
Malam ini Elen dan Siska terlihat sangat cantik meski memakai gaun malam yang sederhana.Elen dan Siska pada dasarnya memang sudah cantik alami,meski wajah mereka tidak perlu di oplas dengan makeup yang tebal,namun wajah kedua wanita cantik itu terlihat sedap untuk di pandang.
"Elen,taxi yang kita pesan sudah datang." kata Siska.
"Baik"
Taxi yang membawa Elen dan Siska melaju dengan pelan,hanya memakan waktu tidak kurang 15 menit taxi yang mereka tumpangi akhirnya sampai juga di depan hotel Aston,hotel mewah dan juga berbintang.
Namun saat sampai tepat di depan hotel tersebut,Elen dan Siska sudah di sambut oleh Celvin.Pria tampan itu menatap Elen dan Siska tanpa berkedip.
"Wauw...kalian berdua sangat memukau sekali." puji Celvin.
"Terimakasih Celvin" ucap Elen dan Siska bersamaan.
Celvin menuntun Elen dan Siska memasuki hotel berbintang tersebut.Sesampainya di dalam,Siska tercengang-cengang melihat interior ruangan yang terlihat sangat mewah.
"Acaranya akan segera dimulai,aku sudah menyediakan tempat untuk kita,sebaiknya kita kesana." kata Celvin sembari memegang tangan Siska.
Wajah Siska berubah seperti tomat seketika,bagaimana tidak,si tampan Celvin menggenggam tanganya sangat mesra,sontak semua mata tertuju pada ketiga insan tersebut.Siapa yang tidak mengenal Celvin,pewaris tunggal keluarga Shu itu terkenal sangat handal di dunia bisnis,setahu mereka selama ini Celvin memiliki kekasih seorang model,namun yang mereka lihat hari ini bukanlah seorang model.
Saat Elen,dan Siska serta Celvin sedang asik berbincang sambil menikmati alunan musik,tiba-tiba saja seseorang datang menyapa Elen.
"Elen,kau disini?" tanya Romo Valen senang melihat wanita yang ia anggap sebagai adiknya itu juga berada di sini.
"Kak Valen,kakak juga di sini?"
"Ya,karna aku yang menikahkan pengantinya tadi,jadi aku juga di undang." jawab Romo Valen.
"Kak,kenalkan,ini teman-teman ku."
Setelah selesai berkenalan dan sedikit berbincang,Romo Valenpun pamit undur diri.
"Maaf semua,saya tidak bisa lebih lama lagi disini,karna setelah ini saya harus kembali ke Paroki,karna ada hal yang harus di selesaikan."
"Baik kak,hati-hati di jalan." pesan Elen.
"Baik Elen,kalian juga jangan pulang sampai larut,karna tidak baik untuk kalian."
"Tenang saja Kak,dua puluh menit lagi kami akan pulang." jawab Elen.
"Bagus,aku pergi dulu...tuan Celvin,saya titip mereka pada mu,jadi jaga mereka baik-baik."
"Baik Romo" jawab Celvin dengan sopan.
Secemburu-cemburunya Celvin pada Romo Valen,Celvin tetap harus menghormatinya karna dia adalah seorang Imam.
"Wah Elen,Romo Valen kenapa tampan sekali?" kata Siska tak henti-hentinya memuji ketampanan Romo Valen.
"Tapi aku lebih tampan darinya" kata Celvin ketus karna tak suka mendengar Siska selalu memuji ketampanan Romo Valen.
"tapi dia juga sangat menawan." jawab Siska.
"Aku juga lebih menawan."
"Tidak,romo Valen lebih menawan,kau lihat tadi,senyumanya sangat mempesona sekali,andai dia bukan seorang pastor,ahh...tidak terbayang oleh ku." kata Siska berandai-andai.
__ADS_1
Tidak tahu saja Siska bahwa wajah seorang Celvin sudah berubah bak seekor srigala yang sudah siap menerkam musuh.
"Berhenti memuji-muji Imam baru itu!" kata Celvin ketus.
"Apa hak mu melarang ku,memang kenyataan dia tampan kok!" jawab Siska tak kalah ketus.
"Tapi aku tidak suka kalau kau terus memuji-muji dia di depan ku."
"Itu urusan mu,kau tidak berhak melarang ku!"
"Aku tidak berhak kata mu?...baiklah,aku akan menjadikan mu hak ku sepenuhnya,mulai malam ini kau resmi menjadi kekasih ku." kata Celvin tegas.
"uhuk...uhuk" Siska langsung terbatuk kala mendengar perkataan Celvin.
"Apa?" tanya Siska tak percaya.
"Ya,mulai malam ini kau resmi jadi kekasih ku!" kata Celvin satu kali lagi.
"Jangan bercanda tuan Celvin!"
"Kau tidak percaya?...baiklah." kata Celvin sambil berlalu menuju MC.Celvin meraih mike dari sang Mc tersebut.
"Saya ingin semua orang yang di sini tahu,bahwa saya Celvin Shu,sangat mencintai wanita bergaun biru yang ada di sana." kata Celvin sambil menunjuk ke arah Siska dan Elen duduk.
"Yang mana?...dua-duanya sama-sama bergaun biru." teriak semua orang yang ada di sana.
"Yang bernama Siska." jawab Celvin.
"Yang bernama Siska coba berdiri." kata MC.
Siska sangat malu saat di suruh berdiri,dalam hati ia merutuki perbuatan konyol Celvin.Mau tidak mau,akhirnya Siskapun berdiri dengan memasang wajah tebal karna menahan rasa malu yang teramat sangat.
