
"Kau mau kemana lagi Sam?"tanya Tania.
"Aku akan ke kantor,karna hari ini ada yang ingin saya selesaikan!"
"Baiklah Sam!"ucap Tania sembari ingin mengecup kening Samuel,namun jauh dari dugaanya,Samuel dengan gesitnya langsung menghindari ciuman Tania.
"Sam!"
Tania mematung kala mendapatkan penolakan dari Samuel,ia mengepalkan tanganya karna merasa geram akan penolakan suaminya.
"Ini semua karna kau,wanita pelakor!...tunggu saja saat kau datang!...berani datang ke Mansion ini,berarti kau datang untuk mencari mati."ucap Tania dalam hati.
Tania hanya menatapi kepergian lelaki yang sangat ia cintai itu.Setelah ini Tania berencana akan meminta pendapat ibunya demi mempertahankan rumah tangganya bersama Samuel.
Tania kembali ke kamarnya untuk mengambil ponselnya,setelah itu ia melakukan panggilan untuk ibunya Mami Liza.Begitu tersambung,tak lama kemudian Tania dan ibunya terlibat dalam percakapan.
"Ada apa Tania?"tanya Mami Liza pada putri kandungnya itu.
"Mami!...tolong bantu aku untuk menyingkirkan wanita kampungan itu."
"Ternyata kau membutuhkan ku juga rupanya?"
"Aku serius Mi!...aku ingin pelakor itu tidak mengusik rumah tangga ku lagi."
"Apa yang sudah terjadi hem?"
"Semalam Samuel tidak pulang,dan pagi ini Samuel pulang ke Mansion,lebih parahnya lagi,dia mengabaikan ku Mami!...bahkan Samuel ingin membawa wanita pelakor itu datang ke Mansion ini."kata Tania menjelaskan pada ibunya.
"Itu tidak boleh terjadi Tania!...karna posisi mu akan terancam.Tapi kau tenang saja,Mami akan mencari jalan untuk menyingkirkan wanita itu."kata Mami Liza pada Tania.
"Baik,terimakasih Mami!"
Bukan tanpa sebab Mami Liza membantu Tania.Mami Liza membantu Tania karna tujuan tertentu yaitu untuk menguasai semua harta kekayaan keluarga Lovez yang tak ternilai jumlahnya.
Tania mengakhiri panggilanya kala melihat putranya Arthur sudah pulang dari sekolah.Tania bergegas menghampiri putra tampanya itu,saat Tania hendak merangkul Arthur,dengan raut wajah ketakutan Arthur lari menghindari Tania,melihat putranya ketakutan kala melihat dirinya,sontak membuat Tania merasa kebingungan melihat reaksi tiba-tiba dari Arthur.Bagaimana tidak bingung,Arthur ketakutan seperti melihat hantu atau Monster yang ingin menerkamnya kala melihat Tania mendekat padanya.
"Arthur!...ini Momy nak!...ada apa dengan mu?"tanya Tania sembari mencoba ingin mendekati anaknya lagi.Namun semakin Tania mendekat,maka semakin membuat Arthur semakin ketakutan.
Arthur berlari meninggalkan Tania dan para Maid menuju kamarnya,sesampainya di dalam kamar,bocah tampan itu langsung mengunci kamarnya dari dalam.
Tania berusaha mengejar Arthur,Tania menggedor pintu kamar putranya itu.
"Buka pintunya Arthur!...ini Momy nak,Momy Tania."kata Tania dari luar.
__ADS_1
Namun,meski Tania sudah berusaha meminta Arthur untuk membuka pintu kamarnya,tapi tetap saja putranya itu tidak menghiraukan panggilanya.
"Maaf,Nyonya!....bukanya saya lancang,alangkah baiknya jika kita tidak mengganggu tuan kecil dulu."kata kepala para Maid.
"Apa putra ku,sering begini Bik?"tanya Tania.
"Tidak Nyonya!...selama ini tuan Kecil tidak pernah bersikap separah ini."kata Maid.
"Lalu,kenapa dia begitu?"
"Entahlah,Nyonya!...kami tidak tahu."jawab Maid pada Tania.
****
"Jack!...apa kau sudah melakukan apa yang ku perintahkan?"tanya Samuel pada Jack saat masih di perjalanan.
"Sudah Tuan."
"Bagus kalau begitu Jack!"
"Bagaimana soal pengawal yang ku minta?"
"Tuan!...saya sudah memilih beberapa calon pengawal untuk Arthur dan juga Elen."lapor Jack pada Samuel.
"Bagus!...bawa mereka kehadapan ku,karna aku yang akan memilihnya langsung!"kata Samuel.
"Baiklah Jack!...kalau begitu kau cepatlah datang!...karna aku akan menjaga Istri ku."
"Baik Tuan!"
Sesampainya di halaman gedung perusahaan milik Samuel,pria pemilik netra biru safir itu segera turun dari mobilnya menuju ke ruanganya.Beberapa menit kemudian Jack muncul dengan beberapa orang yang akan menjadi calon pengawal untuk anak dan Istrinya.
Calon pengawal yang Jack bawa hari itu berjumlah 8 orang.Samuel menanyai mereka satu persatu.Dari kedelapan orang tersebut,dua di antaranya adalah wanita.Wanita yang satu lebih terlihat tegas dan berwibawa,sedangkan yang satu lebih memiliki wajah yang kejam meski parasnya sangat cantik.
