
"Ta-Tania?" tanya Elen dengan suara bergetar.
Sekujur tubuh Tania gementar dengan hebat,pistol yang ada di dalam genggamanya jatuh begitu saja.Entah apa yang membuat Tania berani menembak ibu kandungnya sendiri,meskipun Tania tidak pernah mendapatkan kasih sayang yang sesungguhnya dari ibu kandungnya itu,tapi Tania sangat menyayangi wanita yang sudah melahirkanya itu.
"Maafkan aku Mi" ucap Tania sembari memeluk ibunya yang sudah tergeletak tak berdaya dan bersimbah darah.
Sebelum Tania menemui Elen di tempat penyekapan,Tania sempat mencuri pistol milik Mami Liiza yang ada di dalam tas ibu kandungnya itu.Niat awal Tania membawa pistol tersebut adalah untuk meledakkan kepala Elen dengan senjata tersebut,namun yang terjadi saat ini jauh dari rencananya.
"Brakk" bunyi suara pintu di dobrak.
Setelah pintu terbuka tampak beberapa orang dengan pakaian serba hitam masuk dengan gagahnya untuk meringkus para pria suruhan Mami Liza.Tidak berselang lama muncullah pria tampan yang sangat Elen kenal,pria tampan itu adalah Ares,Ares menatap para pria suruhan Mami Liza tersebut dengan tatapan membunuh,rahangnya yang mulai mengeras dengan bunyi gemeratak gigi membuktikan bahwa pria itu sudah sangat ingin membunuh siapapun yang sudah menyakiti wanita kesayanganya.
Ares berhasil menemukan Elen dengan bantuan kakaknya Richart,sangat mudah bagi Richart untuk mengetahui keberadaan Elen,meski mengalami sedikit hambatan,tapi itu tidak menjadi masalah bagi anak buah Richart untuk melacak keberadaan Elen.Richart merekrut orang-orang handal untuk menjadi anak buahnya.
Setelah Novel Istri kesayangan pilihan Oma tamat,author akan membuat cerita tentang si Mafia tampan yang satu ini.
"Bangsatt!!...lepaskan tangan kotor mu dari wanita milik ku!!" kata Richart sembari memukul dan menendang para pria tersebut dengan membabi buta.Ares menyuruh Mitha dan anak buah kakaknya Richart untuk tidak menyentuh para suruhan Mami Liza tersebut,karna Ares ingin dia sendiri yang akan menghabisi para penjahat tersebut.
Emosi dalam diri Ares tidak dapat di kendalikan lagi,setelah puas menghajar para penjahat tersebut,Ares mengambil pistolnya yang ia selipkan di pinggangnya.
"Ampuni kami tuan." kata pria sangar itu dengan suara tercekat.
"Beraninya kau menyentuh milik ku!!" kata Ares dengan bunyi gemeratak gigi.
"Aku tidak akan memberi ampun pada siapapun yang telah menyentuh dan menyakiti kesayangan ku."
"Maafkan kami tuan,kami hanya suruhan,kami melakukanya demi anak dan istri kami,kami mohon ampuni kami."kata pria itu dengan memohon.
"Setelah kalian mati,aku akan menjamin kehidupan keluarga kalian,jadi kalian tidak usah kuatir." para pria tersebut semakin gementar kala mendengar ucapan pria yang terlihat sangat tampan namun kejam tersebut.
Melihat Ares serius dengan ucapanya,Elen berniat untuk menghentikan niat Ares yang ingin menghabisi para penjahat tersebut.
"Jangan Ares!...jangan bunuh mereka." kata Elen.
Mendengar suara yang terasa merdu dari wanita kesayanganya,Ares menghentikan niatnya dan mengalihkan pandanganya pada Elen.
"Mitha,bawa dia pada ku." titah Ares pada Mitha.
Tanpa menunggu perintah selanjutnya dari Ares,Mitha membimbing tubuh Elen dengan lembut menuju Ares.
"Apa kau baik-baik saja Honey?" tanya Ares dengan suara lembut.Entah kemana hilangnya suara bariton yang sangat mengerikan yang tadi di dengar oleh para penjahat tersebut.
"Aku baik-baik saja Ares." jawab Elen.
Ares memeriksa setiap inci tubuh Elen,dari ujung kaki hingga ujung kepala tidak ada yang terlewatkan.Saat Ares melihat luka memar di pipi mulus wanita kesayanganya itu,Ares kembali naik pitam.
"Apa ini perbuatan mereka?" tanya Ares.
"Sudahlah Ares,biarkan kak Mitha yang mengurus mereka,sekarang kita bantu Tania untuk membawa ibunya ke rumah sakit."
__ADS_1
Ares lupa kalau saat ini Mami Liza sedang terkapar tidak berdaya dengan bersimbah darah,entah wanita kejam itu masih bernafas atau tidak,Ares tidak peduli sama sekali.
"Untuk apa kau memikirkanya honey?...ibu dan anak itu sudah berulangkali ingin menyakiti mu,bahkan mereka saat ini ingin membunuh mu." kata Ares dengan geram.
"Kau tidak boleh begitu Ares,sejahat-jahatnya manusia,mereka juga punya hak untuk di maafkan." kata Elen.
"Kau memang Malaikat honey,malaikat tak bersayap kesayangan ku."kata Ares sembari merangkul tubuh mungil tamilik Elen.
