
Dua hari kemudian Ares memutuskan untuk kembali ke jakarta,Ares tak henti-hentinya membujuk Elen untuk ikut pulang bersamanya.
"Bagaimana pun kau harus ikut pulang bersama ku honey."
"Apa kita tidak bisa menundanya barang dua hari lagi Ares...karna aku sangat suka tinggal di sini."kata Elen.
"Aku berjanji akan mengantarkan mu satu bulan satu kali ke tempat ini,asal kau mau ikut pulang bersama ku hari ini."
"Kau serius?"
"Ya,aku serius honey."
"Baiklah,aku akan ikut bersama mu."
"Good honey."
Saat Elen sedang mengemasi barangnya,tiba-tiba saja Sebastian datang untuk menjemput Elen untuk mengantarkan wanita mungil itu ke sekolah.
"Elen...kau mau kemana?"
"Aku akan kembali ke Jakarta."
"Apa?...kau akan kembali ke jakarta?,lalu bagaimana dengan ku?"tanya Sebastian tampak kecewa.
"Bagaimana dengan mu?...hei bro...kau kira kau siapa?" tanya Ares kesal.
"Aku tidak bertanya pada mu...kenapa kau yang sewot?"
"sudah...sudah!...Kenapa kau belum kembali ke kabupaten Tian?" tanya Elen.
"Aku masih cuti Elen,jadi aku masih ingin memuaskan diri ku bersama mu sebelum aku kembali."
"Sebaiknya kau jangan mengganggunya,karna dia sedang bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta."kata Ares dengan tatapan mengintimidasinya.
Namun seribukali Ares menatap Sebastian dengan tatapan mematikan,tak semerta-merta membuat Sebastian mengalah begitu saja pada Ares.Sebastian tetap kekeh pada pendirianya untuk menaklukan hati wanita pujaanya.
"Maafkan aku Tian,aku harus kembali ke jakarta.Aku akan sering-sering datang ke sini." kata Elen tampak sedih.
"Ini pasti kau yang memaksanya untuk pulang." tuduh Sebastian pada Ares.
"Kalau iya kenapa?...apa kau akan membunuh ku?" tanya Ares tak mau mengalah.
"Dasar orang tengik,kau kira aku sudi meninggalkanya disini bersama buaya darat seperti mu?" kata Ares dalam hati.
"Tapi Elen masih tetap ingin di sini,bukan begitu Elen?
"Kenapa kau sangat ngotot agar Elen tetap di sini hah?"tanya Ares sudah mulai habis kesabaran.
"Kekasih bukan,saudara bukan,tapi kenapa kau merasa berhak atas diri Elen?" kata Sebastian yang juga sudah terpancing emosi.
Mendengar ucapan Sebastian yang sangat menohok membuat Ares tidak bisa lagi untuk menahan emosinya.
"Aku Ares Ckark...aku ini hanya sahabatnya,tapi hanya untuk saat ini,tapi kelak akan ku pastikan kalau kau akan menyaksikan aku dan Elen bersanding di pelaminan...sampai disini kau sudah paham tuan Sebastian?" tanya Ares dengan sikap tegasnya.Perkataan Ares mampu membuat Sebastian mati kutu dan kehabisan kata-kata.
Entah kenapa hati Elen sangat bergetar mendengar kata-kata ultimatum Ares pada Sebastian.
"Sebesar itukah kau mencintai ku Ares?...aku merasa kalau aku tidak pantas untuk mu.Maafkan aku jika selama ini aku menyakiti perasaan mu,aku hanya ingin agar kau mendapatkan wanita yang lebih baik dari ku." kata Elen dalam hati sembari meneteskan air mata.
"Kenapa kau menangis Elen?" tanya Mitha tampak cemas.
Mendengar Mitha bertanya pada Elen kenapa ia menangis sontak membuat Ares dan Tian mengalihkan pandanganya pada sosok wanita yang mereka sukai itu.
"Kau kenapa menangis honey?" tanya Ares dengan lembut.
__ADS_1
"Elen,kau kenapa?" tanya Sebastian.
