
"Aku cemburu Elen,aku sangat cemburu.Bisakah kau mengerti perasaan ku?" kata Ares terlihat sangat sedih.
"Tapi ini salah Ares!...kau sudah menikah,jadi kau tidak pantas mencintai wanita lain selain Istri mu." jawab Elen.
"Mengertilah Elen,kumohon tolong mengerti posisi ku.Pernikahan itu hanya terpaksa saja,aku tidak pernah mencintai Celsi,karna aku hanya mencintai mu."
"Tapi ini salah Ares,ini sangat tidak benar."
"Apa kau juga mencintai ku Elen?" tanya Ares.
"Jangan tanyakan itu Ares!"
"Apa kau mencintai ku Elen?" tanya Ares untuk yang kedua kalinya.
"Tapi Ares."
"Jawab saja pertanyaan ku,apa kau mencintai ku?"
"Ares!"
"Jawab Elen!" ucap Ares dengan menaikan intonasi suaranya.
"Maaf,aku tidak mencintai mu Ares."
"Baiklah Elen,terimakasih untuk jawaban mu,mulai hari ini aku tidak akan pernah lagi mengganggu mu,aku akan belajar melupakan wanita yang tidak pernah mencintai ku." jawab Ares.
Tanpa banyak bicara lagi,Ares segera berlalu meninggalkan mansion Samuel,tak terasa air mata Ares menetes begitu saja,hatinya terasa sangat sakit mendengar semua jawaban dari wanita yang sangat ia cintai selama ini.Ares tak menyangka kalau Elen akan memberi jawaban yang membuat segala perasaanya terasa hancur.
"Kau mencintainya Elen?" tanya Samuel saat Ares sudah berlalu.
"Apa perlu kita membahas ini kak Sam?"
"Maaf,bukanya aku ingin ikut campur,tapi sangat menyakitkan menahan perasaan cinta pada seseorang." kata Samuel.
"Aku mencintainya kak Sam,tapi apa pantas aku mencintai suami orang?"
"Kau tidak salah Elen,tapi setidaknya,ia harus tahu perasaan mu."
"Untuk apa dia harus tahu?,agar ia menceraikan istrinya dan balik menikahi ku,begitu?"
"Bukan begitu maksud ku." jawab Samuel.
"Sudahlah kak Sam,kita tidak usah bahas ini lagi,lebih baik kita ke dapur untuk memasak bubur buat Arthur."
"Baik" jawab Samuel singkat.
Kembali kepada Ares yang sedang mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Arrgh!!" Ares berteriak sambil melajukan mobilnya.
"Aku mencintai mu Elen!...aku sangat mencintai mu.Kenapa kau tidak bisa memberi ku kesempatan,kenapa Elen?...apa karna kau masih mencintai Samuel?" kata Ares sambil berteriak.
__ADS_1
Ares merasa sangat kecewa dengan jawaban dari wanita kesayanganya itu,Ares tahu kalau Elen juga mencintainya,dan Ares juga tahu kalau jawaban yang baru Elen berikan padanya adalah bohong,tapi Ares juga mengerti mengapa wanita kesayanganya itu menolak untuk memberikanya kesempatan.
Itulah Elen,Elen tidak akan tega jika ia bahagia di atas penderitaan orang lain,ia akan mengorbankan dirinya asal tidak menyakiti orang lain.Tapi sikap Elen yang demikian membawa dampak buruk bagi perasaan cinta yang ada di hati Ares.
"Ya,Tuhan...apa aku sanggup jika harus melepaskanya,aku sangat mencintainya,kenapa aku harus gagal lagi,ini tidak adil bagi ku Tuhan,jika memang dia bukan jodoh ku,maka bantulah aku untuk melupakanya." kata Ares pada dirinya sendiri.
Sesampainya di mansion,Ares masuk kedalam mansion dan segera menuju kamarnya,untuk menenangkan diri.Namun saat Ares hendak melangkah menaiki tangga,Celsi mencecar banyak pertanyaan padanya.
"Kau dari mana saja Ares?" tanya Celsi.
Ares tidak menjawab pertanyaan dari Celsi,bahkan menolehpun tidak.
"Ares!...kau dari mana saja?"
Ares menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Celsi sembari menatap Celsi dengan tatapan tajam.
"Kau tidak perlu tahu urusan ku!" kata Ares penuh penekanan.
"Kenapa tidak?...aku istri mu Ares!...jadi aku berhak tahu kau kemana,dan pergi dengan siapa?" kata Celsi tidak mau mengalah.
"Jangan pernah ikut campur dengan urusan ku!" jawab Ares.
"Ooo...aku tahu,ini semua karna wanita laknat itu kan?"
"Siapa yang kau sebut laknat?" tanya Ares sembari menuruni anak tangga.
"Siapa lagi kalau bukan si pelakor wanita simpanan mu itu!" kata Celsi.
"Tutup mulut mu Celsi!...sekali lagi kau mengatainya laknat,aku tidak akan segan-segan berbuat kasar pada mu!"
"Asal kau tahu,wanita yang kau sebut laknat itu adalah wanita yang jauh lebih baik dari mu.Meski statusnya janda,tapi dia janda terhormat,tidak seperti kau!...beraninya kau menikah dengan ku hanya untuk menutupi aib mu!" kata Ares.
