Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Kepergian Oma


__ADS_3

"sayang!..aku akan ke mansion Samuel,karna Elen istrinya sedang kritis di rumah sakit."kata Ellio pada istrinya Luna.


"apa?...Elen sedang kritis?"


"iya sayang!...Jack meminta ku untuk memberitahukanya."


"kenapa bukan Jack saja yang memberitahukanya?"


"ceritanya panjang sayang,nanti akan ku ceritakan pada mu,tapi setelah aku pulang nanti."kata Ellio pada istrinya.


"aku ikut El,aku ingin melihat Elen."


"tidak sayang!...kau tidak boleh ikut,ini sudah malam,tidak baik untuk mu dan anak kita.aku janji,besok aku akan membawa mu untuk melihatnya."bujuk Ellio pada istrinya.


"baiklah,kau hati-hati di jalan."ucap Luna pada suaminya yang di balas ciuman oleh Ellio di keningnya.


Ellio melajukan mobilnya menuju ke mansion milik Samuel,setelah menempuh beberapa menit,akhirnya Ellio tiba di mansion milik sepupunya itu.


"selamat malam tuan Ellio!"sapa seorang maid yang ada di dalam mansion itu.


"selamat malam juga mbak!...apa tuan Samuel ada?"tanya Ellio pada maid itu.


"ada tuan!...apa anda ingin bertemu dengan beliau?"


"ya,aku ingin bertemu denganya,apa kau bisa memanggilnya,katakan padanya kalau aku ingin bertemu."


"baik tuan Ellio,harap menunggu sebentar,saya akan segera memanggilnya."


"baik,terimakasih!"ucap Ellio.


"hai El!..sedang apa kau disini?,apa kau sudah sangat merindukan Oma?"


"ya,Oma ku sayang!...aku sudah sangat merindukan Oma ku yang cantik ini."ucap Ellio sembari mencium pipi Oma Osi.


"kau selalu menggombal Ellio,jiwa buaya darat mu belum saja hilang."


"haha...Oma bisa saja."


"omong-omong,tumben kau datang kesini?"tanya Oma.


Mendengar pertanyaan dari Oma,membuat Ellio ingat tujuanya akan ke mansion itu.


"Oma,aku kesini ingin bertemu Samuel dan ingin memberitahukanya tentang keadaan Elen yang sedang kritis di rumah sakit."kata Ellio.


"a-apa?"tanya Oma tak percaya.


"iya Oma,Elen sementara di rumah sakit,Jack yang memberitahukanya pada ku,karna Jack sudah berusaha menghubungi Sam,tapi tidak berhasil untuk menghubunginya."kata Ellio panjang lebar.


Saat Oma dan Ellio sedang berbicara,tiba-tiba maid yang yang tadi pergi untuk memanggil Samuel turun menemui mereka.


"maaf,tuan!..Nyonya Tania bilang,tuan Sam sudah tidur,dan tidak boleh di ganggu."kata maid itu.

__ADS_1


"apa?...Tania berkata begitu?"tanya Oma.


"iya,Oma!"jawab maid itu singkat.


"kau tunggu di sini Ellio!...Oma yang akan memanggilnya.


"baik,Oma!."


Oma melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamar cucu sematawayangnya itu.Baru saja Oma akan sampai di atas,Tania tiba-tiba saja muncul karna ingin bertemu Ellio.


"Oma?...Oma mau kemana?"tanya Tania.


"aku ingin membangunkan Samuel,dan memberitahukan padanya kalau istrinya Elen,saat ini sedang kritis di rumah sakit!"kata Oma.


"sebaiknya Oma jangan mengganggunya,karna Samuel sudah tidur."


"apa-apaan kau Tania?...istrinya sedang kritis,kau tidak boleh menghalangi Sam,untuk melihat istrinya!"kata Oma.


"jangan membuat ku marah Oma!...sebaiknya Oma kembali,sebelum kesabaran ku habis!"kata Tania menggertak Oma.


"kau tidak ada hak untuk melarang ku untuk memberitahukanya pada Sam!."jawab Oma dengan tegas.


Oma berusaha untuk terus naik sampai ke depan kamar Samuel,namun saat Oma baru saja melangkah kan kakinya ke anak tangga yang lebih atas,Tania menarik tangan Oma agar turun kembali.Oma yang tidak menyadari kalau Tania akan menariknya,tiba-tiba Oma jatuh dan terguling sampai kebawah.


"Oma?....tolong!...tolong!"teriak Tania.


Mendengar ada suara minta tolong,Ellio dan para maid segera bergegas menuju suara minta tolong.Begitupun dengan Samuel,samar-samar ia mendengar suara minta tolong,ia bangun dari tidurnya dan berjalan membuka pintu hendak memastikan,bahwa suara minta tolong yang sempat ia dengar benar-benar nyata.


Bagaimana tidak panik?,jika melihat Oma tercintanya terkapar tak berdaya dengan bersimbah darah.


