Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Kemarahan Ares


__ADS_3

Celvin menuruni anak tangga dengan gagahnya,wajah yang tampan,memiliki rahang yang tegas,serta bentuk tubuh yang atletis karna sering berolah raga,di lihat dari jauh maupun dekat,Celvin terlihat sangat berkharisma.Sesampainya di bawah,Celvin berdiri dengan tegak sembari memasukkan kedua tanganya ke dalam saku celana training yang ia pakai.


"Apa kau mencari ku Nona?" tanya Celvin dengan suara datar.


"Ya,anda Tuan Celvin shu bukan?" tanya Mitha tak kalah datarnya.


"Ya,aku Celvin shu,ada perlu apa kau ingin mencari ku?"


"Aku ke sini untuk menjemput Elen,tuan Celvin."


"Menjemput Elen?...atas perintah siapa?" tanya Celvin dengan tegas.


"Aku di perintahkan oleh tuan Ares."


"Ares Clark maksud mu?"


"Ya"


"Memangnya apa hubungan Tuan Clark dengan Elen?"


"Itu bukan urusan anda tuan!" sarkas Mitha pada Celvin.


"Maaf jika perkataan ku tidak berkenan di hati mu,tapi,bukan kah Ares sudah menikah?...kenapa dia harus mengurusi wanita yang bukan istri maupun saudaranya?"


"Sudah ku katakan,itu bukan urusan anda."


"Hoho...hoho...kau cantik,tapi sangat galak sekali."


"Saya tidak punya banyak waktu tuan,karna saya harus pulang secepatnya membawa Elen."


"Sabarlah Nona Mitha,saat ini Elen sedang mandi,semalam ia panas tinggi,tapi pagi ini keadaanya sudah lebih baik."


"Bagaimana asalnya hingga Elen bisa sampai di Mansion anda ini tuan Celvin?." tanya Mitha penuh selidik.


"Tadi malam saat aku pulang dari acara resepsi pernikahan Ares,aku tidak sengaja menemuinya di jalan dalam keadaan pingsan di tengah hujan yang sangat deras."


"Maaf,jika tadi saya sedikit kasar tuan Celvin,saya sangat berterimakasih karna anda telah menolongnya." kata Mitha dengan lembut.


"Tidak apa-apa Mitha.Omong-omong,kenapa bukan Ares yang datang menjemputnya?"


"Tuan Ares tidak bisa datang karena ada hal penting yang harus ia selesaikan."


"Apa kau ingin menemui Elen di kamar,atau kau ingin menunggunya di sini saja?"


"Sebaiknya aku menunggunya di sini saja tuan Celvin."


"Baiklah,aku akan kembali ke atas untuk memberitahukanya."


"Baik tuan Celvin,terimakasih."


Beribu macam pertanyaan ada di benak Celvin,bulan kah sahabatnya itu sudah menikah?,lalu kenapa Ares masih sibuk mengurusi Elen,mungkinkah Ares benar-benar sangat mencintai Elen?,kalau memang demikian,lalu kenapa Ares tidak menikahi Elen,tapi menikahi wanita lain.


"tok...tok...tok"


"Ya" jawab Elen dari dalam kamar.


"Apa kau sudah selesai Elen?"


"Sudah,masuklah Celvin."


"Wanita yang bernama Mitha itu ingin menjemput mu Elen."


"Hah,kak Mitha?...dari mana ia tahu kalau aku ada di sini?"


"Siapa lagi kalau bukan Ares?"


"Ares!"


"Ya,Ares memerintahkan Mitha untuk menjemput mu."


"Tapi untuk apa?...dia kan sudah menikah."

__ADS_1


"Entahlah...omong-omong,apa kau akan pulang bersama Mitha?"


"Aku memang akan pulang bersamanya,tapi aku pulang untuk diri ku sendiri,bukan untuk suami orang."


"Pikiran yang sangat bijak sekali,jadilah wanita yang memiliki harga diri Elen,jangan biarkan siapapun mempermainkan perasaan mu,sekalipun orang itu adalah orang yang sangat kau cintai." kata Celvin memberi nasihat.


"terimakasih untuk nasihat mu Celvin."


"Sekarang,temuilah dia di bawah."


Ketika Elen sudah sampai di bawah,Elen langsung menyapa wanita yang menjadi idolanya itu.


"Kak Mitha!"


"Hai Elen,apa kau baik-baik saja?"


"Seperti yang kau lihat kak,aku sehat."


"Syukurlah,aku sangat cemas memikirkan keadaan mu...kau tahu Elen?,kami seperti orang gila mencari mu."


"Maafkan aku kak."


"Aku ke sini menjemput mu Elen,kau harus pulang bersama ku."


"Kak Mitha pulanglah deluan,aku masih di sini,sore baru aku pulang."


"Kau yakin?"


"Ya,kak Mitha."


"Tapi tuan Ares akan sangat marah pada ku."


"Ares tidak punyak hak atas diri ku kak Mitha,bukan kah dia sudah memiliki istri?"


"Kau harus memahami posisinnya Elen,tuan Ares sangat mencintai mu."


