Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Bukan kah ada kau?


__ADS_3

"Rich,apa kau juga akan ikut pulang?" tanya Greg pada sahabatnya itu.


"Tidak Greg,aku masih di sini untuk dua hari kedepannya."


"Baiklah,sampai jumpa kembali di Italia." ucap Greg kemudian berlalu.


"Baiklah Vian,aku pun akan ke rumah sakit,bagaimana dengan mu?" tanya Richard.


""Setelah ini aku juga ingin menemui klienku.aku berharap sebelum kau berangkat ke Italia,kita sempatkan untuk bersenang-senang,setuju!"


"Baiklah,kabari aku jika kau sudah ada waktu." kata Richard.


Setelah Vian berlalu,Richard masih duduk memikirkan Mitha,entah kenapa saat ia mendengar suara Mitha tadi,hatinya sangat bergetar dan terasa sesak mengingat wanita cantik itu.


Richard sangat menyesali perbuatannya yang tidak sedari awal mengutarakan perasaannya pada wanita cantik itu.tapi sekarang penyesalan hanya jadi penyesalan, menyesali nya pun tidak ada arti.


Sekarang Mitha sudah menjadi milik orang lain,dan orang lain itu adalah adik kandung dari sahabatnya sendiri.


"Semoga rumah tangga mu baik-baik saja sampai selamanya,aku berharap kau akan selalu bahagia Mitha,meskipun bersama Leon,Tuhan sudah menentukan takdir mu bersamanya." gumam Richard pelan,dan hanya dirinya sendiri yang dapat mendengarnya.


****


"Kau dari mana saja Rich?" tanya Mommy Melani pada putra sulungnya itu.


"Aku habis bertemu dengan Greg dan Vian Mom."


"Lalu di mana Greg?"


"Greg sudah kembali ke Italia,karena Jeniffer membuat onar lagi."


"Ais...wanita itu,kapan dia akan berubah?" ucap Mommy Melani sedikit kesal pada istri Greg tersebut.


Mommy Melani sangat menyayangi Greg sama seperti anak kandungnya sendiri.jadi ia juga sangat kesal karena mengingat sifat dan watak Jeniffer.


"Mom...kita akan segera pulang." ucap Ares yang tiba-tiba muncul.


"Baiklah nak, Mommy akan menyuruh supir untuk membantu mengangkat barang-barang ini."


"Tidak usah Mom,biar aku yang mengangkatnya." ucap Richard.


"Kau yakin nak?"


"Why not Mom?" ucap Richard sembari mengangkat barang-barang milik Elen dan bayi Aquino tersebut.

__ADS_1


"Wow...lihat paman mu nak,paman mu sangat baik sekali."ucap Ares pada putranya yang ada di pelukannya.


Richard hanya tersenyum menanggapi gurauan adik semata wayang nya itu.


"Tutup mulut mu Ares,sebelum aku menjahit mulut mu!"


"Ares,jangan mengganggu kakak mu,apa kau tidak bersyukur kalau kakak mu sudah dengan rela hati membantu mu?"


"Ya,Mom...aku minta maaf."


Sesampainya di luar,Richard memasukan semua barang-barang milik Elen dan bayi Aquino,entah kenapa Richard sangat suka melakukannya,ia merasa kalau ia juga tengah sibuk mengurus istri nya sendiri,ah...kapan moments seperti ini akan ia alami,tapi Richard meyakinkan dirinya sendiri bahwa suatu saat nanti ia akan ada di posisi seperti adiknya saat ini.


"Ares, sebaiknya berikan Aquino pada Mommy,kau menyetir lah dengan baik."


"Mom,apa tidak sebaiknya Mommy ikut di mobil ku saja?" kata Richard.


"Baiklah,kami ikut dengan mu."


Mobil Ares dan Richard berjalan beriringan,di sela-sela perjalanan mereka,Ares tak henti-hentinya menanyakan keadaan istrinya.


"Honey...apa kau merasa tidak nyaman?" tanya Ares kala melihat istrinya meringis sambil meraba-raba perutnya.


"Ya,aku merasakan jahitannya sangat perih!" jawab Elen sembari menahan rasa sakit.


"Jangan Ares,kata dokter ini hal biasa,karena jahitannya masih baru,nanti rasa nyerinya akan hilang kembali."ucap Elen dengan lembut,ia sangat bersyukur atas segala perhatian Ares pada nya.


