Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Kembalinya Tania 2


__ADS_3

Di depan pintu ruangan Samuel,berdiri seorang wanita yang sangat cantik dan mungil.Ia meremas dadanya yang terasa sangat sakit.Ia merasa hidup ini tak adil baginya,mengapa setelah ia merasa hidup bahagia yang sesungguhnya,cobaan yang sangat menyakitkan kembali menghampirinya.Ia merasa seakan-akan dunia sangat membencinya.


Elen merasakan dadanya begitu sesak,hampir-hampir ia tak mampu untuk sekedar menarik nafas.Pernyataan cinta suami yang sangat ia cintai pada istri yang di anggap sudah mati,mampu membuat nafasnya tercekat.


"apa ini sudah takdir ku Tuhan?...takdir yang akan selalu tersakiti?...apa salah ku di masa lalu?...sehingga aku harus begini...jika memang dia bukan takdir ku,lalu kenapa Engkau mempersatukan kami?"kata Elen masih terisak.


Elen meletakan rantang yang berisi makanan tepat di depan pintu ruangan Samuel.Setelah itu,Elen memutuskan untuk meninggal kan tempat itu.Elen melangkah tidak tahu harus ke mana?.Ia hanya melangkah dengan gontai,pasrah pada alam yang akan membawa langkahnya entah kemana?.Airmata yang masih saja menetes,seakan-akan tak pernah bosan membasahi wajah cantiknya yang terlihat seperti boneka barbie itu.


Langkahnya yang sedikit gementar menghentikanya karna sudah merasa lelah,Elen duduk di tengah-tengah taman yang terlihat asri meski saat siang bolong.Bunga-bunga yang sedang mekar sedikit menenangkanya,namun kristal bening dari pelupuk matanya belum berhenti membasahi pipinya.


Elen duduk di bangku taman yang ada di bawah pohon beringin kecil yang ada di tengah taman itu.Ia megusap-usap perutnya yang sudah terlihat membuncit.Ia merasakan tendangan dari bayi yang ada dalam kandunganya,bayi yang ada dalam kandunganya seakan tahu kalau ibunya sedang bersedih.


"kau menangis honey?..."tanya seseorang yang sangat ia kenal.


Elen mengalihkan pandanganya pada orang yang biasa memanggilnya dengan sebutan "honey".


"Ares?...apa ini benar-benar kau Ares?..."


"ya,ini aku honey...Ares sahabat mu!..."


"Ares...bisakah aku meminjam bahu mu?"


"silahkan honey,kau bisa meminjamnya sampai kapan pun."


Elen menangis sejadi-jadinya saat dalam pelukan Ares.Bahu wanita itu sampai berguncang karna menahan tangis yang menyakitkan.


"menangislah sepuas mu,jika itu bisa membuat mu lebih tenang."


Ares memeluk wanita mungil itu sembari mengelus kepalanya.


"Ares!...apa kau mau membawa ku ke tempat yang menenangkan itu?...tempat sejuta kenangan mu bersama Cleo."


"dengan senang hati honey!..."


Ares membawa wanita mungil itu sesuai permintaanya.Sesampainya disana,Elen melangkah kan kakinya untuk berdiri di depan pagar pembatas jurang yang ada di tempat itu.Elen memandangi kota dari tempat ia berdiri,ia ingin berteriak sekuat-kuatnya,namun ia enggan untuk mekakukanya.


"berteriaklah honey jika kau ingin mekakukanya,keluarkan semua beban yang ada di hati mu."


Elen menoleh ke arah Ares,dalam hatinya ia berpikir,kenapa pria ini selalu bisa memahami perasaanya.


"aaaaaaa!!!"


Ares tersenyum melihat wanita mungil nan cantik itu berteriak mengeluarkan seluruh suara dan tenaganya.


Elen kelelahan karna ulahnya yang berteriak,namun ia merasa sedikit tenang setelah berteriak.


"omong-omong,kau tahu dari mana kalau aku ada di taman,Ares?...bukan kah kau sedang ada di London?..."tanya Elen.


"bukan kah sudah ku katakan,kalau aku akan menjadi aladin untuk mu?"


"tapi aku belum memanggil mu sampai tiga kali."kata Elen.


"bibir mu memang belum memanggil ku!...tapi jiwa mu sudah memanggil ku semalam"

__ADS_1


"maksud mu?"


"ya,semalam aku bermimpi melihat mu menangis,dalam mimpi ku,kau sedang memanggil nama ku!"


"benarkah?"


"ya honey!..."


"terimakasih Ares!...kau memang sangat baik,sudah tiga kali aku bersedih,dan sudah tiga kali pula kau menenangkan ku."kata Elen.


"sekarang...ceritakan kenapa kau bersedih?"tanya Ares.


