
2 Bulan kemudian.
Sudah dua bulan berlalu,sekarang Ares sudah berstatus duda,Ares segera menceraikan Celsi setelah berhasil membuktikan semua kebohongan Celsi.Setelah bercerai dengan Celsi,Arespun langsung hijrah ke London meninggalkan semua kenangan bersama wanita kesayanganya.Sebab Ares tidak mampu menjalani hidup tanpa wanita yang sangat ia cintai itu.
Malam ini Milka berencana menyampaikan niatnya untuk menceritakan pada Elen bahwa Jack melamarnya untuk menikah denganya.Sudah dua kali Jack menyampaikan niatnya untuk mempersunting si sulung dari dua bersaudara itu.
"Elen...Jack melamar kakak untuk menikah denganya." kata Milka to the poin namun sedikit ragu,Milka takut jika Elen akan menolak.
"Apa?..kak Jack melamar kakak?" tanya Elen tak percaya.
"Iya Elen."
"Syukurlah kak,aku sangat senang mendengarnya,akhirnya kakak menikah dengan orang yang tepat." jawab Elen.
"Jadi kau setuju?"
"Kenapa tidak?..justru aku sangat bersyukur kak." jawab Elen merasa terharu.Akhirnya sang kakak tercinta menikah juga,Elen merasa bahagia jika kakak kandungnya itu di persunting oleh Jack,karna Elen tahu betul kalau calon kakak iparnya itu sangatlah baik,bahkan Jack tak pernah memandang status antara Jack dan kakaknya.
"Terimakasih dek,kakak kira kamu tidak setuju."
"Tapi,kapan rencana kalian akan menikah?"
"Mmm...rencananya bulan depan." jawab Milka.
"Bagus kalau begitu,aku sudah tidak sabar untuk menggendong ponakan ku." kata Elen sembari menghayal sedang bermain dengan ponakanya yang sangat menggemaskan.
"Kakak juga berharap kalau kau juga segera menyusul." kata Milka.
Wajah Elen langsung berubah kala mendengar keinginan kakaknya,sejak kepergian Ares ke London,Elen merasa hidupnya terasa hampa.Untung saja selalu ada Arthur dan Siska yang selalu membuatnya ceria.
"Aku belum berpikir sampai kesitu kak Mil,tapi aku yakin, jika suatu saat nanti Tuhan akan memberikan jodoh yang terbaik buat ku." kata Elen sembari berusaha tersenyum.
"Amin" jawab Milka.
"Kak Mil,apa boleh aku bertanya?"
"Katakanlah Elen."
"Apa salah jika kita selalu mencintai orang yang belum tentu mencintai kita?"
"Kau tidak salah Elen,mencintai seseorang itu adalah anugerah,terlepas dari dia mencintai mu atau tidak.Tapi satu hal yang perlu kau tahu,jika kau mencintai seseorang,katakan saja padanya,jangan di simpan di dalam hati,karna itu akan membuat mu akan tersiksa." kata Milka panjang lebar.
"Sangat sulit untuk mengungkapkanya Kak,karna orang itu tidak peduli sama sekali akan perasaan ku." terang Elen.
"Apa dia tahu kalau kau mencintainya?"
"Entahlah kak,mungkin saja dia tahu dan mungkin juga dia tidak tahu."
"Apa orang yang kau cintai itu adalah Ares?" tanya Milka penasaran.
"Ya,aku sangat mencintainya kak,tapi sekarang Ares tidak peduli sama sekali pada ku." kata Elen sembari meneteskan air mata.
__ADS_1
Milka merasa kasihan pada adik semata wayangnya itu,perjalanan hidup berumah tangganya Milka sama seperti Elen adiknya, namun perjalanan rumah tangga Milka tak serumit perjalanan rumah tangga adiknya.Elen sudah banyak sekali menderita,Milka bersyukur karna sampai sejauh ini adik kandungnya itu masih bisa tegar.
