Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Ungkapan perasaan Samuel


__ADS_3

Di Apartemen Samuel


"Kak Milka kok belum siap sih?"


"aduh dek,kakak bingung mau pake baju apa?"


"gaun kakak yang warnah merah itu bagus lho kak!kenapa kak Milka tidak pake itu aja?"


"masak pake itu terus sih dek?"


"tidak apa kali kak!"


"masalahnya ini bukan pesta kayak di kampung dek!"


"kak Mil,apa adanya aja kak,nanti kalau Elen sudah gajian,Elen janji beliin baju buat kak Milka!"


"atau,kakak tidak usah ikut ya?"


"ehh jangan kak,kalau kakak tidak ikut pasti Oma kecewa!"


"atau kakak pakai punya aku saja!"


"Elen,badan kamu itu mungil,jadi mana muat baju kamu di badan kakak!"


"ya udah,pakai punya kakak aja!soalnya Oma dan kak Sam pasti sudah mau datang!"


"besok kayaknya kakak harus cari kerja dek,kakak bosan di apartemen terus!"


"nanti aku cari-cari dulu ya kak,kalau sudah dapat, baru aku kasih tau"


Beberapa menit kemudian Oma dan Samuel pun muncul dengan penampilan yang sangat memukau.Samuel terlihat sangat gagah dan tampan dengan balutan tuxedo yang ia pakai.Pria pemilik netra biru safir itu melangkah menuju apartemenya untuk menjemput Elen dan Milka.


Malam ini Elen memakai gaun berwarna biru batas lutut,rambut hitam legamnya yang tebal ia konde seadanya,dengan memakai makeup tipis yang juga seadanya.Meski Elen tidak menggunakan barang branded seperti kebanyakan perempuan lain,namun ia terlihat sangat cantik malam ini.


Setelah menekan interkom apartemen miliknya,sedetik kemudian pint apartment Reebok's Dan tampaklah sosok wanita yang sangat ia kenal.Wanita mungil yang selalu ia rindukan.


"E-Elen?"


Tanya Samuel yang sangat terpesona dengan penampilan kucing kecilnya itu.Bagi Samuel penampilan Elen sangat memukau sekali,wanita mungil itu bagai bidadari yang turun dari kayangan.


"Kak Sam!"


"kak?"


"i-iya!"


"kita berangkat sekarang?"


"iya!"


Bukan hanya Samuel yang terpesona dengan penampilan Elen,namun Elen pun merasakan yang sama.wanita pemilik mata bening nan teduh itu juga sangat terpesona dengan penampilan Samuel.Lelaki pemilik tubuh tinggi dan kekar itu terlihat tampan sekali.


"kak Milka,sudah belum?"tanya Elen setengah berteriak.


"sudah dek!"jawab kak Milka sudah berada di belakang Elen.Penampilan Milka juga sangat mempesona dengan memakai gaun yang akhirnya ia samakan dengan warna gaun milik Elen, yang membedakanya adalah gaun Elen panjangnya selutut,sedang kan Milka gaunya panjang dengan belahan sampai ke paha.


Milka memiliki tubuh tinggi dan ramping serta memiliki kulit berwarna kuning langsat,rambut Milka dan Elen sama-sama hitam legam,namun rambut Elen sedikit ikal,sedangkan Milka berambut air.Milka mewarisi gen dari ayahnya sedang Elen mewarisi gen dari ibunya.Umur Milka dua tahun di atas Elen,sejak ia menikah dengan mantan suaminya Rio mereka belum pernah dikaruniai anak,Perbuatan suaminya yang bejat membuat Milka tak mampu lagi mengarungi rumah tangga dengan mantan suaminya itu.


"kak Milka sangat cantik malam ini!"puji Samuel.


"makasih tuan Sam!"


"panggil nama ku saja kak,tanpa embel-embel tuan!"

__ADS_1


"apa?"


"iya,panggil Sam saja!"


"baiklah Sam!"


"nah,itu baru benar!"


Lima belas menit kemudian mereka sudah tiba di salah satu hotel berbintang yang sangat mewah yang ada di jakarta.Acara sudah akan di mulai.


Elen dan Milka mengekori Oma dan Samuel di belakang,tangan Arthur tak pernah lepas dari genggaman tangan Elen.Kakak beradik itu sangat canggung untuk sekedar melewati beberapa orang yang sedang mereka lewati.Pasalnya terlalu banyak mata yang memandangi mereka berdua.Entahlah apa yang sedang mereka pikirkan.


Setelah memberi Selamat pada Mr.Tan dan anaknya, Oma mengajak Elen dan Milka untuk ia kenalkan dengan beberapa patner bisnis keluarga Lovez.


"Oma,siapa kedua wanita cantik ini?"


"oh,kenalkan ini cucu baru ku yang cantik-cantik yang sudah lama hilang!"


"benar kah?"


"iya!"


"Elenora estefania Edo"kata Elen.


"saya Milka nova agatha Edo nyonya!"


"ow,ternyata kalian berdua kakak beradik?benar-benar mengagumkan,kalian berdua sama-sama cantik."


"terimakasih nyonya!"