"A-apa maksud mu?" tanya Celsi dengan ekspresi wajah gugup.
"Kau tahu apa yang ku maksud." jawab Ares dengan seulas senyum mengejek.
"Apa maksud mu dengan mengatakan Celsi menikah dengan mu hanya untuk menutupi aibnya?" tanya tante Melan penasaran.
"Tanyakan langsung pada menantu pilihan mu ini Mom." jawab Ares.
"Apa yang maksud Celsi?"tanya tante Melan pada Celsi.
"A-aku juga tidak tahu Mom." jawab Celsi yang sudah berkeringat dingin.
"Jelaskan apa yang kau maksud Ares!" bantak tante Melan pada putra bungsunya itu.
"Celsi menikah dengan ku karna ia sedang hamil anak orang lain." kata Ares dengan lantang.
Bagai di sambar petir,tante Melan langsung mundur beberapa langkah karna tak kuasa mendengar pernyataan dari putranya.Untung saja wanita paruh baya itu tidak menderita penyakit jantung,karna kalau tidak,tentulah tante Melan sudah terkapar saat itu juga.
"Apa itu benar Celsi?" tanya tante Melan sembari menangis.
__ADS_1
"Ares bohong Mom,itu tidak benar!" jawab Celsi mencoba untuk berkilah.
"Kau bilang aku bohong?...baiklah,kita akan buktikan sekarang juga." jawab Ares sembari menelefon kakaknya Richart untuk membawa Hansen kehadapan Celsi.
"Kak Rich,bawa dia kemari,aku sudah muak dengan wanita ini." kata Ares dan langsung mematikan ponselnya.
Beberapa menit kemudian Richart datang bersama Hansen,melihat kekasihnya datang,sontak membuat Celsi memucat dan menegang seketika.
"Siapa dia Ares?" tanya tante Melan.
"Dia Hansen,Mom...kekasih Celsi sekaligus ayah dari anak yang ia kandung." jawab Ares.
"Apa benar begitu Celsi?" tanya tante Melan.
"A-aku tidak mengenalnya Mom!" jawab Celsi berbohong.
"Lalu kenapa kau terlihat ketakutan begitu?" tanya tante Melan curiga melihat perubahan ekspresi wajah Celsi.
"Ini aku kekasih mu sayang,kenapa kau bilang tidak mengenal ku?" tanya Hansen.
"Pergi!...aku tidak mengenal mu!" bentak Celsi pada Hans.
"Sayang...jangan begini,aku sangat mencintai mu,ceraikan dia,dia tidak mencintai mu." kata Hans memelas.
"Diam!!..sebaiknya kau keluar dari sini."
"Dia tidak akan kemana-mana Celsi,kau tidak bisa mengelak lagi.Karna dokter yang memeriksa mu waktu kau pingsan sudah ada di sini,dan lagi,aku punya banyak bukti tentang hubungan kalian." kata Richart.
"Ini tidak benar...kalian sudah bersekongkol untuk menjebak ku." kata Celsi berang.
"Sudahlah sayang...kembalilah pada ku,kau akan hidup menderita disini." kata Hans mencoba membujuk Celsi.
"Justru aku akan semakin hidup menderita jika hidup bersama mu,kau hanya laki-laki pengangguran yang tidak punya masa depan,kau hanya menumpang hidup dari,apa yang bisa ku harapkan dari mu?...dasar laki-laki bajingan,aku tidak sudih hidup dengan mu."
"Kau tega sekali Celsi,aku memang pengangguran,tapi aku akan bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan mu dan juga anak kita." jawab Hansen.
"Cuihh...aku tidak sudi hidup dengan mu,pergi saja kau ke neraka!" kata Celsi sambil meludahi wajah Hansen.
"Plakk" tamparan tangan Hansen mendarat dengan sempurna di pipi mulus milik Celsi.
"Beraninya kau!!" kata Celsi dengan geram.
"Tidak mengapa jika kau tidak mau hidup dengan ku,tapi jangan pernah hina aku,kau tahu betul seperti apa keadaan ku sejak dulu,tapi kau yang selalu mengemis cinta pada ku,atau kau akan menyangkalnya juga?...mulai detik ini aku tidak akan mengharapkan apapun lagi dari mu,terserah mau kau bawa kemana anak itu jika sudah lahir nanti,karna aku sudah muak melihat wanita yang sangat sombong seperti mu!" kata Hansen sembari melangkah untuk pergi.
"Hans!" panggil Richart.
Hansenpun menoleh ke arah Richart.
"Maafkan aku tuan Richart,aku harus pergi,karna tidak ada gunanya lagi aku di sini." jawab Hansen.
"Ingat apa yang aku katakan,bekerjalah pada ku." kata Richart.
__ADS_1
"Baik tuan,aku akan kembali menghubungi mu." jawab Hansen kemudian berlalu.
Hai semua pembaca setia ku,maaf ya baru Up lagi,soalnya kemarin autor ada kendala saat login,sudah mutar-mutar cari bantuan,dan akhirnya bisa juga berkat bantuan seseorang yang bisa di bilang sangat cerdas.Terimakasih ya bagi pembaca yang selalu setia memberi dukungan,Selamat Natal bagi semua pembaca yang merayakanya dan salam sehat untuk kita semua🙏🙏🙏🙏