
"Maaf,aku tidak bisa menerima lamaran ini." kata Elen.
Perasaan Ares sangat hancur kala mendapat penolakan untuk yang kesekian kalinya dari wanita yang sangat ia cintai itu.Tak terasa setitik air mata menetes dengan sempurna membasahi wajah tampan miliknya.
Ares menarik nafas berat,meski ia sangat mencinai Elen,tapi Ares tidak bisa memaksakan kehendaknya,Ares tahu pengalaman pahit yang Elen alami selama berumah tangga bersama Samuel,jadi wajar saja kalau Elen masih butuh waktu untuk berpikir.
"Aku tidak akan memaksakan mu honey,tapi pernikahan ini tidak bisa aku hindari." kata Ares memalingkan wajahnya agar Elen tidak melihatnya menangis.
"Maafkan aku Ares."
****
Dua hari kemudian di sebuah rumah sakit terlihat Samuel memarahi Tania sedang menjaga Mami Liza yang masih di rawat di rumah sakit akibat mengalami tembakan yang di lakukan oleh Tania sendiri.
"Kenapa kau sangat bodoh sekali Tania?...apa yang ada di pikiran mu?....kau tahu,akibat dari perbuatan mu itu kau bisa mendekam dalam penjara." kata Samuel.
"Apa peduli mu Samuel?...biarkan aku di penjara,karna aku memang layak mendapatkanya." kata Tania diiringi tangis yang sangat memilukan.
Tania menyesal bukan karna telah menembak ibu kandungnya sendiri,namun ia lebih menyesali karna sering menyakiti Elen,bahkan sampai ia tega membuat dirinya keguguran.
"Aku peduli karna kau adalah ibu kandungnya Arthur,dan lagi,kau masih status istri ku,aku tidak mau jika orang tahu bahwa istri ku menjadi pembunuh ibu kandungnya sendiri." kata Samuel.
"Aku menyesal Sam,aku sangat menyesali semua perbuatan ku." kata Elen menangis dengan pilu.
"Sudahlah Tania,kau tidak perlu menyesal,semuanya sudah terjadi,kau hanya perlu berubah dan jangan mengulanginya lagi." kata Samuel berusaha menenangkan Tania.
"Maafkan aku Sam,aku benar-benar menyesal,kau sampai bercerai dengan Elen karna perbuatan ku."
"Aku sudah memaafkan mu Tania."
"Benarkah?"
"Ya,aku sudah memaafkan mu."
"terimakasih Sam."
"tapi kita tetap akan bercerai Tania." kata Samuel.
"aku mengerti Sam,tidak masalah jika kita harus bercerai,karna aku memang layak mendapatkanya."
"terimakasih karena kau sudah mau mengerti."
"Aku ikhlas Sam." kata Tania dengan hati berat.
*****
Hari ini adalah hari pernikahan Ares dengan Celsi,Ares terlihat semakin tampan dengan balutan jas mahal yang melekat di tubuh atletis pria tampan itu.Seluruh jiwa raganya serasa mati menjelang detik-detik pernikahanya,tak ada keceriaan atau rasa bahagia tergambar di wajah tampanya yang bersahaja.
Dari sekian banyaknya tamu undangan,hanya wajah Elen si wanita mungil kesayanganya itu yang belum terlihat.Ares mencari di semua sudut ruangan untuk mencari keberadaan wanita mungil itu.
__ADS_1
"Selamat Ares,semoga perjalanan rumah tangga mu langgeng sampai selamanya." ucap Samuel.
Samuel bisa melihat bahwa Ares tidak menikmati momen yang seharusnya bisa membuatnya bahagia,,Ares terlihat muram dan lesu,Samuel tahu kalau Ares juga sangat mencintai Elen mantan istrinya itu.
"Terimakasih Sam...omong-omong,apa kau melihat Elen?" tanya Ares sambil berbisik di telinga Samuel.
"Aku hanya melihatnya saat pemberkatan kalian tadi di gereja...setelah itu aku tidak melihatnya." kata Samuel jujur.
"Elen menyaksikan pemberkatan kami di gereja maksud mu?" tanya Ares.
"ya,kurang lebihnya seperti itu." kata Samuel.
"Ya,Tuhan,pasti kau sangat sedih menyaksikan pernikahan ini honey,maafkan aku sayang ku....Tuhan...kenapa perasaan ini sangat menyiksa ku?...aku tidak sanggup dengan semua ini,apa yang harus aku lakukan?...berikan aku petunjuk mu." ucap Ares dalam hati sembari menyalami para tamu yang memberikan selamat padanya dan Celsi.
Sementara di lain tempat,tempat di mana setiap kali Elen merasakan damai dan tenang, tempat yang pernah Ares dan Elen namai dengan Cleo,dan mereka berdua ubah menjadi Aladin.Elen menangis dengan pilu,meratapi nasibnya yang selalu sial dalam hubungan asmara.Elen memang sudah mulai mencintai Ares,tapi karna Ares memintanya untuk menikah,hal yang sangat ia benci,membuat Elen mau tak mau harus menolak lamaran tulus dari Ares.
