
"Apa tidak sebaiknya kau pulang saja Ares?"
.
"Apa kau mengusir ku?"
"Bisa di bilang begitu,karna tidak pantas seorang lelaki yang sudah beristri masih berada di rumah seorang wanita"
"Aku tahu itu alasan mu saja honey...rencana ku malah malam ini aku akan menginap di sini."
Kau sudah gila Ares,apa kata orang jika kau menginap di sini?"
"Persetan dengan orang lain,toh kita tidak akan berbuat apa-apa kan?...lagi pula,aku tidak ingin pulang,aku muak dengan wanita itu."
"Tapi bagaimana jika istri mu mencari mu sampai kesini,bisa-bisa dia akan melabrak ku."
"Biarkan saja dia datang,jika dia berani melabrak mu,aku akan mencincang tubuhnya."
"Astaga Ares,kenapa kau keras kepala sekali?...kalau kau tidak pulang juga,aku yang akan keluar,malam ini juga aku akan ke Mansion milik Celvin,dan akan tidur di sana."
"Coba saja kalau kau berani,selangkah saja kau maju untuk pergi ke sana,aku akan membuat dunia ini kiamat saat ini juga."
"Ares,aku mohon mengertilah sayang."
"Apa?...kau bilang apa barusan?" tanya Ares antusias.
Panggilan sayang yang terucap dari bibir mungil wanita kesayanganya itu mampu membuat Ares bagai melayang di atas awan.
"Memangnya aku bilang apa tadi?" tanya Elen pura-pura,karna sesungguhnya Elen keceplosan bicara.
"Katakan sekali lagi honey...please!"
"Aku akan mengatakanya,asal kau bersedia pulang." kata Elen.
"Ok,aku janji akan pulang,asal kau mau mengatakanya satu kali lagi saja."
"Sayang...aku mohon pulanglah."
"Terimakasih honey,kau adalah penyemangat hidup ku...Baiklah,aku akan pulang,tapi malam ini aku akan tidur di apartemen ku...sweet dreams honey."
Ares pulang dengan hati yang berbunga-bunga,bagaimana tidak,panggilan Sayang dari Elen terdengar sangat manis dan indah di telinganya.Wanita yang sangat ia cintai sejak awal pertama ia jumpai itu telah memberi Ares sebuah harapan akan indahnya masa depanya bersama Elen.
,"Elen...apa tuan Ares sudah pulang?"
"Sudah Sis."
"Lain kali kau tidak boleh mengajari ku untuk berbohong,aku jadi malu akibat berbohong padanya" kata Siska kesal.
Bagai mana tidak,selama ini Ares tahu kalau Siska wanita yang jujur dan juga polos.Namun malam ini nilai plus buat Siska itu telah ternoda akibat ulah Elen yang menyuruhnya untuk berbohong.
"Maaf kan aku Siska,aku melakukanya agar Ares tidak mencari ku."
Siska masih saja cemberut karna mendapat teguran dari Ares,mulutnya tak henti-henti komat kamit.Akhirnya Elen tidur sembari menutup telinga dengan kedua tanganya,akibat tidak tahan mendengar ocehan Siska.
Keesokan paginya Ares bangun kesiangan,Ares buru-buru mandi karna ia sudah terlambat,pagi ini pukul 09:00 Ares harus mengikuti miting penting di Induk perusahaan miliknya.Dan rapat kali ini sangatlah penting dan tidak bisa di wakili.
Sesampainya di Induk perusahaan,Ares di sambut oleh Bayu yang sudah terlebih dahulu ada di sana.Bayu dan beberapa orang lainya menyambut Ares seraya membungkuk hormat.
__ADS_1
"Selamat pagi tuan Clark!" sapa beberapa orang yang ada di tempat itu.
"Selamat pagi...Apa rapat sudah bisa kita mulai?" tanya Ares.
Rapat penting yang Ares pimpin kali ini sedikit lama hingga membuatnya sangat bosan.Ares melonggarkan dasinya karna merasa gerah dengan rapat yang belum selesai-selesai juga.Karna merasa sangat bosan,akhirnya Ares mengaktifkan ponselnya untuk melihat wajah manis milik wanita kesayanganya itu.
Di tengah rapat penting tersebut,tiba-tiba saja ponsel Ares berbunyi,sontak membuat semua peserta rapat memandang ke arah Ares,padahal yang membuat peraturan agar tidak mengaktifkan hanphone saat rapat adalah Ares,namun hari ini Ares sendiri yang melanggar peraturan yang di buat olehnya sendiri.
Ares membaca isi pesan chat yang baru saja masuk.Ares tersenyum kala membaca pesan chat dari Elen.
"Selamat pagi Ares,lain kali jangan menegur Siska soal ia berbohong semalam,aku tidak tahan dengan omelanya,isi otak ku bisa-bisa pecah Ares." isi pesan Elen pada Ares
"Selamat pagi juga My heart,maaf,aku tidak bermaksud membuatnya mengomeli mu honey,jika kau tidak tahan,aku akan memerintahkan Mitha untuk mengisolasi mulut sahabat mu itu jika dia masih saja mengomeli mu." balas Ares.
"Kau ada-ada saja Ares."
"Kau sedang apa honey?"
"Aku berniat untuk mencari kerja pagi ini."
"Di mana?" tanya Ares lewat pesan chatnya.
"Kemana saja Tuhan menuntun ku."
"Baiklah honey,aku akan menyuruh Mitha menjaga mu."
"Tidak perlu Ares,aku bisa sendiri."
"baiklah honey,harap hati-hati,karna aku akan mati jika terjadi sesuatu pada mu."
