Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Buaya darat


__ADS_3

Hawkins group


"tok...tok...tok"


"masuk"


"selamat siang pak,tuan Young ingin menemui anda,beliau bilang kalau sudah membuat janji dengan bapak!"


Ellio menatap tajam pada wanita yang berlesung pipi itu,namun orang yang ia tatap merasa acuh tak acuh.Ellio memicingkan matanya kala melihat Luna tidak meresponya sama sekali.


"apa aku harus menyuruhnya datang kesini pak Ellio?"tanya Luna.


"baik,bawa dia ke ruangan ku!"


"kau lihat itu Erik?mengapa wanita itu sekarang sangat cuek?"


"mungkin saja Luna sudah membuang jauh-jauh perasaan cintanya itu untuk mu bos?"


"aku tidak meminta pendapat mu Eric!!"


Ucap Ellio kesal pada asistenya itu.Ellio merasa takut jika Luna sampai betul-betul membuang rasa cintanya untuk Ellio.Ellio bangun berdiri dari kursi kebesarannya.Lelaki tampan itu mondar-mandir karna gelisah dengan ucapan asistenya tadi.


Saat Ellio sibuk dengan pikiran-pikiran negatif yang mengganggu akal sehatnya tiba-tiba pintu di ketuk dari luar.


"tok...tok...tok"


"ya,masuk!"


"selamat siang tuan Hawkins!"


"selamat siang Hendrik young!"


Ellio berjabat tangan dengan tamunya yang di ketahui bernama Hendrik itu.


"apa kabar mu?sudah lama kita tidak bertemu!"


"ya sudah sangat lama!"kata Ellio.


"kalau tidak salah terakhir kali kita bertemu saat di Italia waktu menghadiri acara pernikahan Pablo dan Cataleya!"ucap Hendrik pada Ellio.


"kau benar Hendrik!"


"omong-omong bagaimana kabar mu?apa kau masih penggila wanita?"


"aku sudah membuang jauh kebiasaan buruk itu Hendrik! dan kau?apa kau juga masih penggila wanita?"tanya Ellio.


"tak ada yang lebih menyenangkan dari itu Ellio!"


"itu karna kau belum menemukan wanita yang dapat mengubah mu!"ucap Ellio.


"dan kau? apa kau sudah menemukanya?"tanya Hendrik lelaki bermata cipit itu.


"ya aku sudah menemukanya!"


"oh,ya?siapa wanita itu Ellio?"


"nanti jika saatnya tiba,kau akan tahu sendiri!"


"ku rasa aku juga sudah menemukanya!"kata Hendrik


"benar kah?siapa wanita itu Hendrik?"

__ADS_1


"wanita itu ada di tempat mu ini Ellio,aku baru saja menemukanya!"


"hah??"


"ya,wanita yang baru saja mengantarkan ku ke ruangan mu ini!"


"apa??"tanya Ellio melotot tak percaya.


"ya Ellio,wanita yang memiliki senyum yang sangat indah,dia adalah wanita yang paling cantik yang pernah ku kenal,dan kau tahu Ellio?aku mengajaknya untuk makan malam nanti!"


ucap Hendrik sambil tersenyum kala mengingat wanita cantik berlesung pipi itu.


"dan apa jawabanya?"


"dia setuju untuk makan malam bersama ku!"


"jika sudah tidak ada yang ingin kau katakan lagi,lebih baik kau pulang saja sekarang Hendrik! karna aku sibuk bekerja!"


Kata Ellio pada Hendrik karna lelaki itu dengan santainya mengatakan akan malam bersama dengan Luna sekretarisnya itu.


"hei,ada apa dengan mu sobat?apa kau sakit?"tanya Hendrik sambil memegangi kening Ellio.Ellio dengan cepat menepis tangan Hendrik young dengan kasar.Lelaki bermata sipit itu memandang sahabatnya itu dengan tatapan heran.


"Eric,ada apa dengan bos mu?"


Eric mengangkat tangan dan kedua bahunya tanda tidak tahu.Meski Eric tahu,dia tidak akan mungkin mengatakanya di depan bosnya itu.Karna ia tahu bahwa bosnya itu akan memarahinya.


Ellio melonggarkan dasinya,ia merasa gerah dan gelisa kala mengingat perkataan Hendrik barusan.