"Hah,menikah?...bukanya tadi dia bilang hanya menjadi kekasih?...lalu ini apa?" tanya Siska dalam hati.
"Terima...terima...terima." ucap semua orang bersamaan.
Tuan Shu dan juga Nyonya Shu hanya tersenyum melihat tingkah putra semata wayang mereka,mereka sangat menyukai cara Celvin yang terlihat jantan melamar Siska,meski terlihat sangat konyol.
"Jawab aku Siska,maukah kau menikah dengan ku,menjadi ibu dari anak-anak ku?" tanya Celvin sekali lagi.
Siska menatap Elen yang sedari tadi hanya tersenyum,Elen mengangguk tanda ia juga setuju agar Siska menerima lamaran Celvin.
"Terimalah Sis,dia pria yang baik,aku tahu kalau kau juga mencintainya." kata Elen setengah berbisik.
Siska memantapkan hatinya agar menerima lamaran pria tampan yang sudah sejak awal dia sukai.
"Ya,aku mau." jawab Siska pelan.
"Apa?,aku tidak mendengarnya...katakan sekali lagi."
"Ya,aku mau!" kata Siska dengan lantang.
"pok...pok...pok" terdengar suara tepuk tangan yang sangat meriah dari semua undangan,tak terkecuali dari tuan Shu dan istrinya,Nyonya Shu sampai meneteskan air mata karna sangat behagia,akhirnya putranya akan menikah juga,tak penting wanita itu berasal dari keluarga terpandang atau tidak,bagi Nyonya dan Tuan Shu yang penting putra mereka segera menikah.
"Nah,mulai malam ini kau sepenuhnya milik ku,jadi aku melarang mu memuji ketampanan pria lain selain aku." kata Celvin dengan tegas.
__ADS_1
Siska mengangguk tanda setuju,tak terbayangkan betapa bahagianya Siska malam ini,di lamar oleh lelaki idamanya.
"Elen,apa kami bisa meninggalkan mu sebentar?,karna aku ingin mengenalkan calon istri ku pada kedua orangtua ku." kata Celvin.
"Kenapa tidak?...kenalkanlah calon Nyonya Shu ini kepada kedua orangtua mu." kata Elen.
Setelah Siska dan Celvin berlalu dari hadapanya,entah kenapa tiba-tiba saja Elen merindukan Ares,Elen memejamkan mata mengingat setiap kebersamaanya dengan Ares.
"Ares...aku sangat merindukan mu,apa kau baik-baik saja?...maafkan aku Ares,saat itu aku menolak mu,karna aku takut jika kau juga akan meninggalkan ku,aku belum siap dengan kenyataan kalau hubungan kita nantinya tidak sejalan dengan keinginan ku." kata Elen sembari meneteskan air mata.
"Elen!" panggil seorang pria yang tiba-tiba saja duduk di kursi milik Celvin.
"Kak El,kau di sini?" tanya Elen langsung melap airmatanya.
"Ya,apa kau menangis?" tanya Ellio.
"Aku?...ahh,ehh...aku tidak menangis kak." jawab Elen berbohong.
"Mata mu sembab,aku tahu kalau kau baru menangis."
"Oya?"
Karna tak bisa mengelak lagi,akhirnya Elen jujur kalau ia baru menangis karna mengingat Tasya.
"Aku ingat Tasya,kak El" kata Elen setengah berbohong.
"Benar kalau kau hanya mengingat Tasya?"
"Ya" jawab Elen singkat.
"Aku tahu jika ada hal lain yang sedang kau pikirkan Elen."
"Apa maksud mu kak El?"
"Kau sedang memikirkan Ares bukan?" kata Ellio to the point.
"Kau tahu darimana kalau aku sedang memikirkanya.?"
"Aku tahu,karna aku juga sering mengalaminya." kata Ellio jujur.
"Sebelum menikah dengan kak Luna?" tanya Elen.
"Setelah menikah dengan Lunapun aku masih sering memikirkan seseorang,sampai-sampai orang itu sering terbawa mimpi oleh ku,hingga mengakibatkan Luna sering meminta cerai pada ku."
"Kau juga salah kak El,bagaimana mungkin kau masih mengingat wanita lain,sedangkan kau sudah menikah dengan kak Luna,semua wanita akan merasa sakit hati jika suaminya masih mengingat-ingat wanita lain." kata Elen sedikit kesal pada pria yang pernah singgah di hatinya itu.
"Entahlah Elen,sangat sulit untuk melupakanya...aku sudah belajar untuk melupakanya,tapi semakin aku berusaha ingin melupakanya,malah bayang-bayangnya semakin mendominasi pikiran ku.Aku merasa bersalah pada Luna,aku memang menyayanginya,tapi entah kenapa,setengah ruang yang ada di hati ku hanya untuk wanita itu." kata Ellio dengan wajah sendu.
Elen menatap mata Ellio dengan seksama,menelisik kebohongan yang ada di sana,namun Elen tidak menemukan adanya kebohongan di sana.
"Kau serius kak El? Tanya Elen penasaran.
"Apa menurut mu aku berbohong?"
"Akupun mengalami hal yang sama Kak,semakin aku berusaha melupakan Ares,maka bayangan Ares semakin mendominasi pikiran ku...aku sudah berusaha melupakanya,tapi entah kenapa sangat sulit untuk melupakanya."kata Elen.
__ADS_1
"Itu karna kau sangat mencintainya."
"Berarti kak El juga sangat mencintai wanita itu?" tanya Elen penasaran.