Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Aku ikhlas Elen!


__ADS_3

Karna asik bersenda gurau,hampir-hampir Ssmuel,Elen dan Arthur tidak menyadari kalau hari sudah mulai gelap.Samuel mengajak putranya untuk Samuel antar ke Mansion.


"Baiklah Arthur,Dady akan mengantarkan mu pulang!"


"No,Dad!"


"Tapi kenapa Sayang?"


Arthur hanya menggeleng.


"Biarkan Arthur di sini Kak!"


"Apa kau ingin tinggal di sini bersama Momy Elen?"tanya Samuel.


"Ya,Dad."jawab Arthur seperti biasa,selalu menjawab dengan singkat.


"Baiklah Nak,malam ini kau akan tinggal di sini."jawab Samuel.


Betapa senangnya Arthur karna di ijinkan menginap bersama ibu sambungnya Elen.


Waktu sudah menunjukan pukul 20:00 WIB,saat mereka bertiga sedang asik menonton film kesukaan Arthur,tiba-tiba saja bel apartemen Samuel berbunyi.


"Siapa ya?"tanya Samuel.


"Entahlah kak,mungkin saja Kak Milka dan Dian."kata Elen.


"Biar aku yang membuka pintunya Kak."kata Elen.


"Tidak usah Sweety,biar aku saja."kata Samuel.


"Tidak apa-apa kak,itu hanya membuka pintu,bukan pekerjaan berat."kata Elen.


"Baiklah Sweety."


Elen mekangkah kan kakinya hendak membuka pintu apartemen,namun saat ia membuka pintu,tiba-tiba saja sebuah tamparan mendarat di pipi mulusnya,dan Elen langsung terhuyung akibat tamparan yang begitu keras.


"Hei!...hentikan!"sarkas Mitha pengawal baru Elen.


"Apa anda baik-baik saja Nyonya?"tanya Mitha pada Elen.


"Aku baik-baik saja Mitha."


"Siapa kau beraninya menghentikan ku?"tanya Tania.


"Kau sendiri siapa?...beraninya kau menampar wajah Nyonya Lovez?"tanya Mitha dengan tegas.


"Apa??...Nyonya Lovez kata mu?...hahaha....wanita kampung seperti dia tak pantas menyandang nama Nyonya Lovez,karna kau tahu kenapa?...karna aku lah Istri Sah Tuan Samuel Lovez!"kata Tania.

__ADS_1


"Aku juga Istri sah nya Kak Tania!"kata Elen tidak terima.


"Heh!!...kau itu hanya pelakor,kau pura-pura cari perhatian anak ku,agar kau bisa merayu ayahnya yaitu suami ku."kata Tania yang tidak mau kalah.


"Jaga bicara mu Kak Tania!...aku tidak pernah merayu Kak Sam!"


"Dasar wanita munafik,tidak tahu malu!"kata Tania.


"Harusnya kak Tania yang malu,sudah menelantarkan anak dan suami,aku masih cukup sabar selama ini,tapi kali ini,aku tidak mau mengalah lagi untuk mu.Aku akan mempertahan kan apa yang seharusnya menjadi milik ku!"kata Elen.


"Dasar pelakor!!"


Tania mengangkat tanganya hendak menampar kembali pipi Elen,namun dengan cekatan Mitha menangkap tangan Tania.


"Sudah ku katakan hentikan Nyonya!!...jangan memancing ku untuk berbuat kasar!!"Ucap Mitha.


"Harusnya kau membela ku,bukan dia!!"tunjuk Tania pada wajah Elen.


"Maaf,Nyonya!!...Saya di sini hanya di perintah kan untuk menjaga Nyonya Lovez,jadi,Saya harap anda bisa menghormatinya!"kata Mitha.


"Sweety!...ada apa?...kenapa kau lama sekali?"tanya Samuel yang tiba-tiba saja muncul.


"Tania??"tanya Samuel kaget melihat Tania sedang ada di apartemenya.


Mata Samuel beralih ke wajah cantik Istri kecil kesayanganya itu.


Elen tidak menjawab,mata beningnya masih tidak beralih dari mata Tania.Entah apa yang mereka pikirkan,mereka berdua tampak seperti orang yang beradu telepati.


Karna Istri mungil kesayanganya tak kunjung menjawab,akhirnya Samuel bertanya pada Mitha.


"Mitha!!...kenapa wajah Istri ku merah begini??"tanya Samuel dengan wajah yang sudah di penuhi amarah.


"Maaf Tuan!...Nyonya Tania yang sudah menampar Nyonya Elen."ucap Mitha dengan wajah yang terlihat sudah ketakutan.


"Tania!!...kesabaran ku sudah habis!!...sekarang kau ikut dengan ku!!"kata Samuel sembari menarik kasar tangan Tania.


"Sam!...lepas kan tangan ku!!...tangan ku sakit!"kata Tania sembari meringis kesakitan karna kuatnya tangan Samuel memegang pergelangan tanganya.


"Kita mau kemana Sam??"tanya Tania.


"Mengakhiri ini Semua!!"kata Samuel dengan penuh amarah.


"Kak Sam!..jangan sakiti Kak Tania."


"Mitha!!...jaga Istri ku dengan baik!"


"Baik,Tuan!"jawab Mitha.

__ADS_1


"Kak Sam!...aku mohon dengar kan aku."Elen meminta dengan sangat.


