Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Sakit hati


__ADS_3

Pagi ini di Mansion milik Samuel.


Tania merapikan seprei bekas pergulatan dirinya dan Samuel,pagi ini hati Tania terasa sangat bahagia,bagaimana tidak?,pria tampan yang sangat ia cintai itu kembali ke dalam pelukanya meski harus berbagi suami dengan wanita lain.Dapat kembali rukun bersama Samuel saja sudah cukup bagi Tania,maski ia harus rela jika suaminya itu akan jarang pulang nantinya.Tapi Tania bertekat akan berusaha memikat hati Samuel,meski Tania mau berbagi suami dengan wanita lain,tapi jauh di dalam hatinya ia tak rela jika cinta Samuel terbagi untuk wanita lain.


"Apa kau akan langsung ke kantor?"tanya Tania pada Samuel.


"Tidak Tania,aku masih harus ke apartemen dulu,untuk melihat keadaan Arthur."


"Baiklah,kau hati-hati di jalan."


"Jika kau kesepian di sini,datanglah ke kantor ku."


"Benarkah Sam?...kau mengijin kan ku untuk kesana?"tanya Tania dengan antusias.


"Ya,aku mengijin kan mu."


"Terimakasih Sam!"


"Ummm"


Tania merasa sangat senang sekaligus bahagia,tak sia-sia Tania memberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk Samuel semalaman suntuk,hingga membuat pria tampan bernetra biru safir itu merasa sangat puas pada istri pertamanya itu.


"Aku menunggu mu di kantor,dandan lah yang cantik untuk ku?ucap Samuel sembari mengedipkan matanya nakal.


"Baik Sam,aku akan tampil cantik khusus untuk mu."


"Bagus,aku suka pada istri yang patuh."


Samuel beranjak meninggalkan Mansionya,hatinya sangat bahagia karna mendapat pelayanan yang sangat memuaskan dari istri pertamanya itu.Di dalam perjalanan menuju apartemenya Samuel tak henti-hentinya tersenyum kala mengingat betapa bersemangatnya dia dan Tania melakukan olah raga panas tengah malam.


Samuel masuk ke dalam apartemenya dan ingin segera menemui Arthur dan istri mungil kesayanganya itu.Namun saat ia hendak masuk,Samuel berpapasan dengan Ares yang hendak akan pulang.


"Ares??"


"Sam??"...kau sudah pulang?"tanya Ares pada Samuel.


"Semalam kau tidur di sini?"


"Ya."jawab Ares singkat.


"Siapa yang mengizinkan mu untuk bermalam di sini?"tanya Samuel dengan nada tidak suka.


"Bukanya kau yang menyuruh ku agar mengantarkan istri mu?...dan kau juga menyuruh ku untuk tidak pulang sebelum kau kembali ke sini."


"Apa aku pernah berkata demikian?"


"Hah!...kau lupa Sam?"


"Seingat ku,aku tak pernah berkata seperti itu."kata Samuel tak mau mengalah.


"Ayolah Sam!...apa perlu kita berdebat seperti ini?"

__ADS_1


"Tapi aku tidak suka jika kau bermalam di apartemen ku,sementara aku tidak ada."


"Kenapa kau jadi marah-marah begini Sam?...apa kau baru saja habis bertengkar dengan Tania?"


"Jangan mengalihkan pembicaraan Ares!"


"Heii Sam!...jadi kau serius marah pada ku?"tanya Ares tak percaya.


"Jelas saja aku marah,karna kau telah bermalam di apartemen ku tanpa seizin ku."


"Sebenarnya apa yang terjadi pada mu?...kau pikir aku melakukan yang tidak-tidak pada istri mu?...Ayolah Sam!...aku tidak sekurang ajar itu.",ucap Ares sudah merasa jengah dengan tingkah kekanak-kanakan Samuel.


Di tengah perdebatan Samuel dan Ares,tiba-tiba saja Elen muncul dan langsung melerai mereka berdua.


"Kenapa kalian berdua selalu bertengkar?"tanya Elen pada Samuel dan Ares.


Melihat istri mungilnya datang melerai pertengkaranya dengan Ares,Samuel langsung memarahi Elen karna sudah memberi izin pada Ares untuk bermalam di apartemenya.


"Apa kau yang memberi izin pada Ares untuk bermalam di sini Elen??"tanya Samuel dengan nada sedikit tinggi.


Mendengar suaminya menyebut namanya dengan kasar,Elen pun hanya bisa tertunduk sembari menahan rasa sakit di dalam hati.Elen berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah membasahi pipinya.


*Jika aku masih mendapati Ares bermalam di sini,maka aku tidak akan segan-segan untu-"kata Samuel menggantung kalimatnya.


*Maka akan apa Samuel?"tanya Ares yang tak kalah marah.


"Sudahlah,aku sudah sangat muak melihat kalian berdua."ucap Samuel sembari meninggalkan Ares dan juga Elen begitu saja.


Elen tercengang melihat kelakuan suaminya itu,ia tak percaya kalau suaminya itu bisa sampai sekasar itu padanya.


