Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Kekecewaan Luna


__ADS_3

"sweety,kau sedang apa?"


"ini kak,aku lagi baca Novel,ceritanya sangat bagus!"


"coba ceritakan pada ku sweety!"


"ceritanya sedih dan juga lucu!"


"lucu?"tanya Samuel


"tokohnya sangat romantis"


"ada yang lebih romantis dari ku?"


"ihh kak Sam!,eh kak,omong-omong lain kali kalau datang bawa Oma dan Arthur,aku sangat rindu pada mereka!"ucap Elen pada Samuel.


"baik sweety,lain kali aku akan membawa mereka"


"kak Sam,aku sudah bosan setiap hari terkurung di apartemen mu!besok aku akan mencari kerja!"


"tidak bisa sweety,uang ku masih sangat cukup untuk menghidupi mu sampai seribu tahun lagi!"


"aku tau kak,ta-!"


"kau harus menurut sweety,ini kebaikan mu,sekarang tidurlah!"


Samuel megelus rambut Elen,ia memperlakukan kan wanita kesayanganya itu seperti seorang bayi.Hampir setiap hari ia pergi melihat kucing kecilnya itu, untuk memastikan bahwa wanita itu baik-baik saja.Elen sudah tertidur pulas saat Samuel beranjak dari ranjang wanita itu.Samuel keluar dan menutup pintu kamar wanitanya itu pelan agar tidak membangunkan Elen.


"kak Milka,aku pulang dulu,tolong jaga Elen ku!"


"dia sudah tidur Sam?"


"sudah kak!"Ucap Samuel.


"oya Sam, apa kau bisa mencarikan pekerjaan untuk ku?"


"pekerjaan apa yang kak Milka inginkan?"


"apa saja Sam,yang penting halal"


"bagaimana kalau kak Milka buat usaha?"


"usaha apa Sam?"


"usaha yang cocok untuk keterampilan kak Milka!"


"contohnya?"tanya Milka.


"contohnya,keterampilan kakak apa?"


"aku bisa buat berbagai jenis kue kering dan kue basah Sam!"


"nah itu dia kak!,kakak bisa buat toko kue!"


"agh Sam,jangankan toko,kios kecil pun aku tak mampu!"ucap Milka.


"maksud kakak?"


"maksud ku,aku tidak punya modal,aku dan Elen berusaha untuk mengumpulkan uang agar bisa membeli rumah dan kebun kopi warisan orangtua kami yang sudah terjual.


"teruskankan kak!"

__ADS_1


Pinta Samuel pada Milka,Samuel sangat antusias mendengar cerita Milka.Milka menceritakan semua perjalan hidup Elen.Semua ia ceritakan mulai dari Elen yang menikah muda sampai Elen di takdirkan ketemu dengan tante Oliv.


Samuel meneteskan air mata saat mendengar semua cerita Milka.Samuel sangat bangga dengan ketegaran wanita mungilnya itu,dan Samuel sangat berterimakasih pada tante Oliv.Kalau bukan karna tante Oliv,Samuel tidak akan pernah mengenal Elen.Samuel bertekat akan membeli kembali rumah dan kebun warisan dari kedua orangtua Elen berap pun harganya.


"Kak Milka!,kalau kakak serius aku akan membantu memodali kak Milka"


"ehh jangan...jangan...jangan Sam,kau tau sendiri Elen bagaimana?"


"sudah kak Mil,soal Elen tidak usah takut,aku sendiri yang akan membujuknya"


"baiklah Sam!"


Satu jam kemudian setelah puas bercerita,Samuel memutuskan untuk segera pulang.Karna ia melihat calon kakak iparnya itu mengantuk.


****


"tok...tok...tok"


"masuk!"ucap Samuel.


"maaf pak,ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda!"


"siapa?"


"tuan Ares clark!"


"mau apa dia datang kesini?"tanya Samuel.


"tuan Ares mengatakan bahwa ada beberapa hal yang sangat penting untuk dia sampaikan."


"baiklah,suruh dia datang untuk menemu ku!"titah Samuel.


"apa-apaan kau Sam? di mana Elen!"


"untuk apa kau mencari Elen ku?"


"kau keterlaluan Sam,bisa-bisanya kau menyembunyikan Elen!"


"Elen milik ku,jadi aku berhak untuk melindunginya dari orang-orang seperi mu!"


"bukanya ada orang mengatakan bahwa sebelum janur kuning melengkung maka seseorang itu masih milik bersama?"


