Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Rebutan coklat yang sangat manis


__ADS_3

"Heh pria karatan,oma saja tidak keberatan kalau saya ikut,iya kan oma?"


"Sam...Ellio...kalian mau,oma kasi bonus hukuman?"


"no...no...no...cukup oma...cukup"


jawab Ellio yang merasa ngeri dengan hukuman ala oma Osi,entah hukuman yang bagaimana lagi yang ada di benak wanita yang rada-rada sableng tapi baik hati itu?.Hukuman yang oma beri hari ini sudah cukup membuat kedua cucunya itu hampir depresi.


"Ellio,sebaiknya kamu langsung pulang ke mansion, untuk mengobati luka-luka mu itu!"


Bukanya oma tidak mau kalau Ellio datang ke mansionya tapi oma takut kalau-kalau cucu gendengnya itu membuat keributan lagi.


"Tapi oma?"


"Tidak ada tapi-tapian Ellio"


"Baiklah oma" jawab Ellio dengan lesu.


Sesampainya di mansion,Jack memarkirkan mobilnya di garasi mansion mewah itu.Saat Samuel hendak masuk ke dapur untuk mengambil air guna mengompres wajahnya yang lebam,Samuel tidak sengaja menabrak Elen yang kebetulan sedang ada di dapur untuk mengambil air untuk ia minum.


"buphh...auww!"


Elen meringis akibat tabrakan dari tubuh Samuel yang tinggi dan kekar,kepala Elen yang terbentur di dada bidang pria tampan pemilik netra biru safir itu pun langsung terpental dan mengakibatkan tubuhnya tidak seimbang dan hampir jatuh.


Melihat orang yang dihadapanya hampir jatuh,dengan cekatan Samuel berlutut dan meraih tubuh mungil yang ada didepanya itu.Samuel tidak mau wanita cantik betmata bening dan teduh itu jatuh terjerembab ke lantai,Samuel tidak peduli dengan kedua lututnya yang terasa ngilu akibat terjatuh dilantai.


Netra biru safir itu beradu pandang dengan netra hitam bening nan teduh milik Elen,Samuel dapat mencium bau aroma tubuh Elen yang sangat memabukan.Entahlah perasaan apa yang sekarang ia rasakan?.Mengapa hatinya bergetar? dan mengapa pula jantungnya bertalu-talu tidak karuan?.


Begitupun dengan Elen,wanita cantik yang mungil itu dapat mencium aroma musk yang menenangkan hati,namun sesaat kemudian Samuel dan Elen tersadar dari lamunan mereka berdua.Samuel dengan sangat hati-hati membantu tubuh mungil itu untuk kembali berdiri.


Sesaat kemudian Elen memicingkan matanya kala melihat wajah nan tampan itu penuh lebam,saat ia hendak bertanya oma sudah dahulu menimpali.


"Elen jangan tanya wajah si Sam seperti itu! wajahnya seperti itu karna mereka berdua berkelahi untuk rebutan coklat yang sangat manis,iya kan Sam?"


Elen pun semakin tambah heran atas pernyataan oma yang sangat tidak masuk akal,mana ada dua orang dewasa berkelahi demi berebut coklat,apa lagi ini adalah Samuel,yang tidak kekurangan apapun.Tapi Elen tidak ambil pusing dengan semua alasan yang membuat wajah tampan itu sampai sebabak belur ini,yang paling ia utamakan adalah untuk mengobati memar yang ada diwajah lelaki tampan itu.


Elen menyiapkan air serta obat-obatan lainya,dan ia pun menarik tangan Samuel untuk diobati.Samuel terasa disetrum saat Elen memegang tanganya yang kekar,jantungnya kembali bertalu-talu tidak karuan.Apalagi saat Elen memegangi wajah tampan itu,Samuel merasa geli saat telapak tangan mungil itu tanpa sengaja mengelus rahangnya yang di tumbuhi rambut halus.


"auww,esshtt"

__ADS_1


Samuel meringis saat Elen membersihkan lukanya dengan memakai alkohol.


"perih ya?" Tanya Elen pada Samuel yang kelihatan sangat menahan pedih.


"kak Sam tahan ya,ini tidak lama,sebentar lagi rasa perihnya akan hilang kak!" Elen menjelaskan pada Samuel tentang reaksi alkohol yang dipakai untuk bersihkan beberapa luka akibat dari tinju yang diberikan Ellio padanya.


Jack,oma serta beberapa maid yang memperhatikan mereka berdua pun hanya senyum-senyum,betapa akan bahagianya mereka jika seandainya wanita cantik yang sangat ramah itu bisa jadi nyonya mereka.


Saat netra biru safir itu tak sengaja bertatapan dengan netra agak sipit milik oma,yang sedang memanyunkan bibirnya yang sekali-kali maju-mundur,entah apa maksud oma melakukan itu?Samuel sendiri masih bingung apa maksud oma.


