
"Aduh Lun,kepala ku sakit sekali!"Jeane memegangi kepalanya yang tidak dakit.
"kamu kenapa Jeane?"
"aduh Luna sakit!"teriak Jeane."
"Jeane?"
"buggh"Jeane pura-pura jatuh pingsan.
"aduhh sakit banget sih,demi Luna dan pajerro aku rela"ucap Jeane membatin.
"Jeane!!"teriak Luna.
"toloong...tolong"
"waduhh gawat nih,malah Luna teriak lagi,aduh pak Ellio cepat dong,bisa gawat nih kalau tetangga pada datang untuk menolong!"ucap Jeane dalam hati.
"tolong"
"pak Ellio,please datang dong"uacap Jeane dalam hati.
"ada apa...ada apa?"
"tolong pak,Jeane tiba-tiba saja pingsan"ucap Luna panik.
"kita bawa ke puskesmas aja"
kata salah satu warga yang sudah berdatangan karna mendengar teriak minta tolong Luna.
"kita coba pake minyak kayu putih dulu,kalo tidak sadar juga kita bawa ke puskesmas terdekat."ucap ibu Rt.
Di tengah kegaduhan yang di ciptakan oleh Jeane,tiba-tiba terdengar suara bunyi mobil di parkir di depan rumah.
"huff,itu pasti pak Ellio,akhirnya Pajerro ku datang juga."
Ucap Jeane dalam hati,melihat Ellio sudah datang,Jeane pura-pura sadar dari pingsanya setelah di olesi minyak kayu putih di area hidungnya.
"permisi pak!"ucap tante Oliv.
"ibu siapa?"tanya salah satu warga.
"saya calon mertuanya Luna buk!"jawab tante Oliv berbohong.
Mendengar namanya di sebut,Luna menoleh ke arah suara yang mengaku-ngaku sebagai calon mertuanya itu.
"Luna!"
Luna diam tak bergeming kala melihat Ellio dan ibunya datang.Ia mengabaikan kedatangan ibu dan anak itu dan kembali mengurusi Jeane.Melihat Luna mengabaikan Ellio dan ibunya,Jeane merasa sangat bersalah.
"Jeane sudah sadar buk,pak!,bapak dan ibu bisa kembali ke rumah masing-masing."ucap Luna.
Setelah para warga pulang,Luna mempersilah kan Ellio dan ibunya untuk duduk.
"saya buatkan minum dulu tante,pak Ellio"
"tidak usah repot-repot Luna."
"Tante kesini cuma mau berterimakasih sama kamu!"
__ADS_1
"untuk apa tante?"
"terimakasih,karna kamu maka tante dan Ellio mengetahui rencana jahat Sely."
"sudah kewajiban saya untuk melindungi atasan saya tante!."
Mendengar jawaban Luna yang terkesan cuek,Ellio menunduk dan sesekali melirik ke arah Jeane,seolah-olah ingin meminta bantuan pada Jeane sahabat dari Luna itu.
"Luna,emm" kata tante Oliv yang seakan ragu untuk mengatakanya.
"ya,tante?"
"sebagai ucapan terimakasih tante,tante mau ngajak kamu untuk makan malam bersama dengan tante dan Ellio"
"maaf sebelumnya tante,tapi lain kali saja ya tante,soalnya banyak yang harus Luna kerjakan."
"Luna,tante ingin bicara berdua saja dengan kamu,please,tante mohon untuk kali ini saja."
"boleh tante,tapi tunggu Luna ada waktu ya tante,Luna janji"
Ellio tersenyum kecut kala mendengar penolakan dari setiap ajakan ibunya.Tidak sepatah katapun yang keluar dari bibir lelaki bermata coklat itu.Ia ingin bicara namun bibirnya terasa keluh.
"Kalau sudah tidak ada yang mau di bicarakan lagi,saya permisi deluan tante,saya mau melamar pekerjaan."
"apa?"
Tanya Ellio tak percaya pada sekretarisnya itu.
"tapi kamu masih resmi bagian dari Hawkis group Luna"ucap Ellio.
"karna sampai saat ini,aku belum menerima surat pengunduran dirimu."
"Luna,jangan begini,aku minta maaf karna sudah menyakiti mu"
"pak,saat ini kita membahas soal pekerjaan,bukan hal lain,jadi saya mohon bersikaplah bijaksana!"
