
Di sebuah toko ternama tempat penjualan barang-barang brand terlihat seorang wanita cantik sedang kesal karna kartu kreditnya tidak bisa di gunakan untuk pembayaran barang-barang yang sudah di pilih olehnya.Wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Angela.
"Di coba sekali lagi ya mbak!"ucap Angela pada keryawan toko tersebut.
Namun setelah mencoba untuk yang kesekian kalinya kartu kredit milik Angela tetap saja tidak bisa di gunakan.
"Maaf Nona,kartu anda tetap tidak bisa di gunakan"ucap karyawan tersebut.
"Baiklah mbak!..saya akan cek dulu."ucap Angela sembari keluar dengan rasa malu yang luar biasa.
"Mi!...kenapa kartu kredit ku tidak bisa di gunakan?"tanya Angela pada Mami Liza dengan kesal saat menelefon Mami Liza.
"Kok bisa?"tanya Mami Liza kebingungan.
"Aku tidak tahu Mi!..ATM ku juga tidak bisa di gunakan."
"Ini pasti ulah si tua bangka itu."ucap Mami Liza sembari merutuki suaminya tuan Rudy.
"Maksud Mami??"
"Sudahlah Angela!...kau bersabar sedikit.Mami akan menanyakan si tua bangka itu dulu!"
"Iya,Mi!...tapi jangan lama-lama,soalnya aku sudah sangat malu di sini."
"Sebaiknya kau pulang Angela!!...kau tunda dulu belanja mu."
"Iiiiihhh Mami!"ucap Angela terlihat sangat jengkel.
Sementara di kediaman tuan Salim.Terlihat Tuan Rudy Salim dan Mami Liza terlibat perang mulut.
"Apa maksud Papi memblokir kartu kredit dan kartu ATM Angela hah?"tanya Mami Liza bringas.
"Sudah waktunya Angela belajar untuk tidak berfoya-foya,dan mulai hidup tanpa menghambur-hambur kan uang untuk hal yang tidak jelas."kata Tuan Rudy.
"Hah yang benar saja Papi??...bukanya selama ini kau tidak pernah mempermasalahkan itu??...lalu kenapa hari ini papi keberatan??"
*Itu dulu!!...tapi sekarang semua yang ada di rumah ini harus membiasakan hidup dengan berhemat,tidak terkecuali kau!!"kata tuan Rudy dengan tegas.
"Aku tidak mau!!"ucap Mami Liza lebih beringas lagi.
"Terserah kau Liza!!...yang jelas,kau pun akan merasakan hal yang sama seperti Angela."
"Apa?...tidak..tidak...tidak!...kau tidak boleh melakukan itu pada ku."ucap Mami Liza tidak terima.
__ADS_1
"Kenapa tidak??...kau dan Angela harus membiasakan hidup hemat,karena perusahaan sedang di ambang kebangkrutan."ucap tuan Rudy berbohong.
"Aku tahu kau berbohong Papi!!"ucap Mami Liza tak percaya.
"Apa gunanya aku berbohong pada mu?"
Mendengar perkataan suaminya membuat Mami Liza menegang,sesaat wajahnya terlihat memucat tidak di pungkiri kalau saat ini dirinya sedang di rundung kecemasan.Bagaimana tidak?,kalau benar perusahaan suaminya betul-betul bangkrut,maka ia dan putrinya Angela akan hidup miskin dan tak bisa berfoya-foya lagi.
"Kau tidak boleh membiarkan perusahaan kita bangkrut Pi."
"Itu semua tergantung dari kalian,mau hidup sederhana agar perusahaan tetap stabil,atau berfoya-foya agar perusahaan bangkrut dan kita akan hidup miskin?...pilih mana??"tanya tuan Rudy tampak serius.
Bukan tanpa alasan tuan Rudy berbohong pada istrinya,pasalnya ia masih mengulur waktu demi mencari cara yang tepat untuk menceraikan istrinya yang penuh kemunafikan itu.Tuan Rudy takut jika ia menceraikanya untuk saat ini,maka akan berimbas pada keselamatan putranya Arsen dan juga dirinya.
Tuan Rudy sangat tahu seperti apa istrinya,Mami Liza seorang wanita yang sangat licik yang tidak segan-segan menghabisi nyawa orang yang sudah menghalangi ambisinya.
Mami Liza tampak mengernyitkan alisnya,wanita kejam itu merasa ada yang sudah di sembunyikan oleh suaminya.Karna tuan Rudy bukanlah orang yang pintar berbohong selama ini.
"hemm!!...kau pikir aku bisa kau bohongi?...aku akan mencari tahu tentang ini,kalau sampai kau berani berbohong pada ku,maka aku akan melenyapkan mu tua bangka!!"ucap Mami Liza dalam hati.
Mau tak mau Mami Liza harus mengikuti skenario yang sudah di buat oleh suaminya itu,karna ia berencana akan menjatuhkan suaminya pada saat yang tepat nantinya.Dalam hati wanita licik itu akan menyusun rencana untuk segera mengalihkan semua kekayaan tuan Salim pada dirinya,tanpa ia tahu kalau suaminya sudah mengetahui siapa sebenarnya dirinya dan putrinya Angela,dan Mami Liza juga belum mengetahui kalau suaminya itu sudah mengalihkan semua kekayaanya pada putra kandungnya Arselino Salim.
