Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Di tolong oleh Celvin


__ADS_3

Belum puas-puasnya memandangi wajah cantik Elen,perlahan Elen membuka matanya yang terlihat sangat teduh.Kedua bola mata Elen membulat sempurna kala mengetahui bahwa saat ini ia sedang berada di tempat asing.


"K-kau?" Elen terperanjat melihat sosok pria yang baru satu kali ia temui.


"syukurlah kalau kau masih mengenal ku." Celvin merasa lega karna Elen masih mengenalinya.


"Kau Celvin bukan?"


"Ya,aku Celvin,lebih tepatnya Celvin shu." jawab Celvin dengan lembut.


"Kenapa aku ada di sini Celvin?"


"Tadi aku tidak sengaja menemukan mu di jalan dan dalam keadaan pingsan."


Elen mengingat kembali mengapa ia sampai berada di tempat itu sampai ia mengalami pingsan.Saat Celvin melihat wajah Elen yang mendadak berubah mendung,Celvin tahu apa penyebab wanita cantik itu tiba-tiba saja bersedih.


"Memang sangat menyakitkan mencintai orang dalam diam,aku pernah merasakanya Elen."


"Apa maksud mu?"


"tanpa kau bercerita pun aku tahu kalau kau sangat mencintai Ares."


"Kau mengenal Ares?"


"Ya"


"Omong-omong,siapa yang mengganti pakaian ku Celvin?"kata Elen berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Aku"


"Hah??"


"Tenang saja,aku bukanlah pria yang tidak memiliki etika." jawab Celvin sembari memberikan senyumnya yang sangat menawan.


"Sebaiknya kau makan dulu,dan setelah itu kau harus meminum obat."


"Serius,siapa yang mengganti pakaian ku?"


"Apa perlu kita membahas hal yang tidak penting?,demam mu sangat tinggi,jadi kau harus meminum obat secepatnya." desak Celvin.


"Aku tidak berselera Celvin."


"apa perlu aku menyuapi mu agar kau mau makan?"


"tidak perlu Celvin."


"Kalau begitu makanlah."


"Baik."jawab Elen.


Elen terlihat seperti anak kecil yang sedang mematuhi perintah orang tuanya.Setelah Elen selesai makan,Celvin memberikan obat yang tadi dokter sediakan untuknya.Dan setelah selesai meminum obat,Celvin menyuruh Elen untuk beristirahat.


"Sekarang tidurlah,agar kau segera sembuh."


"Sejauh mana kau mengenal Ares?" tanya Elen.


"Dia sahabat ku,sekaligus rekan bisnis ku."


"Apa kau tidak di undang ke pesta pernikahanya?"


"Hal yang mustahil jika ia tidak mengundang ku."


"Lalu kenapa kau tidak pergi?"


"Jika aku tidak pergi,maka aku tidak akan menemukan mu di jalan tadi."


"ow,maaf...tapi-?"

__ADS_1


"Kau sangat cerewet sekali."


"Selama aku mengenal Ares,aku belum pernah melihat mu."kata Elen.


"itulah Ares,ia tidak akan mau mengenalkan wanita kesayanganya pada sahabatnya,apalagi sahabatnya itu setampan diri ku."


"Ternyata kau sangat pecaya diri."kata Elen kesal.


"Ares sangat pencemburu."


"Oya?...apa kau tahu tentang Cleo?"


"Tentu."


"Semua tentang hubungan mereka?"


"ya."


"Dia sangat mencintai Cleo."kata Elen.


"Itu dulu,sekarang di hatinya hanya ada satu wanita,dan aku tidak tahu siapa?,karna Ares tak pernah bercerita pada ku."


Elen diam membisu,dalam pikiranya ia menerka-nerka,apa wanita itu adalah dirinya,atau wanita lain.Jika memang m itu adalah dirinya,lalu mengapa Ares tidak bisa bertahan untuk sebentar saja untuk menunggunya?,Elen bisa merasakan kalau wanita itu bukanlah dirinya.


"Sebaiknya kau istirahat,apa kau tidak merasakan sakit?"


"Jangan kuatir Celvin,aku sudah biasa merasakanya,bahkan hal yang lebih menyakitkan dari ini aku sudah pernah rasakan."


Dari cara Elen bicara,dan dari cara Elen menatap,Celvin bisa merasakan bahwa Elen pernah mengalami hal yang sangat menyakitkan,entah hal apa yang Elen alami,Celvin tidak tahu,tapi Celvin merasa sangat kasihan pada wanita cantik yang ada di hadapanya itu.


"Kau cantik Elen,akan banyak lelaki yang ingin memiliki mu."


,Kau salah Celvin,hidup tidak hanya bermodalkan cantik saja, buktinya Samuel dan juga Ares lebih memilih wanita lain yang jauh melebihi segalanya." kata Elen.


"Samuel?...maksud mu?" tanya Celvin bingung.