"Hem"
"Mm..ehh ya,bagaimana?...ahh,maafkan saya."ucap Ares salah tingkah,pasalnya ia tidak konsentrasi pada rapat penting tersebut.Setelah menyadari kesalahanya,akhirnya Ares kembali fokus pada rapat yang ia pimpin.
Di Mansion keluarga Clark terlihat Celsi sangat geram kala mengetahui kalau Ares tidak pulang.Padahal semalam Celsi berencana untuk menggoda Ares agar mau tidur denganya,karna Celsi berpikir kalau waktunya tidak lama,Celsi sangat takut jika ada yang mengetahui jika ia sedang hamil.
"Bangsat!...tadi malam Ares pasti tidur dengan wanita itu.Aku akan mencarinya,akan ku buat kau menyesalinya wanita murahan."gumam Celsi.
"Ada apa Celsi?...kelihatanya kau sedang marah." tanya tante Melan.
"tidak Mom,aku tidak marah."
"Kau mau kemana pagi-pagi begini sudah rapih?"
"Aku mau ke rumah Mama,karna aku sangat kangen sama mama."jawabnya berbohong.
"Mom,aku ijin untuk menginap satu malam di rumah mama."
"Lho,kok kamu minta ijinya ke Momy?...kau harus minta izin ke suami mu."
"Tapi Ares tidak pulang tadi malam."
"oya?...lalu dia tidur di mana?,apa mungkin dia tidur di apartemenya?"
"Memangnya apartemen Ares ada di mana Mom?...karna aku ingin pergi ke sana untuk memastikan dia ada di sana atau tidak."
Tante Melan langsung memberitahukan alamat apartemen milik Ares,karna tante Melan merasa kalau Celsi berhak untuk tahu suaminya ada di mana."
__ADS_1
Kamu hati-hati ya Celsi.""Baik Mom."
Celsi melajukan mobilnya dengan hati yang sangat geram.
"Aku harus bisa mengajak Ares tidur dengan ku,karna bisa gawat jika aku tidak berhasil tidur denganya,apa lagi perut ku semakin hari akan semakin membesar."
Saat Celsi sedang fokus mengendarai mobilnya,tiba-tiba ponselnya berdering.Setelah Celsi melihat siapa yang menghubunginya,Celsi langsung menjawab si penelepon tersebut.
"Hallo...apa kau sudah dapatkan apa yang ku ingin kan?" tanya Celsi.
"Ya,Nona,saya sudah mendapatkan alamat rumahnya,tapi saat ini dia sedang keluar mencari kerja."
"heh!..wanita miskin,janda binal" kata Siska memaki Elen di dalam hati.
".kau ikuti dia terus,aku ingin memberi pelajaran padanya."
"Baik Nona."
Celsi memfokuskan setirnya sambil mencibir.
"Tunggu wanita murahan!...aku akan memberi mu pelajaran,hingga kau akan berpikir seribu kali untuk bertemu dengan suami ku.
Setengah jam kemudian Celsi mendapat informasi dari anak buahnya yang mengatakan kalau Elen sedang bersama lelaki di sebuah cafe.Celsi menyuruh anak buahnya untuk mengabadikan perjumpaan Elen dengan Celvin dengan memfoto untuk ia kirim ke Ares.
""Senang bisa kembali bertemu dengan mu Elen,padahal baru saja tadi malam kita bertemu.Apa luka lepuh di leher mu sudah baik?" tanya Celvin sembari mengangkat dagu Elen untuk memeriksa.
"Sudah agak mendingan Celvin,omong-omong,apa kau tidak sibuk?"
"Sebenarnya pekerjaan ku sangat banyak Elen,tapi karna aku bertemu dengan seorang bidadari,semua pekerjaan ku seakan sudah tuntas."kata Celvin sembari menyeruput kopi panas miliknya.
"Kau ini suka sekali menggombal." kata Elen sembari tertawa menunjukan deretan giginya yang putih bersih dan rapih.
"Aku tidak menggombal Elen,bagi ku,kau seperti seorang bidadari."
"Terimakasih untuk pujian mu."
"Elen,sekarang sangat susah mencari kerja,apa tidak sebaiknya kau terima saja tawaran ku untuk bekerja di perusahaan ku."
"Aku ingin-"
"Sudahlah Elen,jangan menolak,dari pada kau harus menganggur terus...karna kebetulan manager hotel ku sudah mengundurkan diri sendiri pagi ini,jadi aku membutuh kan seseorang untuk menggantinya."
"Apa?,pak Lexi mengundurkan diri?...ini pasti karna aku." kata Elen tampak menyesal.
"Bukan Elen,dia mengundurkan diri karna tidak sanggup lagi menghadapi kelakuan istrinya yang seringkali semena-mena padanya."
"Tapi apa aku pantas mendapatkan jabatan itu?,lagi pula aku belum berpengalaman."
"Kau tenang saja,aku akan mengajari mu setiap hari...maksud ku,aku akan mengajari mu jika ada hal yang tidak kau mengerti."
"Apa kau bisa memberi ku waktu satu malam untuk memikirkanya?"
"Baiklah cantik,aku harap kau akan memberi jawaban yang memuaskan."
Ares sangat geram di dalam ruang rapat,Ares sampai menggebrak meja kala mendapat kiriman foto Elen yang tampak mesra bersama Celvin,sontak saja api cemburu menyala dengan sendirinya.
"Brakkk" semua yang ada di ruangan rapat merasa kaget bukan main akibat gebrakan yang Ares lakukan.
__ADS_1
"Beraninya kau Celvin!" ucap Ares dengan suara gemeratak gigi.
"Rapat kita lanjutkan besok,ada hal penting yang harus aku lakukan." kata Ares sembari keluar dengan emosi yang meluap.Tidak ada satupun yang berani untuk menjawab,semua hanya bisa tertunduk dan mengangguk tanda setuju.