"Baiklah papi,kami akan hidup hemat,tapi Papi tidak boleh putus asa untuk mempertahan kan perusahaan kita."
*****
Pagi ini Samuel terlihat sudah sangat rapih,sudah beberapa malam ia dan Arthur menginap di apartemen miliknya.Karna Samuel dan Arthur merasa lebih nyaman berada di dekat wanita cantik kesayangan ayah dan juga anak itu.Meski Tania meminta Arthur berulang kali agar tinggal bersamanya di Mansion,namun Arthur menolak permintaan wanita yang sudah melahirkanya itu.
"Kak Sam!...sebentar siang aku dan Arthur akan ke Mansion untuk menemui kak Tania."ucap Elen.
"Untuk apa Sweety?"
"Aku hanya ingin membuat Arthur lebih dekat dengan kak Tania.Biar bagaimana pun,dia adalah ibu kandungnya."
"Percuma saja Sweety!...karna toh Arthur tidak akan pernah bisa dekat dengan Tania.*
"kenapa tidak kak?...kan belum di coba?...Aku ini juga pernah menjadi seorang ibu,aku bisa meraskan bagaimana sakitnya jika mendapat penolakan dari anak kandung kita sendiri.Lagian jika kita terus menerus membiarkan Arthur membuat jarak pada kak Tania,itu sama saja artinya kita menghukum kak Tania atas kesalahan yang tak pernah ingin ia lakukan.Biar bagaimana pun,kak Tania melakukan semua itu demi kau dan juga Arthur."ucap Elen panjang lebar.
Samuel mendesah pelan sembari menarik nafas,ia membenarkan semua perkataan istri mungilnya itu,ya memang tak sepantasnya mereka membiarkan Arthur membuat jarak antara dia dan juga ibu kandungnya.
Samuel meraih tangan mungil milik istri cantiknya itu,ia mengangkat tangan mungil itu lalu menciumnya berulang-ulang sembari berkata.
"Tuhan sangat baik pada ku,karna apa Sweety?...karna Ia telah memberikan istri yang teramat baik untuk ku.Hati mu sangat tulus Sweety,aku berjanji akan selalu membuat mu tersenyum bahagia."ucap Samuel tulus.
__ADS_1
Elen tersenyum bahagia,matanya yang bening dan yang meneduhkan itu terlihat berbinar kala mendengar ucapan manis suaminya.
"Aku lebih bersyukur kak,ternyata di balik semua takdir ku yang selalu menyedihkan,Tuhan memberikan pada ku untuk pengganti mendiang suami dan anak ku yang sama-sama luar biasa."ucap Elen dengan senyum yang semakin mengembang.
"sebentar tunggu aku,aku akan mengantarkan kalian berdua ke Mansion siang ini."
"Tidak usah jika kau sibuk Kak!"
"Aku tidak sibuk Sweety!"
Saat sepasang suami istri itu sedang berbicara,ponsel Samuel berdering menandakan ada seseorang yang sedang menghubunginya.Setelah melihat siapa yang memanggil,Samuel segera menjawab telefonya.
"Ya,Jack?"
"Maaf tuan Sam!...tuan Alfonso membatalkan perjanjian kerjasama yang sudah kita sepakati."ucap Jack pada Samuel.
"Kenapa bisa begitu Jack?"
"Maaf tuan,kalau bisa saya saran kan,sebaiknya tuan menanyakanya langsung pada tuan Alfonso."saran Jack pada Samuel.
"Baik,kau tunggu aku di situ Jack!"
"Baik Tuan!"
Setelah selesai berbicara dengan Jack,Samuel langsung meminta maaf pada istrinya karna tidak bisa mengantarkan Istri dan anaknya ke Mansion untuk bertemu Tania.
"Sweety!...aku minta maaf karna tidak bisa mengantarkan kalian berdua."
"Tidak apa-apa kak,kan ada kak Sofia dan kak Mitha."
"Sofia,Mitha!!...aku percayakan Istri dan anak ku pada kalian berdua,keselamatan mereka adalah tanggung jawab kalian,kalian paham??"ucap Samuel dengan tegas.
"Siap Tuan!"kata Sofia dan Mitha bersamaan.
Setelah Samuel pergi,Elen mengajak Sofia dan Mitha bercerita sembari menunggu Arthur pulang sekolah.Elen meminta pengawal cantiknya yang bernama Mitha itu menceritakan tentang masa lalunya saat-saat masih di kemiliteran.
Elen sangat penasaran dengan Mitha yang sangat dingin dan tertutup,namun meski Mitha tampak pendiam dan tertutup,tapi ia sangat menyayangi Istri tuanya itu,terbukti dari cara Mitha yang selalu mengingatkan Nyonya kecilnya itu untuk makan tepat waktu,dan istirahat tepat waktu.
"Kak Mitha!...bisakah kau bercerita sedikit pada ku,tentang saat kau masih di kemiliteran?"tanya Elen pada Mitha.
Mitha terdiam sejenak,air mukanya terlihat sudah mulai berubah kelam,entah apa yang sedang ia pikirkan,melihat pengawal cantiknya itu diam tak merespon dan berwajah kelam,akhirnya Elen tidak memaksa agar wanita Es itu bercerita.
"Kak Mitha!...jika permintaan ku membuat mu jadi tidak nyaman?...lupakan saja,dan maafkan aku kak!"ucap Elen merasa bersalah.
__ADS_1