"Percayalah Elen,jika Tuhan sudah menentukan bahwa Areslah pasangan hidup mu,maka Tuhan memiliki seribu cara untuk menyatukan kalian berdua.Begitupun sebaliknya,karna kita tidak pernah tahu apa yang sudah Tuhan rencanakan untuk kita." kata Milka untuk menguatkan hati adiknya.
"Kau benar kak,terimakasih karna sudah menyemangati ku."
"Kau adik ku,aku juga ingin yang terbaik untuk mu." kata Milka sembari memeluk tubuh mungil milik adik semata wayangnya itu.
*****
LONDON
Ares membolak-balik kertas yang berisikan laporan yang beru saja di antar oleh sekretarisnya yang sangat cantik dan ****.Ares tampak tidak fokus dengan semua laporan yang seharusnya segera ia tanda tangani.
Melihat atasanya tampak setres dan tidak fokus,asistenya yang cantik dan juga **** segera berinisiatif untuk merayu Ares sang atasan yang tampan dan juga menawan.
"Apa anda perlu kopi pak?" tanya Stacy asistenya.
"Tidak Stacy,aku tidak butuh kopi." jawab Ares datar.
"Atau bapak perlu di pijit,mungkin bapak kelelahan." kata Stacy tak kehabisan akal.
"ya,sepertinya aku membutuhkanya." jawab Ares.
"Kalau begitu,aku akan memijit mu Pak."
"Apa?...kau yang akan memijit ku?"
"Apa kau bisa?...aku rasa diri ku sangat kacau sekali." kata Ares.
"Tentu pak,aku sangat bisa sekali."
Stacy mulai mendekat pada Ares,mula-mula Stacy memijit kepala dan pundak milik Ares,beberapa saat kemudian tangan Stacy mulai berani memijit di area dada bidang milik Ares,merasa Stacy sudah mulai berani meraba area sensitifnya,sontak Ares langsung naik pitam.
"Jangan sekali-sekali berani meraba tubuh ku,karna hanya kesayangan ku saja yang berhak menyentuhnya!" bentak Ares pada sekretaris seksinya tersebut sembari menghempas tangan milik Stacy.
"Ma-maaf pak,saya sudah lancang." kata Stacy ketakutan,Stacy tidak menyangka kalau atasanya akan semarah itu.
"Keluar dari ruangan ku!" bentak Ares kembali.
Stacy lansung keluar tanpa menunggu untuk di bentak kembali.Asisten milik Ares nan cantik dan seksi itu merasa bingung dengan sikap atasanya yang tampan itu.Karna sudah dua bulan belakangan ini emosi Ares tidak stabil,sering marah-marah,dan sering bermuram sambil menyendiri.
"Siapa gerangan wanita kesayangan pak Ares,hingga ia mampu membuat seorang Ares menjadi seperti ini?" pikir Stacy dalam hati.
Sementara di dalam ruangan milik Ares,terlihat pria tampan itu memukul meja kerjanya hingga semua berkas yang ada di sana berantakan.
"Arrgh!!...kenapa sulit sekali melupakan mu Elen?...semakin aku ingin melupakan mu,maka aku semakin mencintai mu.Aku sangat tersiksa honey,aku harus bagaimana?" kata Ares sembari mengepalkan tanganya.
Ares meraih ponselnya dari saku celana,karna ia sudah menghapus semua foto Elen yang ada di dalam ponselnya,karna niat Ares dari awal adalah ingin melupakan Elen,wanita yang selalu ada di hatinya.Bahkan Ares sampai memblokir nomor ponsel milik Elen.
"Ya Tuhan,bantu aku untuk melupakanya,kenapa hati ini merasa sakit setiap kali mengingatnya?...apa dia baik-baik saja Tuhan?...aku mohon lindungi dan jagalah dia untuk ku." kata Ares sembari terpejam dan meremas dadanya yang terasa sakit.
