada benarnya juga.Akhirnya ia pun memutuskan untuk ikut Ayu mencari makan di kantin.


Saat menuju kantin,mereka berdua berpapasan dengan Ares dan Asistenya yang juga hendak keluar untuk makan siang bersama kliennya di restoran.


Saat mereka berpapasan,Elen dan Ayu menunduk hormat pada Ares dan asistenya.


Saat Elen menunduk tadi,tidak sengaja mata Elen dan mata Ares bertemu.Seketika jantung lelaki bersurai coklat itu berdetak tidak karuan.


"Deg"Ada apa ini?,ada apa dengan jantung ku?apa aku harus berkonsultasi pada dokter spesialis jantung?"


Beda dengan Ares beda pula dengan Elen.Wanita pemilik mata hitam bening nan teduh itu tidak ada reaksi apapun,baginya biasa saja.Tapi tidak dengan Ares yang mendadak seperti orang jantungan.Namun ia terus melangkah karna ada temu janji dengan kliennya siang ini.


Saat Elen sedang menikmati makan siangnya,ponsel yang ia taruh di meja bergetar,pertanda ada yang memanggil.Elen melihat panggilan dari kakaknya yang berada di kampung halamanya.


"Halo kak Milka,kakak apa kabar?kakak dan keluarga sehat kan?.Aku kangen sama kakak"


"kakak sehat dek,kamu bilang kangen sama kakak kan?"


"iya kak"jawab Elen singkat.


"kalau begitu,jemput kakak sekarang!"


Alis Elen mengkerut,ia merasa heran dengan perkataan kakaknya yang suruh untuk di jemput.


"maksud kakak?"


"iya,jemput kakak di bandara sekarang"


"kakak lagi tidak bercanda kan?"tanya Elen yang masih belum percaya bahwa kakak semata wayangnya itu saat ini ada di jakarta.


"iya Elen,kamu mau jemput tidak sih?"tanya Milka kesal."i..i..iya kak" ucap Elen terbata.


"kak Milka sendiri atau sama kak Rio?"tanya Elen kembali."jangan kau sebut lelaki brengsek itu Elen!,mendengar kamu sebut namanya saja kakak sudah muak!"


Akhirnya Elen meminta bantuan Ayu untuk menjemput kak Milka di bandara,soalnya Elen belum bisa minta ijin untuk menjemput kakaknya itu,pasalnya ia baru bekerja hari ini.Dan Ayu pun bersedia untuk membantunya.

__ADS_1


__ADS_2