Setelah Samuel menanyai mereka satu persatu,Samuel mengambil keputusan akan merekrut kedelapan orang itu untuk menjadi pengawal pribadi Istrinya dan juga pengawal buat putranya Arthur.
"Aku memilih kalian bukan tanpa tujuan!...karna aku merasa bahwa kalian pantas untuk mendapatkan kepercayaan dari ku,maka dari itu,kalian gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya!...dan ingat!...nyawa kalian adalah taruhanya jika sampai Istri dan anak ku terluka!...kalian paham??"kata Samuel dengan tegas.
"Ya,kami paham Tuan!"ucap kedelapan orang tersebut serentak.
"Jack!...kau jelaskan pada mereka,apa yang sudah menjadi tugas mereka."
"Baik Tuan Sam!"kata Jack sembari memberi kode pada kedelapan orang tersebut.Jack membawa mereka ke ruanganya,sesampainya di ruanganya Jack menjelaskan apa-apa saja yang akan menjadi tanggung jawab mereka.
__ADS_1
"Baiklah!...karna kalian sudah mendapat kepercayaan Tuan Lovez,maka mulai saat ini,kalian bukan lagi orang lain dalam keluarga Lovez,melainkan sudah menjadi anggota keluarga bagi keluarga Lovez.Saya berharap,kalian bekerja sebaik-baiknya,saling melindungi,dan saling mendukung satu sama lain.Dan untuk gaji kalian,kalian tidak usah kuatir!...karna Tuan Lovez adalah orang yang sangat murah hati,maka Tuan Lovez memerintahkan ku,untuk menjamin kehidupan keluarga kalian.Semua biaya keluarga kalian,akan di tanggung oleh Tuan Lovez,maka dari itu,kalian harus bekerja dengan sepenuh hati.Menganyomi,dan memberikan yang terbaik untuk keluarga Lovez,kalian paham sampai disini?...jika ada pertanyaan,aku memberi kesempatan untuk kalian bertanya sebelum kalian mulai bekerja."kata Jack panjang lebar.
Melihat tidak ada pertanyaan dari kedelapan pengawal tersebut,Jack pun kembali angkat bicara.
"Aku yakin kalau kalian sudah paham,kalau begitu kalian ikut aku,agar kalian tahu apa saja yang akan menjadi tugas kalian."
"baik,Tuan!"kata salah satu dari pengawal wanita tersebut.
Samuel melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat Istrinya di rawat.Samuel tidak menyadari kalau ada orang yang sedang membuntutinya.Samuel baru sadar kalau dirinya sedang di ikuti oleh oranglain yang ia sendiri tidak tahu siapa yang sudah membuntutinya.
"Jack!...aku ingin mereka berjaga-jaga di dekat Istri ku!"kata Samuel pada Jack melalui ponselnya.
"Baik,Tuan!"kata Jack.
Sesampainya di ruangan tempat istrinya berada,Samuel menarik nafas sebelum membuka gagang pintu rumah sakit itu.Karna Samuel tahu kalau Istri kecilnya itu belum bisa memaafkanya.
"ceklek"bunyi suara pintu di buka.Tampaklah Samuel dengan tampang yang begitu sayu, dan di tambah dengan wajahnya yang terlihat sangat sedih.
"Kemarilah Sam!...kau kemana saja tadi?tanya Ares pada sahabatnya itu.
"Ares?...aku masih mengurus sesuatu!"kata Samuel.
Sejujurnya Samuel tidak suka melihat Ares terlalu dekat dengan Istri kecilnya itu.Samuel sangat cemburu,ingin rasanya Samuel mencekik atau mencungkil kedua bola mata Ares yang selalu menatap Istrinya dengan tatapan penuh cinta.
"Ares!...apa kau tidak memiliki pekerjaan selain menjaga istri ku?"tanya Samuel pada Ares.
"Karna bagiku tak ada yang lebih penting dari dia!...bukan begitu honey?"tanya Ares pada Elen karna Ares sedang berusaha membuat suami dari Elen itu tersiksa,karna sudah berani-beraninya membuat wanita kesayanganya itu menderita.
"Apa kau sudah makan dan minum obat Sweety?"tanya Samuel pada istrinya tanpa menghiraukan tatapan tajam dari Ares.
"Ares!...bisakah kau bantu aku untuk memegang infus ini,karna aku inigin ke toilet."kata Elen tanpa menghiraukan tatapan yang di layangkan oleh Samuel padanya.
"Baik honey!"kata Ares dengan senang hati.
"No...Sweety!...aku tidak rela kalau kau di pegang olehnya."tunjuk Samuel pada Ares.
"Sini!..biar aku yang akan mengantarkan Istri ku ke toilet."kata Samuel.
"Tidak perlu Kak!...kau tetaplah di situ!"kata Elen pada Samuel.
Samuel mematung kala mendengar perintah dari istri kecilnya itu.Tanpa banyak kata lagi Samuel di buat patuh oleh wanita yang sudah ia buat menderita.
Ares terkekeh kala melihat tampang sahabatnya itu terlihat sangat lucu.Ares membantu Elen membawa infusnya karna Elen sudah kebelet untuk buang air kecil.
__ADS_1
Saat Elen berada di dalam toilet,Ares memberi saran buat Samuel agar pria tampan itu memberikan bunga untuk istrinya.
"Kau tahu Sam?...jika seorang wanita sedang marah,maka kau harus memberikanya sekuntum bunga."kata Ares.