Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Aku sangat merindukan mu.


__ADS_3

"Honey!!...bangunlah,aku sangat merindukan mu."kata Ares.


Ares mengelus kepala Elen sembari menggenggam tangan wanita kesayanganya itu.Mendengar suara pria yang sangat ia kenal itu,Elen segera bangun dengan semangat memeluk pria yang juga sangat ia rindukan itu.


"Ares?...kau ada di sini?" tanya Elen sembari memeluk Ares.


"Ya,aku ada di sini Honey!"jawab Ares sembari mendekap tubuh mungil Elen dengan lembut.


Kerinduan Ares pada wanita yang sedang ada dalam pelukanya tak tergambarkan besarnya.Selama lebih dari satu tahun Ares tak dapat tidur dengan tenang karna hanya memikirkan wanita kesayanganya itu.Bahkan Ares tidak bisa fokus untuk bekerja dikarenakan wanita itu.


"Kau harus di bawa ke rumah sakit,karna demam mu belum turun juga."


"aku tidak mau ke rumah sakit Ares."


"Tapi kenapa Honey?...bagaimana kau bisa sembuh kalau tidak di obati."


"Aku sudah baikan Ares,percayalah."


"Elen...sebaiknya kau makan dulu."kata Mitha sembari membawa semangkuk bubur ayam yang masih panas.


"Berikan pada ku Mitha,aku akan menyuapinya."kata Ares.


"baik Tuan."


"Aku bisa makan sendiri Ares!...aku tidak sakit parah sehingga kau harus menyuapi ku."kata Elen.


"Siapa bilang kau sakit parah?...aku hanya ingin menyuapi mu,karna aku sangat merindukan mu."


"Baiklah Ares,karna percuma saja aku berdebat dengan mu."


"Aku sangat suka dengan orang penurut."kata Ares.


Ares menyuapi Elen dengan telaten sembari sesekali melirik Tian yang terlihat sangat geram melihat Ares memperlakukan Elen dengan sangat mesra layaknya sepasang kekasih.


"Siapa suruh kau hanya duduk di situ?,bukan kah tadi sudah ku katakan agar kau keluar,supaya kau tidak geram melihat kemesraan kami."kata Ares dalam hati.


"Cuihh...pria ini norak sekali,gaya mu itu sudah basih."kata Tian dalam hati.


"Biarkan saja basih,yang penting masih enak di nikmati."kata Ares seakan mereka berdua beradu telepati.


"Elen...apa pijitan ku tadi enak?"tanya Tian berusaha memanas-manasi Ares.


"Whatt?...tadi pria tengik ini memijit mu?"tanya Ares dalam hati sembari menatap Tian dengan tatapan mematikan.


"Ya,lumayan Tian,karna pijitan mu,aku sudah merasa baikan sekarang."jawab Elen jujur.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu,jika kau masih ingin di pijit katakan saja,aku akan dengan senang hati untuk memijit mu."tawar Sebastian.


"Tidak...tidak...tidak,kau pulang saja,aku yang akan memijitnya." kata Ares tidak terima.


"Cuih...kenapa kau yang keberatan?" tanya Tian pada Ares.


"Astaga!...kelakuan kalian berdua membuat kepala ku semakin sakit."


"Tian...terimakasih karna sudah membantu mengobati Elen,tapi maaf,apa tidak sebaiknya kau pulang saja?"tanya Mitha.


"Aku akan menjaganya sampai benar-benar pulih."kata Tian.


"Tidak perlu Tian...aku sudah baik kok..Ibu Ranti pasti mencari mu."kata Elen.


"Baiklah,aku akan pulang,semoga kau lekas sembuh.Kalau kau sudah sembuh,aku akan mengajak mu mengelilingi pulau Aru."


"Baiklah Tian."


"Cuihh...enak saja kau ingin membawa wanita ku jalan-jalan,tidak akan ku biarkan itu terjadi." kata Ares dalam hati sembari mencibir.


Setelah Tian pergi meninggalkan rumah Elen,Ares kembali mencerca banyak pertanyaan pada wanita pujaan hatinya itu.


"Kenapa kau tega sekali meninggalkan ku Honey?...tau kah kau?,selama ini aku seperti orang gila mencari mu."


"Omong-omong,dari mana kau tahu kalau aku ada di sini?"


"Kak Richart?...tapi,bagaimana dia bisa tahu kalau akau ada di sini?" tanya Elen penasaran.


"Dia sudah tahu sejak awal kepergian mu,karna memang aku tidak meminta bantuanya untuk mencari mu,maka ia tidak ingin memberi tahukanya pada ku.Selama ini kak Richart menyuruh anak buahnya untuk menjaga mu dari jarak jauh tanpa kau sadari." terang Ares.


"Oya?...pantas saja selama ini aku sering melihat orang seperti mengintai ku." kata Elen.


"Maafkan aku Ares!..tapi aku melakukan ini agar aku bisa terlepas dari bayangan masa lalu ku dengan Samuel."


"Aku tahu Honey,aku bisa memahami persaan mu,tapi tidak harus menyiksa diri mu sendiri,dengan hidup berjauhan dengan orang-orang yang menyayangi mu."


