Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Kecurigaan tante Oliv


__ADS_3

Di gedung MJ


Siang ini,tepatnya Saat jam makan siang.Elen yang masih sibuk dengan pekerjaanya,tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang sedari tadi terus memperhatikanya dari luar pintu yang sedikit terbuka.Entah sudah berapa lama lelaki itu memandangi Elen yang sibuk dengan layar yang ada di depanya.


Merasa ada yang mengawasi,Elen segera mengalihkan pandanganya ke seluruh ruangan.Namun ia tidak melihat siapapun yang ada di sekitar ruangan itu.Tadi memang Ayu mengajaknya untuk keluar makan siang,namun Elen menolak karna masih harus menyelesaikan pekerjaanya.Mengingat bahwa ia adalah pagawai baru di perusahaan itu.


Sepasang mata yang sedari tadi terus mengawasi pergerakan Elen itu pun dengan tergesa-gesa berjalan menuju ruanganya,kala melihat Elen sudah menyadari perbuatanya.pemilik sepasang mata yang sedari tadi sudah mengawasi Elen tak lain adalah Ares.Lelaki tampan bersurai coklat itu tak sengaja melihat Elen yang sedang serius bekerja.


Saat Ares dan asistenya lewat dari depan ruangan Elen bekerja,ia tidak sengaja melihat wanita mungil itu sedang sibuk dengan laptop yang ada di depanya, dan Ares pun segera menyuruh asistenya itu untuk dahulu ke ruanganya.


"Bayu, aku lupa ponsel ku di mobil,aku akan mengambilnya,kau pergilah dahulu,nanti aku akan menyusul."


Kata Ares pada Bayu asistenya itu tadi,"biarkan saya yang mengambilnya tuan" kata Bayu pada Ares."Tidak usah Bayu, biar aku yang mengambilnya,kau pergilah dahulu." ucap kembali Ares pada asistenya itu."Baiklah tuan,saya akan menunggu di ruangan anda."Jawab Bayu singkat.


Setelah Bayu berlalu,Ares sang Ceo tampan itu,segera mendekat kearah pintu ruangan kerja tempat Elen berada.Pintu itu tidak tertutup rapat,jadi Ares bisa memandangi wanita yang ada di ruangan itu,"em..m,siapa sebenarnya wanita ini? kenapa aku seperti ini dibuatnya?"ucap Ares beralibi.


Ares juga merasa bingung pada dirinya sendiri,pasalnya selama ini,ia tidak pernah melakukan hal seperti ini.Mengintip seseorang tanpa orang itu sadari,terlebih wanita yang dia intip tadi adalah karyawan baru di perusahaanya.Tapi ada yang lebih dari wanita itu,sesuatu yang sangat spesial,namun lelaki bersurai coklat itu belum tahu pasti apa yang spesial dari wanita mungil yang ia intip tadi.

__ADS_1


Sesampainya Ares di ruanganya,asistenya Bayu langsung bangkit berdiri menunduk hormat pada atasanya itu."Bayu,aku ada tugas untuk mu,kau selidiki wanita yang baru masuk bekerja kemarin,aku memberi mu waktu 24 jam,jika kau tidak menyelesaikanya,maka kau tau sendiri akibatnya!"Ucap Ares sedikit mengintimidasi asistenya itu.


Bayu menyunggingkan senyum kecut,kala mendengar ultimatum dari Ceo yang sangat dingin itu,namun Bayu tidak gentar sama sekali,karna asisten yang memiliki tubuh tinggi agak kerempeng itu sudah melakukan penyelidikan sebelum tuanya itu meminta.Ya,karna Bayu sudah sangat paham dengan tuanya itu.


Bekerja dengan Ares selama 10 tahun,sudah cukup baginya untuk memahami watak dan perilaku Ceonya yang sangat dingin itu.Bayu sudah memperhatikan gelagat lelaki bersurai coklat itu sejak Elen pertama kali menginjakan kakinya di perusahaan ini,ia langsung berinisiatif menyelidiki Elen tanpa di minta oleh tuanya itu.


