
Hari ini cuaca sangat cerah,namun tak secerah hati Samuel yang sedang kelam.Ia terbayang dengan perkataan Oma yang mengatakan jika terlambat sedikit saja maka dirinya tidak akan mendapatkan Elen.
Samuel meraih ponselnya yang ada di atas meja kerjanya.Ia memandangi wajah cantik Elen yang menghiasi layar ponselnya yang sempat ia ambil saat piknic kemarin.Ia selalu tersenyum kala mengingat kedekatanya dengan wanita mungil itu saat mereka pergi piknik.
"Jack,menurut mu aku harus bagaimana?" tanya Samuel pada asistenya itu.Pikir Samuel siapa tahu asistenya itu dapat memberinya solusi.
"maksud anda?"tanya Jack tak mengerti.
"apakah aku harus mengungkapkan perasaan ku pada Elen?"
Jack sadar kalau tuanya itu meminta pendapatnya tentang harus bagaimana Samuel menangani masalah perasaanya pada Elen.
"menurut saya,sebaiknya anda mengungkapkan perasaan anda secepatnya tuan,saya sangat yakin jika nona Elen juga memiliki perasaan yang sama pada anda."
"benarkah?"kata Sam.
"apa kau yakin Jack?"
"saya sangat yakin tuan!"
"tapi Jack,kenapa kau sangat yakin?"
"saya bisa melihatnya saat nona Elen dengan sengaja datang hanya untuk mengobati luka anda."
"tapi dia juga ingin mengobati luka mu bukan?"
Jack terpaku mendengar jawaban Samuel,dia bingung harus menjawab apa?.Pasalnya Jack juga buta soal cinta,kalau soal pekerjaan Jack memang ahlinya,namun kalau sudah bicara soal cinta prinsip Jack hanya "No coment".
"jawab Jack"
"masalah nona Elen ingin mengobati luka saya itu karna rasa manusiawinya nona Elen tuan,tapi saat nona Elen ingin mengobati luka anda itu karna rasa cintanya pada anda.Saya bisa melihatnya dari cara nona Elen memperlakukan anda terlihat sangat manis sekali,begitupun caranya saat menatap anda."
"Elen sangat manis bukan?"
"ya tuan,sangat manis"
Samuel menatap Jack dengan tatapan membunuh, saat Jack memuji kucing kecilnya itu sangat manis.
"itu kan?,salah lagi,salah lagi"ucap Jack membatin.
"tapi baiklah Jack,aku akan melakukan semua yang kau sarankan,jika berhasil,aku akan menaikan gaji mu dua kali lipat,tapi jika aku gagal,aku akan memotong gaji mu selama satu tahun!"
"whatt?"
"pikir mu aku main-main Jack,siapa suruh kau memberi saran pada ku?"
"yang benar saja?bukanya tadi dia yang memintai ku saran?dasar singa labil"ucap Jack yang merutuki bosnya itu dalam hati.
****
"Luna"
"ya buk"
"sebenarnya kamu kenapa sih nak?"
"tidak,emang Luna kenapa buk?"
"ibu perhatikan beberapa hari ini kamu sangat murung!"
"masa sih buk"
"jujurlah nak,ini ibu mu,ibu kandung mu!"
Luna menarik nafas berat,gadis itu meremasi ujung kaos yang ia pakai.berat rasanya untuk bercerita pada ibu kandungnya itu,ia malu untuk menceritakanya,karna apa yang dia alami itu bukan suatu masalah yang sulit untuk mencari jalan keluarnya.Namun karna desakan wanita yang sudah melahirkanya itu akhirnya Luna menceritakan masalahnya pada ibunya.
__ADS_1
"ha..haha..oalah nak,ibu kirain apa?
"ibu kok tertawa sih?"
"bagaimana ibu tidak tertawa nak,kamu ini cantik,pintar, masih banyak laki-laki yang mau sama kamu nak,tunjukan padanya kalau kamu bisa terus melangkah tanpanya."
"ibu?"
Luna menatap ibu kandungnya itu,apa yang di katakan ibunya itu semuanya benar.Luna harus terus melangkah,dia bertekat akan meneruskan hidupnya tanpa bayang-bayang Ellio pria yang sangat di cintainya itu.
"makasih buk,ibu memang yang terbaik!"
Jawab Luna sambil memeluk wanita yang sudah melahirkanya itu.
"terus selanjutnya putri ibu mau buat rencana apa?"
"Luna akan kembali ke jakarta bu,Luna akan melamar kerja di tempat lain."
"semangat ya nak,ibu akan selalu berdoa untuk mu."
