
Di apartemen Samuel
Samuel memenuhi janji pada Elen untuk membawa Oma dan Arthur pergi ke apartemenya.Setiap malam Samuel harus menyempatkan diri untuk melihat kucing kecilnya itu.
"hai Eleeen!"panggil Oma antusias karna melihat Elen.
"apa kabar mu sayang?"
Aku baik-baik saja Oma!"kata Elen sembari menarik tangan Arthur untuk datang kepelukanya.
"anak tampanya momy sehat kan?"
"ya,momy!"
"bagus!"ucap Elen.
"Elen,ikut aku sweety,ada yang ingin ku bicarakan dengan mu!"
Ajak Samuel sembari menarik tangan mungil Elen dengan lembut.
"emm,dasar bucin!"ucap Oma sambil mencibir.
"makanya,Oma juga harus cari pengganti Opa!,biar tidak iri!"kata Samuel pada Oma.
"heh,enak saja!,siapa yang iri?"
"sabar ya Oma,nanti Sam akan cari pria tampan pegganti Opa!"
"Saaaaamm!!"
"kau tunggu saja,Oma akan memberi pelajaran pada mu."
Samuel berlari kecil membawa Luna masuk ke kamarnya.
"apa yang kak Sam ingin sampaikan?"
"umm?,Samuel berpikir sejenak,ia ragu antara ingin mengatakanya atau tidak.
"kak Sam?"
"begini sweety,aku mengutus Jack untuk membeli kembali rumah dan kebun kopi warisan bapak,aku berencana akan memperluas kebun itu.Dan aku akan membangun sebuah pabrik kopi atas nama marga keluarga mu!,agar marga keluarga Edo bisa di kenal banyak orang!"
Sejak Samuel mendengar cerita Milka tentang rumah dan kebun kopi warisan keluarga Elen.Samuel berencana membeli kembali rumah dan kebun kopi itu untuk di olah kembali.Samuel menyuruh Jack agar membeli kebun kopi milik warga lain yang sedang membutuhkan uang dengan harga yang layak.
Niat Samuel ingin membangun pabrik kopi di tanah kelahiran Elen bukan tanpa alasan.Pasalnya daerah tanah kelahiran Elen mayoritas penghasil kopi terbesar di provinsi itu.Samuel meyakini bahwa daerah tanah kekahiran Elen sangat berpotensi untuk berkembang dalam bidang industri pertanian.
Mendengar penjelasan kekasihnya itu,Elen tak kuasa menahan tangis.Elen merasa terharu,dalam hati ia sangat bersyukur karna Tuhan telah mempertemukanya dengan pria tampan bernetra biru safir itu.Ia tidak menyangka sebelumnya,kalau kehidupanya yang dulu selalu terpuruk dan sekarang malah sebaliknya.
__ADS_1
"kak Sam!"
"ya sweety?"
"kenapa kau sangat baik pada ku?"
"karna aku sangat mencintai mu sweety!"
"terimakasih kak,terimakasih!"
Luna memeluk kekasihnya itu,dada bidang milik Samuel adalah tempat ternyaman bagi Elen saat wanita itu sedang bersedih.Ia menghayal,seandainya saja putrinya Tasya bisa bertahan hidup,tentu mereka akan sangat bahagia hidup bersama Samuel Oma dan Arthur.
"oya sweety,ada hal yang lebih baik lagi yang ingin ku sampaikan pada mu!,coba tebak!"
"kak,jangan membuat ku penasaran!"
"besok aku akan mengajak mu untuk menyusul Jack ke kampung halaman mu!"
"ahh,benarkah?"tanya Elen antusias,wanita mungil itu sangat bahagia kala mendengar Samuel mengajaknya untuk berkunjung ke kampung halamanya.Itu artinya dia bisa jiarah ke makam kedua orang tuanya dan ke makam mendiang suaminya.
"malam ini kau bersiap-siap sweety,karna kita akan berangkat dini hari"
"baik kak Sam!"
KUPANG
Samuel merasakan dinginya udara pagi di daerah asal kekasihnya itu.Selama di dalam perjalanan,Samuel tidak pernah melepaskan tangan mungil Elen dari genggamanya.
