
"Tuan Scullzt...apa surat warisan ini di jamin keabsahanya?"tanya tuan Rudy pada pengacaranya.
"Tuan tidak perlu meragukanya,kita memiliki dasar hukum yang kuat tuan Rudy."
"Baik,terimakasih tuan Schullzt."
"Sama-sama tuan,kalau begitu saya permisi dulu tuan Rudy."
"ya,ya,baiklah tuan Schullzt."
Setelah tuan Schullzt keluar dari ruangan tuan Rudy,semenit kemudian Mami Liza muncul.Saat Mami Liza tak sengaja berpapasan dsngan tuan Schullzt,Mami Liza mulai menaruh curiga pada suaminya.Pasalnya mami Liza tahu siapa tuan Schullzt.
"Ada perlu apa tuan Schullzt menemui mu Papi?"tanya Mami Liza.
"Ada hal penting yang harus dia tangani soal perusahaan.Omong-omong untuk apa kau datang ke sini?"
"Aku mau Papi mentransfer uang belanja dan biaya untuk perawatan tubuh ku."
"Apa?...yang benar saja kau Liza?"
"Memangnya kenapa?"
"Kau kan tahu kalau perusahaan sedang di ujuk tanduk?"
"Papi kira aku bisa papi bohongi?"
"Apa maksud mu Liza?"
"Perusahaan ini sedang baik-baik saja Papi!...karna aku sudah menyelidikinya."
"Apa?"
"Ya,jadi sekarang transfer jatah bulanan ku."
"Aku akan mentrasfernya untuk mu,tapi tidak sebanyak biasanya,aku akan mengurangi jatah bulanan mu."
"Tidak..tidak..kau tidak boleh melakukan itu."
"Kenapa tidak bisa?....belajarlah berhemat,jangan membeli barang yang tidak kau perlukan."
"Kau tidak boleh seenaknya Papi!...aku tidak terima!"
"Kau tidak terima,lalu kau mau apa?"
"Kalau kau begini terus,lebih baik kau ceraikan aku!"ucap Mami Liza.
"Baik jika itu mau mu!!...aku akan menceraikan mu,karna aku sudah muak dengan mu!!...sekarang juga kau keluar dari sini,karna masih banyak yang harus aku kerjakan,dan ingat!!...besok aku akan mengajukan gugatan perceraian kita."
"Ada apa sebenarnya dengan mu?"tanya Liza.
"Kau tanya pada diri mu sendiri."
"Tapi apa salah ku Papi?"
"Terlalu banyak kesalahan mu Liza!!...selama ini kau hanya berbuat sesuka mu,pergi tanpa seizin ku,dan pulang sesuka mu.Kau pikir aku tidak tahu kalau selama ini kau berselingkuh di belakang ku?"
"Kau jangan sembarangan Papi!!"
"Aku sembarangan kata mu??...apa kau mau aku tunjukan vidio mesum mu dengan banyak lelaki??...apa yang kurang dari ku Liza?...selama ini aku berikan semuanya pada mu!...bahkan demi kau,aku rela menceraikan istri ku yang benar-benar setia pada ku."
__ADS_1
"Heh!!...jangan kau sebut-sebut wanita murahan itu di depan ku!"
"Tutup mulut mu Liza!!...dia jauh lebih baik dari mu!!...sekarang aku sangat menyesal,ternyata aku menikahi wanita binal dan juga serakah!"
"Berani sekali kau menghina ku seperti itu?"
"Lalu?...apa aku harus selalu tunduk pada mu,sama seperti selama ini??"
"Kenapa kau lakukan ini Papi?...apa kau tidak ingat pada Tania dan juga Angela putri mu?"tanya Liza berusaha agar tuan Rudy mengurungkan niatnya untuk menceraikanya.
"Mereka bukan putri ku Liza!!"
"A-apa??"tanya Liza tampak mulai memucat dan menegang,bagaimana tidak,rahasia yang selama ini Liza pendam ternyata sudah di ketahui oleh suaminya.
"Kenapa??...apa kau kaget karna aku sudah mengetahuinya??....jadi tidak ada alasan untuk bertahan berumah tangga dengan mu!!"
"Apa kau punya bukti kalau mereka berdua bukan putri mu?"
"Bukti terlalu banyak Liza,aku sudah melakukan tes DNA sampai tiga kali,tapi hasilnya tetap sama,mereka bukanlah anak kandung ku."
"Kau Kejam sekali Rudy!!...aku tidak menyangka, di balik diam mu,ternyata kau tak ubahnya se ekor ular."kata Liza.
"Apa tidak salah yang kau katakan itu??...bukanya kau lebih kejam dari ku?...berselingkuh dengan banyak lelaki,menipu ku selama puluhan tahun,apa itu tidak kejam??...selama ini tanpa kau sadari kau sudah membunuh ku perlahan-lahan."
Liza menarik nafas berat kala mengetahui sifat asli suaminya,Liza pikir selama ini suaminya itu adalah lelaki yang mudah di kendalikan,tapi ternyata?.
"Mulai hari ini kau harus keluar dari rumah!"
"Aku tidak akan keluar dari rumah,aku berhak tinggal di rumah itu,karna aku istri mu!!"
"Silahkan saja,tapi bersiaplah untuk keluar setelah kita resmi bercerai."ucap Tuan Rudy.
"Aku akan membalas perbuatan mu ini Rudy!"ucap Liza sembari keluar dan membanting pintu kuat-kuat.