"rencana,kapan kamu kembali ke jakarta nak?"
"kalau bisa siang ini buk,Luna akan cek penerbangan untuk siang ini."
"baiklah nak."
Jawab ibu Luna menyemangati putri kandungnya itu.
*****
"Bagaimana nak?sudah ketemu Lunanya?"
"belum ma,besok Ellio akan berusaha lagi" jawab Ellio yang baru saja pulang dari kantor.
"aghh di mana kau Luna?pulang lah Lun,aku akan berusaha membuka hati ku untuk mu,asalkan kau kembali"Desah Ellio dalam hati.
"ya,ini dengan siapa?"tanya Ellio pada orang yang di seberang.
"ini pak Ellio hawkins kan?"
"iya benar,tapi ini dengan siapa?"tanya Ellio kembali.
"ini dengan Jeane,teman Luna"
"oh,apa kabar Jeane?"
"baik,saya baik-baik saja pak!" ucap Jeane,yang kelihatanya berusaha mengecilkan suaranya,seperti takut di dengar oleh orang lain.
"pak Ellio,Luna baru saja sampai dari lampung"
"benarkah?"
Tanya Ellio dengan wajah yang berbinar,pasalnya sudah beberapa hari ini Ellio mencari keberadaan wanita itu namun hasilnya nihil.Namun sekarang tanpa di minta,wanita itu dengan sendirinya muncul.
"benar pak"
"baiklah Jeane terimakasih untuk informasi ini,kau sangat baik Jeane,aku akan selalu ingat akan jasa mu!"
"tidak usah sungkan-sungkan pak,Luna sahabat saya jadi saya ingin yang terbaik untuknya."
Setelah memutus panggilan,tante Oliv bertanya pada Ellio.
"siapa yang telfon nak?"
"Jeane,teman Luna ma,Jeane bilang Luna baru tiba dari lampung"
__ADS_1
"benar kah?"
"iya ma"
"syukurlah,akhirnya mama bisa bertemu denganya!"
"besok aku akan ikut mengantar mama,sekalian meminta maaf padanya."
Di rumah Jeane
Jeane masuk kembali kedalam rumahnya setelah mengakhiri panggilanya dengan Ellio.
"siapa Jeane?"
"hahh?"tanya Jeane yang tiba-tiba kaget dengan pertanyaan Luna.
"maksud ku siapa yang telfon?"
"ahh,ehh itu,tukang service"jawab Jeane asal.
"tukang service?emang apa yang rusak?"
"anu,kemarin mesin cuci ada rusak Lun"
"oww,aku mandi dulu ya Jeane,soalnya badan ku lengket semua!"Ucap Luna yang tidak merasa curiga.
"uffh"
"maaf kan aku Lun,aku terpaksa berbohong,aku hanya ingin yang terbaik untuk mu,aku sangat yakin suatu saat pasti kau dan Ellio akan bersatu dan saling mencintai."ucap sahabat Luna itu dalam hati.
*****
Pagi ini Luna sudah terlihat sangat rapih,gadis cantik itu hari ini berniat untuk mencari kerja.Jeane yang sedari tadi mondar-mandir bagai seterika merasa tidak tenang,ia menunggu Ellio dengan harap-harap cemas.Pasalnya Luna baru mengutarakan niatnya pagi ini untuk mencari kerja.
Saat Luna mengutarakan niatnya,Jeane langsung mengabari Ellio lewat Whatsapp.
"selamat pagi pak Ellio,pak Ellio cepat kesini,soalnya Luna mau keluar untuk melamar kerja"pesan Jeane.
Ellio yang terbiasa bangun pagi kebetulan sedang memainkan poselnya dan melihat pesan dari Jeane,lelaki itu pun segera membalas.
"pagi juga Jeane,kalau bisa kamu cari cara agar Luna tidak jadi pergi"
"caranya?"
"putar otak Jeane!"
"hah?otak ku lagi buntu"
"atau Jeane,kamu pura-pura pingsan saja."
"hah,yang benar saja?"
"tapi itu ide yang paling bagus Jeane!"
"baiklah,tapi kalo ketahuan bagaimana?"
"kamu pura-pura pingsan saja,selebihnya saya yang urus"
"enak di bapak,sakit di saya dong!"
"tenang saja Jeane,kalau kamu berhasil,saya akan hadiahi kamu mobil pajero"
"benarkah?"
"saya serius Jeane"
__ADS_1
"ok,Bos"
Jeane harap-harap cemas,ia berusaha untuk pura-pura pingsan,ia harus berakting dengan baik,karna kalau tidak,ia akan gagal mendapatkan Pajeronya.