Elen menceritakan semua apa yang ia dengar dari percakapan Samuel dan Tania.


"sekarang aku ingin bertanya pada mu,apa kau mencintainya?..."


"ya,aku sangat mencintainya!..."


"kalau begitu,tetaplah pertahan kan cinta mu!...jangan biarkan siapa pun jadi penghalang untuk kau dan suami mu."


"apa harus begitu Ares?"


"ya"


"terimakasih Ares,kakak Cleo pasti bangga pernah menjadi bagian dalam hidup mu!....kak Cleooo...tolong bantu Ares untuk mencari pengganti mu!!"teriak Elen tiba-tiba.


Ares tersenyum melihat tingkah Elen yang sangat lucu,pria itu sangat gemas melihat istri kecil milik Samuel sahabatnya itu.


*****


"masuk!"


"tuan Sam?"


"ada apa Ares?"


Ares melangkah menuju Samuel dan membisikan sesuatu di telinganya.


"apa?"


Samuel meraih ponsel dan kunci mobil miliknya,ia terlihat sangat panik,kala mengetahui kalau istri mungilnya yang sedang hamil itu tadi sudah datang untuk mengantarkan makan siang untuknya.


"Ares,bantu aku untuk mencarinya!..."


"baik tuan!"


"kau mau kemana Sam?"tanya Tania.


"Tania...kau tunggu sebentar,aku tidak akan lama!"kata Samuel sambil mengusap kepala istrinya yang cantik itu.


"kau dimana sweety?...ah,Tuhan,dia pasti sudah mendengar semuanya!..."kata Samuel pada dirinya sendiri.


Samuel melakukan panggilan pada Oma,dan juga menyambungkan panggilanya pada Jack asistenya.

__ADS_1


"Oma...apa istri ku sudah kembali?"


"apa maksud mu Sam,Elen sudah kembali?...bukankah tadi ia mengantarkan makan siang mu?..."


"iya,Oma,tadi Elen datang mengantarkan makan siang untuk ku dan aku tidak mengetahuinya,karna!..."Samuel tidak jadi menerus kan kata-katanya.


"karna apa Sam?"


"nanti aku akan menjelaskanya Oma,aku masih mencari istri ku!..."


"baiklah Sam,cari Elen sampai dapat,karna kalau terjadi apa-apa denganya,Oma tidak akan pernah memaafkan mu."


Samuel mengakhiri panggilanya pada Oma dan mengalihkanya pada Jack asistenya.


"Jack!...apa kau sudah melihat istri ku?"


"belum tuan!"


"kira-kira,istri ku ada di mana Jack?"


"entahlah tuan,aku akan berusaha mencarinya."


"baiklah Jack,cari istri ku sampai dapat!"


"baik tuan."jawab Jack singkat.


Setelah menutup telefonya,Samuel berinisiatif untuk pergi ke cafe tempat Milka dan Dian bekerja.Ia kesana ingin menanyakan pada kakak iparnya itu apa ia mengetahui keberadaan istrinya.


"kak Milka,apa kakak tahu Elen ada di mana?"


"apa kalian bertengkar Sam?"tanya Milka.


"kami tidak bertengkar kak!..."


"lalu?..kenapa kau mencarinya?...apa istri mu tidak memberitahu mu kalau ia pergi ke mana?"


Samuel bingung harus menjawab apa?,ingin menceritakan semuanya pun ia merasa kalau waktunya belum tepat.


"kak,nanti akan ku ceritakan semuanya,tapi aku harus mencari istri ku dulu!..."


"kenapa kau tidak menceoba menghubungi ponselnya saja?"


"aku lupa untuk membeli ponsel baru untuknya kak,ponsel lamanya sudah hilang."kata Samuel.


"kalau begitu,kau teruslah mencarinya Sam...kabari aku jika sudah menemukanya!"


"baiklah kak Mil!"


Samuel berjalan dengan gontai menuju mobil miliknya.Samuel sangat frustasi karna belum tahu keberadaan istrinya.Pria tampan itu sangat mencemaskan istrinya,ia kuatir kalau istrinya yang sedang mengandung anaknya itu kenapa-kenapa.


"sweety...kau dimana sayang?...aku sangat mencemaskan mu!...maaf kan aku sweety!"


Samuel sangat menyesali perbuatanya,harusnya ia tidak membawa Tania ke kantornya,karna akhir-akhir ini,istrinya yang sedang hamil itu sangat sering mengantar kan makan siang untuknya.

__ADS_1


Samuel berpikir dalam hati,seharusnya tadi dia membawa Tania ke tempat lain saja.Namun sekarang apa boleh buat,semuanya sudah terjadi.Sekarang dirinya hanya perlu mencari keberadaan istrinya yang entah dimana.


__ADS_2