
Satu bulan sudah berlalu setelah kepergian Tasya,sampai hari ini Elen masih saja bermurung diri.Namun meski demikian Elen tetap melakukan pekerjaanya sebagai salah satu maid di mansion tante Oliv.Karna Elen bukanlah orang yang tidak tau diri,tante Oliv sudah sangat banyak membantunya,meski tante Oliv kerap melarangnya untuk bekerja tapi Elen tetap bersikeras untuk melakukan pekerjaan sebagai pelayan.
"Elen,,,kamu tidak perlu melakukan semua pekerjaan ini,biarkan para maid yang melakukanya" ucap Ellio dengan lembut.Sejak kehadiran Elen dirumah ini Ellio sangat betah dirumah,bahkan terkadang Ellio rela membawa pekerjaan kerumah.Meski kadang Ellio dan Asistenya Erik sering kewalahan dan tertidur diruang kerja Ellio.
Dan sejak Elen datang dan masuk dalam kehidupanya Ellio tidak pernah lagi gonta-ganti perempuan hingga detik ini.Tante Oliv juga melihat perubahan sikap Ellio dalam hati tante Oliv bersyukur atas perubahan pada diri anak semata wayangnya itu.
" Tidak apa-apa kak El" itulah sebutan Elen pada Ellio.Meski panggilan yang sederhana tapi sebutan itu sangat manis di telinganya."Emang kamu masak apa Elen?"tanya Ellio padanya,"aku masak shup iga sapi kak"jawab Elen datar."pasti enak nih!" kata Ellio getir melihat sikap perubahan Elen sejak kepergian Tasya.
Pagi ini Samuel mengantar oma dan Arthur ke mansion tante Oliv berhubung Arthur masih libur beberapa hari lagi.Ellio yang sudah siap dan rapi berpapasan dengan oma Osi dan Arthur."pagi oma cantik" kata Ellio pada oma,namun wajah Ellio mendadak cemberut kala melihat si duda karatan yang juga menyusul dari belakang.
"Selamat pagi juga buaya buntung"Samuel tertawa dibelakang oma,dia merasa puas karna sudah menjadikan Ellio sebagai mangsanya pagi ini.Tanpa menunggu Ellio mempersilahkan untuk masuk oma Osi langsung menyerobot masuk.
Samuel ikut masuk dia juga sudah merindukan wanita mungil yang mampu menggetarkan hatinya itu.Melihat musuh bebuyutanya masuk,Ellio pun ikut masuk kembali.Dia takut jika si duda karatan itu tebar pesona pada Ellen.
__ADS_1
"Elen dimana Lio?"oma bertanya pada Ellio,karna oma sudah mencari keseluruh penjuru ruangan."Lagi masak didapur oma" oma dan Arthur bergegas ketempat yang Ellio tunjuk,sesampainya di dapur Arthur yang melihat Elen sedang masak yang posisinya membelakangi mereka langsung berlari memeluk Elen dari belakang.
Elen pun sontak kaget, Elen mengusap dadanya sambil berbalik ingin melihat siapa yang memeluknya dari belakang.Dan begitu ia tau siapa yang sudah mengagetkanya Elenpun tersenyum lepas.Elen mencium setiap inci wajah mungil itu.
Ellio meski cemburu namun dia merasa senang melihat Elen tersenyum,begitupun Samuel dia sangat bahagia melihat wanita yang memiliki mata sebening embun itu tersenyum,bagi Samuel dan Ellio senyum wanita yang mereka kagumi itu sangat manis.Apalagi pagi ini Elen memakai kaus berwarna biru dan celana pendek berwarna hitam, warna kulit yang putih mulus ditambah rambut yang dia konde asal membuat kedua lelaki bernetra biru safir dan netra coklat itu semakin terpesona.
"Heii Arthur,,,,apa kabar sayang?kamu sehat kan?" tanya Elen pada Arthur yang kelihatan sangat bahagia bertemu denganya."Arthur kemana saja,kok tante baru lihat lagi?"tanya Elen dengan sangat lembut.Elen mengarahkan pandanganya pada Samuel,sejenak netra biru safir dan netra hitam bening itupun bertemu.
Meski tidak lama Elen menatapnya,namun mampu membuat jantung pria tampan itu berdegup kencang tidak karuan"degg,ada apa dengan jantung ku?" Samuel bertanya pada hatinya sendiri.Tatapan singkatnya saja mampu mengobrak-abrik jantung Samuel,apalagi dengan cintanya pasti akan membuat Samuel mati kutu.
