Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Taruhan Ares dan Mitha


__ADS_3

"Sepertinya kau sakit Mitha!"ucap Ares masih menggoda.


"A-aku tidak sakit tuan Ares!"kata Mita sembari menepis tangan Ares.


"Baiklah jika kau tidak sakit,aku hanya ragu saja,soalnya wajah dan telinga mu sangat merah."


Mitha segera berlalu meninggalkan Ares sendiri di depan toilet,karna ia tak ingin terlihat seperti balon yang siap untuk meledak kapan saja.


"Mitha...Mitha,aku harus terus menggoda mu,aku akan membuat mu bisa tersenyum,kau sudah membuat ku menjadi sangat penasaran."ucap Ares di dalam hati.


Karna waktu sudah menunjukan pukul 12:30 tengah malam,Elen dan Sofia sudah terlihat tidur dengan pulas.Hanya tersisa Ares dan Mitha yang terlihat masih menonton dan belum mengantuk.


"Kau belum mengantuk Mitha?"tanya Ares.


"Belum Tuan!"jawab Mitha singkat.


"Apa kau sudah terbiasa seperti ini?"


"Maksud anda?"


"Maksud ku,apa kau sering tidur selarut ini?"


"Tidak Tuan!"


"Lalu kenapa kau belum tidur?"


"Karna Nyonya masih di sini."


"Maksud mu?"


"Ya,selama Nyonya belum masuk ke dalam kamar,aku tidak akan bisa tidur."ucap Mitha dengan jujur.


Ares memicingkan matanya tanda tak percaya kalau wanita cantik itu sangat setia pada majikanya.Ares merasa kasihan pada Mitha yang masih setia menunggu Elen.


"Kau mau apa Tuan?"tanya Mitha pada Ares karna Ares hendak mengangkat tubuh Elen.


"mengantarkan Nyonya mu agar kau bisa tidur."kata Ares pada Mitha.


"Hah?...tuan Sam akan marah jika melihat anda menyentuh Nyonya."


"Persetan dengan Samuel!!..aku tidak peduli dengan pria labil itu,salahnya sendiri yang selalu menelantarkan istrinya."kata Ares terlihat sangat kesal.


"Bantu aku untuk membuka pintu kamarnya Mitha!"kata Ares sembari menangkat tubuh Elen dengan pelan agar tak membuat wanita itu terbangun.


Saat Ares masuk ke dalam kamar tidur milik Elen,betapa tercengangnya Ares kala melihat sebuah bingkai foto berukuran sangat besar terpajang di dinding kamar yang berhadapan langsung dengan ranjang tidur milik Elen.Dan yang membuat Ares dan Mitha lebih tercengang lagi adalah,foto yang ada di dalam bingkai tersebut adalah foto pernikahan Samuel dan Tania.


Entah kenapa hati Ares sangat sakit melihat foto pernikahan Samuel dan Tania tersebut.Bagaimana mungkin foto pernikahan Samuel dan Tania masih terpajang di kamar pribadi wanita mungil itu.


"Mitha!...apa kau bisa meninggalkan kami?"


"hah?...ma-maksud anda?"


"Apa kau bisa keluar meninggalkan ku di sini bersama Elen?"


"Tidak bisa Tuan!...tuan ingin apa?...jangan macam-macam dengan Nyonya ku."jawab Mitha dengan tegas.


"Astaga Mitha!...kenapa kau menatap ku begitu??...apa kau ingin membunuh ku?"tanya Ares pada Mitha,bagaimana tidak,Mitha menatapnya dengan tatapan yang mematikan.


"Aku di tugaskan untuk menjaga dan melindunginya dari orang-orang seperti anda,dan bahkan melindunginya dari nyamuk sekali pun!!"ucapnya tegas.


"whatt??...oh ayolah Mitha,apa kau tidak tahu siapa aku?"

__ADS_1


"Aku tahu siapa anda Tuan!"


"Jika kau tahu siapa aku?...tentu kau tidak akan berprasangka buruk pada ku."jawab Ares.


"Bagaimana jika setan merasuki anda dan anda berbuat nekad??"


"Heiii...apa aku terlihat seperti itu?"


"Sudahlah Tuan!...sebaiknya anda keluar sekarang!!...karna Nyonya sudah tidur nyenyak,jadi tidak ada alasan untuk anda tetap berada di sini."ucap Mitha yang mampu membuat Ares tak bisa berkutik.


"Huff...Mitha...Mitha...dasar ambon manise!!"desah Ares pelan.


"Anda bilang apa Tuan?"


"Tidak,aku tidak berkata apa pun."


Setelah Ares dan Mitha keluar dari kamar pribadinya Elen,Ares kembali duduk di tempatnya semula.Ares menarik nafas kasar lalu menghembuskanya.Ares tak habis pikir,mengapa Samuel masih memajang foto pernikahanya dengan Tania?,apa Samuel tidak sadar dengan perbuatanya?,ingin rasanya Ares bertanya sejak kapan foto itu di pajang?.Apa foto itu sudah memang ada sebelum Samuel menikahi Elen?.Ares bertekat akan menanyakanya besok.


"Sekarang kau sudah bisa tidur Mitha."ucap Ares pada wanita cantik itu.


"Bagaimana dengan anda Tuan?...apa anda masih akan tetap di sini?"


"Kau mengusir ku?"


