
Sekembalinya Elen dari bermain bersama Arthur dan Samuel,Siska memberitahukan pada Elen bahwa dua jam yang lalu Ares datang mencarinya.
"Elen"
"Mm"
"Tadi tuan Ares datang kesini mencari mu."
"Oya?...lalu?"
"Wajahnya terlihat sangat sedih sekali,aku rasa tuan Ares sedang ada masalah."
"Benarkah?...kalau begitu aku akan coba meneleponya." kata Elen sembari merogoh ponselnya dari dalam tas selempangnya.
Namun setelah berulang kali meneleponya,Elen sangat kecewa karna tidak bisa menghubungi pria tampan itu.Elen merasa cemas kala medengar perkataan Siska yang mengatakan kalau Ares terlihat bersedih.
Elen berencana ingin menemui Ares untuk memastikan kalau pria tampan yang sedikit demi sedikit telah mencuri hatinya itu dalam keadaan baik-baik saja.Sekaligus Elen ingin memberitahukan niatnya untuk berangkat hari ini juga ke Bogor.
"Siska,kau tunggu di sini,aku akan menemui Ares untuk memastikan kalau dia baik-baik saja,sekaligus aku ingin pamit padanya."
"Pamit?...maksud mu apa Elen?"
"Kau kan tahu,kalau mulai besok aku sudah mulai mengajar di Bogor,jadi hari ini aku harus berangkat ke Bogor."
"Lalu bagaimana dengan ku?"
"Kan ada kak Mitha di sini."
"Tapi kak Mitha sering keluar."kata Siska terlihat gelisah.
"Siska,untuk sementara waktu saja,setelah aku sudah mendapatkan tempat untuk kita tinggal,aku akan datang menjemput mu."
"Baiklah."
"Kalau begitu aku pergi dulu."
Elen menggunakan jasa ojek saat akan menuju ke perusahaan milik Ares,Elen sangat yakin kalau pria itu pasti ada di perusahaanya.Sesampainya di perusahaan milik Ares,Elen segera menuju ruangan milik Ares.Namun Elen tidak sengaja bertemu dengan Bayu asisten pribadi Ares.
"Hai Elen,sedang apa kau di sini?" tanya Bayu.
"Hai pak Bayu,emmm...aku ingin bertemu dengan tuan Ares,apa beliau ada?"
"Tuan Ares tidak bekerja hari ini,karna beliau dan calon istrinya sedang sibuk untuk mencari gaun pengantin." kata Bayu jujur.
"deg"
Entah kenapa,begitu mendengar Ares akan segera menikah,hati Elen terasa ngilu.
"Kenapa hati ku terasa sakit mendengar Ares akan menikah?" tanya Elen dalam hati.
"Nona Elen?" panggil Bayu karna melihat Elen terbengong.
"Ahh,ehh,ya pak Bayu?"
"Kenapa kau diam saja?"
__ADS_1
"Oya pak Bayu,kapan mereka akan menikah?" tanya Elen.
"Apa tuan Ares tidak memberitahu mu?"
"Dia belum memberitahu ku,kami belum sempat bertemu karna aku sangat sibuk." jawab Elen berbohong.
"Mereka akan menikah minggu depan."
"Baiklah pak Bayu,terimakasih untuk informasinya."
"Oke Nona."
Elen melangkahkan kakinya dengan gontai,ia pun bingung,mengapa ia merasa hatinya sangat sakit kala mengetahui Ares akan segera menikah.Elen seakan tidak rela jika Ares di miliki oleh wanita lain.Elen terus melangkah sambil memikirkan kata-kata yang di ucapkan oleh Bayu asisten pribadi pria tampan itu,karna terlalu memikirkan Ares,Elen tidak menyadari bahwa ada mobil dari arah yang tidak ia duga melaju dengan cepat.
"Awasssss!!"
"Bruggh"
Tanpa ada yang menduga sebelumnya,seseorang dengan waktu yang sangat cepat menarik tubuh mungil Elen hingga jatuh terjerembab dengan tubuh kekar yang menarik tubuhnya agar tidak tertabrak.
"Auwww!!" Elen mengerang kesakitan.
"****!!" umpat seorang pria bertubuh tinggi dan bertubuh kekar.
"Apa kau ingin mati?" tanya pria tersebut sedikit emosi.
"Ma-maafkan aku tuan!" kata Elen dengan suara bergetar.
Saat pria yang menyelamatkan Elen tersebut bangun dan berdiri,pria itu tidak berkedip kala melihat wajah cantik wanita yang telah ia selamatkan.
"Ahh,ehh,Ya!...apa kau baik-baik saja?"
"Ya,aku baik-baik saja,hanya siku tangan ku yang sedikit lecet."
"Apa?...kalau begitu aku akan membawa mu kerumah sakit."
"Tidak...tidak usah tuan,aku baik-baik saja."
"Lain kali,kau harus hati-hati jika ingin menyeberang jalan."
"Baik,terimakasih tuan."
"Boleh aku tahu siapa nama mu?" tanya pria tersebut.
"Nama ku Elen."
"Kenalkan,nama ku Celvin Shu...panggil saja Celvin."
"Baik tuan Celvin,omong-omong,terimakasih telah menyelamat kan ku." kata Elen.
