
"Honey...hari ini aku harus mengikuti meeting yang sangat penting,aku tidak bisa mendampingi mu untuk mengikuti senam hamil hari ini." kata Ares tampak menyesal sekali.
Hari ini Ares harus mengikuti meeting yang sangat penting,dan meeting yang harus ia hadiri hari ini tidak boleh di wakili.
"Tidak apa-apa Daddy,aku bisa minta ijin untuk tidak hadir hari ini." jawab Elen.
"Jangan,kau tidak boleh minta ijin.karena senam hamil itu sangat penting untuk kehamilan mu."
"Kalau begitu aku akan meminta kakak Milka atau Siska untuk menemani ku."
"Baik,kalau begitu aku akan memandikan mu,agar aku mengantarkan mu dahulu ke rumah kak Milka sebelum aku ke kantor."
Sudah menjadi kebiasaan Ares untuk membantu Elen mandi sejak istrinya mengandung anaknya.
"Tidak usah Daddy,kau mandilah dahulu,agar kau tidak terlambat."
"Kau yakin tidak ingin ku mandikan?"
Elen mengangguk pelan untuk membalas perkataan suaminya.
Setelah Ares mengantarkan Elen ke rumah kakak iparnya Milka,Ares meminta tolong pada Milka agar mendampingi istrinya mengikuti kelas hamil.
"Hai kak Jack...apa kak Milka ada?" tanya Ares pada Jack.
Sejak menikah dengan Elen,istri mungilnya itu memintanya untuk memanggil kakak iparnya dengan sopan,jadi mau tak mau Ares pun mengikuti saran istrinya.
"Milka sedang ke pasar membeli bahan makanan,tunggulah sedikit lagi,pasti ia sudah di jalan untuk kembali pulang." jawab Jack pada Ares.
Sembari melirik arloji yang ada di pergelangan tangannya,Ares meminta ijin pada Jack agar mengijinkan Milka mendampingi Elen untuk mengikuti kelas hamil.
"Kak Jack,apa kau keberatan jika kak Milka mendampingi istri ku untuk mengikuti kelas hamil?"
"Bagaimana mungkin aku keberatan, bukankah istri mu juga sudah menjadi adik ku?"
"Terimakasih kak Jack,aku tidak menunggu kak Milka,karna aku sudah terlambat,aku titip istri ku,jaga dia baik-baik."
"Baik Ares."
Ares segera pamit karna ia benar-benar sudah hampir terlambat untuk mengikuti meeting.sebelum Ares pergi ia masih menyempatkan diri untuk mengecup kening istri mungil kesayangan nya.
Setelah Ares meninggalkan kediamannya,Jack mempersilahkan Elen untuk duduk.
"Duduklah Elen,aku akan menyuruh pelayan untuk membuatkan minum untuk mu." kata Jack.
"Apa kau tidak bekerja hari ini kak Jack?"
"Hari ini aku dan Tuan Sam akan ke New York untuk melihat anak perusahaan yang baru di bangun di sana." jawab Jack.
"Oya,berangkat jam berapa?"
"Rencananya siang ini."
"Apa Arthur ikut?"
"Dia tidak ikut Elen,karna rencananya kami akan seminggu di sana."
"Lah,bagaimana dengan Arthur?"
"Arthur tinggal bersama para maid."
__ADS_1
"Astaga!!...Sam benar-benar keterlaluan,bagaimana mungkin ia bisa meninggalkan Arthur bersama para maid,kenapa ia tidak menitipkan anaknya pada Tania, bukankah dia ibu kandungnya?"
"Tuan Sam sudah membujuk Arthur agar sementara tinggal bersama Tania,tapi Arthur tidak mau."
Sampai sekarang Elen masih belum habis pikir,kenapa sampai sekarang Arthur belum bisa dekat juga dengan ibu kandungnya itu.
"Apa kak Sam keberatan kalau Arthur tinggal bersama kami untuk sementara waktu selama kalian di New York?" tanya Elen.
"Benarkah?...tapi,apa Ares tidak keberatan jika Arthur tinggal bersama kalian?"
"Suami ku tidak akan keberatan kak Jack.aku akan memberitahukannya padanya nanti."
Saat Elen dan Jack sedang berbincang-bincang, tiba-tiba Milka muncul sambil menggendong bayi Aurel yang cantik dan imut.
"Hei...Aurel...mari sini sama Aunty." ucap Elen dengan gemas sembari menerima bayi Aurel dari gendongan kakaknya.
Bayi Aurel tertawa gembira saat Elen menerimanya,sambil berceloteh seakan sangat senang bertemu dengan adik kandung dari ibunya itu.
"Tumben datang kesini!" kata Milka sedikit kesal karena adiknya itu sangat jarang mengunjunginya.
"Maaf kak,selama ini aku sangat kewalahan karna kehamilan ku,tapi aku janji akan lebih sering lagi kesini."
"Sayang...tadi Ares meminta tolong agar kau mendampingi Elen mengikuti kelas hamil hari ini."
"Memangnya Ares kemana?"
"Ada rapat penting yang harus ia hadiri,jadi ia tidak bisa hadir." jawab Elen.
"Jam berapa kelas hamil mu Elen?"
"Pagi ini jam sembilan kak."
""Baiklah,aku masih ada waktu sebelum kalian berangkat." kata Milka pada Jack.
"Tidak usah Jack,urus saja apa yang akan kalian butuhkan,biar supir saja yang mengantarkan kami."
"Baiklah sayang...agar kalian tidak kerepotan, sebaiknya Aurel tinggal saja."
