Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Mengunjungi Luna


__ADS_3

"Elen??"panggil Jack.


"Ssssstttt"ucap Elen sembari menaruh jari telunjuknya di depan bibir,pertanda agar Jack diam tak bersuara.


"A-"belum sempat Jack menyelesaikan kalimatnya,Elen sudah keburu menarik lengan tangan Jack dan membawa asisten Samuel itu ke luar.


"Kau sedang apa di sini Elen?"


Bukanya menjawab pertanyaan dari Jack,Elen malah berjalan meninggalkan Jack yang masih terbengong.


"Kak Jack,jangan katakan pada kak Samuel kalau aku datang ke sini."ucap Elen kembali menoleh ke arah Jack.


"Tapi?"


"Ku mohon kak Jack,Kak Samuel tidak boleh tahu kalau aku datang ke sini."


"Baiklah Elen."ucap Jack dengan berat hati.


Pria tampan asisten Samuel itu merasa kasihan pada istri mungil atasanya itu.Sebenarnya Jack tidak setuju kalau Samuel rujuk kembali dengan Tania,namun apa boleh buat,Jack hanyalah seorang bawahan yang tak pantas mencampuri urusan rumah tangga bosnya sendiri.


Elen melangkah kan kakinya dengan gontai,meski pun bibirnya mengatakan tidak apa-apa jika ia harus di madu,tapi jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia merasakan sakit yang teramat sakit.Meski demikian Elen berusaha menguatkan hatinya,ia berharap rumah tangganya kedepan baik-baik saja.


Elen mekangkah dengan tatapan kosong,entah apa yang ada di dalam pikiranya,tapi yang jelas saat ini wanita mungil nan cantik itu sedang merasa bersedih,ingin rasanya ia menumpahkan semua air matanya saat ini juga,namun karna posisinya saat ini sedang di tengah jalan yang sementara ramai karna macetnya jalanan ibu kota Jakarta.


Sementara di dalam sebuah mobil yang berada di antara deretan mobil yang terjebak macet,terlihat seorang pria tampan bernetra coklat mendesah dengan pelan kala melihat wanita mungil nan cantik kesayanganya itu terlihat sangat bersedih.


"Kau kenapa lagi honey?...apa pria labil itu kembali membuat mu susah?"tanya Pria tampan yang ternyata adalah Ares itu di dalam hati.


"Bayu,kau pergilah makan siang,aku akan turun di sini,nanti kita ketemu lagi di kantor."


"Tapi Bos!"


"Ikuti saja apa yang ku katakan Bayu!"


"Baik Bos!"ucap Bayu patuh.


Ares turun dari mobilnya dan segera menghampiri Elen yang duduk dengan lesu di depan pedagang kaki lima yang ada di pinggir jalan.Wajah Elen terlihat lelah,bukan hanya lelah karna capek berjalan,namun ia terlihat lelah karna kehidupan ini seakan-akan mempermainkanya.


"Honey?"panggil Ares.


Elen menoleh dengan cepat kala mendengar pria tampan yang sudah terbiasa memanggil dirinya itu dengan mesra.


"Ares?"ucap Elen dengan senyum yang di buat-buat,alias senyum palsu.


"Apa suami Labil mu itu kembali menyusahkan mu?"


"Ahh,ehh,tidak Ares!"


Ares tersenyum kecut kala mendengar jawaban kebohongan Elen.


"Aku mengenal mu Honey,kau bukanlah orang yang pintar untuk berbohong."ucap Ares.

__ADS_1


"Maaf"ucap Elen sembari menundukan kepalanya.


"Apa kau membawakanya makanan?"


Elen menjawab dengan cara mengangguk.


"karna Samuel tidak jadi memakan makanan yang kau bawa,bagaimana jika kita memakanya bersama?...karna jujur aku juga sudah lapar."usul Ares pada Elen.


"Maaf Ares!...aku tak ingin terjadi kesalah pahaman lagi antara Kau dan Kak Samuel,tapi jika kau memang ingin memakanya ambil lah Ares."ucap Elen sembari menyodorkan rantang yang berisi makanan tersebut.


Ares terpaksa menerima makanan yang di berikan oleh Elen padanya,meski pria tampan itu merasa sedikit sakit hati atas penolakan Elen,namun Ares dapat memahami perasaan wanita mungil kesayanganya itu.


"Omong-omong,apa Sofia dan Mitha tidak bersama mu?"tanya Ares.


"Astaga!!"ucap Elen tiba-tiba.


Elen baru ingat kalau ia meninggalkan Sofia dan Tania di dalam mobil,karna ia yang meminta agar kedua wanita cantik pengawalnya itu menunggunya di mobil saja.


"Aku baru ingat Ares,tadi aku meminta mereka berdua untuk menunggu ku di mobil saja."