"Papi memanggil ku?"tanya Arsen yang baru saja datang.
"Ya,kemarilah Nak!..Mulai besok kau harus menggantikan posisi Papi sebagai Direktur utama,mulai hari ini dan untuk ke depanya Papi percayakan perusahaan ini di tangan mu."
"Terimakasih Papi,aku berjanji akan membuat perusahaan milik keluarga Salim semakin lebih baik lagi."janji Arsen dengan yakin.
"Ya,Papi percaya kamu bisa."
*****
LONDON CITY
Ares memutar ulang-ulang rekaman suara yang Mitha kirim padanya,hati Ares sangat senang kala mendengar setiap ucapan Elen tentang dirinya.Munafik jika dia tidak berharap kalau wanita mungil itu juga merasakan hal yang sama pada dirinya.
"Aku tidak marah pada mu Honey...sampai kapan pun aku tidak akan bisa marah pada mu,kau satu-satunya wanita yang membuat ku tak pernah berhenti untuk berharap,betapa bodohnya suami mu,Apa yang sudah membuatnya buta?,hingga ia tega menyakiti mu,jika seandainya Samuel mau bercerai dengan mu,aku pastikan ia akan menyesalinya suatu saat nanti karna telah menyia-nyiakan cinta mu."ucap Ares beralibi.
Setelah puas mendengar isi rekaman suara yang Mitha kirim padanya,Ares segera mengirim pesan pada Mitha.
"Mitha...terimakasih untuk rekaman suara yang kau kirim pada ku."isi pesan Ares.
"Sama-sama Tuan Ares."balas Mitha.
"Di mana posisi kalian?"
"Kami menyewa sebuah rumah kecil di kawasan Depok,Tuan!"
__ADS_1
"Tolong foto rumah yang kau sewa,dan kirim pada ku."pinta Ares pada Mitha.
Tidak membutuhkan waktu yang lama,Mitha sudah mengirim apa yang Ares minta hanya dalam beberapa menit.
"Apa kau yakin tempat itu akan aman untuknya?
"Saya yakin aman Tuan."
"Aku rasa tempat itu tidak bisa membuatnya nyaman Mitha."
"Lalu saya harus bagaimana Tuan?...uang kami tidak cukup untuk menyewa rumah yang lebih besar."kata Mitha.
"Carilah rumah yang lebih besar,karna aku yang akan menanggung semua biayanya."
"Jangan Tuan,karna Nyonya akan curiga nanti."
"Kan kau bisa mencari alasan,katakan saja kalau kau memiliki uang tabungan yang cukup."usul Ares.
"Baiklah tuan Ares."
"Good...kau memang cerdas Mitha."
Setelah mengakhiri saling mengirim pesan dengan Ares,Mitha langsung menghembus kan nafas kasar karna permintaan Ares tersebut.
"Kau kenapa kak Mitha?...sepertinya kau memiliki beban berat."ucap Elen kala melihat Mitha menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Aa,Aku??"tanya Mitha tampak bingung.
"Iya,kau kak Mitha,siapa lagi?"
"Aku tidak punya beban apa pun Nyonya!"
"Aku hanya bingung bagaimana cara mengajak mu untuk keluar dari rumah ini,dan mencari rumah yang lebih besar.Jelas-jelas tadi aku yang ngotot untuk menyewa rumah kecil ini."kata Mitha di dalam hati.
"Lalu kenapa kak Mitha terlihat sedang berpikir keras begitu?"
"Aku hanya berpikir apa yang akan kita lakukan ke depanya?"kata mitha setengah berbohong.
"Oww,kau tenang saja kak!..selama aku masih sehat-sehat saja,aku tidak akan membiarkan kita berdua mati kelaparan."
"A-apa?...mati kelaparan?...yang benar saja Elen?...aku masih mampu menghidupi kita berdua meski tanpa bantuan tuan Ares."kata Mitha di dalam hati.
"Memangnya apa yang akan Nyonya lakukan?"
"Melamar kerja lah Kak?...besok aku akan melamar kerja."kata Elen dengan antusias.
"Memangnya anda akan melamar di mana?"
"Aku akan melamar di sekolah-sekolah TK yang membutuhkan tenaga didik,karna itu sesuai dengan ijazah ku."
"Memangnya anda lulusan apa?"tanya Mitha sangat detail.
"Aku sarjana pendidikan anak usia dini Kak!"
"pantas saja,anda sangat mudah dekat dengan anak-anak."
"Iya kak Mitha,cita-cita ku dulu ingin memiliki sekolah TK yang berkualitas,Karna sejak usia Dinilah semua kecerdasan anak sangat mudah di bentuk."
"Saya terharu dengan cita-cita anda Nyonya!!...saya yakin,suatu saat cita-cita anda akan tercapai"ucap Mitha.
__ADS_1
"Amin."jawab Elen mengamini doa Mitha.
Kakak-kakak Sayang,ada yang komen bilang,Judulnya gak sejalan dengan ceritanya,Mohon maaf jika ceritanya masih kocar-kacir,moohon di maklumi ya,soalnya ini Author pemula,semakin banyak komentar,maka author akan semakin semangat untuk memperbaiki kesalahan.Jangan lupa dukung author terus ya,dengan cara di like dan komen,karna kelanjutan Novel author,tergantung dari kebaikan para pembaca.Salam sehat selalu dari Author๐๐๐