"Kau yakin tidak ingin kembali ke rumah sakit?" tanya Ares.


"Tenang saja Ares,bukan kah ada kau yang akan selalu memperhatikan aku dan Aquino?" kata Elen sembari tersenyum pada suami tampan nya itu.


"Ya honey,aku akan selalu menjaga mu dan juga pangeran kecil ku." kata Ares sembari mengelus lembut kepala Elen.


Hari ini Ares merasa kebahagiaannya sudah lengkap,di tambah lagi kelahiran putranya yang sudah lama ia nanti-nantikan.


Beralih pada Richard dan Mommy Melani serta bayi Aquino,putra sulung Mommy Melani itu melajukan mobilnya dengan pelan,mengingat ada ibu dan ponakannya yang harus ia jaga dan ia lindungi.


Mata Richard tak sengaja menangkap sosok cantik yang ia temui tadi siang di dekat restauran.


Richard tak mengalihkan pandanganya dari sosok cantik nan mungil itu, sampai-sampai ia tidak memperhatikan jalan,ia hampir saja menabrak seseorang yang sedang menyeberang jalan.


Untung saja Richard melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,karena kalau tidak,tentu Richard sudah pasti menabrak orang yang sedang menyeberang jalan tersebut.


"Ciiiiittt..." Richard melakukan rem mendadak karena hampir menabrak seseorang.

__ADS_1


"Rich!!... hati-hati nak!" teriak Mommy Melani terlihat cemas.


"Maafkan aku Mom" ucap Richard merasa bersalah.karena ia hampir saja membuat ia dan ibu serta ponakannya celaka.


"Kak Rich,apa yang terjadi?" tanya Ares dengan cemas melalui kaca jendela mobilnya.


"Maafkan aku Ares,aku hampir menabrak seseorang,maka itu aku melakukan rem mendadak." ucap Richard merasa bersalah.


"Kak Rich,kau bisa membahayakan Mommy dan putra ku!" ucap Ares sedikit ketus karena kesal melihat kakak kandung nya itu.


"Sekali lagi maafkan aku Ares,lagian Mommy dan putra mu baik-baik saja bukan?"


"Untung saja mereka tidak kenapa-kenapa,karena kalau tidak,aku tidak akan pernah memaafkan mu kak.!"


"Iya,aku tahu Ares."


"Mom, sebaiknya Mommy ikut kami di mobil ku." pinta Ares pada ibunya,ia takut jika kakaknya tetap tidak fokus mengemudi.


"Tidak apa-apa Ares,kami akan baik-baik saja nak,dan lagi ini sudah dekat."


"Mommy yakin?" tanya Ares untuk memastikan.


"Ya, Mommy yakin kalau kakak mu akan membawa kami sampai ke mansion dengan selamat,bukan begitu Rich?"


"Ya,Mom."


"Baiklah,kalau begitu kita lanjutkan perjalanan,dan kau kak Rich,aku mohon,tolong fokus untuk menyetir."


"Iya Ares,kau terlalu cerewet sekali!" ucap Richard kesal karena adik kandungnya itu selalu mengomelinya.


Richard kembali fokus pada kemudiannya,namun di samping itu,ia tetap memikirkan wanita cantik atau lebih tepatnya si anggrek hitam yang baru ia lihat tadi.


Dalam hati Richard bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi pada wanita itu,setelah ini Richard bertekad untuk mencari tahu tentang wanita itu.


Richard kembali memikirkan perkataan Vian siang tadi tentang bertaruh untuk mendapatkan wanita itu.


Bagi Richard tidak sulit untuk mencari tahu siapa sebenarnya wanita cantik dan juga mungil itu.ia tinggal meminta anak buahnya untuk melacak atau mencari tahu tentang siapa dan di mana wanita itu berada.


Di negara asalnya memang Richard hanya terkenal sebagai pengusaha muda terkaya di Asia tenggara,namun di Italia,ia lebih dikenal sebagai seorang psikopat yang sangat berbahaya.


Namun tidak banyak yang tahu seperti apa seorang Richard sebenarnya,hanya keluarga dan sahabatnya lah yang tahu seperti apa pribadi seorang Richard.


Richard terkenal sebagai seorang mafia yang sangat kejam,namun di balik kekejamannya ia memiliki hati bak seorang malaikat.

__ADS_1


__ADS_2