Elen mengeluarkan ponsel miliknya dari tas selempangnya.Karna Elen berniat akan menelefon kedua body guardnya itu.


Setelah menghubungi Sofia dan meminta kedua body guardnya itu datang,beberapa menit kemudian Sofia dan Mitha sudah muncul di hadapanya dan Ares.


"Tuan Ares?"ucap Sofia dan Mitha bersamaan.


"Hai Sofia...hai Mitha...ambon manise."sapa Ares dengan senyumnya yang menawan.Entah kenapa?,senyuman Ares kali ini mampu membuat hati Elen bergetar dan menghangat,tapi Elen segera menyadari kesalahanya berani-beraninya ia terpana dengan senyum seorang pria yang bukan suaminya itu.


"Baiklah Ares,kami akan kembali ke apartemen,omong-omong,di mana mobil mu Ares?"


Ares kembali menyunggingkan senyum tipis,karna mengingat karna apa ia berada di tempat itu.


"Tadi aku dan Bayu terjebak macet,karna aku melihat mu berjalan sendirian maka aku menyuruh Bayu untuk makan siang sendiri,dan jadilah aku di sini bersama mu."ucap Ares jujur.


"Ya,Tuhan,maafkan aku Ares!...aku selalu saja menyusahkan mu,terimakasih Ares,kau memang benar-benar Aladin ku.ucap Elen dengan tulus.


"It's ok Honey"


"Kalau begitu,kami akan mengantarkan mu ke MJ"


"Tidak perlu honey."


"Kau tidak boleh begitu Ares!!...kami tetap akan mengantar kan mu."


"Baiklah para Ladies"


Setelah mengantarkan Ares ke perusahaan MJ milik Ares,Elen meminta Sofia dan Mitha untuk mengantarkanya ke Mansion milik Ellio,karna Elen sudah sangat rindu pada Luna dan juga tante Olivia.Sesampainya di Mansion milik Ellio,Elen sangat antusias ingin bertemu dengan Luna dan juga tante Oliv.


"Aku sangat merindukan mu Kak Luna!"ucap Elen sembari memeluk Luna dengan mesra.


"Aku juga sangat merindukan mu Elen cantik"ucap Luna membalas pelukan wanita mungil istri Samuel itu.

__ADS_1


"Tante Oliv di mana kak?"


"Mama lagi ada urusan di Singapore,Elen."


"Apa kabar mu dan kabar kak Ellio?"


"Aku dan El baik-baik saja Elen."


"Kalau tidak salah usia kandungan kak Luna sekarang sudah enam bulan kan?...kak Luna terlihat semakin canti saja."


"Kau ini bisa saja Elen."


"Serius kak,bagi ku,kak Luna semakin cantik dengan perut buncit begitu."


"Makasih untuk pujian mu,omong-omong,kau belum berencana untuk hamil lagi?"


Mendengar pertanyaan Mitha membuat Elen kembali bersedih.


"Kami sudah mencoba kak,mungkin Tuhan belum berkenan untuk memberikanya."


"Tidak apa-apa Elen,kalian jangan putus asa,karna waktu masih sangat panjang."


"Kau benar kak Luna."


"Omong-omong,siapa kedua wanita cantik yang bersama mu tadi?"tanya Luna pada Elen.


"Itu kak Sofia dan kak Mitha,Kak Samuel yang meminta mereka untuk menjaga ku."


"Wihh!!...ternyata suami mu itu orang yang sangat peduli rupanya?"


"Iya kak,Kak Samuel sangat peduli pada ku,sama seperti kak Ellio sangat peduli dan sangat menyayangi mu."


"Ya,Ellen,bagi ku dia sangat sempurna,El tidak pernah membuat ku bersedih,El selalu membuat ku untuk selalu bahagia."


"Kau beruntung sekali kak Luna."


"Apa maksud mu aku beruntung sekali Elen?...kau juga sangat beruntung kan telah menjadi istri Samuel?


"ahh ehh,iya,kau benar kak Luna."ucap Elen kikuk.


Setelah puas melepas rindu,Akhirnya Elen pamit untuk pulang,ia meminta Sofia dan Mitha agar segera meninggalkan Mansion milik Ellio itu.


"Sampaikan salam ku pada kak Ellio dan tante Oliv jika pulang nanti."


"Baik Elen,sampaikan juga salam ku untuk suami mu Samuel."


"Bye kak Luna!"


"Bye Elen,hati-hati di jalan."


Elen dan beserta kedua wanita cantik body guartnya itu pun kembali ke apartemen milik Samuel karna hari sudah menjelang sore.Selama di perjalanan Elen memikirkan perkataan Luna yang menyuruhnya agar tetap berusaha supaya ia bisa hamil dan mengandung darah daging Samuel.

__ADS_1


__ADS_2