Entah kemana hilangnya sikap lembut Luna,hari ini Ellio seperti tidak mengenali wanita yang ada di depanya saat ini.Terlalu besar kah kesalahan yang sudah ia buat sehingga Luna sepertinya sangat membencinya?.
"Luna,dalam perjanjian kontrak perusahaan,kau sudah melanggar banyak peraturan,jadi,jika kau tidak ingin mengganti kerugian perusahaan karna sudah melanggar aturan, aku Ellio,selaku pemilik perusahaan harus melihat mu hari ini juga di perusahaan Hawkis group.Waktu mu hanya satu jam! karna kalau tidak,kau harus siap untuk mengganti kerugian akibat pelanggaran yang sudah kau buat"
"apa?"tanya Luna tak percaya.
Tante Oliv hanya menggeleng dan tersenyum menyaksikan perdebatan antara Ellio dan Luna.Dari cara Luna memandang Ellio,tante Oliv bisa melihat bahwa rasa cinta yang begitu besar dari Luna untuk putra semata wayangnya itu.
"Sudah Lun,kamu kembali kerja lagi ya!"kata Jeane.
"Jeane?"ucap Luna sambil melotot kearah Jeane.
"Jeane benar Luna,prestasi mu di perusahaan sangat bagus,apa kamu mau berhenti begitu saja tanpa alasan yang tak pasti?"
Ucap tante Oliv yang sengaja mengatakan "tanpa alasan yang tak pasti"
"ingat Luna,aku dan mama pergi,aku menunggu mu di perusahaan,waktu mu hanya satu jam."
Luna diam tak bergeming,ia hanya menyaksikan orang yang ia cintai dan ibunya itu berlalu dari hadapanya.Dalam hati wanita berlesung pipi itu membenarkan perkataan perkataan ibu dari ceonya itu.Untuk apa ia keluar dari perusahaan yang sudah membuat karirnya berkembang tanpa alasan yang tak pasti.
Luna teringat kembali akan pesan ibunya,teruslah melangkah,jangan pikirkan yang lain,kata-kata itu selalu terngiang di ingatanya.
"Luna,sebaiknya kamu kembali bekerja,emang kamu mampu untuk mengganti kerugian?"
__ADS_1
"Jeane,kamu ini sahabat aku atau tidak?
"ya sahabat kamu lah,masa iya,sahabatnya Ellio?"
"terus kenapa kamu ngotot banget agar aku kembali bekerja?"
"karna pajerro!"
"maksud kamu?"
"ahh,ehh anu,karna kasihan aja lihat si bos tampan mu itu nyariin kamu terus."
"nyari?"
"iya,nyariin kamu terus kesini"
"Jeane,jangan bilang,kalau kamu yang memberi tahu Ellio kalau aku sudah kembali?"
"eng-engak kok?"
"beneran?"
"iya,suer di samber gledek"ucap Jeane sambil mengacungkan dua jarinya.
"awas lho kalau bohong!"
Akhirnya tanpa berpikir panjang,Luna segera bergegas menuju perusahaan yang menaunginya.
*****
"tok...tok...tok"
"Sely,ngapain lagi kamu kesini?"
"Bram!aku kangen kamu"
Ucap Sely memeluk Bram,karna sudah hampir satu minggu ini dia luntang-lantung seperti gelandangan.
"Bram maafkan aku sayang"
"Sudahlah Sely,jangan ganggu hidup ku lagi!"
"tapi Bram,biar bagaimana pun kau harus bertanggung jawab dengan anak yang ku kandung ini"
"tapi Sely,kalau di pikir-pikir,mungkin saja anak itu bukan anak ku,mengingat kalau kamu ini wanita yang sangat licik,jangan kan aku,Ellio sang pewaris Hawkins saja bisa tertipu oleh mu."
"Bram,please sayang,aku akan berubah demi kamu,aku janji tidak akan macam-macam lagi"
"benarkah?"
"iya Bram."
"Tapi maaf Sely,hati ku sudah tertutup untuk mu"
"tidak mungkin Bram,aku tau kalau kau sangat mencintai ku"
"apa yang tidak mungkin?dan oh,satu lagi,aku memang sangat mencintai mu,tapi itu dulu,dan sekarang cinta di hati ku sudah luntur,seiring tingkah laku mu yang tidak berubah."
"Bram...bram...dengar kan aku dulu Bram"teriak Sely sambil menggedor pintu yang sudah di tutup oleh Bram.
__ADS_1
"ini semua karna kau Luna,tunggu saja,aku akan membalas semua perbuatan mu."ucap Sely yang masih marah.