"dasar singa labil bucin!"ucap Jack dalam hati.Meski demikian,Jack bersyukur karna tuanya itu sudah mendapatkan cintany,sejak Elen menerima cinta Samuel,pria tampan itu sudah banyak berubah.Jack melajukan mobil mereka menuju rumah warisan kedua orang tua Elen yang sudah di beli kembali oleh Samuel.
"ibu Santi,ibu apa kabar?"tanya Elen sembari memeluk ibu Santi.
"ibu baik-baik saja Elen,dan kamu apa kabar?"
"saya sehat buk!"
"syukurlah!"
"Milka tidak ikut Elen?"
"ada buk,kak Milka masih di dalam!"kata Elen.
Ibu Santi mengalihkan pandanganya ke arah seorang pria tampan yang memiliki netra biru,khas orang barat.Melihat ibu Santi melihat Samuel dengan wajah penasaran,akhirnya Elen berinisiatif untuk memperkenalkan Kekasihnya itu pada ibu Santi.
"buk Santi,kenal kan,ini-!" belum selesai Elen menyelesaikan kalimatnya,Samuel sudah memotongnya deluan.
"Samuel Lovez!,calon suaminya Elen!"ucap Samuel tegas.Ia ingin semua orang tau kalau Elen adalah miliknya seorang.
__ADS_1
"heh,tubuh Marcel masih basah di dalam kuburnya,tapi istrinya ini sudah gatal mau kawin lagi!"
Ucap mama Rosa mertua Elen.
"jaga sikap bicara mu Rosa!"kata ibu Santi.
"kau jangan ikut campur Santi!"ucap mama Rosa.
"sebagai orang tua,kau tidak pantas berkata begitu!"
"kenapa?apa aku salah?memang benarkan kalau dia sudah mau kawin lagi!"
"kau tidak malu kah?sebagai mertua dan neneknya Tasya,apa peran mu selama ini?bahkan sampai Tasya meninggal pun kau tidak peduli sama sekali!"sarkas ibu Santi.
"itu salahnya sendiri,kalau bukan karna wanita pembawa sial ini,sampai sekarang putra ku pasti masih hidup!"kata mama Rosa tak mau mengalah.
"itu sudah kehendak Tuhan!"
"Tuhan sebenarnya belum memanggilnya,tapi karna perempuan pembawa sial ini yang membuat putra ku meninggal,kenapa bukan kau saja yang mati!"kata mama Rosa.
Samuel sangat geram melihat sifat arogan mertuanya Elen itu,apalagi kala mendengar mertua Elen itu mengingin kan agar Elen saja yang mati,bukan Marcel anaknya.
Samuel hendak melabrak mertua Elen,namun di cegah oleh Elen.
"kau sudah sanga keterlaluan Rosa!"kata ibu Santi.
"sudah ku katakan,kau jangan ikut campur Santi!,emang kau siapa?kau tidak ada hubungan darah,baik dengan ku atau pun perempuan pembawa sial itu!"
"kau benar Rosa,aku memang tidak punya hubungan darah sama Elen,tapi aku sangat menyayangi Elen!"
Mendengar mertuanya mengatakan kalau Ibu Santi tidak. memiliki hubungan darah dengan Elen,Elenpun angkat bicara,setelah dari tadi hanya diam saja.
"memang saya tidak punya hubungan darah dengan ibu Santi,tapi ibu Santi memperlakukan ku lebih dari orang yang memiliki hubungan darah!"ucap Elen.
"heh perempuan munafik,sampai mati pun,kau tidak akan pernah ku maafkan!"gertak mama Rosa pada Elen.
Kesabaran Samuel sudah tidak bisa di tahan lagi.Samuel berjalan menuju mama Rosa seraya berkata.
"jaga ucapan anda nyonya!"
"heh,siapa kau?sehingga aku harus takut pada mu?"
"tatap aku nyonya,jika anda masih berusaha menyakiti hati calon istriku,aku bersumpah akan membuat mu serta keluarga mu menderita!"
Kata Samuel dengan tatapan mengintimidasinya.
Melihat mata Samuel yang seakan-akan ingin membunuh,akhirnya mama Rosa tak mampu berkutik lagi.
__ADS_1