Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Kata Samuel kamu cantik


__ADS_3

Sesampainya di mansion milik Samuel, Elen bergegas masuk kedalam mansion.Rasa tidak sabar yang ingin segera bertemu dengan kakak semata wayangnya itu.Elen sangat merindukan kakaknya,karna Milka adalah satu-satunya keluarga yang Elen miliki.


"kak Milka" Elen berlari menghambur ke pelukan kakak yang sangat dikasihinya itu."la menangis saat kak Milka memeluknya erat.Kedua kakak beradik itu hanyut dalam kesedihan.Beban yang Elen rasakan selama ini seakan raib begitu saja.


"Kak,Elen kangen sekali sama kakak!"ucap Elen."kakak juga kangen sama kamu dek!"jawab Milka pada Elen.Setelah beberapa menit berbincang-bincang dan melepas rindu,akhirnya Elen minta ijin untuk pulang ke kontrakanya.


"Oma,saya dan kak Milka pamit pulang ya oma!"kata Elen pada oma."aiss,kalian nginap aja disini,nanti baru oma beritahu pada tante Oliv dan Ellio." kata oma yang kelihatan tidak ingin jika kedua wanita itu harus pulang.Elen ingin segera pulang karna ia ingin tahu apa yang terjadi pada rumah tangga kakaknya itu.


Setelah berhasil membujuk oma untuk mereka tidak menginap,akhirnya mereka bergegas untuk pulang."baiklah,kalian tunggu disini,oma akan panggil Sam untuk mengantar kalian berdua"kata oma pada Elen.


"eh,jangan...jangan...jangan oma,biar Elen pesan taxi saja,lagian kak Sam kan baru pulang kerja,masih capek oma!"jawab Elen yang sengaja mencari alasan agar tidak bertemu dengan lelaki pemilik netra biru safir itu.Elen masih canggung untuk bertemu lelaki tampan itu.


Samuel mondar-mandir di dalam kamar pribadinya itu,ia menghempaskan tubuhnya yang kekar di king size miliknya,Samuel kelihatan sangat gelisah,dan ia sendiri pun tidak tahu mengapa ia sangat gelisah?.Di tengah kegelisahanya,tiba-tiba Samuel mendengar bunyi langkah kaki menuju kamarnya.


"tok...tok...tok,Sam,Sam"Samuel tidak menjawab panggilan oma."Sam,jangan bilang kalau kau sudah tidur!"Samuel tetap bergeming di tempatnya tanpa menjawab."Sam,sekali lagi oma panggil dan kau tidak menjawab,maka akan oma dobrak pintunya!"kata oma sedikit kesal."iya..iya oma"jawab Samuel dari dalam.


Samuel membuka pintu untuk oma,"ada apa oma?"tanya Sam pada oma dengan wajah datar."itu,kau antar Elen dan kakaknya pulang."

__ADS_1


"suruh supir saja kan bisa oma?"kata Samuel berusaha menolak,meski ia tahu betul kalau permintaan oma tabu untuk di tolak."aish,kau ini Sam,oma sudah berjuang sekuat tenaga untuk mencomblangi kalian berdua.Jangan kau sia-sia kan kesempatan yang ada Sam!" kata oma sedikit memelas.Samuel pun tak mampu lagi untuk menolak oma,dan tidak akan pernah mampu menolak wanita tua yang gesit itu.


"Baiklah oma"ucap Samuel yang dengan terpaksa,karna sejujurnya,ia masih malu pada Elen akibat perbuatanya tadi.Meski malu,namun hatinya sangat menyukai adegan yang berdurasi singkat yang ia sudah lakukan tadi.


Samuel turun ke lantai bawah dengan menggunakan celana jeans panjang berwarna biru,dan memakai kaos berwarna putih di padu dengan jaket berwarna hitam.Pakaian yang Samuel gunakan malam ini menambah kesan maskulinya,Samuel terlihat sangat gagah dengan pakaian yang ia gunakan.Mata biru dafir itu kembali memandangi bibir Elen yang mungil berwarna pink alami itu.


Samuel teringat kembali,adegan yang mereka berdua lakukan beberapa jam yang lalu.Samuel tidak beralih dari bibir pink milik Elen,ia merasa sangat gemas melihat bibir mungil wanita itu.Seolah-olah sudah menjadi candu baginya.


