
"Ada perlu apa kalian datang ke sini?"tanya Samuel.
"Ma-Mami ingin ketemu dengan Tania!"jawab Mami Liza gugup.
"Urasan mu dengan Tania sudah selesai kan?,kalau sudah selesai,segera tinggalkan kediaman ku!"
"tunggu dulu Sam!"ucap Mami Liza sembari mengejar Samuel yang sudah melangkah menuju ruang kerjanya,guna mengambil berkas kerja yang ia lupakan saat akan ke kantor tadi.
"Kau tidak boleh bercerai dengan Tania!"kata Mami Liza.
"Biarkan saja Mami!"
"tutup mulut mu Angela!!"hardik Mami Liza.
"Sepertinya kau sangat keberatan kalau aku dan Tania akan bercerai?"kata Samuel.
"Ya,jelas aku sangat keberatan,jika kau menceraikan putri ku!"
"Bukan kah kau tidak pernah menganggap Tania putri mu?"
"Kau jangan sembarangan Sam!"
"Hahaha!!...kau ini sangat lucu!"tawa Samuel dengan suara beritonya.
"Apa yang kau tertawakan?"tanya Mami Liza.
"Jika kau menganggap Tania itu putri mu,tentu kau tidak akan tega membuat hidupnya menderita."
"Apa maksud mu Sam?"
"Kau sangat tahu apa yang ku maksud."
Samuel sudah sangat muak dengan ibu mertuanya yang sangat jahat terhadap anak kandungnya itu sendiri.
"Kenapa kau tega sekali membuat putri kandung mu sendiri menderita??...bukan kah dia putri kandung mu?...tega sekali kau merekayasa kematianya!!...sebenarnya,apa motif mu melakukan semua itu?tanya Samuel sudah mulai geram.
Pasalnya semenjak Samuel mengetahui kalau Tania masih hidup,sebenarnya ia ingin sekali menanyakan ibu mertuanya itu perihal tentang rekayasa yang sudah ibu mertuanya itu ciptakan.
"Karna harta bukan??....aku tahu apa yang akan selalu menjadi ambisi mu!...tak lain dan tak bukan adalah harta."kata Samuel.
Kali ini Samuel harus mengesamping kan yang namanya sopan santun untuk ibu mertuanya itu,pasalnya hanya dengan cara seperti itulah mampu membuat wanita jahat itu agar tidak semakin ngotot untuk untuk ambisinya.
"Aku heran!...mengapa tuan Rudy bisa bertahan hidup dengan mu?"tanya Samuel.
"Papi ku sangat menderita selama ini Sam!...aku bisa melihatnya."kata Tania.
Bukan tanpa alasan Tania mengatakan itu,karna sebelum Tania pergi ke New York,kerap ia melihat tuan Rudi terlihat sangat murung,pernah suatu ketika saat tuan Rudy mengajak Tania menghadiri suatu pesta,Tania mendengar tuan Rudy memuji temanya yang memiliki istri yang patuh terhadap suaminya.
__ADS_1
"Kau beruntung memiliki istri yang sangat sempurna Jemy!"ucap tuan Rudy suatu ketika.
"Ya,aku beruntung memiliki istri secantik bidadari seperti dia."ucap tuan Jemy sembari merangkul pinggang istrinya."
"Hidup mu pasti sangat bahagia."kata tuan Rudy.
"Seperti yang kau lihat,aku tak pernah kekurangan apapun.Dan kau Rudy!...apa hidup tidak bahagia bersama Liza?"tanya tuan Jemy.
"Hidup ku sangat jauh dari kata bahagia Jem!"kata tuan Rudy tanpak sedih.
"Kenapa begitu?...bukanya Liza sangat mencintai mu?"tanya tuan Jemy terlihat tidak percaya.Pasalnya tuan Rudy dan istrinya selama ini terlihat sangat mesra.
"itu hanya terlihat dari luarnya saja,tapi jika kau tahu sebenarnya,kau pasti akan mentertawakan hidup ku."
Tuan Jemy terlihat menarik nafas berat kala mendengar cerita tuan Rudy,karna tuan Jemy sering mendengar isu yang mengatakan kalau istri tuan Rudy kerap selingkuh.
"Kau harus banyak bersabar Rudy!"ucap tuan Jemy berusaha menghibur sahabatnya itu.
Kembali pada perdebatan Samuel dan mami Liza.
Tania tersadar dari lamunanya kala merasakan sakit di tanganya akibat di tarik paksa oleh ibunya.
"Sekarang kau harus menerima hukuman mu!!"hardik Mami Liza sembari menarik paksa tangan Tania.
"Tania tidak akan kemana-mana!...sebaiknya kau dan putri mu Angela segera keluar dari Mansion ini!!"gartak Samuel pada Mami Liza.
"Aku masih status suaminya!!..jadi dia harus patuh pada ku."kata Samuel sembari meraih tangan Tania.