"Ya,aku memang salah Ares,aku tidak bisa bayangkan betapa sedihnya kakak ku Milka."


"Bukan hanya Kak Milka yang merasa kehilangan mu Honey,tapi kami semua,terlebih aku.Aku hampir gila karna diri mu."


"Tapi sekarang kau sudah melihat ku kan?" tanya Elen.


"Ya,hari ini kerinduan ku sudah terobati...dan setelah kau sembuh,aku akan membawa mu kembali."


"Aku tidak mau Ares!...aku sudah betah di sini."

__ADS_1


"Bagaimana jika aku memaksa mu?" kata Ares.


"Maka aku akan sangat membenci mu."


"Oya?...apa kau benar-benar akan membenci pria tampan ini?" Kata Ares sembari mencubit hidung mancung nan mungil milik Elen.


"Aishh...kau ini sangat suka menggoda ku."


Dari balik kain gorden Mitha memperhatikan kedua insan yang sedang melepas rindu tersebut.Mitha tersenyum bahagia kala melihat Ares dan Elen tertawa lepas kala Ares membuat gurauan.


*****


"Bagaimana Jack?...apa sudah ada kabar tentang Elen?"


"Sudah Tuan!...saat ini Elen sedang berada di kepulauan Aru,lebih tepatnya di Maluku."


"Pulau Aru?...bukankah itu tempat asalnya Mitha?"


"Anda benar Tuan,dan informasi yang saya ketahui,saat ini tuan Ares dan Mitha sedang berada di sana?"


"Apa?...shiitt...Ares lagi...Ares lagi,kenapa dia selalu saja mengganggu hubungan ku dengan Elen?...tapi aku sangat yakin kalau Elen masih mencintai ku,sama seperti aku masih mencintainya." kata Samuel dengan percaya diri.


"Jangan terlalu percaya diri tuan,apa mungkin Elen akan mau kembali pada mu,setelah apa yang kau lakukan padanya?...berdoalah agar hal itu bisa terjadi." kata Jack di dalam hati.


Saat Samuel dan Jack masih sibuk membahas tentang Elen,tiba-tiba saja terdengar suara keributan dari luar ruanganya.Karna penasaran apa yang terjadi,Samuel dan Jack pun keluar untuk mencari tahu apa yang sudah terjadi.


"Sam...tolong maafkan aku Sayang,beri aku kesempatan sekali lagi,demi anak kita Arthur." kata Tania.


"Demi siapa kata mu?...demi Arthur?...hahh...yang benar saja Tania!...aku sudah memberi mu kesempatan sebanyak dua kali,itu pun karna aku memang masih mencintai mu,tapi apa yang kau lakukan?...padahal jelas-jelas Elen mau menerima mu,tapi dengan teganya kau hancurkan semuanya dengan tanpa merasa bersalah." kata Samuel dengan meninggikan intonasi suaranya.


"Maafkan aku Sam!...ini semua karna Mami yang selalu meracuni otak ku."


"Aku tidak bisa memaafkan mu Tania!....perbuatan mu sudah di luar batas kemanusiaan.sekarang aku tanya,kenapa kau sangat membenci Elen?...apa kau takut jika ia akan merampas semua harta ku?...atau Elen akan merampas ku dari mu agar aku milik Elen sepenuhnya?...kau salah Tania!...Elen ku tidak sepicik dan seserakah diri mu.Sekarang aku menyesal kenapa aku lebih percaya wanita iblis seperti diri mu dari pada Elen."Kata Samuel sembari menahan emosinya yang sudah naik sampai di ubun-ubun.


"Aku akan meminta maaf padanya,asal kau mau memaafkan ku."kata Tania.


"Apa kau bisa mengembalikanya untuk menjadi istri ku lagi hah??...jawab Tania!!!" kata Samuel.


"A-aku akan berusaha Sam,agar Elen kembali pada mu."


"Baiklah Tania,jika kau bisa mengembalikanya pada ku,aku akan memaafkan dan menerima mu kembali,tapi jika tidak,aku tidak akan pernah memaafkan mu,sampai mati pun aku tidak akan pernah memaafkan mu meski kau adalah ibu dari anak ku."


"Baik Sam,asal kau tepati janji mu,aku akan melakukan apapun agar Elen mau menerima mu kembali." kata Tania.


"untuk sekarang biarlah aku mengorbankan harga diri ku,asal kau mau menerima ku kembali,karna aku tidak sudi kalau wanita kampung itu akan merebut semuanya dari ku.Mulai sekarang aku harus mencari siasat untuk menghancurkan kalian berdua,kita lihat saja nanti."kata Tania dalam hati.

__ADS_1


Hai para pembaca setia ku,terimakasih karna sudah setia dengan novel author.Maafkan author jika masih banyak kekurangan,author akui kalau novel author masih amburadul jadi mohon di maklumi.Jangan lupa di like dan di komen ya,please...jangan pelit kasih like dan komen ya,karna like dan komen itu gratis kok😅😅...Salam sehat untuk kita semua.🙏🙏🙏🙏


__ADS_2