Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Luna di sekap 2


__ADS_3

"bukanya terakhir aku melihat kau sedang hamil?"tanya Luna pada Jeane.


"kau tidak perlu mengurusi aku Luna!"


Pria tampan yang sedari tadi hanya berdiri dan menyimak apa yang sedang di bicara kan oleh ketiga wanita tersebut,hanya bisa diam kala mendengar perdebatan mereka.


"hei kau pria tampan,lepaskan sahabat ku,biarkan aku yang akan menggantikanya disini,dan satu lagi,jangan mau terpedaya dengan wanita iblis seperti dia!"kata Jeane yang tidak gentar sama sekali.


Pria tampan yang di ajak bicara oleh Jeane langsung tercengang dengan keberanian wanita tersebut.


"lebih baik kau diam!"bentak Sely karna kesal dengan mulut Jeane yang terlalu cerewet.


"bagaimana aku bisa diam jika kau belum melepaskan Luna?"


"jangan mimpi untuk bisa keluar dari tempat ini."kata Sely.


"hei pria tampan,siapa nama mu?,dan atas dasar apa kau mau membantu manusia laknat seperti dia?"


"sudah kubilang diam!"kata Sely sembari menjambak rambut Jeane.


"Sely jangan sakiti dia,sebenarnya apa mau mu?"


"kau tanya apa mau ku?,mau ku adalah menghabisi mu saat ini juga!"kata Sely.


"lalu apa yang kau tunggu?,habisi saja aku,asal kau lepaskan sahabat ku!"kata Luna.


"aku akan menghabisi kalian berdua"


Melihat perdebatan ketiga wanita itu tidak akan berakhir,maka pria tampan itu langsung mengeratak mereka agar diam.


"Sely,apa keuntungan ku jika harus melenyap kan mereka berdua?"tanya pria tampan itu pada Sely.


"Hugo,bukan kah kau sangat ingin membalaskan dendam mu pada Ellio?,hanya dengan cara menghabisi orang yang sangat dia cintailah maka dendam mu akan terbalas.


"Sely,itu hanya sebuah masa lalu,aku tidak ingin berurusan lagi dengan orang itu!"kata pria tampan yang bernama Hugo itu.


"kau betul Hugo,mencari gara-gara dengan pak Ellio,itu adalah masalah besar!"kata Jeane.


"tutup mulut mu!"bentak Sely pada Jeane.


"plak"Sely menampar wajah Jeane.


"cukup Sely!,lebih baik sekarang lepaskan mereka,kau belum tau berurusan dengan siapa?"kata Hugo.


"aku tidak peduli dengan siapa aku berurusan Hugo,tujuan ku hanya untuk membunuhnya,karna dia sudah menghancur kan hidup ku!"kata Sely sambil menunjuk Luna.


"sudah ku katakan,aku tidak mau berurusan dengan orang itu,jadi sebaiknya kita lepaskan mereka!"kata Hugo.


"Hugo,kenapa sekarang kau berubah pikiran?"

__ADS_1


"itu karna aku tidak tahu,kalau kau sudah menipu ku dengan mengatakan,akan mendapat keuntungan besar dari orang yang akan ku habisi."


"rupanya kau sudah tertipu oleh wanita ular ini Hugo!"


"bugh"


Sely langsung meninju wajah Jeane hingga membuat Jeane terjatuh dari kursi dalam keadaan terikat.


"Jeane!!"teriak Luna kala melihat sahabatnya itu jatuh dengan kursinya.


"Sely,sekali lagi kau bertindak,maka aku tidak akan segan-segan menghancur kan kepala mu!"kata Hugo sambil menodong kan pistolnya ke arah Sely.


"Hugo,ma-maaf kan aku!,turunkan pistol mu,nanti kau bisa melukai ku!"kata Sely.


Di tengah perdebatan mereka,tiba-tiba saja Ellio dan Eric serta anak buah Richart sudah datang untuk menyelamat kan Luna dan Jeane.


Ellio merasa hatinya bagai disayat-sayat,kala melihat kekasihnya mengalami luka di bibirnya akibat tamparan Sely.


"Aku sudah menduga Hugo,bahwa kau dalang di balik semua ini!,beraninya kau menyakiti kekasih ku!"ucap Ellio berapi-api.


"ini tidak seperti yang kau lihat Ellio!,wanita licik ini yang mempengaruhi ku,aku tidak tahu kalau di-"


Belum sempat Hugo menyelesaikan kalimatnya,Ellio sudah menembakkan pistolnya ke atas langit-langit ruangan itu.


"pak Ellio dia berkata benar!"kata Jeane.


Merasa Jeane sudah membelanya,Hugo bergegas membantu Jeane untuk bangun,dan melepaskan ikatan tanganya.


"turunkan senjata kalian,karna kalau tidak,aku akan menembaknya"kata Sely.


"kalau kau berani menyakitinya aku tidak akan segan-segan membunuh mu!"ancam Ellio.


"aku bilang turun kan senjata kalian,aku tidak main-main Ellio"kata Sely.