"Ahh,tidak,aku tidak kenapa-kenapa.Oya Tian!...sampaikan salam ku buat ibu Ranti,katakan pada ibu,kalau aku sangat menyayanginya."
"Baik Elen,Mama pasti akan sangat sedih kalau pulang nanti tidak melihat mu lagi di sini." kata Sebastian terlihat sedih.
Saat Elen dan yang lainya sedang berbincang-bincang,tiba-tiba sahabatnya Siska muncul sembari menangis.
"Hik...hik...hik...kau kenapa tega sekali meninggalkan ku Elen?"
"Astaga Siska!...kau menangisiku seperti aku sudah mati saja." kata Elen.
"Bawa aku Elen,aku hanya sendiri di sini. Kalau kau pergi,siapa lagi yang akan berteman dengan ku."
"Masih banyak yang akan berteman dengan mu Siska."
"Tapi mereka tidak sebaik diri mu."
"Kau serius ingin ikut Siska?" tanya Ares.
"Ya,tuan,aku serius."
"Baik,kalau begitu kau ikut bersama kami." kata Ares.
"Benarkah?" tanya Siska. memastikan.
"Ya"
"ohh Tuhan!!!...mimpi apa aku semalam??...Jakarta...datanggggg!!!" teriak Siska kegirangan,sama seperti anak kecil yang sedang mendapat hadiah.
*****
"Apa yang akan kita lakukan kedepanya?" tanya Tania pada ibunya.
"Saat wanita sialan itu datang,kau harus pintar-pintar mengambil hatinya agar mau kembali pada Samuel,karna dengan cara itulah kita bisa dapat kesempatan untuk menguras hartanya Samuel." kata Mami Liza.
"Mami yakin dia akan mau,karna wanita kampung itu sangat mencintai Samuel."
"Tugas mu hanya membujuknya agar mau rujuk kembali dengan Samuel,selebihnya Mami yang akan atur."
"Baik Mami, kali ini kita harus hati-hati,karna wanita yang bernama Mitha itu bukan orang sembarangan.Kita harus mencari cara agar bisa menyingkirkanya dulu." kata Tania.
"Kau benar Tania,kita harus menyingkirkan dulu wanita penjaganya itu."
"Mami,aku sudah tidak tahan tinggal di tempat sempit seperti ini." keluh Angela.
"Kau sabarlah Angela, ini tidak akan lama sayang,Mami akan mengembalikan kehidupan kita seperti dulu lagi."
"Iya,tapi kapan Mi?"
"Tidak lama lagi sayang."
"Ini semua gara-gara kau Tania!"
"Kenapa kau menyalah kan ku?" tanya Tania.
"Karna kau sangat teledor."
"Apa maksud mu?" tanya Tania tidak terima.
"Sudah...sudah,tidak ada gunanya kalian bertengkar,sebaiknya kita cari cara bagaimana kita bisa melewati semua ini?"
Entah apa yang sudah membuat Tania menjadi wanita yang sangat licik dan egois,padahal dulunya Tania adalah wanita yang sangat lembut dan juga baik hati.Semua karna cinta dan harta, cinta dan juga harta bisa membuat siapa saja gelap mata dan gelap hati.Begitu pula dengan Tania,karna obsesinya yang ingin memiliki Samuel seutuhnya hingga membuat Tania mampu melakukan hal-hal yang melanggar norma dan nilai-nilai agama.
__ADS_1
****
Sesampainya di jakarta,Elen berencana untuk menyewa kembali sebuah rumah yang sangat sederhana.Meski Ares menawarinya untuk tinggal di apartemen miliknya,Elen tetap menolak dengan alasan ingin mandiri.Padahal bukan itu alasan Elen sebenarnya,Elen hanya tidak mau terlalu berhutang budi pada Ares,karna selama ini Ares sudah sangat banyak membantunya.
"Honey,apa kau yakin akan tinggal di sini?" tanya Ares.
"Aku yakin Ares.Besok aku akan mencoba melamar kerja Ares."
"Kerjalah di perusahaan ku Honey,sebagai sekretaris pribadi ku." tawar Ares pada Elen.