Melihat Istri mungilnya memohon-mohon padanya,akhirnya Samuel menghenti kan langkahnya.


"Tapi Tania sudah menyakiti mu Sweety!"


"Sam!...kau tega sekali menyakiti ku,apa tidak cukup pengorbanan ku untuk mu selama ini?...aku rela berpisah jauh selama ini dengan kau dan Arthur,itu semua ku lakukan demi kau dan Arthur,tapi ini balasan mu."Ucap Tania sudah terisak.


Sejujurnya Tania sangat sakit hati di perlakukan demikian oleh pria yang sangat di cintainya.Ia merasa kalau pengorbananya selama ini sia-sia.


"Ini semua gara-gara kau wanita murahan!!...kau sudah merebut semuanya dari ku,Kau merebut anak ku dan suami ku!....mati saja kau ke neraka"kata Tania yang tiba-tiba saja ingin menikam dada Elen dengan sebuah pisau kecil namun terlihat sangat tajam.


Namun sebelum hal itu terjadi,Mitha sudah lebih dulu meraih tangan Tania dan memutar tangan Tania hingga pisau yang di pegang oleh Tania terlepas dari tanganya.


"Auww!!"Tania meringis kesakitan kala Mitha memutar tanganya.


"Beraninya kau Tania!!...aku sudah tidak tahan lagi,belum cukup kau membunuh Oma?...apa belum cukup?...hingga kau juga ingin membunuh Elen hah?"tanya Samuel sudah dengan emosi yang meluap.


"A-apa maksud mu,Sam??"tanya Tania ketakutan.


"Sudahlah Tania!...kau ingin menyangkal kalau kau yang sudah mengakibat kan Oma meninggal?...Putra mu sendiri yang sudah melihatnya.Arthur melihat ibu kandungnya telah sengaja membuat Oma jatuh dari tangga hingga mengakibat kan Oma meninggal."kata Samuel panjang lebar.


Tania terperengah mendengar semua kata-kata Samuel,ia tak menyangka kalau putranya itu telah menyaksikan perbuatan tidak manusiawinya.


"Aku melakukan itu,karna aku mencintai mu Samuel!...aku hampir gila karna mu."ucap Tania belum berhenti menangis.


"Tapi tidak harus membuat Oma mati Tania!!...di mana hati nurani mu??...apa aku menolak mu saat kau kembali setelah tujuh tahun meninggalkan kami?...aku rela menyakiti hati Elen demi menerima mu kembali,kurang apa aku Tania?...aku sudah tidak mengenal mu lagi Tania!..dimana Tania ku yang dulu?...Tania yang lembut,penyanyang,tidak pernah membenci siapapun....Asal kau tahu Tania!...tidak mungkin aku menceraikan Elen,karna aku sangat mencintainya."kata Samuel panjang lebar.


"Kenapa tidak mungkin jika kau memang benar-benar mencintai ku?...kenyataan kau memang tidak pernah mencintai ku Samuel!...dari dulu hingga sekarang!!"ucap Tania histeris.


Melihat Tania menangis,hati kecil Elen terasa sangat sakit,ia bisa merasakan bagaimana sakitnya jika melihat pria yang kita cintai lebih memilih orang lain.Elen dengan hatinya yang sudah mantap memberanikan diri untuk memeluk Tania.Elen berharap dapat membuat hati Istri pertama suaminya itu sedikit lebih tenang.


"Maaf kan aku Kak!...tapi aku sangat mencintai putra mu dan juga suami mu!...seandainya aku tahu kalau kakak masih hidup,aku tidak akan bisa mencintai suami mu.Aku ikhlas Kak!...jika harus berbagi suami.Tapi ijinkan aku agar tetap mencintainya."


Bahu Tania terlihat terguncang karna mengis.Perkataan yang keluar dari mulut istri kedua suaminya itu,mampu meluluh lantakan perasaanya.


"Aku berjanji Kak!...tidak akan egois agar Kak Sam lebih memberi waktu lebih banyak untuk ku."kata Elen dengan air mata.


Tania semakin terisak kala mendengar kata demi kata yang keluar dari bibir mungil Istri kedua dari suaminya itu.


"Elen!...kenapa kau sangat baik sekali?...sekarang aku tahu!...kenapa Samuel dan putra ku sangat mencintai mu!...maafkan aku Elen!...maafkan aku karna telah menyakiti mu."ucap Tania sembari mengetatkan pekukanya pada Ele.


"Aku ikhlas Elen!..hati ku akan tenang,karna aku tahu,orang yang sangat baik hati yang akan mengurus orang-orang yang sangat aku cintai...Berjanjilah pada ku satu hal,jaga putra ku dengan baik,anggaplah Arthur seperti putra mu yang kau lahirkan dari rahim mu sendiri."kata Tania pada Elen.


"Kak!...tanpa kakak minta pun,aku akan tetap melakukanya.Aku berjanji akan membuat kakak menjadi bangga karna sudah mengandung dan melahirkanya."kata Elen.


"Terimakasih Elen."

__ADS_1


Kali ini Tania menangis bukan karna sedih dan sakit hati,namun kali ini Tania menangis karna terharu,bagaimana tidak?,ternyata madunya yang sangat ia benci itu memiliki hati yang sangat baik sekali.


__ADS_2