
"hanya saja apa Tania?"
"apa kau tidak tahu,betapa menderitanya Samuel dan Arthur selama ini tanpa kehadiran mu!...terlebih Arthur,yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu."
Tania menatap nanar wajah Oma yang terlihat sangat serius dengan perkataanya.Sebenarnya Oma sengaja memberikan pertanyaan-pertanyaan yang mampu membuat Tania merasa sangat bersalah.Agar wanita yang di ketahui sudah lama meninggal itu,menyadari semua perbuatanya adalah salah.
"dan kau tahu Tania?...istri Samuel yang sekarang,telah banyak merubah pribadi Arthur.Ia membentuk pribadi Arthur dari yang tidak mudah di sentuh,sekarang menjadi pribadi yang sangat menyenang kan!"kata Oma.
Tania terdiam mendengar penuturan dari Oma,sejujurnya ia merasa sakit hati mendengar ucapan Oma yang seolah-olah berusaha memojok kanya.
"lalu,apa peran Samuel selama ini sebagai ayahnya?...seandainya saja aku benar-benar sudah mati,apa ia tidak berusaha menjadi ayah,sekaligus menjadi ibu buat Arthur?"
Tania berusaha membela diri,dengan cara menyerang Oma dengan Halus,ia memberi pertanyaan yang juga bisa memojokan Samuel.
"bagaimana mungkin Samuel mampu berperan sebagai ayah,sekaligus sebagai ibu buat Arthur?"
"kenapa tidak bisa Oma?...sudah terbukti banyak orang yang berhasil menjadi single parents!..."
"tapi,kau kan tahu,kalau Samuel sibuk bekerja!"
"tapi kan tidak harus mengabaikan Arthur!"
"siapa bilang dia mengabaikan Arthur?...dan kau juga!...jika kau menyayangi anak mu,harusnya kau tidak meninggal kan dia!..."
Tania merasa tersudut dengan perkataan Oma,ya,Tania menyadari,tidak seharusnya ia meninggal kan anaknya yang masih bayi dan membutuh kan kasih sayang seorang ibu.
"sudahlah Oma,aku tidak ingin membicarakan ini lagi,aku ingin melihat putra ku!"
"pergilah!"kata Oma.
Tania melangkah kan kakinya menuju kamar putranya,setelah sampai di kamar Artur,Tania mendekat ke ranjang tempat putranya itu tidur.Tania merasakan seluruh tanganya bergetar.Tania mengelus kepala Arthur dan menciumnya berkali-kali.
Meski Arthur masih kecil,namun instingnya sangat kuat **** dalam keadaan tidur nyenyak.Artur membuka matanya,ia menatap wajah Tania dengan tajam.Tatapan yang Arthur berikan padanya,mampu membuat nyali Tania menciut.Tania sangat gugup,ia tak tahu harus mulai dari mana?
"Arthur!...kenapa kau bangun sayang?"tanya Oma kala melihat tatapan Arthur pada ibu kandungnya itu sangat tajam.
Arthur diam tak menjawab.
"Tania?...apa kau bisa membantu Oma di luar?"tanya Oma.
Oma memberi kode pada Tania agar segera mengikutinya ke luar.Sesampainya di luar,Oma memberitahu Tania agar tidak memberitahukanya sekarang.
"Tania!...sebaiknya besok baru kita beritahu pada Arthur tentang siapa diri mu,karna sekarang waktunya belum tepat."kata Oma.
__ADS_1
"baiklah Oma!..."
"sebaiknya kau tidur saja sekarang,jika kau ingin tidur...tidurlah di kamar tamu."
"aku masih ingin menunggu Samuel Oma!"
"baiklah...terserah kau saja!"
****
"kak Milka!...aku tidak tahu lagi harus mencari istri ku kemana?"ucap Samuel yang terlihat setres.
"sebenarnya apa yang terjasi Sam?...sebaiknya kau jujur saja pada ku!..."
Smuel dengan terpaksa mengatakan semuanya pada kakak iparnya tentang permasalahanya yang sangat rumit.
Setelah mendengar cerita Samuel,Milka menarik nafas berat,ia juga tidak tahu harus mengambil sikap bagaimana.Dalam hatinya,ia sangat kasihan pada adiknya,karna ia tahu kalau hati adiknya itu pasti sangat terluka.
"sebagai kakaknya aku ingin bertanya pada mu Sam!..apa kau masih mencintai Tania?"
Samuel diam tak bergeming kala mendengar pertanyaan dari kakak iparnya itu.Ia tidak tahu harus menjawab apa?.Sejujurnya ia memang masih mencintai istrinya yang sudah tujuh tahun di anggap sudah mati.
"baiklah...aku tidak akan memaksakan mu untuk menjawab!...tapi ketahuilah Sam!...aku tidak ingin jika kau membuatnya terluka."kata Milka.