"Tidak usah Ares,karna aku ingin mencari pekerjaan yang sesuai dengan ijazah ku.Aku ingin melamar di sekolah-sekolah TK yang ada di kota ini."
"Kau yakin honey?"
"Ya,Ares."
"Baiklah,aku akan membantu mu untuk mencarikan mu profesi itu.Atau bagaimana jika aku membangun sebuah sekolah TK bertaraf internasional untuk mu.Anggaplah aku sedang berinvestasi.Bagaimana,apa kau setuju?"
"Itu terlalu berlebihan Ares,karna aku ingin memulainya dari nol." kata Elen.
"Menurut ku itu tidak terlalu berlebihan Honey,kau hanya melakukan tugas mu sebagai guru yang baik,hanya itu saja cukup."Terang Ares.
"Baiklah Ares, aku rasa tawaran mu itu sangat bagus,tapi kalau bisa,sekolah yang akan kau bangun nanti harus menerima siswa dari golongan menengah kebawah juga,bisa kan?"
"Semua terserah kau honey,segala konsepnya aku serahkan pada mu."
"Terimakasih Ares,kau memang sahabat ku yang paling baik." kata Elen tersenyum manis sembari memeluk Ares.
"Deg"
Jantung Ares seakan pindah dari tempatnya kala mendapat pelukan dari Elen,entah kenapa pelukan yang Elen berikan hari ini mampu membuat tubuh Ares seakan di setrum ribuan volt ampere besarnya.
"Teruslah seperti ini Elen,sampai selamanya." kata Ares dalam hati sembari memejamkan matanya untuk menikmati pelukan hangat wanita mungil kesayanganya itu.
"Ares?"
"Ya honey?"
"Aku takut Ares."
"Takut?...apa yang kau takuti honey?"
"Aku takut kehilangan sahabat sebaik diri mu."
Entah kenapa perkataan Elen mampu membuat hati Ares berbunga-bunga,ia meras bahwa dunia ini hanyalah miliknya sendiri.
"Kalau begitu menikahlah dengan ku,agar kau tidak akan pernah kehilangan sahabat mu ini.Aku akan menjadikan mu sahabat hudup ku sampai selamanya." kata Ares setulus hati.
"deg" jantung Elen berdetak kencang kala mendengar ucapan Ares.
"A-Ares?...A-aku!" kata Elen terbata.
"Kau tidak perlu menjawabnya sekarang honey,karna aku tahu,kalau kau pasti masih trauma untuk berumah tangga...tapi perlu kau ketahui satu hal,bahwa aku sangat mencintai mu setulus hati ku.Tau kah kau,bahwa di mana hari kau memutuskan untuk menikah dengan Samuel,saat itu juga hati ku sangat hancur,dan betapa lebih hancurnya lagi hati ku saat aku tahu bahwa perjalanan rumah tangga mu tak sebaik seperti yang kau harap kan." kata Ares jujur.
Elen tak mampu membendung air matanya kala mendengar pengakuan Ares,dulu Samuel tidak pernah memahami perasaanya sejauh ini,namun pria tampan yang adalah sahabatnya itu dapat memahami dirinya yang sejatinya hanya wanita biasa-biasa saja,atau lebih tepatnya wanita yang sudah menjadi janda dua kali.
"Terimakasih Ares,berikan aku waktu Ares,aku akan mencoba untuk mencintai mu."
"Aku yang harus berterimakasih pada mu honey,berkat diri mu,dunia ku sekarang berubah menjadi lebih indah." kata Ares.
"Gombal"
"Aku tidak menggombal,aku serius honey."
__ADS_1
Setelah Ares dan Elen selesai membahas untuk pembangunan sekolah TK bertaraf internasional,Ares mengajak Elen untuk makan siang,tak lupa mereka mengajak Mitha juga ikut makan siang.Tanpa mereka sadari kalau mereka makan siang di restauran yang sama bersama Samuel,Arthur dan juga Jack.
Bagaimana kelanjutanya?,apa yang akan terjadi saat Elen dan Samuel bertemu?...jangan lupa ikuti author terus ya, terimakasih yang selalu setia.Salam sehat buat kita semua.🙏🙏🙏🙏