"Aku tak punya hak untuk mengusir anda."


"Bisakah kau tidak memanggil ku dengan formal seperti itu?"


"Memang sudah seharusnya seperti itu Tuan."


"Tapi aku bukanlah Tuan mu."


"Tapi anda adalah sahabat dari Nyonya,sudah sepantasnya saya menghormati anda sama seperti saya menghormati Nyonya Elen dan juga tuan Samuel."


"Ya,saya bisa Tuan,apa anda ingin saya buatkan kopi?"


"Ya,jika kau bersedia."


Tanpa menunggu lebih lama lagi Mitha langsung beranjak menuju dapur untuk membuatkan kopi untuk Ares,setelah kurang lebih tiga menit membuatkan kopi,Mitha pun datang membawa segelas kopi dan sepiring cemilan untuk Ares.


"Ini kopi anda Tuan."


"Kenapa kopinya hanya satu?...apa kau tidak minum?"tanya Ares pada Mitha.


"Saya tidak minum kopi Tuan!"jawab Mitha datar.


"Kau tidak suka kopi?"


"Ya"


"Terimakasih untuk kopi mu Mitha,kopi buatan mu sangat enak sekali."ucap Ares sembari menyeruput kopi buatan Mitha.


"Aku salut pada mu Mitha,sampai jam begini pun kau belum mengantuk,apa resep mu agar tidak mengantuk?"


"Hanya perlu melatih otot mata anda Tuan!"ucap Mitha pasti.


"Caranya?"


"Mudah sekali Tuan!...anda hanya perlu mengedip kan mata selama tiga menit setiap bangun tidur,dan mengompres mata anda dengan air hangat setiap kali bangun tidur."


"Wauww!!...pantas saja mata mu terlihat sangat segar walau sudah selarut ini.Apa kau sudah terbiasa tidur selarut ini?"

__ADS_1


"Ya,sewaktu masih di kemiliteran."


"Lalu,apa yang menyebabkan mu keluar dari kemilitera?"


Mitha terdiam kala mendengar pertanyaan dari Ares,wajahnya tiba-tiba saja mendadak murung,Ares bisa melihat kalau wanita cantik itu sedang memendam sebuah pengalaman yang mungkin sangat tidak mengenak kan.


"Maaf jika aku sudah menyinggung perasaan mu."ucap Ares karna melihat perubahan wajah Mitha.


"Tidak apa-apa Tuan."jawab Mitha sembari tertunduk.


"Jika kau ingin tidur,tidurlah Mitha,aku masih menonton bola kesukaan ku."ucap Ares untuk mencair kan suasana.


"Aku tidak mengantuk Tuan."


"Kalau begitu kau temani aku menonton saja."


Meski Ares sudah berusaha fokus pada permainan sepak bola antara club kesukaanya AC Milan vs Mancester United tapi Ares tetap terlihat tidak menikmati permainan sepak bola tersebut karna Ares masih terganggu dengan kehadiran Mitha di sampingnya yang terlihat sangat menikmati permainan bola tersebut.


"Gooaallll!!!"teriak Mitha tanpa sadar sudah membuat Ares kaget setengah mati.


"Astaga Mitha!!...kau hampir membuat jantungku berpindah dari tempatnya."ucap Ares sembari mengusap dada bidangnya.


"Ma-maaf Tuan."


"Sepertinya kau suka dengan olah raga yang satu ini,bukan begitu Mitha?"


"Anda benar sekali Tuan."ucap Mitha antusias,bagaimana tidak,Mitha sangat senang karna tim kesukaanya sudah mencetak gol di awal-awal permainan.


"Kau penggemar MU?"


"Ya"


"Apa kau mau taruhan?"


Mitha mengernyit kan alisnya kala mendengar pertanyaan Ares.


"Maksud anda?"


"Kita dua taruhan,jika tim kesukaan mu menang,kau boleh meminta apa saja dari ku.Tapi jika tim ku yang menang,maka kau harus bersedia memenuhi permintaan ku.Kau setuju?"


"Aku tidak mau Tuan."ucap Mitha menolak.


"Heii...ini hanya permainan Mitha,aku tidak akan meminta taruhan yang tidak-tidak pada mu,jadi kau tidak perlu takut."


Mitha mendesah pelan kala mendengar ucapan Ares.


"Apa permintaan anda jika aku kalah?"tanya Mitha.


"Mudah sekali,jika kau kalah,kau cukup membuat kan ku kopi setiap pagi dan menjelang malam."


"Hah??"tanya Mitha tak percaya,yang benar saja?,ia harus membuat kan kopi untuk pria tampan itu setiap pagi dan setiap menjelang malam,bisa sih,tapi apa Mitha memiliki waktu yang cukup?,mengingat dirinya adalah seorang pengawal yang harus siaga menjaga tuanya.


"Bagaimana?...apa kau berani?"tanya Ares untuk memastikan.


Mitha tampak berpikir sejenak.


"Tuan akan memberikan apa pun yang aku minta jika aku menang?"


"Ya,apa pun yang kau minta."ucap Ares dengan serius.


"Baik Tuan Ares."

__ADS_1


Setelah sepakat dengan syrat yang di tentukan,Ares dan Mitha kembali fokus menonton permainan sepak bola antara klub raksasa Mancester United vs AC Milan


__ADS_2