Elen memang cantik tidak ada yang tau kalau dia sudah pernah punya anak,terlihat dari postur tubuhnya yang masih sangat kencang.Elen menikah di usia muda sekali,begitu Elen tamat dari SMA,Marcel langsung meminta kedua orangtuanya untuk melamar Elen,meski kedua orangtua Marcel sama sekali tidak suka pada Elen,tapi karna Marcel mengancam akan pergi merantau kalau tidak mengikuti kemauanya,akhirnya kedua orangtua Marcelpun setuju untuk melamar Elen.
Setelah menikah dengan Marcel,almarhum suaminya itu mengusulkan agar dia kuliah di Universitas Terbuka di daerahnya,sampai diapun mendapat gelar Sarjana pendidikan.Mereka saling cinta dan saling melengkapi sampai suatu ketika tepat satu tahun yang lalu,Marcel yang kebetulan dinas malam di salah satu rumah sakit daerah.
__ADS_1
Malam itu hujan sangat deras sekali,Elen sudah meminta pada Marcel agar meminta izin untuk tidak masuk,Marcel berusaha untuk menghubungi kepala atasanya dirumah sakit.Namun usahanya sia-sia karna sinyal tidak ada dan mati lampu.
Akhirnya Marcel memaksakan diri untuk berangkat,dengan memakai mantel yang lengkap Marcelpun melaju dengan motor yang ia tumpangi.Elen sudah berkali-kali melarangnya agar tidak pergi,namun naas malam itu mengalami kecelakaan tunggal.Motor yang Marcel tumpangi tergelincir di aspal dan menabrak jembatan.
Marcel sempat dirawat dirumah sakit,ia mengalami koma selama tiga hari namun sang pencipta berkata lain,Marcel tidak mampu bertahan ia pun pergi meninggalkan luka yang sangat dalam dihati istri yang sangat mencintai dan dia cintai.
Genap satu tahun Marcel suaminya pergi menghadap yang kuasa,Tuhan kembali memanggil anak yang sangat dikasihinya.Putri semata wayangnya pelipur hatinya,belahan jiwanya.Terkadang Elen merasa hidup ini tidak adil baginya,namun dia sadar bahwa Tuhan sudah merencanakan semuanya dan Elen juga meyakini suatu saat nanti hidupnya akan indah pada waktunya.
Samuel yang merasa dirinya sedang tidak baik-baik saja,dia pun pamit untuk segera berangkat ke kantor.Ellio yang melihat sainganya keluar dia pun juga pamit untuk pergi ke kantor.Sesampainya di mobil Samuel duduk dan bersandar,dia memejamkan matanya Samuel mengingat kembali saat mata bening nan teduh milik Elen menatapnya.
"Arggh...ada apa dengan ku? ahh Elen,,,kau bisa membuat ku gila!" Samuel merutuki dirinya sendiri.Lain Samuel lain pula dengan Ellio,jika Samuel merutuki dirinya sendiri,justru Ellio merutuki Samuel."dasar duda karatan!! apa-apaan dia menatapi Elen ku begitu?" Ellio sangat kesal saat dia memergoki Samuel memandang wanita cantik pujaan hatinya itu.
"Awas saja kau Sam!,tidak akan kubiarkan kau merebut Elen dariku! sama seperti kau merebut Tania dulu!" Ellio bertekat untuk tidak memberi celah pada Samuel dan Elen bertemu.Semakin sering mereka bertemu maka akan semakin besar kemungkinan untuk mereka jatuh cinta.
__ADS_1
"tidakk...tidak...tidak ini tidak bisa dibiarkan,arghh" Ellio memukuli stir mobil miliknya."Arghh Elen,,,aku bisa gila karna mu."Wanita cantik yang sedang mereka pikirkan sedang asik bercanda dengan Arthur."Terimakasih Elen,,,karna kamu sekarang Arthur jadi ceria dan mau bersosialisasi dengan orang lain
Elen memicingkan matanya tidak mengerti akan apa yang oma katakan.Akhirnya oma pun menceritakan keadaan Arthur pada Elen.Semua oma ceritakan mulai dari keadaan Arthur sejak kecil hingga saat ini.