
Setelah Samuel dan Jack sampai di apartemen,Samuel sangat emosi kala mengetahui bahwa Elen tidak ada di sana.Dan emosi Samuel semakin meningkat saat tahu bahwa semua barang-barang Istri keduanya itu sudah tidak ada satupun di sana.
"Apa kau tidak tahu mereka kemana Jack?"tanya Samuel dengan nada tinggi.
"Saya tidak tahu tuan!...karna sudah beberapa bulan saya tidak datang ke apartemen ini."
Samuel merogoh ponselnya dari saku celana miliknya.Kemudian Samuel langsung menelefon istri keduanya itu.Pada panggilan pertama Elen tidak mengangkat telefon darinya,namu pada panggilan kedua barulah Elen menjawab panggilan darinya.
"Hallo Kak Sam!"jawab Elen dengan suara yang gemetaran.
"Kau ada di mana Elen?"tanya Samuel.
Hati Elen langsung menciut kala mendengar Suaminya memanggil namanya tanpa embel-embel Sweety lagi.Sama seperti selama ini Suami tampanya itu memanggilnya dengan mesra.
"A-aku sedang ada di rumah yang baru saja kami sewa."
"Bagus sekali kau Elen!...kirim alamat mu sekarang juga,karna ada hal penting yang harus kita selesai kan?"
"Baik,aku akan men share lokasi kami."kata Elen berusaha untuk rileks.
Elen sudah siap untuk menerima apa pun yang akan terjadi,sekarang ia meyakin kan dirinya sendiri,bahwa apa pun yang akan terjadi pada masa depanya nanti,ia akan berusaha ikhlas untuk menerima nasibnya.Elen hanya mampu berdoa di dalam hati agar Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk masa depanya.
"Tenang lah Elen!...kau tidak perlu takut,karna aku akan selalu melindungi mu."
"Terimakasih kak Mitha!"hanya itu yang terucap dari bibir mungil Elen untuk wanita yang selalu senantiasa ada di garis depan demi membelanya.
Empat puluh menit kemudian Samuel dan Jack sudah muncul di depan rumah kecil yang Elen dan Mitha sewa.
"Tuan Sam!"sapa Mitha saat melihat Samuel dan Jack sudah tiba..
"Aku tidak menyangka kalau sifat lembut mu selama ini hanyalah kedok agar semua lelaki terpedaya dengan kebaikan dan kecantikan mu!!"kata Samuel dengan berang.
"Dengar kan aku dulu Kak Sam!!"
"Plak"Tangan Samuel yang kekar menampar wajah mulus Elen dengan keras,hingga mengakibat kan tubuh mungil istri keduanya itu terhempas.Melihat Elen sedang tak berdaya,Mitha tidak mampu menahan emosinya yang sudah ia pendam dari tadi.
"Hentikan tuan Sam!...seharusnya anda mendengarkan dulu penjelasan Elen!!"kata Mitha tanpa takut sedikitpun.
"Kau siapa berani menggertak ku??....kau hanya seorang wanita yang mendapat belas kasihan dari ku!!...harusnya kau sadar diri sedang bicara dengan siapa?...aku yang membayar mu Mitha!!...lancang sekali kau berbicara seperti itu pada ku!" ucap Samuel dengan emosi.
Karna belum puas untuk hukuman yang Samuel berikan pada Elen,pria pemilik netra biru safir itu kembali menyerang Elen dengan kalimat-kalimat yang pedas.
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah memaafkan mu Elen!!...apa salah Tania hingga kau tega mencelakainya??....aku tahu!...karna kau iri kan?...Kau cemburu dan kau juga iri karna Tania hamil dan mengandung anak ku,sementara kau tidak bisa memberikan anak untuk ku."
"Saya mohon hentikan tuan Sam!!...anda sudah terlalu berlebihan,jangan menguji batas kesabaran ku!!" gertak Mitha pada Samuel.
"Apa kata mu??....apa kau tidak tahu?....wanita yang terlihat sangat baik dan lembut ini dengan segaja membunuh anak ku Mitha!!...apa kau tidak tahu itu?"
"Elen tidak pernah melakukan hal keji seperti yang anda katakan itu tuan Sam!!"
Di tengah perdebatan sengit antara Samuel dan Mitha,ada seorang wanita mungil yang sedang menangis dan merasakan hatinya yang sangat sakit.Ia tak peduli lagi dengan darah segar yang sudah mulai merembes di sudut bibirnya yang mungil.Seumur hidup Elen tak pernah ada seorang pun yang tega menamparnya dengan keras seperti ini.
Bukan tamparan keras dari tangan lelaki yang sangat ia cintai itu yang membuat perasaanya terasa hancur,namun tamparan kata-kata yang sangat tidak pantas untuk ia terima yang membuat Elen merasa sesak di dada,hatinya hancur bak Bom atom yang telah menghancurkan dan meluluh lantahkan semua yang ada di muka bumi ini.
"Kau masih saja membelanya Mitha??...setelah apa yang ia lakukan pada Tania!"
"Ya,karna aku tahu kebenaranlah yang aku bela."kata Tania dengan lantang.
"Ternyata kau ingin mengundang perang dengan ku,Mitha!"
"Kalau iya kenapa?" tanya Mitha tanpa ragu.
Karna emosi Samuel sudah sampai di ubun-ubun,Samuel mengepalkan tanganya yang kekar hendak memberikan Mitha pelajaran.