Jawab Elen dan Milka bersamaan.Tak jauh dari sana ada beberapa pasang mata memperhatikan Elen dan Milka,para pria itu adalah Ellio,Ares dan Richart serta Jack asisten Samuel yang memang sudah jatuh hati pada Milka.Ares melengkahkan kakinya yang panjang menuju ke arah Elen.


"Elen,berdansalah dengan ku!"ucap Ares yang sudah rindu wanita kecilnya itu.padahal baru siang tadi mereka bertemu.


Ucap Elen yang belum hilang dari rasa keterkejutanya kala melihat Ares juga ada disana.Ares meraih dan menggenggam tangan Elen serta membawa wanita mungil itu ke lantai dansa.Tubuh Elen sangat lincah mengimbangi gerakan Ares,meski tubuh Elen sangat kecil di banding dengan tubuh tinggi dan kekar milik Ares.Namun semua yang melihat kedua insan itu berdansa sampai terkagum-kagum melihat wanita mungil yang cantik dengan serang pria yang sangat tampan.


Tak jauh dari tempat Elen dan Ares berada dua pasang mata menatap kedua insan yang sedang berdansa itu tidak suka.Yang satu menatap dengan tatapan membunuh,sedangkan yang satu hanya menatap dengan rasa cemburu,ya Ellio yang masih memiliki perasaan pada Elen merasa cemburu karna lelaki itu masih menyimpan rasa pada Elen.Namun Ellio menyingkirkan rasa cemburunya karna ia sudah berjanji pada dirinya sendiri akan membuka hatinya untuk Luna.


Sedangkan kelaki yang menatap Elen dan Ares dengan tatapan membunuhnya merasa tidak suka dengan pemandangan itu.Ia sangat cemburu melihat kucing kesayanganya bersentuhan dengan pria lain,apalagi ia memperhatikan Ares menatap Elen adalah tatapan penuh damba.


"Elen,kau sangat mengagumkan sekali!"ucap Ellio sambil mengecup punggung tangan Elen.


"terimakasih pak Ellio"


Samuel yang sudah tidak tahan lagi dengan kedekatan Elen dan Ares segera turun kelantai dansa dan menarik paksa tangan Elen.


"ikut aku Elen!"ucap Samuel yang sudah sangat emosi,terlihat dari rahangnya yang sudah mengeras.


"kak Sam,sakit"ucap Elen yang merasa sakit di pergelangan tanganya akibat di tarik paksa oleh Samuel.


"kak,lepaskan kak,tangan ku sakit!"pinta Elen memelas.


"kau harus di hukum Elen!"


"kena-p?belum selesai Elen menyelesaikan bicaranya namun Samuel sudah me****t b***r Elen yang terasa manis baginya.Samuel melepaskan pang***nya kala melihat kucing kecilnya itu hampir kehabisan oksigen.


"aku cemburu Elen!"


"kak Sa-?"


Samuel kembali mema***t bibir mungil milik Elen yang sudah sangat candu baginya.


"tidak tahu kah kau,kalau aku sangat mencintai mu Elen?aku bisa gila karna mu!"

__ADS_1


Elen tetperangah kala mendengar pernyataan cinta dari Samuel.Ia belum percaya dengan kata-kata yang baru saja ia dengar.


"kak?"


"ya Elen,aku sangat mencintai mu,mau kah kau menjadi kekasih ku?dan menjadi ibu dari anak-anak ku kelak?"


Elen masih tidak bergeming,dia belum percaya dengan ungkapan perasaan Samuel barusan.


"jawab aku Elen?"


"i-iya kak,aku mau!"


Samuel memeluk dan mengangkat tubuh mungil itu sembari berputar-putar karna rasa bahagianya.


Masih di dalam pesta


Milka yang sedari hanya diam tak banyak bicara merasa bosan berada di pesta itu.Melihat kakak dari Milka itu hanya melamun,pria tampan yang sedari tadi memperhatikanya itu pun berjalan ke arah Milka.


"hai!"


"hah,saya?"


Tunjuk Milka pada dirinya sendiri,pasalnya ia pikir lelaki itu sedang menyapa orang lain selain dirinya.


"boleh kenalan?"


"Aku Richart Cokrates clark,panggil Rich!"


"Milkanova agatha Edo,panggil Milka saja!"


"emm,nama yang cantik,secantik orangnya!"


"terimakasih Rich!"


"mau minum bersama?" tanya Rich sambil menyodorkan wine yang ada di gelasnya.


"terimakasih,tapi maaf saya tidak biasa!"tolak Milka halus.


"kamu kakaknya Elen kan?"


"iya,kok kamu kenal Elen?"


"aku mengenal adik mu karna adik mu bekerja di perusahaan milik adik ku Ares.


"Ares yang tadi dansa dengan Elen?"


"tepat sekali!"


"kamu datang tidak dengan pacar mu?"


"aku tidak memiliki pacar,dan belum berniat!"


"alasanya?"


"karna aku baru baru saja bercerai dengan suami ku!"


"ow,maafkan aku!"


tidak apa-apa!"


"bolehkah aku memiliki nomor ponsel mu?"


"oh,boleh-boleh,semoga kita bisa berteman!

__ADS_1


Ucap Milka merasa senang karna memiliki teman baru.


__ADS_2