"Baik." jawab Milka.
Setelah Milka dan Elen pergi untuk mengikuti kelas hamil,lima menit kemudian Samuel dan Arthur muncul di depan rumah milik Jack.
"Selamat pagi Jack,apa semua yang kita perlukan sudah kau siapkan?" tanya Samuel saat sudah masuk di dalam rumah milik Jack.
"Sudah tuan Sam,aku sudah menyiapkan semuanya."
"Baguslah kalau begitu,aku ingin membeli keperluan Arthur,maka itu ku putuskan untuk singgah di sini."
Arthur tampak senang bermain dengan Aurel yang sedang bermain sendiri di atas kasur lembut sendiri,ia tertawa sambil berceloteh.
"Dimana kak Milka?" tanya Samuel pada Jack.
Samuel masih tetap memanggil Milka dengan sebutan kakak meski ia dan Elen sudah bercerai,tapi Samuel masih tetap menghormati mantan kakak iparnya itu.
"Milka menemani Elen untuk mengikuti kelas hamil." jawab Jack.
Mendengar nama mantan istrinya di sebut,Samuel kembali teringat pada masa lalu nya bersama wanita yang sampai saat ini masih sangat ia cintai.
Samuel sudah sangat merindukan wanita mungil kesayangannya itu,sampai sekarang Samuel masih belum bisa memaafkan dirinya sendiri,karena keegoisan ya lah maka ia kehilangan wanita mungil itu.
__ADS_1
Samuel menarik nafas berat,ia tampak sangat bersedih,terlihat dari mata biru safir nya yang sedang berkaca-kaca,betapa ia sangat menderita selama ini hidup tanpa wanita kesayangannya itu.
"Tuan Sam!" panggil Ares,namun tidak di jawab oleh Samuel.
Jack tahu kalau tuanya itu sedang teringat dengan masa lalu nya bersama dengan adik iparnya itu. Jack bisa memahami betapa Samuel sangat tersiksa hidup tanpa Elen,dan Jack juga tahu kalau Samuel masih mencintai Elen sampai saat ini,terbukti dari foto pernikahannya bersama Elen yang masih menghiasi setiap dinding ruangan yang ada di mansion milik Samuel.
Ruangan kerja dalam kantornya pun tak luput dari foto pernikahannya bersama Elen,terkadang Jack merasa iba pada tuannya itu.karna sejak bercerai dengan Elen,Samuel lebih banyak murung dan lebih banyak berdiam diri.
"Tuan Sam!" panggil Jack sekali lagi.
"Ya,Jack..maaf!" kata Samuel sadar dari lamunannya.
"Aku ada kabar gembira Tuan."
"Apa kabar gembira mu Jack?"
"Elen menawarkan agar Arthur tinggal bersama mereka untuk sementara waktu selama kita di New York."
"Oya?...tapi,bagaimana dengan Ares,apa dia tidak keberatan?"
"Sepertinya Ares tidak keberatan."
"Kau yakin?" tanya Samuel untuk memastikan apa yang di katakan Jack itu benar.
Samuel sangat senang karena Elen bersedia agar putranya tinggal sementara dengan wanita kesayangannya itu,karna hanya dengan Elen lah putra semata wayangnya itu bisa berinteraksi dengan baik.
"Kalau begitu aku akan tenang meninggalkan Arthur di sini bersama Elen."
Samuel memeriksa semua berkas yang akan mereka butuhkan selama di New York,selang satu jam kemudian,Milka dan Elen sudah kembali dari kelas hamil yang Elen ikuti.
"Hai kak Milka..hai Elen." sapa Samuel sembari menyunggingkan sebuah senyum manis pada kedua kakak beradik itu.
Entah kenapa Samuel merasa sangat canggung kala melihat mantan istrinya itu. bagi Samuel saat ini Elen terlihat semakin cantik dan seksi dengan perut buncitnya.
"Hai juga kak Sam!" sapa Elen sembari membalas senyum Samuel.
"Apa kabar mu?" tanya Samuel.
"Kabar ku baik-baik saja,di mana Arthur?" tanya Elen.
"Arthur sedang bermain dengan Aurel,tadi dia di sini,tapi karna Irma(Baby sitter) membawa Aurel,Arthur juga ikut bersama Irma dan Aurel." jawab Samuel
"Oya kak Sam, sebenarnya aku marah pada mu,kenapa kau tega meninggalkan Arthur bersama maid sendiri?" kata Elen sedikit jengkel pada mantan suaminya itu.
"Karna aku bingung mau titip Arthur pada siapa,dengan Tania saja dia tidak mau,apalagi dengan orang lain."
"Kenapa kau tidak memintaku untuk bersamanya?" kata Elen.
"Apa Ares tidak keberatan,dan lagi,pasti kau juga kerepotan mengingat kau sedang hamil."
"Aku tidak keberatan kak Sam,karna aku sangat menyayangi Arthur."
"Kalau begitu aku akan menitipkan Arthur pada mu."
"Baiklah,dia akan baik-baik saja selama bersama ku." kata Elen.
"Jam berapa kalian akan berangkat?" tanya Elen pada Samuel.
"Pukul dua siang ini...aku dan Arthur akan keluar sebentar untuk membeli keperluan ya selama kami di New York."
__ADS_1
"Tidak usah kak,aku akan memenuhi kebutuhannya selama ia bersama ku."
"Terimakasih Elen,terimakasih untuk bantuan mu." kata Samuel dengan wajah berbinar.