"Bugg"
"Hentikan tuan!...bisa-bisa anda membunuhnya nanti."kata Jack berusaha menghentikan serangan Samuel yang sudah membabi buta itu.
"Hentikan!!...jangan sakiti kak Mitha,jika kau belum puas,bunuh saja aku!!"ucap Elen merasa tidak terima dengan perlakuan Samuel pada Mitha.
"Aku tetap akan membunuh mu Elen!!...nyawa mu tidak lebih berharga dari nyawa anak ku!!"kata Samuel sembari melayangkan tamparan yang kedua kali di pipi wanita mungil itu.
"Plak"
"Bangsat!!"ucap Mitha sudah tidak sabar lagi dengan sikap Samuel,bukan Mitha tak mampu untuk membalas setiap serangan Samuel,Mitha hanya masih menghormati Samuel,sehingga Mitha menerima semua pukulan dari Samuel.Namun batas kesabaran Mitha sudah habis kala melihat Samuel kembali menyakiti Elen.
"bugg"
Mitha mengarahkan tendanganya ke arah pangkal paha Samuel,lalu membalikan tubuh kekar Samuel agar menghadap kearahnya.Gerakan Mitha sangat cepat,Samuel sangat kewalahan untuk membaca gerakan Mitha.Mitha terus menyerang Samuel pada titik tertentu,membuat sang lawan tak mampu untuk berkutik,bahkan hanya untuk sekedar mengambil nafaspun Samuel tak mampu lagi.Dan akhirnya Samuel terkapar tak berdaya.
Jack tercengang melihat duel antara Samuel dan Mitha,bagaimana mungkin Samuel kalah dari wanita yang berbadan ramping dan yang hanya memiliki tinggi kurang lebih 160 cm itu.Jack tersadar kala mendengar erangan dari Samuel.Jack dengan sigap memapah tubuh Samuel yang setengah babak belur.
"Bukankah sudah kukatakan sebelumnya!...jangan memancing batas kesabaran ku tuan Sam!...tidak mengapa jika anda menyakiti ku,asal jangan berani-barani menyakiti Elen."kata Mitha dengan tegas.
__ADS_1
"Apa yang sudah membuat mu mati-matian untuk melindunginya Mitha??...bukankah aku sudah menghentikan pembayaran gaji mu?tanya Samuel merasa curiga.
"Jika anda berhenti memakai jasa ku,maka akan ada banyak orang lain yang akan membutuh kan jasa ku tuan Sam!"kata Mitha.
"Siapa yang dengan lancang mengambil mu dari ku hah?...kau masih terikat dengan ku Mitha!"ucap Samuel.
"Sudah tidak lagi tuan Sam!...setelah anda menghentikan pembayaran ku."balas Mitha.
"itu artinya kau tidak setia pada tuan mu,Mitha!"ucap Samuel sembari memegangi rahangnya yang terasa ngilu.
"Bagaimana aku bisa setia pada orang yang tidak setia pada istrinya sendiri?"
"Apa maksud mu Mitha?"
"Anda tahu jawabanya tuan!"ucap Mitha.
"Katakan siapa yang sudah menjadi bos baru mu Mitha!"ucap Samuel.
"Tuan Ares yang meminta ku untuk selalu melindungi Elen!"kata Mitha.
"A-apa??"tanya Elen tak percaya.
Lelaki tampan sahabatnya itu ternyata masih terus memantau dirinya,padahal Elen sempat berpikir kalau Aladinya itu sudah melupakanya.
"Ya,Elen!...tuan Ares meminta ku untuk selalu menjaga mu,karna ia tidak ingin kau terluka lagi."
"Sudah ku duga sebelumnya!...ternyata selama ini kau memang selingkuh dengan Ares!!"
"cukup Samuel!!...memang aku cemburu,aku iri dengan kehamilan Tania,tapi bukan berarti aku mampu untuk membunuh anak mu!!...sudah cukup tabah aku menghadapi keegoisan mu selama ini!...dan kau tahu Sam?...tidak ada alasan lagi untuk ku agar bertahan tetap menjadi istri mu!...ceraikan aku hari ini juga,kalau kau tidak mau,maka aku yang akan menggugat cerai untuk mu!"kata Elen tanpa ragu.
"Baik!...dengan senang hati Elen!...kau akan menyesali perbuatan mu!"kata Samuel.
"Aku bersumpah demi diri ku sendiri,bahwa aku tidak akan pernah menyesali keputusan ku!"ucap Elen tanpa ragu.
"Sebaiknya kita pergi dari tempat terkutuk ini Jack!"
"Baik tuan!"
"Kak Jack!!...terimakasih untuk kebersamaan kita selama ini,mungkin setelah ini,kita tidak akan pernah bercanda dan tertawa bersama lagi."kata Elen dengan sangat sedih.
Jack hanya mengangguk sembari tersenyum tipis ke arah Elen.
__ADS_1
Samuel melangkah kan kakinya sembari menahan rasa sakit di hatinya,sejujurnya Samuel tidak ingin mendengar kata-kata cerai dari wanita mungil kesayanganya itu,namun karna wanita kesayanganya itu telah membunuh anaknya yang sedang di kandung oleh istri pertamanya Tania,maka dari itu Samuel tidak mentoleri siapapun yang sudah mengakibatkan ia kehilangan anaknya.Samuel dan Jack pergi meninggalkan rumah kecil tersebut.