
"Apa kau sudah siap dengan rencana kita Tania?"
"Aku sangat takut Mami!...bagaimana jika Samuel tahu kalau aku sudah sengaja menggugurkan kandungan ku?"
"Selama kau tidak buka mulut,tentu Samuel tidak akan tahu."kata Mami Liza.
"Baiklah Mi,apa yang harus aku lakukan sekarang?"
"Kau cukup hubungi wanita kampungan itu,dan katakan padanya kalau kau ingin bertemu denganya."
"Tapi apa Elen mau?"
"Dia tidak akan mau jika kau tidak berusaha meyakinkan dia.Katakan padanya kalau Samuel sudah pulang dari Jepang dan ingin bertemu denganya,dan katakan pula kalau Samuel sedang sakit.
"Sekarang Mi?"
"Tahun depan!!...ya sekarang Tania!"
Setelah mendapatkan sedikit arahan dari Maminya,Tania pun mencari nomor Elen dan segera melakukan panggilan,Tanpa Tania sadari,perbuatanya kali ini akan membuatnya hancur di kemudian hari.
"Hallo"tanya suara dari seberang.
"Hallo Elen,ini aku Tania."
"Kak Tania?"
"Ya,Elen."
"Ada apa kak Tania menelefon ku?"
"Elen!...apa kau bisa datang ke Mansion?"
"Untuk apa kak?"
"Samuel sedang sakit."
"Apa?...kak Samuel sakit?...bukanya kak Samuel sedang ada di jepang?"
"Samuel sudeah kembali kemarin,dan dia kembali dalam keadaan sakit.Dia bilang ingin bertemu dengan mu,kau mau kan datang ke sini?"
"Baiklah kak Tania!"
Begitu Tania memutus sambungan telefonya,Mitha langsung mencerca pertanyaan pada Elen.
"Apa kau percaya pada wanita itu Elen?"
"Aku percaya kak Tania."
"Semudah itu kau percaya?"
"Memangnya kenapa kak Mitha?"
"Aku curiga pada wanita itu Elen!...bagaimana mungkin Tuan Samuel menyuruhnya untuk meminta mu pergi ke sana,kenapa bukan Tuan Samuel sendiri yang meminta mu untuk pergi ke Mansion?"
"Mungkin saja karna kak Smuel sedang sakit."kata Elen.
"Tapi Elen?"
"Kak Tania!...tidak baik berfikir negatif tentang orang lain."
"Tapi aku punya feeling tidak baik Elen!"
__ADS_1
"Kau tenang saja kak Mitha,Kak Tania itu sudah berubah!"
"Berubah dari apanya Elen?...di lihat dari cara bicaranya saja sepertinya dia sangat membenci mu Elen!!"kata Mitha dalam hati.
"Aku harus pergi Kak,siapa tahu kalau Samuel memang benar-benar sakit."
"Terserah kau saja lah,tapi aku akan ikut ke Mansion itu."
"baiklah kak Mitha,kak Mitha boleh ikut."
Mihta menaruh curiga pada Tania,hati wanita cantik itu tidak bisa percaya begitu saja atas permintaan Tania yang meminta Elen untuk ke Mansion.
"Baiklah Tania....saya akan ikuti permainan mu"kata Mitha di dalam hati.
Sementara di Mansion Samuel terlihat Tania dan Mami Liza sedang membicarakan tentang rencana jahat mereka.
"Aku takut jika Samuel tidak mempercayai sandiwara kita Mi."
"Kau sengaja berteriak agar para Maid mendengarnya."
"Samuel tetap tidak akan percaya Mami."
"Apa Jack ikut dengan Samuel ke Jepang?"
"Setahu ku,Jack tidak ikut Mami...karna tiga hari yang lalu Jack datang ke sini untuk mengambil dokumen atas perintah Samuel."terang Tania pada Mami Liza.
"Kalau begitu,kau telfon dia,dan suruh dia untuk membelikan obat anti mual yang kemarin dokter Airin resepkan untuk mu."
"Tapi bagaimana jika Jack keburu sampai deluan dari Elen?"
"Pakai otak mu Tania!"
"Kau telfon kembali wanita kampung itu,dan katakan padanya kalau Samuel ingin makan makanan yang Elen masak sendiri.Setelah wanita kampung itu selesai memasaknya barulah kau telefon Jack."
"Apa Mami yakin?"
"Mami sangat yakin Tania,omong-omong,apa obat penggugur kandungan itu kau masih simpan baik-baik kan?...kau tidak boleh teledor,karna bisa gawat jika ada yang mengetahuinya.Rencana ini biar kau dan Mami saja yang tahu,meskipun Angela,ia tidak boleh tahu rencana kita."
"Baik Mi."
Tania kembali menelefon Elen dan meminta Elen untuk memasak makanan kesukaan Samuel.Dan sayangnya Elen percaya begitu saja akan permintaan Tania.
Kurang lebih satu jam kemudian,Tania menelefon kembali Elen dan bertanya apakah ia sudah menuju ke Mansion.
"Apa kau sudah datang Elen?"
"Aku baru mau berangkat kak!"
"Baguslah kalau begitu,karna Sam sudah tidak sabar untuk memakan masakan mu."kata Tania berbohong.