"jangan menguji kesabaran ku Ares,karna kalau tidak aku akan menendang bokong mu sampai kedalam tubir laut!"


"Sam,biarkan Elen tetap bekerja di perusahaan ku!"


"cihh,kau pikir aku bodoh seperti mu Ares?,aku tahu otak kotor mu itu."


"sudahlah Sam,aku tidak ingin berdebat dengan mu!"


Ares datang menemui Samuel karna sudah hampir satu minggu ia tidak melihat wanita itu.Sehingga Ares memutuskan untuk menanyakanya langsung pada Samuel.


Hawkins group


Luna melangkah kan kaki jenjangnya menuju tempat di mana ceonya itu berada.Jeane menyaran kannya agar memasak makanan untuk ia berikan pada Ellio siang ini.Luna merasa gugup kala sudah sampai di depan ruangan Ellio.


Saat Luna hendak mengayunkan tanganya untuk mengetuk, tiba-tiba saja pintu itu terbuka dan menampilkan sosok Ellio ceonya itu.


"Luna?,sedang apa kau disini?"


"ti-tidak pak!"

__ADS_1


"dan apa yang ada di tangan mu?"tanya Ellio.


"ahh ehh,ini makan siang untuk mu pak!"


"untuk ku?"


"ya"


"apa kau sendiri yang memasaknya?"


"iya pak!"


"terimakasih Luna!"


"sama-sama pak!"


"kau harus menemani ku makan!"


"a-apa?"


"aku meminta mu untuk menemani ku makan!"


Ellio menyuruh Eric asistenya itu untuk mencari makanan di luar,karna Ellio ingin memakan masakan yang sudah Luna bawa untuknya.


"masakan mu sangat enak Luna,sering-seringlah memasak makanan seperti ini untuk ku!"


Luna tak menjawab,sedari tadi dia hanya sibuk mengaduk-aduk makananya dengan sendok.Entah kemana pikiran wanita itu sekarang.


"Luna,makanan mu tidak akan habis jika kau hanya mengaduknya."


Hati Luna menghangat setiap kali ia melihat wajah Ellio yang rupawan.Sejak pertama kali Luna mengenal Ellio,Luna sudah jatuh hati dengan ceonya itu.Namun Luna sadar bahwa ia sudah terlalu jauh bermimpi.Ia selalu bermimpi untuk menjadi kekasih Ellio,namun Luna sadar bahwa ia tak pantas untuk Ellio karna jarak mereka bagai bumi dan langit.


"Luna!"panggil Ellio.


"habiskan makanan mu!"


"aku lagi tidak selera pak!"ucap Luna


"apa perlu aku menyuapi mu?


"ja-jangan pak,aku masih kenyang,aku akan memakanya nanti."ucap Luna.


Luna merapikan bekas makanan yang ia bawa untuk Ellio.Ellio memperhatikan tiap gerakan wanita berlesung pipi itu.


"Luna,aku minta maaf,aku tahu aku sudah keterlaluan!"kata Ellio.


"sudahlah pak,kita tidak usah bahas itu lagi!"


"aku janji tidak akan pernah melarang mu untuk berkencan dengan siapa pun,kau berhak memilih dan menentukan pasangan hidup mu!"


Sejujurnya hati Luna sangat kecewa dengan semua ucapan Ellio,niat hati memasak untuknya agar lelaki itu semakin jatuh hati padanya.Namun semua tidak berjalan sesuai keinginanya.Mendengar semua ucapn Ellio membuat wanita itu berjanji dalam hatinya,bahwa ia tidak akan menangis lagi karna Ellio,dan dia tidak akan pernah lagi untuk mencari muka demi mendapatkan perhatian lelaki itu.


Seulas senyum muram tersungging di bibir Luna kala lelaki yang ia cintai itu tersenyum menatapnya.Luna bangkit berdiri ingin segera keluar dari ruangan kelaki yang sangat ia cuntai itu.Luna melangkah dengan gontai,harinya terasa hambar karna ucapan lelaki yang ia cintai itu.


"pak,aku akan kembali ke ruangan ku!"ucap Luna.


Ia menarik nafasnya dalam-dalam,Luna merasa sesak di dadanya.


"sadar Luna,harusnya kau tahu bahwa kau tidak pantas untuknya,berhentilah untuk selalu mengejarnya,karna kau akan semakin menderita!"ucap Luna dalam hati.


"lanjutkan hidup mu Luna,seperti ibu mu bilang,kau cantik,banyak lelaki yang akan mengejar cinta mu."ucap Luna kembali dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2