
"Kau pintar sekali beralasan,aku kecewa pada mu Elen,aku tidak menyangka kau sejahat ini pada ku!"
"Luna,ini tidak seperti yang kau pikirkan,jangan salahkan Elen dalam hal ini,aku yang salah." lerai Elio.
"Kalian berdua sama-sama salah,dan kau Elen,apa kau tidak malu duduk berdua dengan lelaki yang bukan suami mu?...kanapa kau tidak mengajak Ares untuk minum bersama mu,kenapa harus suami ku Elen?...apa kau juga mencintai suami ku?.”
"Luna!!" bentak Elio pada istri nya,karena bagi Elio,Luna sudah sangat keterlaluan.
"Kenapa?...kau lebih membela nya?...hoho..aku tahu,karena kau memang sangat mencintai nya kan?"
"Plak" sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi Luna.
"Puku!!..pukul!!...pukul aku sepuas mu Elio!...aku sudah tidak tahan dengan kelakuan mu!" kata Luna dengan berderai air mata.
Saat ini mereka bertiga sudah menjadi bahan tontonan dari khalayak ramai.
"Dasar pelakor!!.…tega sekali kau merusak rumah tangga orang!" teriak beberapa orang dari antara banyak orang tersebut.
"Luna,aku masih menahan diri untuk sabar menghadapi mu,tapi sekarang aku sudah bulat dengan keputusan ku,sebaik nya kita bercerai,karena itu yang kau ingin kan?"
"Elio...kau tidak boleh mengambil keputusan sendiri,orang tua kita harus duduk bersama." kata Luna.
"Tidak perlu Luna,apa kurang ku selama ini,aku memberi kasih sayang ku pada mu dan anak- anak!"
"Tapi cinta mu kau bagi dengan nya,aku tidak suka,dan aku tidak terima jika suami ku masih mencintai orang lain." kata Luna sambil menunjukan ke arah Elen.
"Kau lihat!...mereka sampai mau bercerai karena kau!...dasar pelakor!!" kata salah satu dari khalayak ramai.
Mendengar banyak orang meneriaki diri nya sebagai pelakor,membuat kepala Elen terasa pusing dan berdenyut,pandangan Elen mulai kabur,tak lama kemudian Elen pun terjatuh tak sadarkan diri.
"Elen!" teriak Elio memanggil Elen yang hampir terjatuh.
Dengan sigap Elio menopang tubuh Elen yang hampir saja jatuh ke lantai,tubuh Elio seketika jatuh karena menopang tubuh Elen yang jatuh dengan tiba-tiba,Elio memeluk tubuh mungil milik istri Ares tersebut,karena posisi Elen sedang pingsan,Elio bangun dan memangku Elen dengan lembut.
"Elen,bangunlah." kata Elio sambil menepuk pipi Elen dengan lembut.
Hati Luna bagai teriris menyaksikan suaminya memperlakukan wanita lain dengan manis di depan mata,ia memang mengasihi Elen,bahkan Luna tahu kalau dalam hal ini Elen tidak salah,sebenar nya Luna sengaja melabrak Elen di depan Elio,itu semata-mata agar Elio berhenti untuk mengharap kan Elen,karena saat ini Elen sudah menjadi milik orang lain.
Saat itu Luna meminta Elio menceraikan nya karena Luna tahu kalau Elen masih single,Luna mencoba mengalah dan ikhlas,namun Elio tidak mau menceraikan nya,sejauh ini memang Elio tak pernah menyakiti Luna secara langsung,bahkan Elio selalu berusaha untuk membuat Luna dan anak-anak nya bahagia.
Luna hanya tidak ingin kalau Elio hidup bersama nya tapi hatinya untuk wanita lain.
Mata Luna membulat sempurna kala melihat darah yang mengalir dari bawah dress milik Elen.
__ADS_1
"Elio,cepat bawa Elen ke rumah sakit,dia mengalami pendarahan."
Jantung Elio seketika hampir hilang dari tempat nya kala mendengar perintah Luna,pendarahan,itu berarti Elen sedang hamil,Elio tidak ingin istri Ares itu mengalami keguguran.
"Cepat Elio!!" perintah Luna dengan panik.
"Sayang...bantu aku untuk membuka mobil." kata Elio pada Luna.
Dengan cekatan Luna segera menerima kunci dari tangan Elio dan segera membuka kan pintu untuk Elio.dalam hal ini suami istri itu terlihat tidak sedang bermasalah,mereka berdua terlihat benar- benar panik luar biasa.
Sesampai nya di rumah sakit,Luna langsung berteriak memanggil petugas yang ada di ruang IGD.
Setelah Elen di bawa masuk ke ruangan IGD,Luna menyuruh Elio untuk memberitahu pada Ares.
"Cepat kau beritahu Ares,kalau Elen ada di sini." pinta Luna dengan panik.