"Aku memang sahabatnya Ares,tapi aku tidak terlalu mengenal Samuel meski aku mengenalnya,lagi pula selama ini waktu ku lebih banyak di London.Aku sering bertemu Ares di sana,karna sekarang keluarga ku tinggal di London."


"Oo"


"Tapi aku serius Elen,kau sangat cantik dan juga menawan,aku bisa pastikan kalau hati mu juga secantik wajah mu."


"Terimakasih untuk pujian mu Celvin."


"Tapi seperti yang ku katakan tadi,tidak selamanya kecantikan mampu membuat lelaki tetap bertahan di sisi kita.Contohnya saja Samuel dan Ares."


"Kalau aku jadi mereka,aku tidak akan menyia-nyiakan wanita secantik dan sebaik diri mu."


"Kau tahu dari mana kalau aku baik?" tanya Elen.


"Ya,aku hanya menerka,lagi pula aku bisa melihat dari aura mu."


"Oya?...omong-omong,terimakasih karna telah menolong ku."


"Tidak masalah,asal kau sekarang baik-baik saja...sebaiknya kau istirahat,besok pagi aku akan mengantarkan mu pulang."."


"Kau mengusir ku?"


"Oh...tidak Elen,justru aku suka jika kau tinggal di sini sampai selamanya,itupun jika kau berkenan."


"Yang benar saja aku tinggal di sini,hanya wanita yang akan menjadi istri mu yang akan tingal bersama mu di sini."


"Kalau begitu menikahlah dengan ku,agar kau bisa tinggal sini selamanya bersama ku."


"Kau pikir menikah itu gampang,seenaknya saja mengajak orang menikah."


"Aku rasa menikah itu tidak sulit,selama pasangan tersebut saling percaya dan saling menghargai."

__ADS_1


"Kau benar Celvin,tapi jaman sekarang sangat sulit mencari pasangan yang memiliki ciri-ciri seperti yang kau. sebut."


"Tapi aku masih penasaran,bagaimana kau bisa berada di jalan dalam keadaan pingsan?" tanya Celvin.


"itu rahasia ku Celvin."


"Baiklah jika kau tidak ingin bercerita...jadi,sebaiknya kau istirahat sekarang."


Elen mengangguk tanda setuju,karena Elen merasakan sekujur tubuhnya serasa remuk. Pagi saat Elen bangun dari tidurnya,Elen merasa bahwa tubuhnya sudah membaik,meski


Elen merasa tulangnya masih sedikit asam.


"Selamat pagi cantik...apa kau sudah lebih baikan?" tanya Celvin dengan seulas senyum yang sang sangat menawan.


"Ya,aku sudah agak baikan,terimakasih Celvin."


"Sama-sama cantik."


"Sudah jam berapa sekarang?" tanya Elen.


"sudah jam sembilan Nona."


"Jangan panggil aku seperti itu."


"Memangnya kenapa?"


"Karna aku adalah wanita yang pernah bersuami."


"Tapi kau terlihat seperti gadis belia,tidak ada yang menyangka kalau kau sudah pernah bersuami,karna memang kau sangat cantik,bahkan kecantikan mu mengalahkan gadis belia.Lihat saja,pagi ini saat kau bangun tidur pun,kau tetap terlihat sangat cantik." puji Celvin dengan tulus.


"Celvin,ku mohon,jangan terlalu memuji ku....bisa-bisa kepala ku akan semakin besar."


Celvin tersenyum kala melihat pipi pucat Elen mulai merah merona karna pujian dari Celvin.


"Sepertinya aku harus menggoda mu terus,agar wajah mu senantiasa merona."


"Celvinnnn" teriak Elen merasa kesal karna Celvin selalu menggodanya.


"tok...tok...tok"


"Siapa?"


"Ini saya tuan" jawab seorang Maid dari luar.


"Ada apa bik?"


"Ada tamu yang ingin bertemu anda Tuan."


"Siapa?"


"Ia bernama Nona Mitha."


"Mitha??" sebut Elen dan Celvin bersamaan.


Elen terperanjat kala mendengar nama Mitha.Namun Elen bersikap biasa-biasa saja,karna belum tentu Mitha yang ingin bertemu Celvin adalah Mitha yang selalu menjadi idolanya.


"Katakan padanya untuk menunggu sebentar."


"Baik tuan." jawab Maid tersebut kemudian berlalu.


"Kau mau mandi dulu,atau mau sarapan dulu?...jika kau ingin mandi,aku sudah menyiapkan air panas untuk mu...dan jika ingin sarapan dulu,aku sudah siapkan bubur hangat untuk mu."


"Aku mandi dulu Celvin."


"Baiklah,aku akan menyuruh Maid untuk mengantarkan baju yang masih baru untuk mu."


"Terimakasih Celvin."

__ADS_1


"Baiklah Elen,aku harus menemui tamu ku yang bernama Mitha itu."


__ADS_2