Dan Elen yang melihat kemunculan lelaki tampan itu tiba-tiba saja jantungnya berdetak sangat kencang.Elen merasa tidak pernah seperti ini,sudah berulang-ulang ia bertemu Samuel tapi tidak pernah jantungnya berdebar kencang seperti ini."ada apa dengan jantung ku?"ucap Elen dalam hati.


"oma kenapa?"tanya Elen yang melihat oma senyum-senyum dari tadi."ehh...ahh itu anu?"oma bingung harus menjawab apa pada Elen?."oma senyum karna ingat ucapan Sam tadi!"kata oma mencari alasan."emang kak Sam bilang apa oma?" tanya Elen penasaran."itu tadi,Samuel bilang kamu sangat cantik."kata oma berbohong.karna pikir oma sudah kepalang tanggung.


Samuel terbelalak mendengar jawaban oma yang hanya asal saja."whatt tadi oma bilang apa?"ucap Samuel dalam hati.Pasalnya lelaki bertubuh kekar itu tak pernah mengatakan demikian,meski ia tidak menyangkal bahwa wanita bermata bening dan teduh itu memang benar-benar cantik.


Oma hanya cengengesan kala mendapati tatapan horor dari cucu semata wayangnya itu."ahh oma,jadi korbanya oma lagi deh."ucap Samuel dalam hati.Dan Elen semakin malu mendengar pengakuan oma,wajah Elen memerah bagai kepiting rebus.


Sesampainya di kontrakan Elen yang sempit,Samuel terperangah melihat sepetak kamar yang jauh dari perkiraanya.kontrakan Elen yang ada dalam pikiran Sam adalah sebuah kamar yang lengkap dengan ruang makan,ruang tidur,ruang keluarga,dapur,wc dan sebagainya.Namun kenyataanya kontrakan yang akan Elen tempati tidak lebih besar dari ukuran bathup yang ada di kamar mandinya.

__ADS_1


Samuel merasa miris melihat kondisi kamar yang Elen tempati,ruangan sempit dan juga pengap membuatnya ingin mual.Samuel tidak tega melihat wanita yang sering membuat jantungnya berdebar tidak karuan itu harus tinggal di kamar yang saat ini membuatnya sangat pusing.


"makasi kak Sam!" ucap Elen singkat,saat Samuel membantu membawakan koper milik kak Milka.


Ingin rasanya Samuel membawa Elen pergi dan menyuruh janda cantik itu untuk tinggal di apartemenya yang cukup mewah,tapi Samuel menahan keinginan hatinya itu.Samuel bertekat akan menyuruh oma yang meminta Elen untuk tinggal di apartemenya.


"kak Sam mau kemana?mau langsung pulang kak?"tanya Elen pada Samuel,yang tidak di jawab oleh lelaki pelit bicara itu.Samuel melangkah kan kakinya untuk menuju mobil miliknya.


"itu orang pendiamnya kelewatan Elen,emang sih tampan,tapi kok dingin amat sih?"tanya Milka pada Elen yang tidak di jawab oleh adiknya itu.Jangankan kakaknya Milka,Elen sendiri saja tidak habis pikir dengan watak Samuel.


Tidak beberapa lama kemudian,Samuel kembali lagi ke kontrakan Elen dengan menenteng beberapa kotak makanan.Samuel mungkin membeli makanan itu di restoran,karna terlihat dari jenis kotak makanan itu yang terlihat elegan.


Samuel kembali terperangah kala melihat Elen dan Milka makan mi instan,itu pun hanya di rendam dengan menggunakan air panas dari dispenser yang Elen beli kemarin.


"itu makanan tidak sehat,makanlah ini." ucap Samuel sambil menyodorkan dua kantong yang berisi makanan.Hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut lelaki berparas tampan itu.Elen diam membeku,masih tidak percaya bahwa lelaki tampan yang di depanya itu membelikan makanan untuk dirinya dan kak Milka.Melihat Elen tak bergeming,kak Milka berinisiatif untuk mengambil makanan itu dari tangan Samuel.


Samuel semakin gemas melihat tingkah lucu Elen,kalau bukan karna kak Milka yang ada disitu, tentulah Samuel akan menyosor bibir mungil janda cantik itu.Setelah kak Milka berterimakasih pada Samuel,lelaki tampan itu pun berlalu meninggalkan Elen yang masih diam tak bergeming dan kakaknya Milka.

__ADS_1


__ADS_2