Bukan tanpa alasan Samuel mempertahan kan agar Tania tetap tinggal bersamanya di Mansionya,tapi mengingat ibu mertuanya itu seorang psikopat,Samuel tidak rela jika mertuanya itu menyiksa wanita yang dulu pernah sangat ia cintai.
"Sekarang kau masuk ke kamar mu Tania!"perintah Samuel dengan tegas.
Mami Liza tak mampu berkutik kala melihat wajah kemarahan dari pria tampan yang masih berstatus menantunya itu.
"Aku akan membuat kau menyesali semua ini Tania!!"kata Mami Liza pada Tania yang sudah sampai di ambang pintu kamarnya.Karna perintah Samuel suaminya.
"Tunggu apalagi??...silahkan angkat kaki dari sini!!"hardik Samuel pada Mami Liza dan Angela.
"ini semua gara-gara Mami!"kata Angela kesal sembari menghentak-hentakkan kakinya karena jengkel.
Akhirnya dengan terpaksa kedua wanita itu melangkah keluar dari dalam Mansion milik Samuel.Setelah Mami dan adik tirinya pergi,Tania keluar dari dalam kamarnya hendak berterimakasih pada pria yang masih berstatus suaminya itu.
"Terimakasih Sam!"kata Tania.
"Untuk?"tanya Samuel singkat.
"Terimakasih karna telah menyelamat kan ku dari Mami!"kata Tania merasa malu.
__ADS_1
"sudah sepantasnya aku melakukan itu,karna kau masih istri ku,aku berkewajiban untuk melindungi mu."ucap Samuel datar.
Melihat suaminya itu tidak senyum sedikit pun padanya,membuat Tania jadi menyesal karna telah berusaha mencelakai Oma,seandainya saja waktu bisa di putar kembali,ingin rasanya Tania tidak mendorong tubuh Oma dari tangga,coba saja waktu itu dia lebih tenang sedikit tidak terbawa emosi,tentu saat ini Samuel masih mencintainya dan tidak akan meminta cerai padanya meski harus berbagi suami dengan wanita kain.
"Baik Sam!...aku akan kembali ke kamar ku,aku sudah merubah rencana ku.Malam ini aku akan kembali ke New York,apapun yang terjadi."kata Tania.
"Sebaiknya kau pergi setelah kita resmi bercerai,ini perintah Tania!...perintah terakhir dari ku,yang masih status suami mu!"kata Samuel.
"tapi jika aku masih berlama-lama di sini,aku takut Mami akan kembali datang dan memaksa membawa ku."kata Tania.
"Ibu mu tidak akan berani kembali ke Mansion ku Tania!...aku bisa pastikan itu."kata Samuel.
"Baik Sam!"
"Bagus!...aku akan kembali ke kantor.Aku akan meminta Jack untuk menempatkan beberapa orang di Mansion ini untuk menjaga mu,jika ada hal yang ingin kau bicarakan ataupun yang kau inginkan,segera hubungi aku,kau paham Tania??"
"Ya,aku paham Sam!"ucap Tania sembari masuk kedalam kamarnya kembali.
Di Mansion Samuel
"Kak Mitha!...berapa umur mu sekarang kak?"tanya Elen pada Mitha saat pengawal cantiknya itu memasak makan malam untuk Istri tuanya itu.
"27 tahun Nyonya!"jawab Mitha dengan wajah datarnya.
"Wah!!...sama dengan kak Sofia dong!"kata Elen.
Mitha tak membalas,wanita cantik berwajah datar itu masih saja fokus dengan memasaknya.
"ternyata kau sangat pintar memasak Kak Mitha!"
Semenit kemudian Sofia sudah muncul di dalam apartemen milik Samuel,Karna Elen meminta Sofia untuk pergi membelikanya Salad.
"Nyonya!...ini pesanan anda!"ucap Sofia sembari menyodorkan bungkusan ke arah Elen.
"Nonya!..jika anda ingin memakan Salad,beritahukan saja kepada saya,karna saya akan membuatkanya untuk Nyonya!"ucap Mitha.
"Memangnya kak Mitha bisa buat Salad?"tanya Elen pada Mitha.
"ya,Nyonya!...saya bisa membuatkanya untuk anda."balas Mitha.
"Bagus sekali itu,aku akan sering makan Salad gratis!"ucap Elen.
Sofia dan Mitha sangat gemas melihat wanita cantik istri Tuanya itu.Bagi Mitha dan Sofia,Elen terlihat seperti boneka berbie meski tubuhnya terlihat sangat mungil.
"Sekarang Nyonya harus makan,karna kalau tidak,Tuan Sam akan menendang kami dari apartemen ini!"ucap Sofia yang lebih banyak bicara dari pada Mitha si wanita es itu.
"Kau bisa saja kak Sofia!..aku akan makan,jika kalian berdua juga ikut makan dengan ku."kata Elen.
__ADS_1