Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Piknic 2


__ADS_3

Elen memalingkan wajahnya keluar jendela mobil,entah apa yang di pikirkan wanita itu,Elen mengingat kembali masa lalunya.Ia teringat masa-masa indah bersama Marcel dan Tasya mendiang suami dan anaknya itu.Elen menarik nafas berat.


Tak terasa kristal bening pun keluar dari pelupuk mata janda cantik itu.Wajar saja jika wanita cantik itu mengingat masa-masa saat bersama mendiang suami dan anaknya,mengingat kepergian suami dan anaknya itu belumlah lama.


Samuel menoleh dan melirik wanita yang ada di sampingnya itu,sejak awal keberangkatan mereka, tidak ada dialog antara pemilik netra biru safir itu dan janda muda cantik Elen.Mereka berdua sama-sama canggung tak ada yang mau memulai pembicaraan.Melihat wanita cantik itu menitikan air mata,Samuel pun merasa panik.Lelaki tampan itu menghentikan laju mobilnya demi mengetahui apa yang sudah terjadi dengan janda cantik itu.


Akhirnya dari sekian lama kedua insan itu berdiam diri,Samuel pun memulai pembicaraan."Elen"panggil Samuel pada Elen.Sedetik kemudian Elen menoleh kearah lelaki yang ada disampingnya itu.


Seulas senyum muram tersungging dari bibir mungil Elen."apa kau sakit Elen?"tanya Samuel sembari meraba kening wanita cantik itu."aku baik-baik saja kak"jawab Elen singkat."degg"jantung Elen serasa terlepas dari tempatnya saat pria tampan yang ada di sampingnya itu memegangi keningnya.Samuel ingin memastikan bahwa janda muda cantik itu baik-baik saja.


"lalu,mengapa kau menangis kalau kau baik-baik saja?"kata Samuel lembut."aku hanya teringat almarhum suami dan anak ku kak"jawab Elen.Samuel menarik nafas lega.Pasalnya ia takut kalau wanita itu menangis karna merasa tidak nyaman berada di dekatnya.


Samuel sangat paham dengan apa yang di rasakan oleh wanita mungil itu.Memang tidak gampang untuk melupakan semua kenangan-kenangan bersama orang yang sangat kita cintai,terlebih itu adalah kenangan-kenangan indah.Bahkan Samuel sendiripun belum bisa melupakan sosok istrinya Tania yang sudah lama berpulang pada sang empunya.


"aku berjanji akan selalu membuat mu bahagia Elen,biarlah semua kenangan-kenangan indah kita bersama orang yang kita cintai menjadi abadi dalam hati kita,dan aku yakin Elen,bahwa mereka pun ingin melihat kita bahagia."ucap Samuel di dalam hati.


"tok...tok...tok" Oma mengetuk jendela mobil Samuel,kala melihat mobil yang Samuel tumpangi berhenti cukup lama.Karna merasa penasaran,Oma pun keluar ingin memastikan apa yang sudah terjadi pada kedua orang tersebut.

__ADS_1


"Kenapa berhenti Sam?"tanya Oma saat Sam sudah membuka kaca jendela mobil miliknya.Samuel diam terpaku,ia pun bingung harus menjawab apa pada Oma tercintanya itu."kau apakan Elen,Sam?".tanya Oma saat melihat mata bening itu sedikit sembab.


"hah,a-aku tidak!"belum selesai Samuel bicara,Oma tanpa merasa berdosa langsung menarik telinga Ssmuel."auw,Oma sakit"kata Samuel."ringis Samuel sambil memegangi telinganya yang terasa panas akibat jeweran Oma.


"rasakan itu,berani macam-macam sama Elen."kata Oma kembali."tapi Oma"Ucap Samuel.


"Elen,kamu di apain sama duda karatan ini?"tanya Oma pada Elen."ahh,ehh,tidak Oma,kak Sam tidak kenapa-kenapai Elen kok,Elen menangis karna ingat Marcel dan Tasya kok Oma,maaf kan saya karna sudah memperlambat perjalanan kita Oma."ucap Elen yang masih bersalah.


"ow,Oma kira si banci kaleng ini,sedang melecehkan mu"kata Oma sambil melototi cucunya Samuel.