"Apa rasa cintanya masih penting saat ini kak,status Ares saat ini sudah menjadi suami orang,apalagi yang aku dan Ares harapkan?"


"Baiklah Elen,aku akan pulang,aku siap menghadapi kemarahan tuan Ares."


"Dia tidak akan berani memarahi mu kak,karna tidak ada alasan bagi Ares untuk memaksa mu membawa ku pulang."kata Elen dengan tegas.


"Aku tidak bisa jamin kalau tuan Ares tidak akan marah."


"Kau tenanglah,jika ia memarahi mu,maka dia akan berhadapan dengan ku."


"Nona Mitha,aku tidak memaksa Elen untuk tinggal di sini,jadi kau jangan berprasangka buruk pada ku."


"Maaf kan aku tuan Celvin,aku titip Elen pada mu,antarkan dia dengan selamat sampai di rumah sore ini,dan ingat,tidak boleh lewat sampai besok,anda paham tuan Celvin?"


"Siapp komandan." kata Celvin dengan senyumnya yang menawan.Hampir saja Mitha tersandung akibat efek dari senyuman menawan dari Celvin.


"auww" erang Mitha karena lututnya terantuk di sofa.


"Kak Mitha,kau kenapa?"


"ahh,ehh...tidak,aku tidak kenapa-kenapa Elen."kata Mitha celingukan.


"Kau yakin?" tanya Elen.


"ya...ya...aku yakin,sebaiknya aku pulang sekarang."


"Baiklah,hati-hati di jalan kak."


Setelah Mitha pergi meninggalkan Mansion milik Celvin,Elenpun pamit untuk pulang.


"Celvin,sebaiknya aku pulang sekarang,terimakasih karena telah menolong ku." kata Elen.


Celvin tak habis pikir dengan wanita yang ada di hadapanya itu,kalau memang ia pulang,lalu kenapa ia menolak saat di jemput oleh Mitha.


"Bukanya tadi kau bilang kau akan pulang sore nanti?"

__ADS_1


"Memang betul,tapi aku berubah pikiran."kata Elen.


"Kenapa kau tiba-tiba saja berubah pikiran?"tanya Celvin penasaran.


"Aku hanya ingin mencari pekerjaan,aku bosan setiap hari hanya di rumah."


"Kau serius ingin mencari pekerjaan?"


"Menurut mu aku bercanda?"


"Kalau kau mau,bekerjalah di perusahaan milik keluarga Shu."


"Aku tidak mau Celvin,aku ingin di terima bekerja karna murni dari usaha ku." kata Elen.


"Baiklah jika itu mau mu,aku tidak memaksa,tapi aku akan selalu bersedia untuk membantu mu kapan pun kau mau"


"Terimakasih Celvin."


"Sekarang bersiaplah,aku akan mengantarkan mu."


"Tidak usah,aku bisa memesan grab."


"Jangan keras kepala Elen,kali ini kau harus mengikuti perintah ku."


"Apa harus begitu?"


"Ya"


"Baik"


*****


Sementara di perusahaan MJ,Ares terlihat sangat marah kala mengetahui bahwa Mitha tidak berhasil membawa pulang wanita mungil kesayanganya itu.


"Kenapa kau tidak berusaha membujuknya pulang Mitha?, aku tidak suka jika Celvin berduan dengan Elen di Mansion itu." kata Ares menaikan intonasi suaranya.


"Saya sudah berusaha tuan,tapi Elen tetap menolak."


"arrgh...brakkk" Ares memukul dengan keras meja kerjanya,hampir saja Mitha meloncat dari tempat ia berdiri.


"Ada apa sayang?...kenapa kau marah-marah?" tanya Celsi yang tiba-tiba saja muncul.


"Mau apa kau ke sini?" sarkas Ares pada Celsi.


"Dia ke sini untuk mengantarkan mu makan siang." kata tante Melan yang juga muncul di belakang Celsi.


"Mitha!...sekarang kau jujur,kenapa sampai Ares marah-marah pada mu?"


"i-itu Nyonya,masalah pekerjaan." jawab Mitha berbohong.


"Benar begitu?...kau tidak berbohong?"


"Benar Nyonya."


"Ares...Ares...Momy kan sudah bilang, agar kau jangan bekerja dulu,kalian kan masih pengantin baru,serahkan saja semuanya pada Bayu dan Mitha." kata tante Melan.


"Mitha!...kenapa kau masih berdiri?...keluar sanah!!" kata Celsi.


"Baik,Nyonya."


"Jangan sekali-kali kasar dengan anak buah ku Celsi!"gertak Ares dengan kasar.


"Dia hanya bawahan!...untuk apa aku terlalu menghormatinya?" kata Celsi dengan mencibir.


"Meskipun dia bawahan ,tapi kau tidak berhak untuk berlaku kasar padanya."


"baiklah,aku tidak akan melakukanya lagi.."


Tante Melan merasa geram dengan kelakuan Celsi,entah kenapa,tante Melan merasa kalau Celsi memiliki watak yang tidak baik,namun wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu hanya memendamnya di dalam hati.


"ini semua gara-gara wanita sialan itu,aku harus cepat-cepat menyingkirkanya,sebelum semua rencana ku gagal total." kata Celsi dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2