Elen tak menjawab permintaan maaf dari Ares,wanita mungil nan cantik itu masih saja tertunduk sembari menahan air matanya agar tidak menangis,tangis yang sejak tadi ia tahan agar tidak tumpah,akhirnya tak dapat untuk di bendung.


"Sebaiknya kau pulang Ares,terimakasih karna sudah mau membantu ku."kata Elen sembari beranjak menuju kamarnya.


Ares melangkah kan kakinya dengan gontai,bagaimana mungkin sahabatnya itu bisa berpikir negatif tentangnya.Ares jadi merasa bersalah pada Elen,karna dirinyalah maka Wanita mungil kesayanganya itu mendapat marah dari Samuel.


"Nyonya,bangunlah,sebaiknya anda sarapan dulu."ucap Sofia sembari mengetuk pintu kamar wanita mungil itu.


Semenit kemudian terdengar suara bunyi pintu di buka oleh Nyonya cantiknya itu.


"Maaf Nyonya,sebaiknya anda sarapan dulu.*kata Sofia.


"Aku tidak lapar kak Sofia."


"Nyonya,maaf jika saya lancang,apa saya boleh memberi saran?"


"katakan saja kak Sofia"


"Kalau Nyonya mau,sebaiknya Nyonya mengantarkan makan siang pada Tuan,agar Tuan tidak marah lagi pada Nyonya."


Mata Elen berbinar seketika kala mendengar usul dari Sofia.

__ADS_1


"usul mu sangat bagus kak Sofi,terimakasih ya kak Sofi."


"Sama-sama Nyonya.*


Elen meminta bantuan pada Mitha agar membuatkan makanan kesukaan Samuel agar ia antarkan siang ini.Elen berharap agar suaminya itu tidak marah lagi padanya.


Siang ini Elen terlihat sangat cantik dengan penampilanya yang sederhana namun tetap tampak elegan dan menawan.Sesampainya di depan pintu ruangan suaminya,Elen terlihat mebarik nafas dalam-dalam kala akan mengetuk pintu ruangan suaminya.Namun setelah mengetuk pintu berkali-kali,tetapi tidak ada yang menjawab,akhirnya Elen memutuskan untuk membuka pintu ruangan milik suaminya itu.


Ternyata pintu ruangan milik Samuel tidak terkunci.Elen memberanikan diri untuk masuk kedalam ruangan kerja milik suaminya itu.Ruangan milik Samuel terlihat hening,Elen penasaran kala samar-samar mendengar suara ******* dari kamar pribadi milik Samuel yang di sediakan khusus untuk Samuel beristirahat siang kalah lelah.


Elen sangat tahu ruangan itu,karna ia dan Samuel pernah memadu kasih di kamar pribadi suaminya itu.


"Apa kau tidak bosan Sam?...semalam kau masih menggempur ku berkali-kali."terdengar suara manja Tania dari dalam kamar tersebut.


"Habisnya kau yang sekarang sangat berbeda"kata Samuel.


"Apa bedanya aku yang dulu dan yang sekarang?"


"Tania ku yang sekarang sangat pintar sekali."


"Memangnya dia tidak pernah memberikan yang terbaik untuk mu?"


"Sebaiknya kau membicarakan tentang kita saja,jangan pernah sebut namanya jika aku sedang menikmati mu.Mungkin saja Ares sudah memberikan yang terbaik untuknya semalam."


"deg"sakit,sangat sakit hati Elen mendengar ucapan Samuel suaminya,bagaimana mungkin Samuel berpikir negatif tentang dirinya dan Ares,Meskipun Ares sangat mencintanya,namun pria tampan itu selalu berlaku sopan padanya.


"Apa maksud mu Sam?"


"Semalam Ares bermalam di apartemen ku,apalagi yang mereka berdua lakukan kalau bukan?"ucap Samuel menggantung kalimatnya.


"Melakukan apa Sam?"


"Apa kau tau?,Ares sangat mencintai Elen,jauh sebelum aku menikahinya.


"Benarkah??"


"Ya"


"Kenapa kau tidak melepaskanya saja,dan kembalilah bersama ku sama seperti dulu."


"Tapi aku sangat mencintainya Tania,sama seperti aku sangat mencintai mu."


"Baiklah Sam!...aku akan mendukung apapun yang akan kau lakukan."


"Terimaksih Tania,apa kau masih mau lagi?"


"Sudah Sam!...aku sangat lelah,sebaiknya kita makan siang dulu,karna aku sudah memasak makanan kesukaan mu."


"Kau memang yang terbaik,aku akan bermalam di Mansion malam ini."


"Benarkah?"tanya Tania dengan senyum yang mengembang.

__ADS_1


"Ya,Tania sayang."


Elen menghapus air matanya yang sudah membasahi pipinya yang mulus,hatinya terasa sakit sekali,meski ia sudah membuka hati untuk menerima situasi berbagi suami,namun kenapa rasanya sangat menyakitkan sekali saat mengetahui suaminya sedang memadukasih dengan wanita lain?.Mampukah Elen bertahan untuk berbagi suami yang membuatnya akan semakin lebih sakit?,atau haruskah Elen melepaskan Samuel dan mengikhlaskanya kembali pada Tania istri pertamanya?.


__ADS_2