"Oma!...bangun Oma!"teriak Samuel sembari menepuk-nepuk pipi Oma.


"Oma,kenapa Tania?"


"a-aku tidak tahu Sam!...saat aku membuka pintu ingin menemui Ellio,tiba-tiba saja aku melihat Oma sudah terjatuh."kata Tania berbohong.


"El!...bantu aku untuk membawa Oma ke rumah sakit!"pinta Samuel pada sepupunya itu.


"baik Sam!"


Samuel mengangkat tubuh Oma dan berlari membawanya masuk ke dalam mobil milik Ellio,Ellio melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Ellio sudah tidak peduli dengan kendaraan lain yang hampir saja menabrak dan di tabrak olehnya.


"lebih cepat lagi El!..Oma,aku mohon,bertahanlah Oma!"pinta Samuel dengan sedih.Bagaimana ia tidak sedih?,orang yang selalu bersamanya sejak ia kecil,hari ini tidak berdaya di dalam pelukanya.


Setibanya di rumah sakit Samuel turun membawa tubuh Omanya masuk kedalam rumah sakit.


"suster!...tolong selamatkan Oma saya!"pinta Samuel dengan sangat pada perawat yang mbantunya.


"anda tenang dulu tuan!...kami akan berusaha semampu kami."jawab perawat itu.


"pinjamkan aku ponsel mu Ellio!"

__ADS_1


Ellio menyodorkan ponsel miliknya,karna ia tahu kalau Samuel tidak membawa ponselnya.Setelah Samuel menerima ponsel milik Ellio,Samuel langsung menghubungi asistenya Jack.


"Jack!...kau ada di mana?...kau datanglah kesini,aku membutuhkan mu,karna Oma mengalami kecelakaan.Aku ada di rumah sakit SILOAM,jadi kau cepatlah datang!"kata Samuel langsung memutuskan panggilan.


Sementara di rumah sakit KARYA MEDIKA.


"tuan Sam!"panggil Jack pada Samuel melalui telefon selulernya,namun belum sempat bicara lebih banyak,Samuel sudah memutuskan panggilanya.


"ada apa Jack?"tanya Milka pada Jack.


"tuan Sam,meminta ku agar kerumah sakit SILOAM sekarang!...katanya Oma mengalami kecelakaan."


"apa?...Oma kecelakaan?"tanya Milka pada Jack.


"kecelakaan bagaimana maksud mu Jack?"tanya Milka lagi.


"Entahlah Mil!...tuan Sam tidak memberitahu ku!"


"baiklah Jack!...sebaiknya kau kesana,mungkin Samuel membutuhkan mu!"kata Ares.


"baiklah tuan Ares!...saya permisi dulu!"ucap Jack pada ketiga orang itu.


Setelah Jack berlalu meninggalkan mereka,Milka meminta Ruchart dan Ares agar pulang istirahat.


"Rich,dan juga kau Ares!...kalian pulanglah,agar kalian bisa istirahat,biar aku yang menunggu adik ku."kata Milka kepada kedua laki-laki itu.


"kami tidak akan kemana-mana kak Mil,sebelum kami mengetahui keadaan Elen."kata Ares.


"tapi besok,kalian masih akan bekerja!...oya,Rich!...besok aku minta ijin,karna aku masih menjaga adik ku."


"tidak apa-apa Milka,besok aku akan menyampaikanya pada manajer mu!"kata Richart pada Milka.


"terimakasih Rich."


Richart menganggukan kepala pada Milka sebagai pertanda menerima permintaan terimakasihnya.


Kembali kerumah sakit SILOAM,Samuel dan Ellio menunggu dengan harap-harap cemas,dalam hati Samuel dan Ellio tak henti-hentinya memanjatkan doa agar Oma tercintanya bisa selamat.


"ceklek"terdengar suara pintu di buka.


"dokter!...bagaimana keadaan Oma saya?"tanya Samuel.


Dokter menarik nafas berat,berat rasanya untuk memberitahukan kalau Omanya tidak bisa di selamatkan.


"maaf,tuan!...kami sudah berusaha,tapi,Tuhan lebih menyayanginya,kami tidak bisa menyelamatkanya."kata dokter pada Samuel.


"tidak mungkin dokter,ini tidak mungkin!...tolong berusaha lagi dokter!...pasti anda bisa menyelamatkan Oma saya."kata Samuel sambil menarik-narik kemeja dokter itu.


"tenang Sam!"kata Ellio sambil mengusap-usap punggung milik Samuel,Ellio juga terpukul atas kepergian Oma yang selama ini selalu berdebat denganya.


Samuel menangisi kepergian Oma tercintanya,ia teringat semua kenangan bersama Oma.Sejak ia kecil,hanya Omalah yang selalu ada untuknya,kedua orangtua Samuel memang masih hidup,tapi Omalah yang lebih berperan banyak dalam pertumbuhanya selama ini hingga ia dewasa.

__ADS_1


__ADS_2