Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Perdebatan Sely dan Bram


__ADS_3

Apartemen Samuel


Elen dan Milka sudah tinggal di apartemen Samuel.Berkat bocah nan tampan Arthur yang mampu membujuk janda cantik itu agar mau tinggal di apartemen Samuel.


Oma membopong beberapa maid untuk membantu Elen dan kakaknya berbenah.Meski Elen merasa sangat sungkan,karna Oma dan Samuel sudah sangat banyak membantunya.Apartemen milik Samuel sangat besar,Elen dan Milka sampai kagum melihat ruangan itu.


Beberapa menit kemudian,Samuel muncul dengan membawa bungkusan yang sangat banyak.Samuel membawa makanan untuk mereka santap malam ini,serta membawa banyak stok makanan untuk di simpan di dalam kulkas.


"ini terlalu banyak kak Sam"


"stok makanan untuk beberapa hari buat kamu dan kak Milka"jawab Samuel."agar kamu tidak makan mie instan lagi,karna makanan itu tidak sehat"kata Samuel.Wajah Elen memerah karna mengingat kembali saat mereka berpiknic Elen membawa dua bungkus mie instan untuk ia makan.Padahal Oma sudah menyuruh maid untuk memasak banyak jenis masakan yang enak,namun wanita mungil itu kekeh untuk memakan mie instan.


Samuel menegurnya karna Elen mati-matian ingin memakan mie instan yang ia bawa.


"bagaimana tubuh mu tidak kecil?kalau kau tiap hari megkonsumsi makanan tidak sehat itu"kata Samuel saat mereka piknic kemarin.Akhirnya Elen pun mengalah dan membiarkan Samuel untuk mengisi penuh kulkas itu dengan stok makanan yang Samuel beli.


*****


"brengsek,wanita itu sudah menggagalkan rencana ku,ini semua karna kau Bram!"


"kenapa aku yang salah?,bukanya itu lebih bagus?akhirnya kau tidak jadi menikah dengan laki-laki itu."


"kau pikir aku mau hidup miskin terus bersamamu?kau hanya seorang pecundang Bram!"


"plak,kau pikir kau apa hah,kau hanya wanita murahan yang terobsesi untuk kaya,aku sudah memberikan cinta ku dengan tulus untuk mu,tapi kau tidak pernah menghargainya."


Bram menampar wajah Sely karna wanita itu sudah berulang kali mengatainya pecundang.


"Sekarang semua terserah kau Sely,aku sudah tidak peduli lagi,sudah cukup selama ini aku menuruti kemauan mu.Sekarang juga kau angkat kaki dari rumah ini!"


"Bram,maafkan aku sayang,aku tidak ber..."


"aghh,sudahlah Sely,aku sudah muak dengan tingkah mu.Mulai saat ini,kita jalani hidup kita masing-masing,dan setelah anak itu lahir,aku akan merawatnya jika kau tidak mau untuk merawatnya!"ucap Bram yang masih emosi.


Bram sangat sabar menghadapi Sely selama ini,sebenarnya Bram menolak saat Sely merencanakan untuk metebut harta Ellio dengan cara menikah dengan pria itu.Hati laki-laki mana yang sudi jika wanita yang dicintainya menikah dengan laki-laki lain,apalagi wanita yang dia cintai sedang mengandung buah hatinya.Namun karna cintanya pada Sely,dan wanita itu merengek untuk hidup mewah akhirnya Bram setuju dengan rencana Sely.


Kurang apa Bram selama ini,gaji Bram cukup untuk menghidupi wanita itu,asal wanita itu mau hidup sederhana,tapi karna keserakahan Sely yang berambisi untuk kaya,membuat Bram sakit hati.gaji Bram sebagai pegawai pos sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup Sely dan Bram setiap hari,tapi sekarang Bram sudah tidak bisa menerima kelakuan Sely yang selalu menghinanya.


"Bram,please,jangan begini,maafkan aku."ucap Sely memohon."sudahlah Sely,mulai hari ini kita jalani hidup masing-masing."

__ADS_1


"bagaimana dengan anak kita Bram?"


"maksud mu?"


"ya,bagaimana nasib anak yang ku kandung?"


"aku akan tetap bertanggung jawab untuk anak itu,tapi setelah dia lahir."