"Baik sayang."
Elio merogoh ponsel dari saku celana nya,setelah melakukan panggilan selama dua kali,Ares pun mengangkat telefon nya
"Halo"
"Ares,ini aku Elio,datanglah ke rumah sakit xxx,karena istri mu sedang di rawat di sini."
"Apa?...baiklah,aku akan kesana sekarang." jawab Ares dengan panik.
Richard meraih kunci dari tangan Ares yang terlihat sangat lemas kala mendengar bahwa istri nya di rawat di rumah sakit saat ini,Ares belum tahu pasti apa penyebab istri nya di rawat di rumah sakit,Ares hanya menduga-duga,pastilah istri nya kecelakaan,mungkin karena terlalu sedih akibat perbuatan nya hingga istri kesayangan nya itu tidak memperhatikan jalanan.
Ares menarik rambut nya dengan kasar,dan sesekali mengepalkan tangan karena marah pada diri nya sendiri.
"Ini semua karena aku,jika sampai istri ku kenapa-kenapa,aku tidak akan memaafkan diri ku sendiri." kata Ares sambil mengusap wajah nya dengan kasar.
"Tenanglah Ares,berdoalah agar istri mu baik-baik saja." ucap Richard berusaha menenangkan adik nya.
"Cepatlah sedikit kak."
Ares tampak sangat gusar,ia mulai keringat dingin karena memikirkan istri nya yang sedang di rawat di rumah sakit,padahal di dalam mobil sangatlah dingin.
"Bangsat!!..kenapa macet begini?...tit...tit" umpat Ares sambil membunyikan klakson mobil berulang kali.
"woi...sabar!!...apa kau tidak lihat sedang macet begini?" kata pria dari dalam mobil yang ada di depan mereka.
"Kak Rich,tempat nya sudah tidak jauh lagi,aku akan mencari ojek di depan,kak Rich susul aku nanti." kata Ares keluar dari dalam mobil.
__ADS_1
"Baiklah Ares,hati-hati di jalan."
Ares berlari dengan kencang,ia tak peduli dengan tatapan orang yang melihat nya,ia hanya memikirkan istri mungil nya.
"Kau akan baik-baik saja honey,maafkan aku,aku berjanji tidak akan membuat mu menangis lagi sayang." ucap Ares di tengah- tengah lari nya.
Kurang lebih dua puluh menit Ares berlari menuju rumah sakit,kini Ares sudah tiba dengan deru nafas yang tersengal-sengal.
Ares menghampiri Elio dan istri nya yang berada di depan ruang IGD.
"Elio,di mana istri ku?"tanya Ares dengan panik.
"Tenanglah Ares,Elen sedang dalam pemeriksaan,Elen pingsan,dan mengalami pendarahan." kata Luna jujur
"Apa,pendarahan?"wajah Ares seketika menegang dan pucat kala mendengar perkataan Elio,ia terkulai lemas kala mengetahui kondisi istri nya.
"Ya,berdoalah,agar istri dan anak mu baik- baik saja." jawab Elio.
"Ya,Tuhan,tolong selamatkan istri dan anak ku,ku mohon ya Tuhan."ucap Ares dalam doa nya.
setelah menunggu kurang lebih dua jam lama nya,akhir nya dokter keluar dari ruang IGD tersebut.
"Maaf,apa anda keluarga pasien?"
"Iya dokter,saya adalah suaminya."jawab Ares mendekat pada dokter.
"Tuan Clark,kondisi istri anda saat ini sangat lemah,apa istri anda terlalu lelah?" tanya dokter paruh baya tersebut.
"Tidak dokter,saya melarang nya untuk tidak bekerja." jawab Ares.
"Biasa nya hal ini terjadi karena kelelahan,atau sedang memiliki beban pikiran,karena hal seperti ini bisa memicu pendarahan yang bisa berakibat fatal pada janin dan ibu nya,apalagi kandungan istri anda sangat lemah."
"Lalu, bagaimana dengan istri ku dan kandungan nya?"
"Pendarahan pada istri Anda sudah berhenti, dan janin yang ada di dalam kandungan nya juga bisa di selamatkan,tapi mohon untuk tidak mengganggu nya dulu,karena istri Anda belum sadarkan diri."
"Baik dokter,terimakasih."
Ares bersyukur karena istri dan anak nya baik-baik saja,namun betapa sedihnya hati Ares saat ini,ia tidak tahu lagi harus bagaimana,saat ini ia hanya ingin memeluk istri kesayangan nya.
"Apa saya bisa melihat istri ku dokter?"
"Untuk sementara belum bisa,kami akan memanggil anda jika kondisinya sudah memungkinkan."
__ADS_1
"baik Dok"
"Bersabarlah Ares,istri mu pasti akan baik- baik saja." usaha Elio untuk menguatkan hati Ares.