"bagaimana Oma tidak mengatai mu banci?,kalau kamu dijewer pelan saja sudah meringis kesakitan."ucap Oma pada Samuel yang masih terlihat kesal pada Omanya itu.


"Elen,kalau kamu merasa tidak nyaman dengan Samuel,biar Oma suru Jack yang menggantikan Samuel untuk menyetir.kita tukaran supirnya gitu"usul Oma pada Elen.


"ahh,mana bisa begitu Oma!"ucap Samuel yang tidak terima,jika posisinya di mobil itu di gantikan oleh asistenya Jack yang juga tampan itu."heh enak saja kau Jack,aku tidak rela kalau kau berduaan saja dengan Elen disini,tunggu saja Jack,aku akan memotong gaji mu nanti"ucap Samuel dalam hati,yang masih dalam mode posesif.


"apanya yang tidak bisa Sam?selama Elen mau,iya kan Elen?"ucap Oma yang sengaja mengerjai Samuel cucunya itu."eh,iya Oma"ucap Elen singkat.Samuel langsung menutup kaca jendela dan menyalakan mesin mobilnya dan langsung melaju.Ia takut jika Oma nekat menyuruhnya pindah dari mobilnya dan menyuruh Jack yang menggantikan posisinya.

__ADS_1


"puff...Sam...Sam."Oma terkikik melihat tingkah posesif Samuel,Oma merasa puas sudah mengerjai cucunya itu.Sesaat kemudian Oma kembali ke mobil yang mereka tumpangi,dan Jack melajukan mobil miliknya kearah yang mereka tuju.Sembari sesekali melirik Milka dari kaca spion.


Jack terpana melihat kakak kandung dari Elen itu,setiap ia bicara,tersenyum sesekali mengarahkan pandanganya keluar jendela.Oma sedari tadi sudah memperhatikan tingkah Jack yang sesekali mencuri pandang pada wanita yang juga berstatus janda itu.


"Jack,fokus pada kemudi Jack! jangan fokus pada yang lain." kata Oma pada Jack " ah,eh,iya Oma"ucap" Jack salah tingkah.Jack sangat tau tipikal Oma,Oma Osi meski sudah tua,tapi Oma sangat pintar untuk membaca gerak tubuh setiap orang yang ia temui,tidak terkecuali Jack.Mobil pun terus melaju sampai tiba di tempat yang mereka tuju.


******


"Ellio,sampai kapan kau mogok bicara sama mama?"tanya tante Oliv pada Ellio anaknya.Sudah tiga hari anaknya itu melakukan aksi mogok bicara padanya.


"sisa berapa hari lagi saja kalian akan menikah,mama minta untuk kamu lebih serius Ellio!"kata tante Oliv.Ellio hanya mendengar semua ucapan ibunya tanpa menjawab satu katapun.Tante Oliv yang melihat putranya selalu bungkam dan tidak pernah merespon perkataanya,merasa sangat sedih.


Entah kemana perginya sifat ceria dan manja anak semata wayangnya itu?."Apa mama sudah salah dalam mengambil keputusan Ellio?sehingga kamu selalu bersikap begini nak!"gumam tante Oliv dalam hati."mama melakukan ini demi kamu sayang"ucap tante Oliv kembali dalam hati.


Ellio tetap bungkam,pria tampan itu hanya sibuk menyuapkan makanan kedalam mulutnya,tanpa menjawab setiap ucapan ibu kandungnya itu.Setelah merasa cukup,Ellio menyudahi makanya dan segera bangkit untuk pergi ke kantor.Meski Ellio masih mogok bicara,namun ia tetap menuju kearah ibunya dan meraih tangan wanita itu untuk di cium.


Setelah itu Ellio pun berlalu dari hadapan ibunya."Maafkan Ellio ma,hanya saja,aku masih kecewa sama mama.Mama tidak pernah mau mendengar penjelasan ku.Aku anak mama,harusnya mama lebih mempercayai ku,bukan wanita licik itu.Aku tidak bisa membayangkan kalau suatu saat nanti mama tau kebenaran tentang wanita ular itu"ucap Ellio dalam hati,sambil mengemudikan mobil miliknya.

__ADS_1


__ADS_2