Melihat keseriusan Sely,akhirnya Ellio dan yang lainya menurun kan senjata.


"dor"


terdengar bunyi tembakan yang dilakukan oleh Sely.


"dor"


masih dengan bunyi yang sama.


"Lunaaa!"


Teriak Jeane kala melihat sahabatnya itu terkapar tak berdaya.Saat Sely akan menembak untuk yang ke tiga,Jeane secepat kilat menendang perut Sely hingga wanita itu terpental ke meja.


"No...no,!"

__ADS_1


Teriak Ellio sambil berlari memeluk kekasihnya itu yang sudah tak sadarkan diri.


"sayang,aku mohon bangun!,bangun sayang!"Ellio mengguncang tubuh Luna yang sudah bersimbah darah.


"Eric,siapkan mobil!"kata Ellio sembari mengangkat tubuh Luna,Ellio berlari secepat kilat untuk membawa tubuh Luna.Berharap kalau kekasihnya itu masih bisa tertolong.


"bertahan lah sayang!"kata Ellio.Tak terasa air mata pria tampan itu pun jatuh dari pelupuk matanya.Ia sangat takut jika wanitanya itu tidak bisa bertahan.


"Eric,lebih cepat lagi!"perintah Ellio.


Setelah Ellio pergi membawa Luna,Jeane tak henti-hentinya meninju wajah Sely,tidak bisa di bayangkan wajah Sely sekarang yang sudah babak belur.


"bugh"


Tinjunya sekali lagi.


"kalau terjadi apa-apa pada Luna ku,aku tidak akan segan-segan untuk menghabisi mu!,sekarang bukan hak ku untuk menghabisi mu,keputusan untuk kau mati atau hidup,itu ada di tangan Ellio.Tapi jika Luna ku tidak selamat,maka aku tidak perlu menunggu perintah dari Ellio,aku akan langsung menghabisi mu!"kata Jeane yang emosinya belum surut.


"dan kau Hugo,aku tidak perduli siapa kau?,setelah ini aku akan memberi pelajaran pada mu!"kata Jeane pada Hugo.


Hugo tak bergeming kala mendengar ancaman dari Jeane.Sedari tadi dia tidak henti-hentinya mengagumi Jeane.Bagi Hogo,wanita itu sangat berani,tak ada rasa gentar sedikit pun dari wanita tomboy itu.


"kalian jaga wanita iblis ini,aku akan menyusul pak Ellio dan Luna."perintah Jeane pada anak buah Ellio dan Richart.


Ellio menunggu harap-harap cemas di ruangan Operasi.Terlihat tante Oliv,Oma,Samuel serta Elen juga ada si sana untuk menemani Ellio.


"Jeane,sudah berkali-kali ku kata kan,jangan pernah meninggal kan Luna!!"bentak Ellio pada Jeane yang baru saja tiba dari tempat kejadian.


"ma-maaf kan saya pak Ellio"jawab Jeane yang sudah di banjiri air mata.Ia menangis bukan karna di bentak oleh Ellio,namun ia menangis kala melihat sahabatnya itu sedang berjuang untuk bisa hidup.


"aku tidak butuh maaf mu Jeane!,aku butuh Luna ku untuk tetap hidup!"


Jeane menangis sejadi-jadinya,ia merasa kalau dirinya sangat tidak berguna.


"kak El,bersabarlah,Jeane juga pasti sangat terpukul dengan kejadian ini."kata Elen berusaha membuat kekasih Luna itu mereda.Melihat Elen mengusap-usap lengan Ellio,Samuel merasa nafasnya naik turun,mata birunya langsung melotot ke arah Elen.Menyadari singa labilnya itu cemburu,Elen langsung mundur mejauh dari tubuh Ellio.


Saat pintu ruangan itu terbuka,keluarlah dokter yang menagani operasi Luna.


"bagaimana kedaanya dokter?"tanya Ellio.


"kami sudah mengeluar kan peluru dari tubuhnya,sekarang dia dalam masa kritis,kita berdoa saja agar nona Luna bisa melewati masa kritisnya.jika ia mampu melewati masa kritisnya,maka kemungkinan besar ia bisa bertahan.


"baik dok terikasih!"kata Ellio.


"Jeane,kemarilahJeane,maafkan aku!"ucap Ellio meminta maaf.


"maaf,karna aku sudah memarahi mu!"


"iya pak Ellio,saya juga minta maaf,karna sudah tidak berguna!"kata Jeane.

__ADS_1


"siapa bilang kau tidak berguna Jeane?,untung ada kamu,kalau tidak,aku tidak akan pernah tau keberadaan Luna,terimakasih Jeane.


Ellio merasa bersalah pada sahabat Luna itu,tak sepantasnya ia memarahi Jeane.Mengingat wanita itu baru saja ia latih untuk jadi pengawal pribadinya Luna.Sekarang Ellio hanya perlu berdoa,agar kekasihnya itu bisa melewati masa-masa kritisnya.


__ADS_2