"Mungkin setengah jam lagi kami akan sampai kak,semoga saja tidak macet"kata Elen sangat antusias.
"Baik lah Elen,aku akan menyampaikanya pada Samuel.
Setelah selesai menelefon Elen,tanpa menunggu lebih lama lagi Tania langsung mencari nomor ponsel Jack,dan segera melakukan panggilan pada asisten Samuel itu.
"Halo Jack!"
"Ya,Nyonya Tania?"
"Kau sedang ada di mana Jack?"
__ADS_1
"Sedang di kantor Nyonya!"
"Apa kau bisa membantu ku?"
"Katakan,apa yang bisa saya bantu?"tanya Jack.
"Kau tolong belikan aku obat untuk mengurangi rasa mual ku,karna aku sedang hamil muda,aku sangat tersiksa Jack!...karna aku mual terus.Kau bisa kan membelikanya di apotik untuk ku?"
"Obat apa yang harus saya beli Nyonya?"tanya Jack.
Meskipun sedang sibuk dengan pekerjaanya,Jack si asisten tampan milik Samuel itu tetap menuruti perintah sang Nyonya,meskipun Jack kurang suka pada Tania,namun ia tetap harus menghormati istri pertama dari Tuanya itu.
"Aku akan mengirimkan resep yang dokter Airin berikan pada ku."
Setelah membaca resep yang di kirimkan Tania padanya,Jack pun dengan langkah panjangnya segera menuju Apotik untuk membeli obat seperti yang ada di resep.
Setengah jam kemudian Elen dan Mitha sudah sampai di Mansion,begitu Elen dan Mitha sudah sampai,Tania dengan senyum munafiknya menyapa Elen dan Mitha dengan pura-pura ramah.
"Elen apa kabar mu?"tanya Tania sembari memeluk Elen.
"Aku sehat kak Tania!...bagaimana dengan mu?"
"Aku juga sehat Elen....Mitha!!...aku tidak akan mencelakai Elen!!...kenapa kau terlihat sangat was-was begitu."tanya Tania meresa tidak suka dengan sikap waspada dari Mitha.
"Aku hanya tidak ingin jika Elen kenapa-kenapa,jadi wajar saja jika aku waspada."ucap Mitha dengan tegas.
"Kak Mitha!...aku mohon,jangan terlalu waspada begitu,tidak mungkin kak Tania mencelakai ku,kak Mitha tunggu aku di mobil saja."pinta Elen.
"Please....Elen!...biarkan aku tetap di sini"
"Baiklah,asal kak Mitha duduk agak jauh dari ku."
"Baiklah!"ucap Mitha singkat.
"Kak Tania!...Kak Sam ada di mana?...apa aku boleh melihatnya?"
Baru saja Tania ingin menjawab pertanyaan Elen,Mami Liza sudah memanggil Tania dan memberi Tania kode lewat isyarat matanya.Menyadari tatapan mata ibu kandungnya itu,Tania langsung paham.Kode yang di berikan ibu kandungnya itu adalah kode yang mengisyarat kan bahwa Jack sudah datang.
Mitha sangat jeli memperhati kan gerak-gerik Tania dan ibunya,lama di kemiliteran membuat Mitha tahu akan segala kondisi genting.Mitha masih berusaha untuk tenang,ia ingin melihat apa yang akan ibu dan anak itu lakukan.
"Kau ingin bertemu Samuel bukan?"
"Iya,kak!...aku sangat ingin bertemu denganya.*
"Baiklah kalau begitu,mari kita melihatnya di kamar."ajak Tania.
"Elen!"panggil Mitha saat melihat wanita mungil itu sudah mengikuti Tania dari belakang.
"kau tenang saja kak Mitha!...aku akan baik-baik saja."kata Elen untuk meyakin kan Mitha.
Namun saat Elen ingin meneruskan langkahnya karna sempat berhenti untuk meyakin kan Mitha,tiba-tiba saja Tania menarik Elen dan menarik tubuhnya serta Elen dan membentur kan tubuh mereka berdua hingga jatuh tepat ke siku meja,posisi perut Tania membentur siku meja dengan keras.
Tepat di mana Tania dan Elen jatuh bersamaan,saat itu pula Jack muncul dan menyaksikan Tania dengan posisi perut Tania membentur bagian siku meja.
"Aaaaaaa"teriak Tania,dan sedetik kemudian Tania pun pingsan.
"Kau apa kan putri ku hah?"bentak Mami Liza.
Semua para Maid yang ada di dalam Mansion segera berdatangan kala mendengar teriakan dari Tania.Tak terkecuali Arthur si bocah tampan yang sangat menyayangi Elen tersebut.
"A-aku tidak melakukan apa-apa tante!...kak Tania yang-"ucap Elen gemetaran kala melihat darah segar di bawah paha Tania.
__ADS_1
"Nyonya!....i-itu!"tunjuk salah satu Maid ke arah paha Tania.
Hai kakak-kakak Sayang,maaf ya baru bisa Up,author mau tanya nih!..kira-kira,semua pada setuju nggak kalau Elen dan Samuel bercerai?,Soalnya di part berikutnya puncak pertengkaran Elen dengan Samuel.Author gak akan bosan-bosan untuk terus memberi like dan komen,Salam sehat untuk semua🌹🌹🌹🙏🙏🙏