"Tuan,hukuman apa yang akan kita berikan pada cecurut ini?" tanya Mitha.
"Tanyakan pada malaikat kesayangan ku Mitha,dia yang berhak untuk menghukum mereka." jawab Ares.
"Aku tidak akan menghukum mereka Ares,bebaskan saja mereka,tapi dengan satu syarat."
"Apa syarat mu honey?" tanya Ares.
"Buat surat perjanjian di atas materai,kalau mereka tidak akan berbuat jahat lagi." kata Elen.
"puff" Ares tertawa mendengar syarat yang di berikan oleh Elen.
"Kenapa kau tertawa Ares?" tanya Elen cemberut.
"Syarat yang kau berikan itu akan membuat mereka tobat hanya selama satu hari saja honey." kata Ares masih tertawa.
"Maksud mu?"
"Omong-omong,kau tahu dari mana kalau aku di sekap?" tanya Elen penasaran saat sudah berada di dalam mobil milik Ares.
"Kak Richart membantu ku setelah aku tidak berhasil menghubungi ponsel mu."
"Tapi,bagaimana ia tahu kalau aku di sekap di tempat itu?"
"Kak Ricart memeriksa cctv yang ada di terminal saat awal kau berangkat,satu hal yang perlu kau tahu,Kak Richart bisa melacak apapun yang sulit untuk di lacak oleh orang lain."
"Oya?"
"Ya,honey."
"Tapi,kau tahu dari mana kalau aku sedang bahaya?...maksud ku,bisa saja kan kalau aku sedang sibuk sehingga aku tidak mengangkat telepon dari mu."
"Sangat mudah honey,itu semua karna kau adalah jantung hati ku,kau adalah nyawa ku." kata Ares sembari meraih tangan mungil Elen tepat di dada bidang pria tampan itu.
"degg" jantung hati Elen berpacu dengan cepat kala merasakan detak jantung Ares yang tak kalah berdegubnya dengan jantung Elen yang berdegub dengan kencang.
Wajah Elen sontak memerah karna menahan rasa gugup akan pria tampan yang ada di hadapanya itu.Jarak wajah Elen dan wajah tampan Ares hanya berkisar beberapa centi saja,Elen dapat merasakan harum nafas Ares yang sangat memabukan,masih sibuk dengan pikiranya yang melambung jauh,tiba-tiba saja Ares melakukan hal yang tak terduga.
"cup" Ares memberikan ciuman manis di b*b*r mungil milik Elen.
"Ares!"
__ADS_1
"Aku mencintai mu Elen,menikah lah dengan ku." kata Ares dengan lembut.
"Bukan kah kau akan menikah?" tanya Elen.
"A-aku,me-memang akan segera menikah,tapi itu hanya paksaan dari Momy" kata Ares gugup karena merasa bersalah.
"Maksud mu?" tanya Elen.
"Mami memaksa ku agar segera menikahi mu,tapi karna kau belum juga menerima cinta ku,akhirnya Momy meenjodohkan ku dengan Celsi anak tuan Wiguna." Ares mencoba untuk menjelaskan.
"Jadi yang tadi aku lihat bersama mu itu Celsi calon istri mu?...aku lihat kau tersenyum sangat manis padanya."
"Maksud mu?"
"iya,kau tersenyum sangat manis padanya."
"hoho..hoho...kau cemburu rupanya." kata Ares.
"Aku tidak cemburu."kata Elen sembari cemberut.
"jangan cemberut begitu honey,karna kalau tidak aku tidak tahan untuk tidak memakan mu."kata Ares.
"Lalu bagaimana dengan pernikahan mu?"
"Aku akan meminta pada Momy untuk menggagalkanya,asal kau mau menikah dengan ku."
"Ta-tapi?"
"Aku tidak ingin ada penolakan lagi Honey,jika kau masih masih menolak menikah dengan ku,berarti aku tidak bisa menghindari pernikahan ku dengan Celsi."
"Tapi Ares,aku ma-"
.
"Aku tahu kalau kau masih trauma untuk menikah,tapi aku berjanji tidak akan menghianati mu,dan aku akan selalu setia pada mu."
"Semua pria akan mengatakan hal yang sama Ares"
"Apa kau baru mengenal ku?...dan apa kau juga tidak melihat bahwa aku benar-benar sangat mencintai mu?...kau sangat berarti bagi ku,jadi,menikahlah dengan ku Elenora Estefania Edo...aku mohon."
Elen menarik nafas berat mendengar lamaran tulus dari Ares,meski Elen juga sudah mulai mencinta pria tampan itu,namun tidak membuat Elen menerima lamaran Ares begitu saja.
"Bisakah kau memberi ku waktu Ares?...menikah itu tidak gampang,apalagi aku baru mengalami kegagalan dalam pernikahan ku." kata Elen dengan tenang.
"tapi aku tidak bisa menunggu Honey,pernikahan ku dengan Celsi sudah dekat,aku tidak bisa membantah perintah Momy."
"Kalau begitu,maaf Ares,aku tidak bisa menerima lamaran ini." jawab Elen.
Hai pembaca setia ku,maaf ya bolong terus,terimakasih untuk semua yang selalu setia membaca,dan terimakasih juga untuk like dan komenya,berkat like dan komen kalian semua author dapat bonus dari kenaikan level dari Noveltoon.Salam sehat untuk Semua 😘😘😘🙏🙏
__ADS_1