
MJ GROUP
Elen berlari kecil hendak menuju lift yang masih terbuka,saat ia berlari,ia tak sengaja menabrak sosok tubuh tinggi dan kekar.Karna Elen menabrak tubuh lelaki itu,tak ayal ponsel yang sementara ada di genggaman laki-laki itu terjatuh kelain tempat dan mengakibatkan ponsel pria tersebut mengalami keretakan.
"tunggu"
Elen berteriak kearah orang-orang yang berada didalam lift tersebut.Elen pun berlari tanpa mempedulikan lelaki itu yang sangat ingin menelanya hidup-hidup.Sebelum Elen berlalu,janda cantik itu hanya mengucapkan sebuah kata maaf dan berlalu.
Elen buru-buru karna ia sudah telat lima menit,karna tadi malam ia dan kak Milka bergadang hanya untuk menonton siaran televisi drakor seusai Oma dan Samuel serta Arthur pulang.
"maaf"
Pria itu hanya melihat kepergian Elen dengan bunyi gemeratak gigi pertanda pria itu sedang murka.
"wanita itu!"
Lelaki itu mencari tahu siapa wanita yang menabraknya?yang telah mengakibatkan ponsel mahalnya rusak.
"kau tunggu saja gadis kecil,begitu aku mengetahui siapa dirimu,aku akan membuat mu untuk tidak bisa lagi tersenyum"
Bagaimana ia tidak kesal?wanita yang menabraknya tadi tidak peduli sama sekali dengan ponselnya yang rusak,dengan seenaknya wanita itu tersenyum,lalu meminta maaf dan pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban darinya.
"huff"
Elen menarik nafas lega saat sudah sampai diruangan tempat kerjanya.
"Elen,kamu kenapa?kayak dikejar maling aja!"
"Mbak Ayu,tadi aku buru-buru karna takut terlambat mbak"
"oww,emang benar kok kamu terlambat,cuma lima menit"
ucap Ayu dengan nada centilnya,sembari melihat arloji yang ada dipergelangan tanganya.
"tumben kamu terlambat,semalam bergadang ya?"
"itu mbak!"
"ahh,aku tau,pasti pacar kamu ngapelin kamu semalaman kan?"
"bukan mbak,semalam aku dan kak Milka nonton drakor sampai tengah malam,soalnya ceritanya seru!"
"ehem,ehem,ada gosip apa?"
Tanya pak Hardi kepala bagian divisi tempat kedua wanita itu bekerja.
"Selamat pagi pak"
Ucap Elen dan Ayu dengan wajah sudah memerah,pasalnya kedua wanita itu sangat malu sudah kepergok oleh atasanya sedang ngerumpi saat jam kerja.
"jangan di ulang lagi"
ucap lelaki paruh baya yang terlihat sangat arif dan bijaksana itu.Pak Hardi sering keliling untuk memantau semua bawahan yang dibawah pimpinanya.
"baik pak"ucap kedua wanita cantik itu bersamaan.
Setelah pak Hardi keluar,Elen dan Ayu menarik nafas lega.
__ADS_1
Jam sudah menunjukan pukul 12:30 pertanda sudah waktunya istirahat.Ayu yang sudah merasa kalau perutnya minta diisi makanan segera mengajak Elen untuk keluar mencari makanan.
"Elen,makan yuk!"
"Deluan mbak"
"ih,Elen,kamu kebiasaan deh"
"mbak Ayu deluan saja,nanti aku susul"
"benar ya"
"iya mbak"
"aku pesanin dua porsi lho,kamu mau makan apa?"
"mie goreng mbak"
"hadeh,mie goreng lagi-mie goreng lagi"
ucap Ayu yang merasa heran dengan teman kerjanya itu,bagaimana tidak?setiap hari Elen harus memesan mie goreng.
Beberapa menit kemudian setelah Elen menyelesaikan pekerjaanya,ia pun bergegas keluar untuk menyusul Ayu.Namun saat Elen masuk kedalam lift,ia melihat Ares dan Bayu serta lelaki yang ia tabrak pagi tadi menatapi dirinya.
Dan betapa kagetnya Elen saat menyadari tatapan mematikan dari orang yang ia tabrak pagi tadi.Elen merasa jantungnya berhenti sejenak dan nafasnya tercekat.Mata coklat yang menatapnya dengan dingin itu membuat Elen sangat yakin bahwa lelaki itu tidak senang melihatnya disana.
Tatapan membunuh laki-laki itu membuat Elen berharap bumi menelanya saat itu juga,seandaianya tatapan bisa membunuh,Elen pasti sudah terkapar tak bernyawa.
"Nona Elen"
"ya,saya pak"
"siapa wanita ini Ares?"