__ADS_1
Jauh di kota Jakarta di dalam gereja Katedral,Elen duduk menyendiri.Tidak adalagi umat yang masih ada di sana selain dirinya,Elen merasa nyaman berlama-lama disana.Tiba-tiba saja Elen di kejutkan dengan suara lembut dari seorang lelaki.
"Hallo...maaf,apa anda masih betah menyendiri?" sapa seorang lelaki yang memiliki wajah tampan dan rupawan.
"Ahh,ehh,maafkan saya tuan." jawab Elen.
"Saya adalah Imam baru di paroki ini...kenalkan,nama saya Palentino soares...umat di paroki ini memanggil ku dengan sebutan Romo Valen." ucapnya mengenalkan diri.
"Ahh ya,Romo,maafkan saya...Nama saya Elen."
Romo Valen duduk sejajar dengan Elen,namun memeberi jarak dengan Elen sejauh satu meter.Romo Valen menatap kearah Altar sembari tersenyum dan berkata.
"Saya memperhatikan mu sejak misa tadi,apa kau memikirkan sesuatu?." tanya Romo Valen pada Elen.
"Ya,Romo,terkadang aku merasa hidup ini tidak adil bagi ku."
"Tidak adil?...dari segi apa hingga kau mengatakan hidup ini tidak adil?"
"Kenapa semua orang yang sangat ku cintai pergi meninggalkan ku?...kenapa Romo?" tanya Elen sambil menangis.
"Ini...ambil lah,jika kau masih ingin menangis,menagislah,namun jika kau ingin berhenti menangis maka hapuslah air mata mu." kata Romo Valen sembari menyodorkan saputangan miliknya.
Mendengar perkataan Romo Valen,Elenpun menghentikan tangisanya sambil menghapus airmatanya menggunakan saputangan milik Romo Valen.
"Apa kau akan berhenti menangis?"
"Ya,Romo."
"Terkadang memang kita merasa hidup itu tidak adil,karna banyaknya cobaan yang kita alami.Semakin kita kita terpuruk maka kita akan merasa bahwa hidup itu semakin tidak adil,namun jika kita berusaha bangun dari keterpurukan,maka yakinlah,bahwa hidup itu sangat luarbiasa,satu hal yang perlu kita lakukan setiap saat,yaitu,jangan pernah bosan untuk bersyukur,meski hari ini keadaan mu goyah sekalipun,tetaplah bersyukur." kata Romo Valen dengan lembut.
Elen menoleh ke arah Romo Valen,pria tampan dan menawan,jika di luar gereja Katedral orang akan mengira bahwa Romo Valen adalah seorang artis,karna Romo Valen memiliki paras yang sangat rupawan,maka orang tidak akan menyangka kalau ia sebenarnya adalah seorang Imam baru di paroki Katedral.
Elen merasa tersentuh dengan perkataan Romo Valen,betapa tidak,selama ini Elen hanya mengeluh dan sangat jarang bersyukur.
"Terimakasih Romo,sekarang aku sadar,kenapa aku sering merasa hidup ini tidak adil,itu karna aku selalu mengeluh dan mengeluh tanpa pernah berusaha untuk menysukuri apa yang telah aku alami." kata Elen.
"Ya,Tuhan memberi kita cobaan hanya untuk menguji kita,seberapa kuat Iman kita untuk bertahan.Namun jika kita bisa bertahan dan tetap bersyukur bahwa Tuhan masih bersedia menguji iman kita,maka percayalah,Tuhan akan memberikan lebih dari apa yang kita harapkan."
"Sekali lagi,terimakasih Romo." kata Elen.
Dengan senyumnya yang lembut Romo Valen menjawab.
"Tugas ku adalah untuk melayani,bukan untuk di layani.Melayani semua hati yang bimbang akan arti tujuan hidup." jawab Romo Valen.
"Omong-omong,anda tinggal di mana dan bekerja di mana?" tanya Romo Valen.
"Aku belum bekerja Romo,tempat tinggal ku tidak jauh dari sini."
"Apa lulusan mu."
"Aku lulusan sarjana Paud." jawab Elen.
__ADS_1