"Namanya Elenora Estefania Edo,umur 25 tahun,tinggi 154 cm,berat badan 43 kg,hoby membaca dan mendengar musik,makanan kesukaan mi goreng,janda beranak satu,namanya Tasya namun sudah tiada.Suaminya bernama Marcel yang juga sudah tiada dalam kecelakaan tunggal kurang lebih satu tahun yang lalu,saat ini Nona Elen tinggal di kontrakan bersama kakak kandungnya yang bernama Milka nova Edo yang juga baru bercerai dari suaminya.kedua orang tuanya sudah meninggal beberapa tahun dan dua puluh tahun yang lalu.


Ares terperangah mendengar semua penjelasan dari Bayu asistenya itu.Hampir-hampir ia tak berkedip kala mendengar ucapan Bayu.Asistenya itu menjelaskanya sangat detail,memang sedari dulu asistenya itu sangat bisa di andalkan.Itulah alasan mengapa pisisi Bayu tak tergantikan oleh siapa pun.


"Terimakasih Bayu,aku akan menaikan gaji mu mulai bulan depan,teruslah seperti ini,kau memang sangat bisa di andalkan." ucap Ares yang membuat asistenya itu hampir meloncat kegirangan.


Di Butik AQUILA


"Sely,kamu coba pakai yang ini,."ucap tante Oliv pada Sely calon mantunya itu.


"yang ini saja tante,soalnya ini bagus."jawab Sely tanpa menghiraukan calon mertuanya itu.Mendengar jawaban Sely yang tidak mengindahkan perkataanya,membuat tante Oliv merasa kesal.Kalau bukan karna Sely sudah mengandung anak Ellio, sudah tentu wanita paruh baya itu tidak akan sudi bermenantukan Sely.

__ADS_1


Bagaimana tante Oliv tidak kesal,pasalnya Sely memilih gaun yang bagian depanya terbuka lebar.Tante Oliv bisa membayangkan saat calon mantunya itu memakai gaun yang Sely pilih,pa**dara Sely yang besar akan sangat terlihat sekali.


Di selala-sela kesibukan mereka memilih gaun pengantin,tiba-tiba ponsel milik Sely bergetar.Sesaat Sely melirik ponselnya dan ia langsung merijek panggilan tersebut.Namun orang yang ingin menghubungi Sely tidak putus asa untuk selalu melakukan panggilan meski selalu di rijek oleh si empunya ponsel.


Tante Oliv yang melihat Sely selalu mengabaikan panggilan itu pun angkat bicara."Sely,kok tidak di angkat telfonya?"tanya tante Oliv heran."ah,tidak penting kok tante!"jawab Sely singkat.


"pasti penting Sely,soalnya dia telfon berulang-ulang"kata tante Oliv."sebaiknya kamu angkat dulu,siapa tau ada hal yang penting yang ingin ia sampaikan."jawab tante Oliv kembali.


"Brengsek si Bram,pake nelfon segala,malah sementara dengan tante Oliv lagi,awas kau Bram!"ucap Sely dalam hati.


"iya tante,aku akan angkat telfon dulu"jawab Sely yang buru-buru segera keluar,agar tante Oliv tidak mendengar percakapanya dengan Bram.


"halo Bram,aku kan sudah bilang,jangan telfon aku sebelum aku yang telfon!"ucap Sely kasar,karna sangat kesal dengan Bram kekasihnya itu."kau bisa menggagalkan rencana kita"ucapnya lagi."hehe..jangan marah sayang,aku cuma merindukan mu dan anak kita,datanglah sayang,aku sudah sangat rindu belaian mu" kata lelaki yang bernama Bram itu."iya,nanti aku akan ke situ,tapi ingat,ini yang terakhir kau menghubungi ku,setelah ini dan kedepanya aku yang akan menghubungi mu deluan,kau mengerti?"ucap Sely masih sagat kesal."baiklah,ratu ku,aku akan menunggu mu."


"telfon dari siapa sih Sel?kok sampai segitunya tante tidak boleh dengar?"tanya tante Oliv sedikit menyindir.Tante Oliv sangat curiga melihat gelagat dari Sely,namun demikian tante Oliv menepis semua kecurigaanya pada calon mantunya itu.


"ahh,itu tante,aku jadi malu untuk mengatakanya"ucap Sely yang pura-pura malu."emangnya kenapa kok kamu malu?"tanya tante Oliv."itu tadi,teman akrab aku tante,dia mau kasih resep untuk untuk cara melayani suami"ucap Sely berbohong."bagus itu"ucap tante Oliv singkat.

__ADS_1


__ADS_2