"Bagaimana jika kita minum kopi bersama siang ini,anggaplah balasan karna aku telah menyelamatkan mu."
"Maaf tuan Celvin,karna hari ini aku sangat sibuk,sebaiknya kita minum kopi bersama di hari yang lain." tolak Elen secara halus.Elen akui,pria yang menyelamatkanya itu sangatlah tampan,kulitnya yang putih,aroma tubuhnya yang sangat maskulin,di tampah perawakanya tubuhnya yang kekar,tubuh Celvin hampir sama dengan tubuh Ares.Namun saat ini Elen lebih fokus dengan kabar tentang pernikahan Ares dengan wanita lain.
"Baiklah,tapi,bolehkah aku meminta nomor ponsel mu?"
__ADS_1
"Oh,tentu tuan Celvin."
Setelah memberikan nomornya pada Celvin,Elen segera minta ijin untuk pergi dari tempat itu.
"Maafkan saya tuan Celvin,tapi saya harus pergi saat ini juga."
"Baiklah Elen,aku akan menghubungi mu untuk membuat janji minum kopi bersama ku."
."Oke,bye tuan Celvin."
"Bye nona cantik."
Karna tidak behasil menemui Ares,akhirnya Elen pulang dengan sedih karna mengetahui kalau Ares akan segera menikah.Elen merasa kecewa karna Ares tidak memberitahukan pada Elen kalau ia akan segera menikah.
"Motornya kenapa Mas?" tanya Elen pada ojek online yang ia pesan.
"saya tidak tahu mbak."
Setelah berulang-ulang kali menstater motornya namun tidak hidup-hidup juga,akhirnya tukang ojek yang Elen pesan tersebut meminta maaf karna tidak bisa mengantarkan Elen.
"Maafkan saya mbak,saya tidak bisa antar mbak sampai ke rumah,soalnya motornya lagi ngambek."
"Tidak apa-apa Mas,nih untuk bantu perbaikan motornya Mas." kata Elen sembari memberikan selembar uang kertas berwarna biru.
"Tidak usah mbak,soalnya ini belum sampai setengah jalan juga."
"Tidak apa mas,ambil saja."
"Waduh mbak,terimakasih banyak ya,semoga rezekinya lancar."
"Amin" jawab Elen."
Elen menyaksikan kepergian tukang ojek tersebut,melihat punggung tukang ojek tersebut yang berjalan semakin jauh membuat Elen teringat pada sang ayah yang sudah tiada.Elen melanjutkan perjalananya dengan berjalan kaki,namun saat Elen sedang berjalan,matanya tidak sengaja menangkap sosok pria yang sangat ia kenal sedang berjalan bersama seorang wanita cantik yang menggandengnya dengan mesra.
Entah kenapa hati Elen sangat sakit melihat Ares bergandengan dengan mesra bersama wanita lain.Terlihat Ares tersenyum manis dengan wanita yang menggandeng lenganya tersebut.
"Kenapa hati ku sangat sakit melihat mu dengan wanita lain Ares?...Kau memang pantas mendapatkan wanita yang lebih baik dari ku,bahagialah Ares,bahagialah bersamanya." kata Elen dalam hati,tak terasa airmatanya menetes begitu saja.Elen meremas dadanya yang terasa sangat sakit,saat ini ia telah menyadari bahwa ia telah mencintai pria tampan yang selalu menyayanginya itu.
Elen menyesali perasaanya yang tumbuh pada saat yang tidak tepat,tapi Elen juga menyadari bahwa dirinya tidak pantas buat Ares,karna bagi Elen,Ares pria yang sangat sempurna.
Elen menghapus airmatanya,sambil sesekali melirik ke arah Ares dan Celsi yang dengan cerianya berjalan menuju restauran ternama di kota itu.Setelah Ares dan Celsi masuk ke dalam restauran tersebut,Elen pun memutuskan untuk kembali.Elen ingat bahwa hari ini ia harus berangkat ke Bogor.
Elen mengemas barang-barang yang akan ia bawa ke Bogor,Elen hanya membawa barang-barang yang akan ia perlukan,karna ia berencana akan kembali hari minggu untuk menjemput Siska.
Setelah Elen menaiki Bis jurusan Jakarta-Bogor,Elen merogoh ponselnya dan dengan iseng membuat status di status WhatsAppnya.
"Semoga Tuhan melindungi ku dalam perjalanan." isi status Elen."
Setelah selesai membuat status,Elen mengeluarkan Headset dan menempelkanya di masing-masing kedua telinganya, ia memutar lagu milik George groban kesukaanya.
Di lain tempat dimana Ares dan Celsi sedang sibuk mencari cincin untuk pernikahan di toko perhiasan ternama di kota Jakarta,sesekali Ares tersenyum terpaksa saat Celsi bertanya tentang cincin yang ia pilih.Ares hanya menjawab "belilah jika kau suka."
Celsi dapat melihat bahwa Ares memang bersama denganya,tapi jiwa Ares ada di tempat lain.Celsi berusaha untuk setenang mungkin mengajak Ares bicara dari hati ke hati.
"Ares,jika kau belum siap,aku akan meminta pada kedua orangtua kita untuk menunda pernikahan ini." kata Celsi.
__ADS_1
"Itu tidak mungkin Celsi,ibu ku tidak akan mau." kata Ares.