"Mengapa perasaan ini sangat menyiksa ku Tuhan?,aku mencintai mu Ares,seharusnya kau sabar menunggu ku, aku tidak meminta banyak waktu untuk kau menunggu,aku hanya butuh waktu untuk meyakinkan diri ku sendiri,apa aku siap jika nanti aku harus mengalami kegagalan lagi...Aku memang tidak pantas untuk mu Ares,karna aku wanita yang sangat lemah,aku ikhlas,asal kau bahagia." ucap Elen pada dirinya sendiri sembari berderai air mata.
Elen tidak peduli dengan hujan yang sangat deras dan petir yang menggelegar,ia duduk dengan lesu sembari meratapi nasibnya.
Kembali ke pernikahan Ares dan Celsi,Ares terlihat sangat resah kala mengetahui jika wanita kesayanganya itu tidak ada dalam acara resepsi pernikahanya.
"Apa kau sudah menemukanya Mitha?"
"Belum tuan."
"Elen pernah bercerita pada ku tempat di mana ia selalu merasa tenang bersama anda tuan,aku berpikir pasti Elen ada di sana,tapi aku tidak tahu tempatnya." kata Mitha.
"Kenapa aku tidak berpikir sampai di situ?" kata Ares sambil memukul jidatnya.
"Aku akan ke sana Mitha." kata Ares sembari melonggarkan dasinya.Ares merasa gerah berada lama-lama di ruangan hotel yang sangat mewah tersebut.
Namun saat Ares hendak melangkah,Ares di panggil oleh tante Melan ibu kandungnya sendiri.
"Ares,kau mau kemana?...tidak baikmeninggal kan acara pesta sebelum waktunya,apalagi acara ini adalah acara pernikahan mu." kata tante Melan.
"Mom,please...aku pergi tidak akan lama." kata Ares dengan memohon.
"tidak Ares,kembali ke tempat mu!...jangan membuat Momy malu karna perbuatan mu."
Tanpa menjawab satu katapun,Ares mengikuti perintah ibunya untuk kembali ke tempatnya.
"Apa yang kau pikirkan Ares?" tanya Richart kakak kandungnya.
"Aku memikirkan Elen kak."
"Mulai saat ini berhentilah memikirkanya,kau harus tahu status mu saat ini." kata Richart dengan suara datarnya.
"Tapi aku sangat mencintainya." kata Ares.
__ADS_1
"tapi dia tidak mencintai mu kan?"
"Elen juga mencintai ku kak,ia hanya meminta waktu untuk memikirkan lamaran ku." jawab Ares.
"Lalu kenapa kau tidak memberinya waktu?"
"Momy mendesak ku agar segera menikah dengan Celsi."
Sudah jelas sekarang,kalau kau memang benar-benar tidak mencintainya." kata Richart.
"apa maksud mu kak Rich?"
"jika kau memang benar-benar mencintainya,kau harus berjuang memberikan apapun yang ia minta." kata Richart.
"Aku dilema kak,aku tidak bisa menyakiti hati Momy."
"Momy sangat mencintai kita berdua,ia akan mengorbankan apapun demi kebahagiaan kita.Jika kau berusaha meyakinkan Momy,tentu Momy akan memberikan apapun yang kau mau.Sangat sulit mencari pasangan yang benar-benar setia pada kita sampai selamanya,itulah mengapa sebabnya aku belum menikah sampai saat ini." Terang Richart pada adik kandungnya itu.
"Kau benar kak Rich,sangat sulit mencari wanita yang bisa mencintai kita dengan setia sampai selamanya." kata Ares.
"Satu hal yang tidak ku suka dari mu,kau tahu apa?...kau sangat gengsi meminta bantuan dari ku,sebenarnya persoalan mu dengan wanita kesayangan mu itu sangat mudah ku atasi,tapi karna kau gengsi meminta bantuan ku,maka itu aku diam saja,aku ingin melihat sejau mana kau mampu mengatasinya.Tapi ternyata,kau masih sama seperti BALITA." kata Richart dengan kesal pada adik semata wayangnya itu.
"kau jahat kak Rich."
"Tapi tenang saja,pernikahan mu ini tidak akan lama Ares."
"Apa maksud mu Kak?"
"Istri mu itu bukan wanita baik-baik,saat ini dia sedang mengandung dua bulan,berusahalah agar tidak menyentuhnya,agar kau tidak terjebak dalam perangkapnya."
"Hah,kau serius?" tanya Ares tak percaya.
"sssttt....pelankan suara mu."
"Bagaimana kau tahu?"tanya Ares.
"Aku sudah menyelidikinya,aku hanya tinggal mencari bukti.Dan ingat seperti yang ku katakan,jangan pernah coba-coba menyentuhnya,kau mengerti?"
"Aku mengerti kak."
"Lagian,agar setelah ini kau berstatus duda,karna status mu yang masih bujangan menjadi salah satu alasan Elen sangat sulit menerima mu."
"Aku tidak mengerti maksud mu kak?"
"Otak mu ini ternyata masih lugu Ares.Jelas Elen akan minder menikah dengan pria lajang seperti mu,sedangkan ia sudah menjanda dua kali."kata Richart menjelaskan.
"Terimakasih kak,terimakasih banyak telah membuka pikiran ku,aku berjanji akan membalas kebaikan mu ini suatu saat nanti."
"Aku tagih janji mu." kata Richart mengakhiri dialog mereka.
__ADS_1