"dia Elen kak Rich"
Jawab Ares yang merasa kasihan melihat Elen sangat ketakutan kala mendapatkan tatapan dingin dari kakak kandungnya itu.
"Elen bagian dari divisi keuangan."
"kenapa kak Rich?"
"wanita ini yang sudah merusak ponsel ku."
"aku akan menggantinya tuan"jawab Elen cepat.
"kau kira gajimu berapa?"
"tidak banyak tuan,tapi aku akan mencicilnya."
"whatt?"
Ucap lelaki yang dipanggil Rich oleh ceonya itu.
"cicil katamu?ponsel ku seharga gaji mu satu tahun."
"hah?"
__ADS_1
Elen menatap tak percaya,mana mungkin ada ponsel yang harganya selangit,kalaupun ada mungkin Elen tidak mengetahuinya.
"sudahlah kak Rich!"
Ares berusaha membuat emosi kakak kandungnya itu mereda,karna Ares merasa tidak tega melihat janda cantik itu memucat sedari tadi.
"tidak bisa Ares,dia harus mengganti ponsel ku yang sudah rusak!"
"Well,sekarang apa?"tanya Ares.
"apa kak Rich sudah kehabisan uang?"
Mendengar ucapan adiknya itu membuat Rich tak bisa berkata lagi,memang betul kata adiknya,apa kata orang jika pria kaya seperti dirinya meminta ganti rugi pada seorang wanita yang gajinya tak seberapa dibanding hartanya yang begitu banyak.Akhirnya kakak kandung dari Ares itupun diam dengan wajah yang masih emosi.
"Elen,ini kakak ku,Richart cokrates Clark"
Ares memperkenalkan kakaknya Rich pada Elen.Dalam hati Richard,mengapa adiknya itu bisa lembut dengan wanita yang sudah menabraknya itu.mengingat kalau Ares selama ini memiliki tipikal yang tidak gampang untuk dekat dengan wanita,apalagi sampai memperkenalkan Kakaknya Rich pada wanita yang tidak memiliki jabatan penting di perusahaan miliknya itu.
Tadi Richard sempat melihat tatapan mendamba dari adiknya itu untuk wanita yang sudah menabraknya tadi.
"kamu mau kemana Elen?"
Tanya Ares saat sudah berada diluar lift.
"ahh,ehh,itu...mau makan siang pak!" jawab Elen.
Ares sangat gemas melihat janda cantik itu,apalagi Elen sambil mengerjabkan matanya dan menggigit kecil ujung bibirnya,ia melihat Elen sangat manis dalam keadaan seperti itu.
"makan sianglah bersama kami Elen!"pinta Ares.
"hah?"tanya Elen menatap tak percaya.
"ahh,ehh,tidak usah pak,soalnya mbak Ayu sudah memesan mie goreng buat saya pak!"jawab Elen singkat.
Alis Ares mengerut,ia tak percaya kalau wanita mungil itu hanya memakan mie goreng siang ini.
"hah,aneh sekali wanita kecil ini,mana bisa kau hanya makan mie goreng saja."desah Ares dalam hati.
"em,Nona Elen,tak baik jika menolak niat baik seseorang!"ucap Bayu menimpali.Akhirnya dengan menimbang-nimbang Elenpun setuju untuk makan bersama dengan para lelaki tampan yang salah satunya adalah bosnya itu.
Di Restoran Litani
Elen melangkah tidak percaya diri kala memasuki restauran mewah itu.
"kamu pesan apa Elen?"
Tanya Ares sambil menyodorkan daftar menu makanan.
"mie goreng pak"jawabnya singkat.
"whatt?"tanya Richart tak percaya"yang benar saja?wanita kecil itu hanya memesan mie goreng di restauran mewah ini?"tanya Richart dalam hati.saat pelayan datang,Ares memesan makanan untuk kakak dan asistenya.Sedangkan untuknya,ia samakan dengan pesanan Elen.
"mie goreng yang paling spesial yang ada di restauran ini!"
"baik tuan"kata pelayan itu.
Mereka menikmati makanan itu dengan khidmad,terlebih Elen,ia merasa bahwa mie goreng yang ia makan itu adalah mie goreng terenak yang pernah ia makan.Sesekali mereka tertawa dengan lelucon yang dibuat oleh Bayu asisten Ares.
__ADS_1
Saat mereka makan,sepasang mata yang sejak tadi memperhatikan mereka,rahang lelaki itu terlihat mengeras,ia marah karna melihat kucing kecilnya itu tersenyum dengan pria lain.Siapa lagi kalau bukan Samuel?
Samuel dan Jack makan siang dengan kliennya di restauran yang sama tempat Elen makan siang berada.Samuel sangat cemburu,apalagi saat melihat Ares menatapnya penuh damba.Samuel cemburu saat lelaki itu menambah mie goreng miliknya ke piring milik Elen.