"tok...tok...tok"


"masuk saja!"


Luna masuk keruangan Ellio sambil membawa kopi untuk tamu dan bosnya itu.Ellio merasa geram dengan penampilan Luna yang sedikit seksi.Belahan d***nya terlihat sedikit dari balik kemeja putih yang ia pakai.


"terimakasih nona Luna,kau tidak lupa kan dengan kencan kita malam ini?"


"tentu aku tidak melupakanya pak!"jawab Luna.


Bisa di bayangkankan wajah Ellio saat ini sudah seperti kepiting rebus akibat menahan marah.


"aku akan menjemput mu nanti nona Luna!"ucap Hendrik lelaki tampan bermata sipit itu.


"baiklah aku akan menunggu mu tuan Hendrik!"ucap Luna.


Lima belas menit kemudian Hendrik pamit untuk pulang.


"baiklah Ellio,terimakih untuk hari ini,dan setelah ini aku mungkin akan lebih sering lagi dantang kesini!"


"heh,tidak usah!"ucap Ellio.


"tujuan ku untuk datang ke sini lagi bukan untuk menemui mu tuan Hawkins!,tapi untuk menemui bidadari ku"


Setelah Hendrik keluar dari ruangan Ellio,pria itu memerintahkan asistenya Eric untuk memanggil Luna agar segera menemuinya.


"tok...tok...tok"


"masuk!"


"pak Ellio memanggil ku?"


"ya!,kemarilah Luna!"

__ADS_1


Luna menuruti perintah ceonya itu.ia berdiri tepat di depan kerja Ellio.Ellio bangkit dari duduknya dan mendekat pada Luna.Ellio memandangi setiap inci tubuh Luna dari atas hingga bawah.Luna merasa tidak nyaman karna sudah dipandangi oleh ceonya itu.


"a-apa yang bisa saya bantu pak!"kata Luna untuk menghilangkan rasa canggungnya.


"Luna?"


"ya,pak!"


"mulai besok aku tidak ingin melihat mu memakai pakaian yang terbuka seperti ini!"


kata Ellio sambil mengancing kemeja Luna yang terbuka.


"berpakaian seperti ini tidak merugikan perusahaan pak!"jawab Luna.


"tidak merugikan perusahaan,tapi merugikan kan ku!,orang-orang akan menghujat ku karna memiliki sekretaris yang memamerkan auratnya!"


"alasan!"desah Luna pelan namun dapat di dengar oleh Ellio.


"apa kata mu?"


"tidak pak!"


"Luna,apa maksud mu dengan menyetujui ajakan Hendrik untuk berkencan?"


"itu bukan kencan pak,hanya makan malam biasa!"ucap Luna.


"tapi sama sajakan?kau single,dia juga single,pasti ada tujuan tertentu antara kalian berdua!"kata Ellio.


"kalaupu ada,apa urusanya dengan pak Ellio?,wajar kan kalau saya juga menginginkan pria yang mau serius dengan saya?"ucap Luna tegas.


"iya,tapi??"


"sudahlah pak!saya ingin kembali ke ruangan saya!"


Ellio menarik tangan Luna kala melihat wanita itu ingin keluar meninggalkan ruanganya.Saat Ellio memegangi kedua tangan Luna, tiba-tiba saja pintu di ketuk oleh seseorang yang membuat Luna pergi meninggalkan Ellio begitu saja dari ruanganya.


Beberapa menit kemudian setelah Ellio memeriksa laporan keuangan dan menandatanganinya,Ellio segera mengirim pesan chat pada Jeane sahabat Luna.


"Jeane,kau ada dimana?"


"di tempat latihan pak!"jawab Jeane.


"bisakah kau membantu ku?"


"apa yang bisa saya bantu pak?"


"aku ingin kau malam ini menggagalkan kencan Luna!"


"hah?,Luna kencan?dengan siapa pak?"


"dengan buaya!"


"maksud bapak?"


"iya Jeane,teman kencan Luna malam ini itu buaya darat,kau mengerti kan maksud ku?"


"iya aku mengerti pak Ellio!"


"jadi,kau bisa membantu ku?


"baiklah pak!"

__ADS_1


"terimakasih Jeane,kau memang yang terbaik Jeane!"


"


__ADS_2