"aku tidak akan membuatnya terluka kak Mil!"
"sadar atau tidak,tapi kau sudah membuatnya terluka Sam!...bukan kah waktu itu Elen meminta untuk menunda pernikahan kalian?...karna ini lah yang ia takut kan!..."
Samuel teringat kembali akan permintaan istri kecilnya itu.Elen pernah memintanya agar memberinya waktu satu tahun.Tapi karna Samuel memaksa,akhirnya Elen menyetujui untuk menikah secepatnya,karna istrinya itu sangat mencintainya.
"sekarang,semua kembali pada mu Sam!...bijak lah mengambil keputusan!..."kata Milka.
"Jack!...apa sudah ada kabar dari Richart?"tanya Samuel pada Jack.
"belum tuan!..."
Samuel sangat bingung melihat Richart,kenapa anak buahnya sangat lamban hanya mencari seorang Elen?.Samuel sangat tahu kualitas anak buahnya Richart,anak buahnya Richart bukan lah kaleng-kaleng,namun Samuel tidak mengambil pusing perihal anak buahnya Richart,sekarang ia hanya fokus untuk mencari istrinya yang cantik itu.
"sebaiknya kita kembali mencari istri ku Jack!..."
"baik tuan!"
Setelah Samuel dan Jack pergi meninggalkan apartemen miliknya,Milka terduduk lemas,ia menerka-nerka apa yang akan terjadi pada Elen berikutnya.
__ADS_1
"Dian...sepertinya kita harus segera mencari kontrakan baru!"kata Milka.
"aku juga berpikir yang sama kak!."
"seenaknya saja dia mau menyakiti adik ku!...aku tidak akan sudi jika ada yang menyakitinya!"
Sebagai seorang kakak,Milka tentu mengharap kan yang terbaik untuk adik semata wayangnya itu.Apa lagi kedua orangtua mereka sudah tiada,siapa lagi yang akan mereka harap kan?,selain diri mereka berdua yang harus saling menjaga?.
****
"Ares?...kau belum tidur?*tanya Elen pada Ares yang masih terlihat duduk sambil menyeruput kopinya.
"kau belum tidur honey?..."
"aku haus,jadi aku kesini untuk minum air!"kata Elen.
"aku tidak bisa tidur honey!..."
"kenapa kau tidak bisa tidur?...apa kau memikirkan sesuatu?..."tanya Elen.
"ya,aku memikir kan mu honey!...aoa yang akan terjadi pada mu kedepanya?...apa kau akan tetap bahagia bersama suami mu?...apalagi sekarang,Tania masih hidup dan sudah kembali."kata Ares dalam hati.
"Ares?..."
"ahh..ehh,kau bilang apa honey?..."
"Ares!...kau melamun ya?...aku bilang...kenapa kau tidak bisa tidur?..."
"honey...besok aku akan kembali ke London,berjanjilah pada ku,kalau kau akan baik-baik saja!..."
"Elen menatap lekat-lekat wajah tampan yang sudah sangat baik padanya itu.Ia melihat ketulusan di hati pria yang selalu membuatnya tenang.Tangan mungil wanita cantik itu meraih tangan kekar milik ares lalu menggenggamnya.
"aku tidak tahu seperti apa takdir ku nanti.Aku hanya bisa pasrah, kemana Tuhan akan menuntun hidup ku,tapi berjanjilah satu hal pada ku Ares!...bahwa kelak kau akan menjaga dan menyayangi anak ku!...ada atau tidak adanya aku nanti."
"apa maksud mu berkata begitu honey?...kau akan selalu ada,kita akan bersama-sama menjaga dan menyaynginya."kata Ares.
Eantah kenapa,semua ucapan wanita yang ia cintai itu,mampu mengiris hatinya yang paling dalam.Seandainya saja wanita itu belum bersuami,pastilah dirinya sudah membawa Elen jauh dari tempat itu,dan akan selalu menjaganya tanpa membuatnya terluka.
"berjanjilah Ares!..."kata Elen.
"aku tidak ingin kau berkata seperti itu lagi honey!..jika Samuel tidak menginginkan mu lagi,aku berjanji akan selalu menjaga kalian berdua,meski kau tak menginginkan ku."kata Ares.
"terimakasih Ares!...terimakasih."ucap Elen tulus.
__ADS_1
Elen tak kuasa menahan air mata,tangisnya pecah kala mengingat ungkapan cinta suaminya pada istri pertamanya Tania.Dengan ungkapan rasa cinta Samuel pada Tania,itu sudah cukup meyakinkan hati wanita mungil itu bahwa ia tidak memiliki tempat di hati pria yang sudah meluluh lantahkan perasaanya.