Samuel tidak menyadari atau lebih tepatnya tidak peka,padahal oma memberi kode dengan memakai bahasa isyarat yang tidak memakai kode etika itu untuk mencium Elen.Tatapan oma berali ke Jack yang sedari tadi senyum-senyum memperhatikan Wanita cantik itu dengan sang bos,dan oma mendekat serta berbisik pada Jack.


"Makanya cari pacar,jangan jomblo teruss!"


Oma terkikik melihat ekspresi wajah Jack,sementara Jack asisten tampan itu merasa tertohok dengan saran oma yang sebenarnya juga sangat masuk akal.


"sudah selesai kak Sam,oh iya oma,ini sudah sore,kalau begitu saya pulang dulu!"


"Nginap disini saja Elen,nanti biar oma yang kasih tau sama Oliv dan Ellio,kamu mau kan?"


"Lain kali saja ya oma,soalnya malam ini aku mau mempersiapkan diri untuk interview besok oma,tadi sudah dapat panggilan dari perusahaan Mj group,karna tempo hari saya melamar pekerjaan di beberapa perusahan dan puji Tuhan tadi sudah dapat panggilan untuk intervew besok"


"Tapi maaf ya kalau oma lancang,ijazah terakhir kamu apa?


Wajah Elen merah menahan malu,karna sejujurnya ijazahnya itu tidak cocok untuk melamar di perusahaan.


"saya sarjana pendidikan Aud oma"


Jawab Elen malu-malu,tapi ia yakin bahwa dirinya mampu untuk bersaing dengan mereka yang memiliki ijazah yang sesuai bidangnya.


"Tapi saya akan berusaha semampu saya oma"


Elen menjawab dengan cepat,kala melihat keraguan di wajah orang-orang yang melihatnya itu.


"oma percaya bahwa kamu bisa Elen!"


"Terimakasih oma"


Samuel yang menunjukan ekspresi wajah yang sulit diartikan hanya diam terpaku,ia memikirkan nama perusahaan yang akan mekakukan interview kepada Elen besok.Perusahaan MJ adalah perusahaan baru,namun perusahaan itu mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan Elit lainya.

__ADS_1


Kabar yang berembus mengatakan perusahaan MJ dinaungi oleh seorang mafia kelas kakap di Eropa,namun Samuel tidak ambil pusing,sejauh Elen baik-baik saja maka tidak ada yang perlu di khawatirkan.


"Kalau begitu biar Sam yang antar kamu pulang ya!"


"ah tidak perlu oma,saya bisa naik taxi kok,biar kak Sam istirahat saja."


"sudah tidak apa-apa,lagian Sam tidak keberatan kok,iya kan Sam?"


"Sam?"


"Ahh,ehh ya oma?"


"kamu dengarkan oma bilang apa?"


"bisa diulang lagi tidak oma?"


"Oo...ala Sam,mulut oma sudah mau berbusa tapi kamu tudak mendengar,apa perlu oma ambil toak supaya kamu dengar?"


"oh tidak perlu oma!"


Saat masuk didalam mobil,Sam hanya memperhatikan Elen,dan Elen pun yang dipandangi oleh Samuel merasa sangat kikuk.


"Kita jalan kak Sam?"


"Samuel yang melihat Elen tidak memakai sabuk pengamanya berinisiatif untuk memakaikan.Saat Samuel hendak mengambil sabuk pengaman itu dan memasangkanya pada Elen,sontak jantung kedua orang yang berbeda jenis itu bertalu-talu.


Wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja,Elen terpejam saat ia menghidu aroma musk dari tubuh pria tampan pemilik netra biru safir itu,demikian pun Samuel,dia sangat menyukai wangi tubuh Elen yang sangat memabuk kan.


Selama perjalanan kedua insan itu tidak banyak bicara,keduanya merasa sangat canggung,jantung Samuel yang terus bertalu-talu ingin segera ini berakhir,karna ia merasa jantungnya sedang tidak baik-baik saja.


Akhirnya hal yang ditunggu-tunggu Samuel pun tiba,setelah mereka sampai,Samuel kembali melepaskan sabuk pengaman yang ada ditubuh Elen,saat pria tampan itu melihat bibir pink wanita bermata bening nan teduh itu,Samuel melan salivanya.Ia merasa sangat tersiksa dengan situasi ini.


Samuel hendak turun ingin membukakan pintu mobil miliknya,namun dilerai oleh Elen.


"Tidak usah kak Sam,biar aku sendiri...kak Sam tidak masuk dulu?"


"Lain kali saja"


"Baiklah kak Sam,terimakasih,hati-hati di jalan ya kak"

__ADS_1


Samuel pun hanya mengangguk dan bergegas pulang kembali ke mansion miliknya.


__ADS_2