"tidak bisa Bram,siapa yang akan memenuhi kebutuhan ku setiap hari?"


"itu urusan mu Sely!,bukan kah kau sendiri yang mengatakan kalau kau tidak mau hidup miskin?"


Jadi mulai hari ini urus dirimu sendiri,karna aku tidak sanggup lagi menghadapi sikap mu yang tidak pernah berubah."


Kali ini Bram sudah tidak mau lagi mengalah dan menuruti kemauan Sely,semakin ia mengalah maka semakin tersiksa hidupnya.


******


"Luna"


"emmm?"


"aku cuti"


"cuti?berapa hari Lun?"


"selamanya"


"hah?yang benar Lun?"


"iya Jeane,hari ini aku sudah ajukan surat pengunduran diri?"kata Luna pada sahabatnya itu.


"tapi kenapa Luna?hanya karna yang kemarin?"


"bukan hanya karna itu Jeane."


"lalu?"


Luna menarik nafas berat,jika ia bertahan tetap berada di dekat Ellio,maka Luna akan semakin tersiksa.Karna itulah Luna memutuskan untuk mengundurkan diri.

__ADS_1


"besok aku akan kembali ke lampung Jeane!"


"hah,maksud kamu?"


"aku akan memakai uang tabungan ku untuk buka usaha."


"ahh Luna,kok kamu tega ninggalin aku disini?"


"ini jalan yang terbaik buat ku Jeane."


Bagi Luna ini adalah keputusan yang terbaik,ia tidak ingin semakin terluka.Karna biar bagaimanapun Luna akan tetap bertemu setiap hari dengan Ellio jika ia tidak mengundurkan diri.


*****


Tante Oliv terlihat muram kala mengetahui bahwa Sely adalah wanita tidak baik.tante Oliv menyesal karna tidak mau mendengarkan pembelaan diri Ellio anak semata wayangnya itu.Harusnya ia tidak gegabah mengambil keputusan.Meski demikian wanita paruh baya itu sangat bersyukur karna putranya itu gagal untuk menikah dengan Sely.


Tidak bisa dibayangkan nasibnya dan nasib anaknya kelak,kalau sampai wanita ular itu dan Ellio menikah.


"El,maafkan mama nak,mama tidak pernah mendengar penjelasan kamu,mulai saat ini,mama tidak akan melarang kamu untuk menentukan pasangan hidup mu."


"iya ma,ini juga semua salah ku,karna selama ini aku tidak mengindahkan nasehat mama."Ellio memeluk ibu kandungnya itu.


Tante Oliv dan Ellio bercerita tentang kejadian kemarin,mulai dari Luna sekretarisnya itu yang tidak sengaja mendengar dan melihat Sely dan Bram berbuat mesum,dan untungnya Luna merekam semuanya,karna kalau tidak wanita yang pintar betsilat lidah itu akan menyangkal perbuatanya.


"Kau harus berterimakasih pada wanita itu Ellio,karna kalau bukan karna dia mungkin sampai kapanpun kita tidak akan pernah tau sifat asli wanita licik itu"


Ellio teringat pada Luna,ungkapan cinta yang tidak Luna sengaja mampu membuat Ellio dilema berat.Walaupun Ellio tidak memiliki perasaan pada sekretarisnya itu.Ellio teringat akan kata-kata Luna kemarin.


Ellio menarik nafas berat,pria tampan itu merasa sangat bersalah pada Luna.Tanpa Ellio sadari Ellio sudah berkali-kali melukai perasaan sekretarisnya itu.


"Ellio,besok mama akan ke perusahaan untuk berterimakasih sama Luna,biar bagaimanapun karna Lunalah maka kau tidak jadi menikah dengan wanita ular itu."


"besok katakan pada Luna kalau mama ingin bertemu."


"baiklah ma,besok akan kuberitahu pada Luna"


Tante Oliv tidak begitu mengenal Luna,memang sekretaris Ellio itu pernah datang ke mansion miliknya,namun tante Oliv sudah lupa seperti apa wajah Luna.


Tante Oliv berencana untuk berterimakasih langsung pada gadis itu,karna tante Oliv merasa berhutang budi pada sekretaris Ellio itu.

__ADS_1


__ADS_2